Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
8


__ADS_3

Mereka pun makan tanpa ada yang bersuara. jully yang memperhatikan ke empat orang tua itu sangat aneh tapi ia menahannya untuk bertanya sampai selesai makan.


"Ma, pa, om dan tante Jully ada yang mau ditanya" Jully memberanikan diri


"Ada apa Jully" ucap papa Ferri


"Kalau kalian bersahabat kenapa tidak dari dulu menjodohkan Jully dan Emi, bukannya kalian sama sama sibuk mencarikan jodoh untuk Jully dan Emi" tanya Jully penasaran


"Hahahaa... Ternyata anakmu sudah ke pincut berat sama anak ku Sulas" mama Fatimah tidak bisa menahan tertawa mendengar pertanyaan Jully.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Jully" Ferri balik bertanya sambil tersenyum


"Ya, heran aja om dan penasaran om" ucap Jully bingung


"Waktu kalian kecil dulu kami sempat akan menjodohkan kalian, tapi kita lose contact selama ini, keluarga Om Ferri sempat pindah keluar kota dulunya. Nah setelah sekian lama tidak ketemu ternyata mereka yang akan jadi calon besan kami, ya perjodohannya dilanjutkan dong" jelas Karun


"Oo seperti itu. Ya sudah ayooo buat lamaran lagi, biar cepat jadi besannya" pinta Jully tiba-tiba


"Tidak segampang itu Jully, kami juga harus menanyakannya kepada Emi terlebih dahulu dan membicarakannya dulu dirumah Jul" ucap Fatimah


"Ya, mama juga setuju pendapat tante kamu Jully, jangan terlalu memaksakan kehendak yang ada nanti pernikahanmu tidak akan bahagia nak" ucap Sulastri


"Ya udah mana baiknya aja, kalau dua hari lagi emi pulng aku akan menanyakan keputusan nya kepada Emi" ucap Jully tidak sabaran


"Emi seminggu di bogor nya Jul, masa kerjanya diperpanjang" jawab Ferri yang geli melihat Jully yang tidak sabaran


"Lah kok Jully tidak tau" ucap Jully bingung


"Bagaimana kamu mau tau Jully, kamu kalau ketemu Emi tidak pernah bertanya dan hanya memaksa Emi saja, dan membuat dia jengkel" ucap Fatimah mengingatkan Jully.


Jully hanya tersenyum malu mendengar ucapan Fatimah. Memang benar ia selalu mengganggu Emi dan membuat Emi marah kepadanya. Karena bagi Jully saat Emi marah maka Emi akan terlihat lebih menggemaskan.


Akhirnya acara makan malam itu berakhir keluarga Karun dan Ferri kembali kerumah masing-masing.


Setelah Jully sampai kerumah, Jully berniat untuk menelpon Emi, karena hari masih menunjukkan pukul 21.30 WIB kemungkinan Emi belum tidur.

__ADS_1


Tuttt… Tuttt… Tuttt… Suara sambungan telpon, tapi sudah berapa kali Jully mencoba menghubungi Emi, tidak mendapatkan jawaban dari Emi. Jully membanting tubuhnya diaofa ruang keluarga. Jully terlihat galau karena telponnya tidak diangkat oleh Emi


……**……


Di tempat Emi di bogor Emi lagi asik ngobrol dengan warga setempat. Emi merasakan getaran dari hp nya yang bertanda itu panggilan masuk. Tapi Emi mengacuhkannya karena itu telepon dari Jully.


"Teh, kenapa teleponnya tidak diangkat" ucap salah satu warga


"Oo ini saudara saya bu, nanti saya akan telepon balik saja" ucap Emi sopan


"Oo begitu." ucap warga.


Mereka melanjutkan ngobrol sampai tengah malam, dan akhirnya Emi memutus kan untuk beristirahat karena besok ada kegiatan yang harus dilaksanakan didaerah ini.


"Ibu-ibu, bapak-bapak, teman-teman semua saya permisi dulu untuk istirahat. Besok kita ketemu lagi ya. Assalamualaikum" Emi pamit


"Ya teh, sok atuh. Tidak apa-apa. waalaikumsalam" ucap warga hampir serempak.


Emi berjalan menuju kamarnya dan istirahat. Tanpa mempedulikan handphonenya. Emi tertidur sampai adzan subuh. Emi segera bangun mandi lalu melaksanakan shalat subuh setalah selesai Emi langsung bersiap untuk memulai kegiatan penyuluhan.


Setelah jam menunjukkan pukul 09.00 WIB para ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang memiliki balita ataupun ibu-ibu yang baru menikah sudah berdatangan menghampiri bali desa. Sebelum kegiatan yang lainnya dimulai maka terlebih dahulu emi menyampikan penyuluhan tentang mempersiapkan kehamilan, sedang hamil, sampai mempersiapkan persalinan. Emi menjelaskan secara lengkap dan menjawab semua pertanyaan ibu-ibu yang hadir disana. acara hari ini berjalan dengan lancar dan memuaskan.


Setelah acara penyuluhan selesai ibu-ibu yang lain menuju ke arah beberapa tenda yang disiapkan untuk posyandu, pasang kb, layanan umum dan layanan konsultasi. Masyarakat sekitar sangat antusias dengan kegiatan ini. Setelah hari sudah mulai sore, semua bentuk pelayanan dan acara ditutup dan akan dimulai lagi besok pagi. Emi beserta semua timnya pulang kepenginapan yang telah disiapkan.


"Aduuhhh capek juga ya, alhamdulillah semua warga antusias dengan acara ini" ucap Emi dalam hati didalam kamar sambil merebahkan dirinya keatas kasur.


Setelah rasa capeknya hilang emi memutuskan untuk mandi. Selesai mandi Emi berganti pakaian, karena perutnya yang lapar Emi memesan makanan lewat telepon dikamar itu kebagian penginapan.


Tiba-tiba handphone Emi berbunyi lagi. Emi yang tanpa melihat siapa yang menelepon langsung mengangkat telepon tersebut.


"Assalamualaikum" sapa Emi


"Waalaikumsalam sayang" ucap Jully dari seberang telepon


"Ini siapa" tanya Emi pura-pura lupa

__ADS_1


"Aku Jully Emi, lagi apa. kapan pulang" tanya Jully


"Nanyanya bisa satu satu bung" jawab Emi kesal


"Ha…ha… ya maaf Emi, jangan marah marah terus. lagi apa sekarang Emi?" tanya Jully


"Lagi nunggu makanan" ucap Emi jujur


"Bagaimana kegiatanmu hari ini Emi" Jully bertanya lagi


"Lancar" jawab Emi singkat.


"Alhamdulillah. kapan pulang Emi" tanya Jully lagi


"Hari rabu depan" jawab Emi


"Lama ya, boleh aku jemput nanti Em" tanya Jully


"Tidak usah Jully, aku dijemput mobil rumah sakit" ucap Emi


"Tolong Emi. Aku mau membicarakan hal yang serius sama kamu Emi" Jully memohon


"Baiklah, aku tunggu di jalan xxx hari rabu pukul 08.30 WIB" ucap Emi


"Terima kasih Emi, aku jemput dipenginapan kamu aja boleh" ucap Jully


"Terserah kamu saja" ucap Emi.


"Baiklah Emi, terima kasih banyak ya. Sukses untuk kegiatanmu ya sayang" ucap Jully spontan


"Apa" bentak Emi


"Tidak apa-apa. sudah ya, ku tutup dulu, jaga kesehatan dan jangan lupa istirahat" Jully perhatian


"Terima kasih banyak Jully" ucap Emi segera mematikan telepon itu.

__ADS_1


__ADS_2