Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
27


__ADS_3

Keesokan harinya Jully bangun lebih dulu dan berjalan menuju kamar mandi, Ia mandi tanpa membangunkan Emi yang masih terlelap, saat Jully sudah selesai mandi ternyata Emi masih tidur dengan posisi tidur yang sama.


"Sayang, ayo bangun sudah pagi ini" ucap Jully membangunkan Emi


"Sebentar lagi ma, Emi hari ini libur. Mau bangun siang" ucap Emi dengan suara khas bangun tidur


"Sayang, ini aku suamimu bukan mama. Kamu lupa kamu sudah menikah hem" ucap Jully sambil duduk disamping Emi


"Apa, menikah. Astaghfirullah, maaf sayang Aku lupa" ucap Emi langsung duduk


"Ha ha… Kamu kenapa lucu sekali sih sayang" ucap Jully sambil memencet hidung Emi


"Aduh… Sakit sayang" ucap Emi memegang hidungnya yang sakit di pencet Jully


"Ayo mandi, setelah itu kita sarapan ya" ucap Jully


"Setelah sarapan kita mau ngapain lagi sayang" tanya Emi


"Kita buat cucu lagi untuk papa dan mama" ucap Jully menggoda Emi


"dasar mesum" ucap Emi berlalu masuk kekamar mandi


Sarapan yang di pesan Jully sudah terhidang cantik diatas meja dibalkon hotel. Jully pun sibuk membaca korang sambil menyeruput tehnya.


"Sayang, lagi apa" tanya Sinta duduk dipangkuan Jully dengan manjanya.


"Kamu menggodaku sayang, jangan salhkan aku kalau aku mau sarapan kamu" ucap Jully akan memeluk Emi


Emi segera berdiri dan duduk dikursinya yang ada disamping Jully. "Dasar mesum" ucap Emi sambil menjulurkan lidahnya meledek Jully.


"Kamu sudah nakal sekarang ya. Setelah sarapan aku akan makan kamu sampai kamu tidak bisa berjalan lagi" ucap Jully


"Coba aja kalau bisa" pancing Emi sambil melahap makanannya.


Jully tersenyum penuh arti melihat ke arah Emi., dan segera menghabiskan makanannya. Mereka makan sambil sekali-kali mengobrol ringan.


Akhirnya mereka sudah selesai makan dan Jully pun melancarkan aksinya. Ia berjalan kearah tempat tidurnya.


"Aduuhhh.." ucao Jully teriak


"Ada apa sayang" ucap Eki segera berlari ke arah Jully.


"Sakit sekali sayang" ucap Jully duduk ditempat tidur


"Mana yang sakit sayang" tanya Emi lagi.


Jully langsung berdiri dan mendorong Emi ketempat tidur, Jully menindih tubuh Emi. "Apa kamu tidak bisa merasakan yang keras dibawah ini sayang" tanya Jully


"Ehem. Kenapa" jawab Emi dan kembali bertanya


"Itu yang sakit karena sudah keras sedari tadi" ucap Jully lalu me***** bi*** Emi dengan rakusnya, Jully sengaja memasukkan obat kuat kedalam teh yang ia minum tadi agar tidak terlalu capek kalau akan bertempur seharian ini.


"Sayang, bisakah kita tunda dulu. bagian bawah ku masih nyeri" ucap Emi


"Apa kamu mau menjadi istri durhaka sayang. Ini tidak akan sakit. sakitnya di awal saja kemarin nanti juga bakalan enak" ucap Jully

__ADS_1


"Bukan begitu sayang. tapi masih perih sayang, aaghh" ucap Emi diiringi oleh desahan ketika gunung kembar Emi sudah dilumat oleh Jully.


Ketika sudah puas mendaki gunung Jully pun turun kelereng kawah Emi dan bermain disana. Jully segera memainkan li*** dilereng kawah itu yang sudah di lelehin sedikit larpa kenikmatan. Ketika Emi bergelincang serasa akan menyemburkan larpa kenikmatan "aaggghhh, sayang larpa ku meleleh" ucap Emi sambil mendesah dan Jully segera men****** semua lelehan larpa kenikmatan itu dengan lidahnya. Sekarang Jully berjongkok akan memasukkan Tiang Besi kedalam larpa.


Jully merasakan lobang larpa Emi masih sedikit sempit dan menggigit. Jully segera memaju mundurkan badannya sampai mereka merasakan akan menuju puncak bersama. "aaagghhh" lenguhan Emi dan Jully.


Jully segera berbaring disebelah Emi dengan kepuasan yang teramat di rasakan Jully. Emi segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ketika Emi berada dikamar mandi Jully pun mengikutinya dan masuk kekamar mandi.


"Kamu, kenapa kesini" ucap Emi kaget


"Mau mandi sayang. mandi bersama istriku tercinta" ucap Jully


"Aku capek sayang" ucap Emi masuk kedalam bath up yang sudah terisi air


"Ya sayang, aku cuma mau mandi yang sepertu di novel-novel itu. Itu sepertinya romantis sangat sayang" ucap Jully segera masuk kedalam bath up duduk didepan Emi


"terserah saja sayang. Aku mau berendam" ucap Emi menyandarkan tubuhnya kebelakang bath up.


Jully bak tersambar petir melihat posisi Emi seperti itu. posisi yang melihatkan leher jenjang dan putih Emi dan sedikit gundukan gunung Emi. menurut Jully Emi sangat seksi kalau seperti itu. dan terjadi lagi pertempuran Jully dan Emi sebanyak tiga kali didalam kamar mandi. Setelah selesai Emi segera mandi dibawah shower yang ada didalam kamar mandi itu.


Emi dan Jully sudah berganti pakaian dan Emi tertidur dengan lelapnya sampai adzan Dzuhur berkumandang. Emi membangunkan Jully untuk shalat berjamaah.


"Sayang sudah adzan dzuhur. bangun dulu kita shalat" ajak Emi


"Iya sayang. Ambillah wudhu duluan. Nanti biar aku yang siapin sajadahnya" ucap Jully segera bangun.


Mereka shalat dengan khusuk. Jully yang mengimami Emi memimpin shalat itu dengan sangat khusuk mereka berdoa meminta yang ingin mereka pinta, setelah selesai Emi langsung mencium tangan Jully tanda baktinya kepada Jully.


"Sayang mau jalan-jalan" ajak Jully


"Kemana kamu mau akan aku antar sayang" ucap Jully


"Kita nonton yuk sayang, aku sudah lama tidak nonton. dan habis itu kita makan durian" ucap Emi mengucapkan keinginannya


"Baiklah, nonton aku turuti tapi makan durian no" ucap Jully


"Kenapa begitu sayang" ucap Emi


"Kamu seorang bidan tapi kamu maaih bertanya kenapa" ucap Jully sedikit kesal


"Ups. Maaf sayang aku lupa" ucap Emi bergelayut kelengan Jully


"Ya sayang, tapi kalau tidak ada aku kamu ingat-ingat ya, jangan sampai lupa lagi" ucap Jully


"Pasti Sayang" ucap Emi tersenyum


Mereka sudah siap untuk pergi kemall untuk sekedar menonton katanya. Mereka memilih nonton film romantis dan bahagia karena sesuai dengan suasana hati mereka saat ini. Mereka menikmati nontonnya. Jully kadang meremas tangan Emi karena ada adegan fulgar di dalam film yang mereka tonton. Tapi pertahanan Jully sangat lemah, Ia menarik tengkuk Emi dan men**** ***** Emi dan turun ke lehernya Emi.


"Sayang, nanti dilihat orang" ucap Emi sedikit mendorong Jully


"Kita duduk disudut dan jauh dari orang sayang. tidak akan ada yang melihat" ucap Jully


Memang Ruangan bioskop tempat Jully dan Emi nonton sekarang sedikit sepi, mungkin karena hari ini hari Senin dan orang masih sibuk dengan kegiatannya jadi membuat bioskop itu sedikit sepi.


"Tapi Sayang" ucap Emi

__ADS_1


"Setelah nonton kita pulang ke hotel ya sayang" ucap Jully


"Iya sayang" ucap Emi


Kenapa kamu sangat menggila seperti ini sayang batin Emi


Ketika film yang mereka tonton habis, Emi dan Jully keluar dari ruangan itu. Dan Jully segera menarik Emi untuk menuju hotel tempat mereka menginap. Namun namanya juga wanita kalau sudah melihat baju yabg terpajang di etalase toko di mall sudah khilaf dan melupakan semuanya.


"Sayang, aku mau itu" ucap Emi menghentikan Jalannya menarik tangan Jully


"Ayo ambil dan segera bayar dan kita pulang" ucap Jully yang tidak mau mengecewakan istrinya.


"Siap bos" ucap Emi segera berlari masuk kedalam toko baju


"Selamat Siang Nona dan Tuan, ada yang bisa saya bantu" sapa pelayan toko


"Selamat siang mbak, aku mau baju yang didepan itu mbak" ucap Emi


"Tunggu sebentar nona, saya akan mengambilnya" ucap Emi


Tapi tidak hanya baju, Emi melihat tas, sepatu, sendal juga acsesories di toko itu.


Emi mengumpulkan semua barang-barang ya ng akan di cobanya dan masuk kedalam kamar pas.


"Bagaimana nona" tanya pelayan toko


"Saya ambil semua mbak, kasirnya dimana ya mbak" ucap Emi


"Disana mbak, mari ikuti saya" ucap Pelayan toko


Emi mengikuti pelayan toko itu sambil melirik kearah Jully


Ck. masa dia diam saja tidak ada inisiatif mau membayar ini semua Emi mengumpat suaminya


Baju dan perkakas Rumah Emi sudah dihitung semua oleh kasir. "Berapa mbak" tanya Emi


"Rp. 7.564.000 nona" jawab kasir


Emi segera membuka tasnya akan mengambil atmnya. tapi tiba-tiba


"Pakai ini mbak" ucap Jully


"Baiklah tuan" ucap kasir.


Emi termanga melihat tindakan Jully dan ia mengurungkan niatnya untuk mengambil ATMnya.


"Terima kasih sayang" ucap Emi


"Sudah jadi tanggung jawab ku sayang" ucap Jully tersenyum


"Ya sayang" jawab Emi tersanjung


"Tapi lain kali belajarlah untuk hemat" ucap Jully


"Iya" jawab Emi singkat serasa dihempaskan dari gedung tertinggi di dunia.

__ADS_1


Emi hanya diam dan tidak banyak bicara setelah kejadian ditoko baju tadi. Ia langsung memasuki kamar mandi dan langsung membersihka. badannya.


__ADS_2