Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
13


__ADS_3

"kamu benar iyem. Terima kasih sudah mengingatkan saya, saya juga salah terlalu memaksa Emi untuk cepat-cepat menikah padahal umurnya masih sangat muda" ucap mama Fatimah sambil menghentikan pekerjaannya sejenak.


"ya bu" jawab Iyem singkat


Fatima dan Iyem melanjutkan pekerjaannya di dapur. Sedangkan Emi menghabiskan waktu istirahat di kamarnya. Emi sebenarnya mau membantu mamanya dan bi Iyem karena memang saat libur ia selalu membantu pekerjaan rumah walaupun sekedar mencuci atau menyapu rumah. Berhubung mood Emi yang lagi jelek, jadi ia memutuskan untuk tetap dikamar hingga siang.


"duh… mau ngerjain apa lagi ya. suntuk juga libur menghabiskan waktu di kamar" ucap Emi pelan


Belum lama Emi mondar mandir di dalam kamarnya, pintu kamar Emi diketuk bi Iyem.


tok…tok…


"non, makan siang dulu" ajak Iyem dari balik pintu tidak berani masuk sebelum dijawab Emi.


"nanti saja bi, Emi belum lapar. sebentar lagi Emi mau keluar" jawab Emi dari dalam


"baiklah non" ucap Iyem segera meninggalkan kamar Emi.


Emi sangat tegas kalau sedang tidak mau diganggu. Dan tidak akan ada orang yang bisa menenangkan dirinya kalau lagi sepertu itu.


"oya kenapa aku tidak jalan-jalan saja. Daripada suntuk dikamar seharian" ucap Emi dan berlalu masuk kekamar mandi


Setelah bersiap-siap Emi segera keluar kaamr dengan pakaian yang sudah rapih. Emi mengambil kunci mobilnya yang terletak diatas gantungan dekat dengan televisi. ternyata diruang keluarga ada mama Fatimah dan Iyem sedang nonton sinetron kesayangan mereka.


"mau kemana Emi, sudah rapih katanya masih libur" tanya mama Fatimah


"keluar sebentar ma, cari angin" jawab Emi tanpa melihat kearah mama nya


"makan dulu, mama sudah masak makanan kesukaanmu" ucap mama Fatimah mencoba membujuk Emi


"nanti saja diluar ma, Emi pergi dulu ma, bi" pamit Emi segera meninggalkan mama Fatimah dan bi Iyem


"hati-hati jangan pulang malam ya" ucap mama Fatimah yang di acuhkan oleh Emi.


Mama Fatimah hanya mengelus dada melihat tingkah anak perempuannya itu.


"keras kepala" ucap mama pelan dan melanjutkan nontonnyo.


Emi segera melajukan mobilnya kesebuah cafe yang biasa ia datangi. Setelah ia sampai di depan cafe dan akan parkir, Emi melihat mobil yang ia kenal yaitu mobil Jully.


"kenapa dia disini, kenapa selalu saja dia dan dia. ck… membuat aku kesal saja. cari tempat makan lain saja" ucap Emi segera keluar parkiran itu.


Saat Emi akan pergi Jully yang duduk dibagian luar tidak sengaja melihat mobil Emi.


"apa kamu sangat membenciku Emi sampai ketemu mobilku saja kamu pergi menjauh" guman Jully


Emi melajukan mobilnya kearah cafe yang tidak terlalu jauh dari cafe sebelumnya. dan masuk kedalam cafe. ia memilih duduk dipojokan agar sedikit jauh dari pengunjung yang lain.


"permisi bu, mau pesan apa" tanya pelayan cafe


"apa aku seperti ibu-ibu" tanya Emi mengernyitkan dahinya


"maaf. jika saya salah mbak, tapi saya bingung mau panggil apa" ucap pelayan takut dilaporkan.


"panggil mbak saja, itu sudah cukup" jawab Emi singkat sambil membuka buku menu


"baiklah mbak" jawab pelayan

__ADS_1


"aku pesan kebab turki, sussy, dan steak chikken, juga kentang goreng aja mbak, dan minumnya jus mangga sedikit gula dan tidak pakai susu dengan toping keju juga air mineral jangan lupa ya mbak" pesan Emi kepada pelayan


"siap mbak, terima kasih, harap tunggu sebentar ya mbak dan maaf atas kesalahan yang saya lakukan mbak" ucap pelayan


"ya mbak" jawab Emi sambil tersenyum


emi heran dengan dirinya yang akhir-akhir ini sangat mudah marah kepada semua orang, dan dia sedikit tidak mengerti dengan hal itu. ketika Emi sedang melamun ada seorang laki-laki menghampirinya.


"Emi" sapa laki-laki itu


"siapa ya" tanya Emi sedikit melupakan orang itu


"Rendi, anak SMP 3 jakarta" jawab laki-laki itu


"wah… rendi putra. apa kabar, silahkan duduk" tawar Emi.


Rendi seorang laki-laki yang sangat menyukai Emi dan mengagumi sosok Emi sewaktu sekolah dulu.


"kamu kemana saja Em" tanya Rendi


"ya aku dijakarta dari dulu, tidak pernah kemana-mana. Mau kemana-mana juga sedikit susah karena izin dari orang tua sedikit sulit didapat" ucap Emi mengeluh


"ya tidak apa-apa, disini juga sekolah dan kuliah juga bagus kan. tidak baik anak perempuan jauh-jauh dari pengawasan orang tua" ucap Rendi


"ha…ha… begitu kulot nya pemikiran mu Rendi" ucap Emi tertawa


"ya benar kan yang aku katakan" ucap rendi


"benar, tidak ada yang salah ha…ha…" ucap Emi


"oya kamu kesini sama siapa Em" tanya Rendi


"aku lagi nungguin keluarga ku, kami janjian makan bersama di cafe ini" ucap Rendi


"kamu sudah bekeluarga Ren" tanya Emi


"sudah Em, 4 tahun yang lalu, aku sudah punya anak 1 orang cewek, nanti aku kenalin sama mereka ya" ucap Rendi


"wah… selamat ya Ren, maaf aku tidak tau kamu nikah jadi tidak datang deh" ucap Emi


"ya tidak apa-apa, aku mengantarkan undangan kerumah mu yang lama, ternyata kamu sudah pindah kata tetangga mu" ucap Rendi


Ketika mereka sedang asik ngobrol makanan Emi datang, pelayan menghidangkan semua pesanan Emi.


"wah… kamu makan sendirian atau satu kampung Emi" tanya Rendi


"ha… aku lagi pusing dan galau jadi makanku banyak" ucap Emi


"ini makan atau doyan ya. harus dihabisin Em kalau tidak kamu mubazir. kasian uangnya" ucap Rendi mengingatkan


"baiklah pak ustad, ini akan habis semua. kamu lihat saja nanti" ucap Emi.


"silahkan dimakan Emi, sebentar lagi anak dan istriku juga datang, aku tunggu dimeja ku saja" ucap Rendi


"baiklah. have fun ya" ucap Emi langsung melahap makanan nya.


Sekarang Emi hanya fokus makan tanpa memperhatikan sekelilingnya. Emi pun tidak tau kalau Rendi sudah bersama Istri dan anaknya sudah makan diseberang mejanya.

__ADS_1


Setelah selesai makan Emi baru menyadari kalau disekelilingnya sudah ramai pengunjung. ya begitulah kebiasaan Emi kalau sedang marah. Setelah Emi sedang sibuk dengan hpnya. tiba-tiba ada anak kecil umur 3 tahun menghampirinya


"hai tante, kenalkan aku Roi, anak papa dan mama" ucap Roi


"anak pintar, mama dan papa mu dimana nak" tanya Emi


"itu, disitu tante. tadi papa yang suruh aku kesini" ucap Roi


"o… anak cerdas. berapa umurmu nak" tanya Emi


"kata mama segini tan" ucap roi sambil mengancungkan 3 jarinya kearah Emi


"ha…ha… kamu sangat lucu dan menggemaskan, sini duduk sama tante" ucap Emi tertawa melihat tingkah Roi


"tan, anak tante mana" tanya Roi


"tante belum punya anak sayang, kamu saja jadi anak tante ya. biar papa dan mama nanti beli lagi" ucap Emi


"tidak au tante. kalau oi jadi anak tante mama nanti tidak ada teman dan tidak ada yang jagain mama dan papa" ucap Roi dengan polos


"ha…ha… iya sayang. kamu lucu sekali sih" ucap Emi


Emi dan Roi terus bermain dan sambil menunggu Rendi dan istrinya makan. Setelah mereka selesai makan, Rendi dan istrinya langsung menghampiri Emi dan Roi yang sedang asik bermain.


"ehem" sapa Rendi


"eh… Ren, anak kamu sangat lucu dan pintar" ucap Emi setelah melihat Rendi dan istrinya.


"ya dong, siapa dulu papa nya. oya ini istriku namanya Aisya, Aisya ini Emi teman SMP ku" ucap Rendi


"hai. Emi" Emi mengulurkan tangannya


"Aisya mbak" ucap Aisya


"jangan panggil mbak, aku seumuran dengan Rendi, panggil Emi saja sya" ucap Emi tersenyum


"baiklah Emi. oya kamu sama siapa kesini" ucpa Aisya


"aku sendiri kesini sya" ucap Emi


"baiklah, Emi kami permisi dulu, mainlah kerumah kami kapan-kapan, dan ajak juga calon suami mu nanti ya" ucap Rendi menggoda


"apaan sih kamu Rendi. cepat pergi sana" usir Emi sedikit kesal


"Emi, kami permisi dulu ya. kapan-kapan kita ketemu lagi. dan jangan segan untuk min kerumah kami ya" ucap Aisya


"ya Aisya terima kasih, yang sabar menghadapi suami bawel seperti Rendi" ucap Emi mengejek


"ha… ya Emi, ayo Roi pamit dulu sama tante Emi" ucap Aisya


"tante, besok kita main lagi ya. sekarang Roi pulang dulu" ucap Roi


"baiklah anak pintar, jadi anak pintar ya. dan jangan nakal. Oke" ucap Emi


"oke tante. da…" Roi melambaikan tangannya


Sepeninggal mereka pergi. Emi merasakan dan melamun sejenak.

__ADS_1


"ternyata, teman-teman ku sudah berumah tangga semua. dan mungkin karena itu mama mau cucu, karena memang anak kecil itu menggemaskan. apa aku nikah saja ya" gumam Emi dalam hati


Seketika Emi sadar dengan ucapan nya itu.


__ADS_2