
Emi masih merutuki suaminya karena kesal. Selama ini ia tidak pernah dilarang belanja sama orang tuanya.
"Kalau ida tidak mau membayarnya aku kan bisa membayar semuanya sendiri, kenapa dia yang ngomel. Apa tadi aku pernah mintak sama dia" gumam Emi dikamar mandi.
Keluar dari kamar mandi Emi tidak menemukan Jully di kamarnya. Tapi dia tidak peduli karena ia lagi kesal dengan suaminya itu. Setelah Emi selesai memakai baju santai dan lagi nonton tiba-tiba Emi di kagetkan dengan suara pintu hotel yang terbuka. tapi Emi kembali fokus ke televisi untuk menonton drama kesukaannya.
"Hai sayang, sudah selesai mandinya" ucap Jully bergelayut manja kepda istrinya
Tidak ada sahutan dari Emi, ia hanya fokus ke televisi dan tidak juga membalas pelukan suaminya.
"Kamu harum sekali sayang. Kamu sengaj menggoda ku ya" ucap Jully sambil menggerayangi tubuh Emi.
Sontak Emi berdiri dari tidurnya dan menuju balkon meninggalkan Jully sendiri. Bukan main kagetnya Jully dengan sifat Emi yang berubah, Ia pun bak di sambar petir ditengah hari bolong mendapatkan perlakuan dari Emi.
"Kenapa lagi dia, apa aku ada salah, masa baru beberapa hari menikah sudah seperti ini" gumam Jully menghembuskan nafas kasar mencoba untuk sabar. Jully berjalan kearah Emi dan mendekap tubuh Emi dari belakang
"Kamu kenapa sayang" tanya Jully lembut
"Tidak apa-apa lagi gak mood aja gue. Sebaiknya lo mandi aja dulu sana" ucap Emi dengan ketus dan tidak melihat kearah Jully
"Kalau ada masalah cerita jangan diam seperti ini sayang" ucap Jully
"Gue baik-baik aja" jawab Emi singkat dan berjalan menuju kesofa. Karena Jully memeluk Emi yang tidak terlalu kuat, Emi yang pergi mendadak seperti itu membuat Jully hampir terjelambab kedepan.
Sekarang habis sudah kesabaran Jully menghadapi tingkah Emi yang dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi. "lo sebenarnya kenapa si, lo marah sama gue. Apa yang membuat lo marah sama gue hah. semua kemauan lo udah gue turuti semuanya" ucap Jully dengan nada tinggi
"Lo gak sadar dengan salah lo. Lo pikir aja sendiri bukannya lo udah dewasa untuk berfikir" bentak Emi dengan wajah yang sangat merah menahan amarahnya sedari tadi
"Sekarang mau lo apa, mau pulang. Ayo pulang, baru juga nikah udah betingkah lo Emi" ucap Jully dengan geramnya
"Lo yang betingkah brengsek. Iya gue mu pulang. Gak usah antar gue, gue bisa pulang sendiri" ucap Emi segera meninggalkan kamar hotel itu dan mengambil tas nya yang terletak diatas meja.
__ADS_1
Emi berjalan meninggalkan kamar hotel dan menyetop taksi ketika sudah sampai di lobby hotel. Ia sangat geram dengan sifat Jully yang sangat tidak peka. Tapi Emi tidak pulang kerumahnya. melainkan Ia pergi ke rumah kecil, di perumahan daerah Bekasi. Rumah itu Ia beli dengan uangnya sendiri tapi belum ada yang tau. Termasuk keluarganya sendiri. Emi berdiam diri dirumah yang baru setengah jadi itu tapi sudah ada beberapa perabotan didalamnya.
Ditempat lain Jully sedang bingung dan kelabakan mencari Emi yang pergi tidak tau kemana. Jully pusing karena teleponnya tidak pernah diangkat oleh Emi mungkin sudah 50x Jully mencoba menelpon Emi tapi tidak diangkat oleh Emi.
"Dimana kamu Em, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini, aku harus ngomong apa sama kedua orang tua mu nanti Em. Pulanglah sayang" ucap Jully frustasi didalam kamar hotelnya.
Belum lama Jully duduk di sofa hotel Hp nya berbunyi tanda panggilan masuk. tanpa melihat siapa yang menelpon Jully langsung mengangkat telepon itu.
"Sayang, kamu dimana" ucap Jully
"Jully, ini mama nak. Kamu kenapa, mana Emi" tanya Sulastri
"Maaf ma, Jully kira tadi Emi yang telepon. Emi tidak tau dimana ma, Dia pergi tadi" ucap Jully
"Kalian kenapa, kalian berantem lagi" ucap Sulastri
"Iya ma, tadi kami ribut kecil dan Emi langsung pergi meninggalkan hotel ma" ucap Jully
"Tapi Jully takut mama Fatimah nanti marah ma" ucap Jully
"Tidak mungkin nak. Coba dulu ya, mama kenal siapa mertua mu itu. Dia tidak mungkin marah tanpa alasan yang gak jelas" jelas Sulastri
"Baiklah ma, Jully telepon mama Fatimah dulu ma. Terima kasih banyak ya ma" ucap Jully
"Iya nak, sama-sama" ucap Sulastri mematikan teleponya.
Jully langsung menelpon mama mertuanya walaupun ia sedikit ragu-ragu. Jully takut mertuanya salah paham dengan apa yang terjadi. tuttt... Tutt (sambungan telepon pura-pura nya gitulah ya).
"Assalamualaikum Jully" sapa Fatimah
"Waalaikumsalam ma, maaf Jully mengganggu waktu mama" ucap Jully ragu-ragu
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak, ada apa Jully" ucap Fatimah
"Ma, sebelumnya Jully minta maaf. Jully mu nanya apa Emi da di rumah mama sekarang" tanya Jully
"Tidak Jul, Emi bukannya sama kamu Jul. Apa kalian ribut lagi" tanya Fatimah
"Iya ma, tadi kami sempat berdebat terus Emi pergi ma. Jully bingung masalahnya dimana ma" tanya Jully
"Sebelumnya kalian kenapa Jul" tanya Fatimah lagi
"Sebelumnya kami baik-baik saja ma, kami habis dari jalan-jalan terus Jully pergi keluar sebentar, saat Jully pulang Emi sudah uring-uringan ma" ucap Jully
"Ya sudah kalian selesaikan masalah kalian baik-baik ya nak, coba mama bantu telepon Emi ya" ucap Fatimah
"Iya ma, terima kasih ma" ucap Jully
"Sama-sama nak" jawab Fatimah singkat dan mematikan teleponnya.
Jully Bingung harus mencari Emi kemana lagi. Sekarang ia memutuskan untuk berkeliling kota Jakarta mencari Emi dengan mobilnya. Jully sangat frustasi dengan keadaan sekarang.
"Bukannya orang kalau baru menikah itu akan bahagia, kenapa kami seperti ini" ucap Jully dalam hati sambil melajukan mobilnya.
Ditempat Emi, Emi tidak sadar kalau hpnya sedari tadi berbunyi. Ia ke enakan tidur dirumahnya itu dan hpnya di silent karena tidak mau terganggu dengan suara bising hp.
Setelah ia terbangun. Emi langsung keluar mencari makan untuk makan malamnya. Ia berjalan kearah rumah makan yang tidak jauh dari rumahnya tersebut. Setelah mendapatkan bungkusan nasi yang ia pesan Emi langsung pulang kerumah untuk makan.
Emi masih mengacuhkan hpnya yang terletak didalam tasnya. Ia menikmati makanannya sambil menonton tv. Selesai makan Emi memutuskan untuk melanjutkan nontonnya. sekitar jam 02.00 WIB Emi baru tersadarkan untuk melihat hpnya.
"Oya hp ku dimana ya. perasaan dari tadi aku tidak pegang hp" ucap Emi berjalan menuju kamarnya untuk mengambil hpnya
"Astaghfirullah. udah 200x panggilan tak terjawab, semuanya panggilan dari Jully, mama dan mama Sulastri" ucap Emi
__ADS_1