Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
4


__ADS_3

Setelah mereka mengobrol Jully pamit pulang kepada keluarga Emi.


"Om, tante saya pamit pulang dulu, besok pagi saya kesini lagi untuk menjemput emi berangkat kerja" Jully pamit kepada kedua orang tua Emi


"Baiklah, hati-hati dijalan" ucap papa Ferri


Sepeninggal Jully pulang, papa Ferri dan mama Fatimah juga adik-adik Emi masuk kedalam rumah lagi.


"Ha… Ha… Yuni gak nyangka kak Emi akan menikah dengan cara seperti ini ma" ucap Yuni tertawa lebar


"Husss jangan kamu ke tawain kakak mu, besok kamu belum tau bagaimana cara nikahnya" ucap Fatimah


"Iihhh mama doanya jelek, udah Yuni mau tidur dulu" Yuni pamit kekamarnya


Setelah itu mereka pun semuanya tidur dengan nyenyak.


****.


Keesokan harinya Emi bangun pukul 06.00 karena jadwal dinasnya pagi jadi dia sedikit terburu buru. Setelah bersiap siap Emi turun untuk sarapan tapi ia sangat kaget karena anggota keluarganya bertambah.


"Pagi ma, pa" sapa Emi kepada kedua orangtuanya


"Pagi Em, ayo sarapan dulu sayang" ajak mama


"Ya ma" ucap Emi


Emi sarapan tanpa memperdulikan Jully yang ada bersama keluarga nya. Jully hanya diam menikmati hidangan yang disiapkan oleh Fatimah setelah selesai sarapan Emi berdiri ingin berangkat kerumah sakit.


"Ma, pa Emi pergi dulu ya" pamit Emi


"Om tante saya juga pamit dulu, terima kasih sudah izinkan saya sarapan disini" ucap Jully


Emi berjalan sedikit berlari keluar rumah. dan disusul oleh Jully dibelakang Emi.


"Tunggu Emi" panggil Jully


"Apa, dari siapa lo tau nama gue" ucap Emi kesal..


"Tidak penting itu, lo mau kerja kan ayo gue anterin kerumah sakit" ucap Jully


"Tidak usah, gue punya kendaraan sendiri" ucap Emi


"Ayooo" Jully menarik paksa Emi


Emi yang kaget ditarik oleh Jully hampir jatuh tersungkur tapi dengan cepat Jully menangkap Emi kedalam pelukannya. Cukup lama mereka diposisi itu sampai akhirnya Emi tersadar.


"Apa-apan sih lo, gue bisa pergi sendiri. Seenaknya aja sama orang lain" ucap Emi sambil mendorong tubuh Jully menjauh


"Maaf Emi, aku gak sengaja. maafin aku ya" ucap Jully sok akrab

__ADS_1


"Ha… Ha… apa lo bilang, aku??? apa gue gak salah dengar? lo jangn sok akrab sama gue. Apa sebenarnya maksud lo hah" ucap Emi penuh penekanan menahan emosinya


"Ayo Emi berangkat bareng gue" Jully menggendong Emi kedalam mobil dan mendudukka. Emi kebangku depan


"Apaan sih pria ini, kenapa selalu memaksaku" gumam Emi kesal


Setelah itu Jully mebgemudikan kendaraannya menuju rumah sakit tempat Emi bekerja. Selama diperjalanan Emi hanya diam dan memandang kearah luar jendela ia sibuk dengan fikirannya sendiri. sedangkan Jully tau Emi pasti kesal tapi Emi hanya cuek dan tidak menghiraukan perasaan Emi.


Setelah mereka sampai didepan rumah sakit tersebut, Emi akan segera turun tapi tangan Emi ditarik oleh Jully


"Apa lagi sih, belum puas lo maksa gue. sekalian aja lo per**** gue" bentak Emi


"Kalau boleh udah gue lakuin dari kemaren sayang. Oya sayang, nanti pulangnya mas jemput ya" Jully tiba tiba jadi laki-laki yang hangat


"Hai mas-mas jawa. Gue ingetin sama lo, jangan pernah deketin gue. Gue gak mau dekat deket sama pria macam lo" ucap Emi lalu meninggalkan Jully pergi


Emi berjalan kearah ruangannya dengan wajah ditekuk dan terburu buru sampai Emi menabrak seseorang yang sedang berjalan dilorong.


Bruukkk….


"Maaf.… Maaf…" ucap Emi


"Tidak apa-apa" ucap pria itu dan segera pergi


Emi bingung dan langsung melanjutkan jalannya menuju ruangan bersalin. Tempat ia bekerja. Setelah sampai Emi langsung duduk diruangan bidan-bidan berkumpul dan melakukan operan jam dinas. Emi bekerja seperti biasa, semua dilakukannya tanpa henti dan juga rasa lelah. Ia menyelesaikan tugas tugasnya dalam membantu pasien yang memerlukan bantuannya. Setelah selama 6 jam itu artinya masa tugas Emi hari ini sudah berakhir tepat pukul 14.00 WIB tapi setelah habis jam dinas Emi dipanggil keruangan direktur karena ia harus menandatangani surat jalan untuk dinas diluar kota 2 hari lagi. Setelah semuanya selesai emi langsung bergegas keluar dari ruang direktur itu. Emi mengecek hp nya yang didalam saku bajunya ternyata sudah banyak pnggilan masuk dan pesan masuk itu semua dari Jully.


Setelah itu Emi langsung mengambil tas nya diruangan kebidanan lalu pulang kerumah, tapi setelah emi jalan keluar rumah sakit Jully menghampirinya.


"Sebenarnya kamu kerja berapa jam sehari hah" bentak Jully


"Apa urusan lo hah. Dan sejak kapan gue harus melapor semua kegiatan dan jam kerja gue ke lo hah" Emi tidak kalah membentak Jully


"Jelas itu harus menjadi urusan gue. Karena lo adalah calon istri gue" ucap Jully percaya diri


"Apa! gue gak salah dengar. ha…ha…" ucap Emi yang memang tidak tau apa-apa masalah Jully melamar dirinya malam tadi.


"Lo gak salah dengar, gue udah melamar lo tadi malam kepada kedua orang tua lo, dan mereka menyetujuinya asalkan gue bisa membuat lo jatuh cinta sama gue" jelas Jully dengan wajah datarnya


"Ooo kalau gitu jangan bermimpi gue akan membuka hati apalagi jatuh cinta sama laki-laki dingin, ya tanpa ekspresi dan kaku kayak lo yang bisanya cuma marah marah dan tidak tau malu" tegas Emi jengah melihat Jully


"Sekarang lo boleh gak suka sama gue, tapi gue pastikan seminggu kedepan lo pasti jatuh cinta sama gue" Jully kepedean


"Mimpi aja terus. Gimana mungkin gue nikah sama orang kayak es balok, dan super duper nyebelin apalagi gue gak tau siapa lo, nama lo dan apalah itu. Dan gue juga gak mau tau sih" ucap Emi nyerocos


"Udah jangan ngomel terus, ayoo pulang. Gue masih harus kekantor lagi, atau lo mau ikut kekantor gue" tanya Jully


"Ogah, lagian siapa suruh lo jemput gue hah. Pergi sana gue mau pulang naik taksi aja" ucap Emi sambil berjalan


Tapi dicegat oleh Jully dan langsung menggendong tubuh mungil Emi kedalam mobil.

__ADS_1


"Apa-apaan lo, selalu maksa gue kayak gini, gue gak mau pulang sama lo" ucap Emi lalu turun dari mobil dan berlari memanggil taksi


smSedangkan Jully didalam mobil frustasi melihat sifat Emi yang sangat egois itu.


"Kenapa dia gak lembut seperti wajahnya yang ayu itu." gumam Jully


Jully langsung melajukan mobilnya kearah kantor karena ia ada meeting lagi pukul 16.00 WIB dengan CEO perusahaan tersebut.


Setelah sampai dikantor jully berusaha menghubungi Emi tapi tidak pernah diangkat oleh emi. Jully yang sedang rapat lalu mematikan hp nya untuk berkonsentrasi dalam pekerjaan nya. Rapat yang dijalankan oleh Jully dan timnya berjalan lancar dan sangat disukai oleh CEO perusahaan itu. setelah selesai Jully langsung pulang. Karena waktu jam kerjanya pun sudah habis.


Jully mampir ke toko bunga terlebih dahulu baru pulang kerumah, sesampainya dirumah Jully langsung menuju kamar dan mandi. setelah habis mandi Jully langsung makan malam bersama keluarganya.


"Mau kemana anak mama sudah rapi sekali dan ganteng" tanya Sulastri


"Mau cari mantu buat mama. kan mama mau mantu" ucap Jully sambil menyendok makanannya


"Benarkah, dia orang mana, kerja dimana dan dari keluarga baik baik gak" tanya sulasri panjang kali lebar


"Pokoknya sesuai keinginan ibu, doakan Jully ya bu, Jully masih berusaha" ucap Jully


"Baiklah nak, semoga ini yang terbaik untuk mu" jawab Sulastri


Mereka melanjutkan makan dan setelah selesai makan Jully langsung pamit kepada kedua orang tuanya


"Pa, ma Jully pergi dulu ya. Jully mau kerumah calon mantu kalian dulu" ucap Jully salaman kepada kedua orang tuanya


"Ya hati-hati ya nak, semoga sukses" jawab Karun


Jully langsung mengendarai mobilnya kearah rumah Emi. dipinggir jalan Jully melihat ada orang yang jualan buah juga martabak. Jully pun membelinya untuk buah tangan kepada kedua orang tua emi. Setelah belanja Jully langsung menuju rumah Emi. Sampai didepan rumah Emi, Jully turun dan membawa buah tangan yang dibelinya tadi.


Ting tong… Ting tong… Jully memencet bel. Tiba-tiba pintu dibuka dan tampaklah Emi yang membukakan pintu.


"Assalamualaikum Emi" sapa Jully lembut tanpa ekspresi


"Waalaikumsalam. Ngapain lagi lo kesini hah. Pulang sana" usir Emi yang malas melayani Jully


Ferri muncul dari belakang Jully karena Ferri baru pulang dari kantornya.


"Emi, kok sama tamu seperti itu, ajak masuk dulu" tegur Ferri jepada Emi


"Tidak penting pa, ngapain diajakin masuk. Emang papa kenal sama tamunya" ucap Emi


"Kenal. dia orang yang melamar kamu namanya Jully. ajak dia masuk" papa Ferri tegas kepada Emi.


"Papa aja yang ajak. Emi mau kekamar dulu" ucap Emi akan masuk kekamar tapi dihalangi Fatimah


"Emi, mama tidak pernah ngajarin kamu tidak sopan sama tamu. Ajak Jully masuk. Dia ingin ketemu sama kamu" Nasehat Fatimah


"Ck… Baiklah. Lo boleh masuk," ucap Emi kesal dengan sifat mama dan papa nya.

__ADS_1


__ADS_2