
Jully mempunyai ide yang sangat cemerlang untuk menolak perjodohan yang selalu dilakukan oleh orang tuanya. Ketika Jully melihat Emi dan Meli selesai makan dan hendak pergi Jully segera berdiri menghampiri Emi dan menarik tangan Emi dengan kuat kearah luar restoran itu.
"Heiii siapa kau" teriak Emi
"Em… Emi…" panggil Meli.
"Meli tolongin aku, aku diculik" Emi meminta kepada Meli, tetapi Meli tidak berani karena Jully sangat kuat menarik Emi...
Setelah sampai didepan mobil Jully langsung membuka pintu dan memaksa Emi untuk masuk kedalam mobil
"Mau apa kau hah, kenapa kau menculik ku" teriak Emi didalam mobil dan hendak keluar
"Jangan keluar dan duduklah dengan tenang, kau punya urusan dengan ku" ucap Jully
"Apa… urusan apa, aku cuma bertemu dengan mu satu kali itupun tidak sengaja tadi, apa urusan kita" ucap Emi
"Kau bisa diam tidak, atau ku teriaki maling ni" ancam Jully
"Apa… Maling. Kau sungguh pria aneh yang pernah aku temui" Emi kesal lalu duduk disamping Jully.
Jully mengendarai mobil nya kearah puncak dan berhenti disebuah lokasi taman yang sangat cantik. Sedangkan Emi karena dia diam saja dimobil lalu ia tertidur didalam mobil itu, emi pun tidak sadar mereka sudah sampai ditempat itu. Sampai ia bangun tidur dan melihat disekitar nya
"Kita ada dimana. Kenapa lo membawa gue kesini coba, ayooo antar gue pulang" pinta Emi kepada Jully
"Tunggu, gue hanya ingin lo nemenin gue disini sebentar saja" ucap Jully
"Heemmm baiklah, silahkan nikmati pemandangan ini, gue masih ngantuk dan mau tidur" ucap Emi kesaldan hendak mengulangi tidurnya
"Jadilah pacar boongan gue selama 2 bulan" ucap Jully tiba-tiba mengagetkan Emi
"Apa lo bilang, jadi pacar boongan. Enak aja, hei pak kalau hidup jangan semau anda saja didunia ini. Gue juga punya hak tau" Emi kesal dengn pernyataan Jully
"Gue tau tapi gue perlu bntuan lo. Gue dipaksa nikah sama nyokap gue kalau gue tidak ada pasangan, dan perempuan tadi itu orang yang mau dijodohin ke gue" jelas Jully
"Wiiiddiiihhh pria kaku kayak lo mau jadi pasangan gue, ogah gue. Cari cewek lain aja yang akan membantu lo, jangan berharap ke gue. Gue banyak kerjaan daripada berbohong sama nyokap dan bokap lo" tolak Emi
"Lo mau uang berapa, nanti gue kasih. Asal lo mau jadi pacar boongan gue. Membantu orang lain kan juga pahala" bujuk Jully dengan wajah datar tanpa ekspresi
"Lo kira gue kekurangan duit apa, enak bener tu mulut mau nyogok gue. Kalau kata gue enggak ya tetap enggak" Emi menolak kembali
"Ck… mana ada cowok yang mau sama cewek kayak lo, bar bar" ucap Jully karena jengkel ditolak oleh Emi
"Idihhh mana ada juga cewek yang sudi jadi pasangan cowok psikopat kayak lo. Gue juga ogah" Emi tidak mu kalah
"Banyak cewek yang mau sama gue, karena gue ganteng" Jully kepedean
"Pede bener jadi orang. Udah sekarang lo antar gue pulang dan ini pertemuan kita yang pertama juga terakhir kalinya. Gue males ketemu sama orang kayak lo" ajak Emi
"Pulang aja sendiri, gue masih ada urusan" ucap Jully tiba-tiba
"Oke gue bisa pulang sendiri. Dasar laki-laki tidak bertanggungjawab. Gue sumpahin lo tidak akan menemukan jodoh lo" sumpah serapah Emi keluar dan Emi keluar dari mobil itu berjalan menuju jalan raya yang cukup jauh.
Tapi belum setengah perjalanan ternyat hari hujan, emi pun basah kuyup karena hujan. Jully yang didalam mobil melihat hari hujan deras ia segera menjalankan mobilnya dan mengejar Emi, setelah ketemu Emi, Jully memanggil Emi
__ADS_1
"Hei cewek bar bar, ayo masuk" ajak Jully yang belum tau nama Emi
"Ogah, lo pulang aja, gue hampir sampai dijalan raya" ucap Emi menolak ajakan Jully
"Keras kepala sekali. Ayo cepat masuk, hujan semakin deras ini,kamu hisa sakit nanti" ucap Jully khawatir
"Apa urusan lo gue mau sakit kek, atau apapun siapa lo. Udah lo pergi sana" perintah Emi
"Tidak, gue akan tunggu lo disini. Terserah lo mau ngapain" ucap Jully.
Emi terus berjalan kearah jalan raya, tapi setelah sampai dipinggir jalan raya ia lama menunggu mobil lewat, tidak ada yang lewat 1 pun. Karena itu bukan jalan utama tapi jalan diperkampungan.
"Ck, ini sebenarnya dimana. Kenapa tidak ada mobil yang lewat satupun disini. Pria brengsek itu sangat menyebalkan" gumam Emi
Jully melihat Emi kedinginan dan terduduk dipinggir jalan segera turun dari mobil menghampiri Emi.
"Udah gue bilangin tapi lo keras kepala" ucap Jully sambil menggendong Emi.
Setelah didalam mobil Jully melajukan mobil mengarah kekota bogor untuk membeli pakaian baru untuk Emi sebelum mereka pulang. Tapi sekali lagi ada saja hambatan mereka, longsor terjadi didepan mata mereka membuat mereka tidak bisa melewati jalan satu satunya untuk keluar dari desa itu.
"Bagaimana ini, kita terjebak longsor disini" ucap Jully
"ini semua sa…salahmu" ucap Emi sambil bergetar menahan rasa dingin diseluruh tubuhnya.
"Kita harus cari penginapan hari sudah mulai gelap, kita tidak mungkin kembali ke ibukota sekarang" ucap Jully
"Gue gak mau, gue mau pulang sekarang, nanti mama dan papa mencari gue. Mereka pasti khawatir gue gak pulang" Emi ngotot dan merasa kesa kepada Jully
"Kenapa lo bawak gue kesini hah. Ya allah dosa apa hamba mu ini sampai ketemu sama manusia super beku seperti ini" ucap Emi yang sangat kesal karena merasa dipermainkan oleh Jully
"Udah, daripada kita berdebat ayo kita cari penginapan didekat sini" ajak Jully dan memutar mobilnya untuk mencari penginapan didaera perkampungan itu. Setelah berjalan cukup jauh Jully melihat penginapan dan ia menuju penginapan tersebut.
Jully turun menuju meja resepsionis untuk memesan 2 kamar untuk mereka.
"Permisi mas, saya mau pesan 2 kamar. Apakah masih ada" tanya Jully
"Maaf pak, cuma ada tersisa 1 kamar, karena semuanya sudah penuh. Karena terjadi longsor jadi banyak yang menginap" resepsionis
"Ooo didaerah sini ada penginapan lain tidak ya mas" tanya Jully
"Ada satu tapi sudah penuh semua pak, tadi da juga pelanggan yang dari sana memesan kamar disana sudah penuh jadi mereka menuju kesini semua" jelas resepsionis itu
"Ya sudah saya pesan 1 kamar itu mas" ucap Jully lalu membayar sesuai tarif yang tertera
Jully menghampiri Emi didalam mobil, dan memarkir mobil diparkiran terdekat. Di depan kamar yang ia pesan, karena kamar yang Jully pesan terletak didepan berbentuk pondokan kecil.
"Ayo turun" ajak Jully
Emi hanya menuruti turun dari mobil. Emi berfikir itu kamarny yang dipesankan oleh Jully. Emi segera masuk kedalam kamar.
"Kenapa lo juga masuk. Pergi kekamar lo sana" ucap Emi kesal
"Ini kamae gue juga, kamar dipenginapan ini cuma tersisa satu, yaitu ini. Mau tidak mau kita harus beebagi kamar malam ini" jelas Jully dengan wajah datarnya sambil mengambil handuk untuk mengganti pakaiannya, Jully selalu menyiapkan pakaian ganti didalam mobilnya. Agar kalau Jully mendapatkan jadwal kerja kelur kota ia tidak perlu repot pulang kerumah untuk mengambil pakaian gantinya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian jully kembali kekamar melihat Emi masih duduk dikursi kamar.
"Apa lo gak mau mandi dan berganti pakaian" tanya Jully
"Mandi… Ganti pakaian… Lo mikir gak, pakaian darimana. Gue gak bawak apa apa. Ini semua karena lo" bentak Emi.
"Ni, pakai ini, jangan lupa dicuci lagi dan kembalikan ke gue" ucap Jully sambil melemparkan kemeja dan celana pendek kearah Emi
"Gue gak mau pake pakaian lo, nanti gue ketularan jadi es balok" ucap Emi membuang pakaian itu
"Terserah lo aja, gue mau tidur, besok gue mau kerja" ucap Jully dan berbaring ditempat tidur
Emi yang sangat kesal dan tidak punya pilihan lain ia pun mengambil pakaian yang diberikan oleh jully lalu mandi dan berganti pakaian di dalam kamar mandi. Setelah itu emi mengambil selimut dan bantal untuk tidur disofa
"Lo mau kemana" ucap Jully
"Mau tidur lah, mau kemana lagi" ucap Emi masih kesal
Jully yang melihat Emi memakai pakaiannya sangat tertegun karena pakaian itu agak transfaran.
"Tidur disini, biar gue yang tidur di sofa" ucap Jully
"Baiklah" ucap Emi kembali ketempat tidur
Mereka tertidur sampi pagi menjelang. Seketika Jully terbangun dan melihat kearah jarum jam dikamar itu.
"Wah gue telat pergi kekantor" ucap Jully
"Lo kenapa" tanya Emi terbangun mendengar kegaduhan itu
"Cepat lo beberes, kita harus pulang ke ibukota, gue harus kekantor gue akan telat kalau lama" ucap Jully.
"Lo tidak dengar tadi penjaga hotel memberitahukan kalu jalan masih terputus dan akan bisa dilalui siang nanti" ucap Emi santai
Karena memang tadi penjaga hotel mengetuk pintu kamar Emi dan Jully dan memberi tahu pengumuman itu.
"Wahhh gawat gue dalam masalah kalau seperti ini, gue harus telpon atasan gue" ucap Jully lalu menelpon salah satu nomor hp yang tercatat dihp nya.
Setelah selesai menelpon Jully bisa bernafas legah dan duduk dnegan santai dikursi tempat dia tidur tadi.
"Lo apa gak kerja" tanya Jully dengan sifat dinginnya
"Gue masih libur hari ini, besok baru masuk lagi" ucap Emi santai sambil makan sarapan yang ia pesan dari hotel tersebut
"Emang lo kerja apa, anak manja kayak lo, gue gak yakin kalau lo kerja" ucap Jully meremehkkan
"Lo memang menyebalkan ya. Gue kerja dirumah sakit, gue bidan dirumah sakit xxx dijakarta" jelas Emi
"Oo jadi lo bidan. Tapi kok bidan bar bar sih. setau gue bidan itu lemah lembut" ucap Jully tidak percaya
"Ooo lo gak percaya sama gue. Lo bisa datang kesana dan menanyakan kekaryawan yang lain disana siapa gue" Emi kesal
"Ya lah, terserah lo aja" ucap Jully cuek.
__ADS_1