
Setelah Jully menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia langsung menuju parkiran untuk pulang lebih awal. Karena sudah janji sama Emi akan pergi bersama mencari Cincin tunangan. Jully melajukan mobil menuju Rumah Sakit tempat Emi bekerja, Setelah sampai Jully langsung mengirim pesan ke Emi melalui Hp nya.
Emi, aku sudah diparkiran menunggu disini ya, isi pesan Jully.
Emi yang lagi sibuk dengan laporannya belum sempat membuka pesan itu. Cukup lama Emi berkutik dengan semua laporan tindakan selama dia dinas tadi. sampai jam setengah 5 sore Emi baru selesai dengan kegiatannya. Emi langsung berjalan keluar gedung Rumah Sakit itu, ia berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya sejak tadi yaitu mobil Jully.
"Hai, maaf ya lama, tadi ada pasien baru masuk dan ada tindakan sedikit jadi telat pulangnya" ucap Emi santai.
"Apa seperti ini terus setiap hari" ucap Jully Ketus
"Ya, tidak setiap hari sih, cuma sekali-kali tapi sering juga sih" Emi berusaha santai menjelaskan
"Apa kamu tidak tau kalau aku sudah menunggu dari tadi disini" ucap Jully kesal
"Lah kok ngegas, aku kan tidak tau pulang ku jam berapa, dan itu tentang pekerjaanku, tentng nyawa seseorang. Kalau kamu tidak mau menunggu kamu bisa pulang saja tadi" ucap Emi tegas
"Bukan begitu maksud ku, kamu kan sudah ada kontrak kerja, selama 6 jam shif mu hari ini. kenapa harus berlebih kalau memang sudah selesai ya keluar dari rumah sakit, jangan malah semua di kerjakan" ketus Jully
"Memang seperti itu pekerjaan ku, kalau kamu tidak bisa terima ya sudah, cari perempuan lain yang mau jadi ibu rumah tangga, yang bisa manggut-manggut dengan semua perkataanmu dan kemauan mu" ucap Emi tidak kalah kesalnya
"Loh kok kesana, gue kan menasehati mu kearah yang lebih baik, jangan mau diperbudak oleh pekerjaan" ucap Jully menjelaskan
"Pekerjaan ku tentang manusia, bukan tentang kertas atau tentang komputer semata" ucap Emi
"Terserah kamu saja, pantas saja kamu tidak ada waktu untuk keluargamu" ucap Jully mengingatkan
"Dari awal sudah gue jelaskan tentang pekerjaan gue ke lo, kalau lo memang tidak bisa terima lo boleh cari wanita lain. Selesai. Gue turun. Terima kasih pak Jully Nugroho yang terhormat" ucap Emi membuka pintu mobil dan turun dari mobil
Jully kaget dengan perkataan Emi, dan lngsung mengejar Emi keluar mobil.
"Emi… Tunggu, maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk marah sama kamu Emi. Tapi aku hanya kasian sama kamu Emi" ucap Jully
__ADS_1
"Tidak perlu kasian ke gue, gue senang menjalankan semua ini. silahkan lo pergi gue mau pulang" ucap Emi berjalan menuju taksi online
Emi tidak perduli dan tidak menoleh ke arah Jully lagi. Ia sangat kesal dengan ucapan Jully, ternyata dia salah menilai Jully yang tidak pernah mencintainya dengan tulus. Setelah sampai rumah Emi nyelonong masuk tanpa mengucapkan salam kearah kamarnya melewati Fatimah yang lagi duduk diruang keluarga
"Emi… kamu sudah pulang" tanya Fatimah. Tapi tidak dijawab oleh Emi.
"Hem… kenapa lagi sama tu anak. baru kemarin senang sekarang sudah seperti itu lagi" ucap Fatimah sambil geleng-geleng kepala
Emi masuk kamar dan membanting pintu sangat kencang. Fatimah yang duduk diruang keluarga sangat kaget di buatnya. Belum lama Emi masuk kedalam kamar, Jully pun sampai kerumah Emi.
"Assalamualaikum. Tante" sapa Jully
"Waalaikumsalam Jully" jawab Fatimah
"Emi ada tante" tanya Jully
"Ada, tapi dia lagi marah. Sebaiknya kamu duduk dulu Jully, jangan diganggu dulu Emi nya kalau lagi seperti itu. Coba cerita sama tante, sebenarnya ada apa Jully" tanya Fatimah
"Sebenarnya tadi kita mau cari Cincin untuk pertunangan kita minggu depan tan. Tapi Jully melakukan kesalahan lagi Tan. Jully tadi sedikit kesal karena Emi keluar rumah sakitnya sudah kesorean tan" jelas Jully
"Baiklah tan. Jully minta maaf tan sudah membentak Emi tadi" ucap Jully
"Ya, tidak apa-apa" jawab Fatimah singkat
"Jully pamit tan, assalamualaikum" pamit Jully
"waalaikumsalam" Jawab Fatimah
Fatimah kembali duduk diruang kelurga, ia belum berani menanyakannya kepada Emi, karena kalau Emi lagi marah seperti itu, bukan waktu yang tepat untuk bertanya atau menjelaskan.
"Besok saja ketika sarapan aku ngomong sama dia, biarkan dia istirahat dulu sekarang" gumam Fatimah
__ADS_1
Dikamar Emi baru selesai mandi dan merebahkan tubuhnya keatas kasur karena merasa sangat lelah.
"Sudah ku duga suatu saat ini akan terjadi, ternyata belum juga sehari sudah kejadian seperti ini. Bagaimana kalau selalu seperti ini nanti" Emi berbicara sendiri sambil memandang kelangit-langit kamarnya
Terlalu banyak yang di fikirkan Emi membuat ia jadi mengantuk dan terlelap sendiri. Emi tertidur sampai pagi menjelang siang. Ketika dia sudah bangun dan membuka mata, ia melihat ada Fatimah yang sudah duduk disamping tempat tidurnya.
"Ma, sejak kapan mama berada disana" tanya Emi
"Belum lama sayang, kamu tidurnya nyenyak sekali jadi mama tungguin aja disini" jawab Fatimah
"Emi mandi dulu ma, sudah jam berapa sekarang ma, Emi masuk siang hari ini ma" Ucap Emi
"sudah pukul 10.00 WIB sayang, ya sudah pergilah mandi. Mama mau bicara penting sama kamu sayang" ucap Fatimah
"Baik ma, tunggu ya ma" ucap Emi dan melangkah kearah kamar mandinya
Selama Emi mandi, Fatimah membantu membersihkan kamar Emi yang sedikit berantakan. dan membukakan jendela kamar Emi. Setelah Emi selesai mandi Fatimah sudah membawakan Emi makan pagi untuk Emi.
"Ma, Emi bisa makan dimeja makan nanti" ucap Emi
"Mama sudah lama tidak begini sama kamu nak, apalagi kalau kamu sudah menikah nanti" ucap Fatimah
"ya kalau jadi nikah ma, kalau tidak ya mama akan tetap seperti ini kan" ucap Emi
"Maksud nya apa nak, kenapa bicara seperti itu sayang" tanya Fatimah
"Ya karena Emi ragu untuk menikah ma. kalau Emi menikah berarti Emi harus rela melepaskan semuanya ma, karena kalau tidak pasti akan jadi masalah nanti ma" ucap Emi
"Tidak seperti itu Emi, semuanya itu hanya pencocokan saja sayang. dan suatu saat kamu akan mengerti apa arti semua itu. Fikir kan dengan kepala dingin dulu ya sayang" ucap Fatimah
"Ya ma, terima kasih sudah kasih suport Emi ma" ucap Emi
__ADS_1
"Ya sayang, sama-sama.makan dulu yuk. baru kita keluar. bantu mama bersih-bersih taman belakang yuk" ajak Fatimah
"Ya ma" jawab Emi sambil memakan makanan yang di berikan Fatimah tadi. Emi sudah lama tidak melakukan ini bersama mamanya sehingga membuat hatinya sangat bahagia.