
Jully tersenyum melihat tingkah Emi yang salah tingkah. Jully melihat Emi sampai memasuki pintu rumah sakit itu.
setelah Emi masuk kerumah sakit Jully pun melajukan mobilnya kearah kantornya. Setelah sudah sampai dikantor Jully turun sambil senyum senyum wajah Jully terlihat ceria. Semua karyawan di devisi nya disapa oleh Jully.
Jully yang pendiam dan sangat kaku hari ini tersenyum dan sangat ramah kepada semua orang. Sampai semua wanita yang mengaguminya saja sampai salah paham karena senyuman Jully.
"Hei… pak bos, kenapa senyum-senyum terus" ucap Ando teman Jully yang sangat akrab dengan Jully dikantor itu. mereka satu devisi tapi Jully managernya sedangkan Ando bawahan Jully
"Apa gue gak boleh merasa senang" ucap Jully sambil tersenyum
"Ya boleh aja sih, tapi gak biasanya lo kayak gini biasanya sifat lo itu selalu kayak mu makan orang lain" goda Ando
"Jangan ubah mood gue yang lagi baik ini Ando, kalau lo gak ada kepentingan lain lagi lo boleh keluar dari ruangan gue" usir Jully yang merasa kesal karena Ando menggodanya.
"Iya ya, maaf. Hari ini kita diutus untuk rapat dengan perusahaan bla… Bla… Bla… Di restoran xxx" ucap Ando mengingatkan
"Jam berapa" jam 10.00 wib" ucap Ando
"Baiklah" jawab Jully sambil melanjutkan pekerjaannya.
Ando keluar dari ruangan Jully sambil membawa beberapa berkas untuk disiapkannya rapat siang nanti.
Jully melanjutkan semua pekerjaannya tanpa mempedulikan sekelilingnya. Begitulah Jully kalu sudah dihadapkan dengan pekerjaan dia tidak akan peduli dengan sekelilingnya, Jully akan fokus kearah pekerjaannya.
Di tempat Emi, Emi sedang menolong persalinan normal dengan tim bidan nya yang berdinas hari ini. Emi yang memimpin persalinan sangat sabar menghadapi pasiennya yang berteriak teriak karena kesakitan
"Sakit bu bidan, tolong keluarkan anak saya ini. cepat bu bidan" teriak pasien
"Ya ibu, kita akan tolong tapi ibunya jangan teriak-teriak ya, ambil nafas panjang terus ibu harus pintar ngedannya ya. kita mulai ya bu" ucap Emi
"cepat bu bidan" pasien berteriak lagi
"Baiklah, kalau terasa sakit ibu harus ngedan panjang seperti ibu lagi sakit perut dan ingin buang air besar" jelas Emi
"Ya bu" jawab pasien itu
Hanya beberapa kali pasien ngedan bayi itu akhirnya lahir dan tangisan bayi pun memenuhi ruangan persalinan itu.
oOeekkk… Hooeekkk.… Bayi menangis dan seluruh orang mengucapkan rasa syukur karena bayi selamat dan sehat.
Setelah menolong persalinan Emi langsung beristirahat diruangan kerja bersama tim bidan Emi lalu melengkapi laporan-laporan yang diperlukan.
"Emi, lo dipanggil oleh direktur sekarang" ucap teman Emi dari ruangan tunggu kebidanan
"Ada apa" ucap Emi bingung
"Gue gak tau, coba lo datangin aja dulu. siapa tau penting" ucap teman Emi
__ADS_1
"Baiklah, gue kesana sekarang" jawab Emi menutup laporannya dan memberikan dengan teman 1 tim nya untuk diselesaikan.
Sekarang Emi menuju ruangan direktur untuk memenuhi panggilan tersebut. Sampai didepan pintu ruangan direktur Emi langsung mengetuk pintu tersebut. Tok… Tok… Tok…
"Masuk" jawab orang didalam ruangan itu
"Permisi pak, saya Emi" sapa Emi
"Oya Emi, silahkan duduk" ucap direktur itu
"Terima kasih pak" ucap Emi
"Begini Emi, rencana keberangkatan mu kebogor dimajukan jadi hari ini dan diperpanjang jadi satu minggu kedepan, karena ada beberapa didaera sana yang membutuhkan penyuluhan terhadap ibu hamil dan remaja sekolah" jelas direktur itu
"Baiklah pak, tapi maaf saya belum bersiap-siap untuk keberangkatan saya" ucap Emi bingung karena memang Emi belum bersiap-siap
"Baiklah kamu boleh pulang sekarang, siapkan semua keperluanmu dan nanti pukul 15.00 akan ada mobil rumah sakit menjemput dirumahmu" ucap direktur
"Baiklah pak, terima kasih, saya permisi dulu" ucap Emi undur diri
"Ya Emi, semoga sukses" ucap direktur itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Emi membalas uluran tangan direktur lalu keluar ruangan direktur menuju ruangan kebidanan. Setelah sampai diruangan kebidanan Emi mencari kepala ruangan kebidanan untuk meminta izin pulang lebih awal.
"Permisi bu" ucap Emi kepada kepala ruangan
"Ya Emi, ada apa" ucap kepala ruangan
"Silahkan Emi, tadi direktur juga sudah memberi surat izin selama perjalanan dinas kamu. semoga sukses ya" ucap kepala ruangan sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman
"Terima kasih bu. Saya permisi" ucap Emi sambil menyambut salaman dari kepala ruangan itu
Emi langsung pulang setelah pamit kepada kepala ruangannya. Dan memesan taksi online. Setelah sampai dirumah Emi langsung menuju kamarnya untuk bersiap siap. Semua keperluannya selama seminggu dipacking rapi oleh Emi didalam koper miliknya. setelah selesai Emi keruangan keluarga untuk menemui Fatimah.
"Maaa…" teriak Emi dari depan pintu kamar
"Ada apa sayang" ucap Fatimah
"Ma, hari ini Emi berangkat kebogor ya, keberangkatannya dimajuin dan masa kerjanya ditambah menjadi 1 minggu" ucap Emi
"Loh… kok bisa, tapi malam nanti ada acara makan malam kan" mama bingung
"Ya kan itu acara mama dan papa. Emi kan gak ikut-ikutan ma" rengek Emi
"Sayang, mama liat Jully itu serius sama kamu, dan dia juga mencintai kamu sayang. Cobalah buka hati untuk nya Emi. Tidak ada laki-laki yang akan memperjuangkan wanita sampai seperti itu nak" ucap Fatimah menasehati Emi
"Tapi Emi tidak mencintainya ma, Emi sangat kesal sama dia" ucap Emi
__ADS_1
"Tapi bukannya tadi pagi kalian sudah baikan" ucap mama
"Itu karena Emi malas berdebat terus ma, lagian dia tidak akan mengerti masalah pekerjaan Emi ma. Emi tidak mau dia banyak tuntutan dan tidak bisa mengerti tentang keadaan pekerjaan Emi nantinya ma" ucap Emi
"Kamu bisa menjelaskan semuanya kepada Jully sebelum kalian menikah sayang" ucap Fatimah
"Emi belum siap untuk menikah ma, nanti saja menikahnya" ucap Emi meninggalkan mama diruang keluarga.
Emi langsung masuk kekamarnya lalu Emi tertidur. Emi tertidur sampai pukul 14.00 Emi cepat cepat bangun lalu bersiap siap. Setelah bersiap-siap Emi menyeret kopernya keruang tamu sambil menunggu jemputan. Tapi Jully tiba dengan tergesa-gesa.
"Assalamualaikum" ucap Jully masuk keruang tamu itu dan disana ada Emi yang sedang duduk
"Waalaikumsalam" jawab Emi
"Emi, kamu mau kemana, kenapa tidak ada dirumah sakit tadi" ucap Jully
"Maaf aku harus berangkat kebogor untuk bakti sosial hari ini" ucap Emi menjelaskan
"Kenapa tidak memberi tahu aku, aku akan mengantarmu" ucap Jully
"Tidak perlu, ada mobil rumah sakit yang akan menjemput nanti dan menganyar ketempat tujuan" ucap Emi menjelaskan
"Emi, mana ponselmu" tanya Jully
"Ada, kenapa" tanya Emi bingung
"Boleh aku pinjam sebentar" pinta Jully
"Boleh, ini" jawab Emi sambil menyodorkan ponselnya
Jully cepat mengambil ponsel itu dan mengetikkan no hpnya dan menelpon kan no hp emi ke hp nya. Setelah selesai Jully juga membuat nama panggilan didalam hp Emi untuk no ponselnya *my love* itulah nama yang diketik Jully.
"Ini ponselmu, kalau ada apa apa, telpon aku" ucap Jully memberikan ponsel Emi
Emi sangat kaget melihat nama no ponsel Jully dihp nya.
"Apa-apaan kamu Jully" ucap Emi geram
"Kenapa, ada yang salah. Bukannya sebentar lagi kita akan menjadi suami istri" ucap Jully tersenyum kepada Emi
"Ck… kau sungguh menyebalkan" gerutu Emi berjalan keluar sambil menyeret kopernya karena mobil jemputan Emi sudah sampai didepan rumah Emi
Emi berjalan menuju mobil dan memasukkan koper nya kedalam bagasi mobil. Lalu saat Emi akan membuka pintu mobil tiba-tiba Jully datang dan meme*** Emi dari belakang.
"Maafkan aku. Jangan terlalu lama perginya aku akan menunggumu disini" ucap Jully
"Apaan kamu ini Jully lepasin" ucap Emi kesal dan sangat marah
__ADS_1
"Maaf, hati-hati dijalan" ucap Jully kepada Emi yang masih terlihat kesal
Emi segera masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sangat keras.