Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
23


__ADS_3

Di pusat perbelanjaan Emi membeli semua keperluan untuk nikahan dan juga semua perlengkapannya. Sampai Jully geleng-geleng kepala melihat belanjaan Emi.


"Emi apa ini tidak terlalu banyak" tanya Jully


"Kenapa" Emi balik bertanya


"Apa ini semua kamu butuhkan" tanya Jully memperjelas


"Ya begitu, ini semua keperluan ku dan ini semua aku pakai" ucap Emi


"Berapa pengeluaran mu 1 bulan Em" tanya Jully


"Ck. Kenapa kamu menanyakan itu semua. apa kamu marah dengan semua belanjaan ku. ini belum seberapa bagaimana kalau sudah menikah besok" ucap Emi kesal berjalan meninggalkan Jully


"Emi, Emi maafkan aku bukan itu maksud ku. Aku hanya tidak mau kamu khalaf mata saja. belilah sesuai kebutuhan dan keperluanmu bukan keinginanmu Em, kalau ini semua kebutuhanmu aku tidak mempermasalahkannya" ucap Jully


"Hei tuan Jully. Aku juga tidak minta kamu membayar semua ini. aku yang akan membelinya jadi kamu simpan rapat-rapat itu uangmu, atau kalau bisa kamu tanam biar berbuah jadi banyak itu uang" ucap Emi masih kesal mendorong semua belanjaannya kesal.


Semua yang dibeli Emi memang kebutuhannya perbulan. Dan kebetulan semua bedak dan alat make up nya juga sudah akan habis jadi ia membeli itu semua. Emi tidak berharap akan di belikan oleh Jully tapi ia akan membayar semua belanjaannya sendiri, dan juga Emi sengaja mau mengetes Jully bagaimana ekspresi Jully kalau belanjaan Emi sebanyak itu.


"Baru aku tes segitu saja tanggapannya buat darahku naik, bagaimana menafkahi ku besok. atau jangan-jangan dia nikah sama aku mau numpang hidup kali ya" gumam Emi pelan sambil mendorong troli itu.


Setibanya dikasir Emi langsung mengeluarkan semua belanjaannya untuk di hitung, semuanya berjumlah lebih dari 3 juta rupiah. Setelah kasir menyebutkan total belanja Emi, Jully langsung menyodorkan ATM miliknya.


"Rp. 3.300.000 semuanya bu" ucap kasir


"Ini mbak" ucap Jully langsung menyodorkan ATMnya


"Tidak usah pakai punya ku saja. nanti uang tuan ini habis mbak" ucap Emi menyodorkan ATM miliknya


"Emi, tolong dengarkan aku sekali ini saja, simpan ATM mu" jawab Jully tegas


Kasir itu langsung menggunakan ATM Jully untuk pembayaran. lalu menyerahkannya kembali setelah selesai.


Semua belanjaan Emi di bawakan oleh Jully menuju mobil yang ia parkir. Setelah itu mereka berencana untuk makan di cafe dekat dengan mall itu.


"Emi, kamu mau makan apa" Tanya Jully setelah mendapat menu dari pelayan cafe


"Aku mau makan burger dan kentang saja terus minumnya Ice lemon tea" ucap Emi yang sudah dicatat oleh pelayan cafe. Begitu juga pesanan Jully.

__ADS_1


"Baiklah Tuan dan Nyonya harap tunggu sebentar ya" ucap Pelayan cafe


"Ya mbak" Jawab Emi tersenyum


Jully dan Emi sibuk dengan HP masing-masing, karena Emi masih kesal dengan sikap Jully tadi.


"Em, kenapa kamu manyun gitu" goda Jully


"Kalu orang manyun tandanya apa. Kalau sudah tau diam saja" ucap Emi


"Masih narah yang tadi ya" tanya Emi


Emi diam dan tidak menjawab pertanyaan Jully, ia sibuk dengan HP nya sendiri. Melihat Emi hanya acuh saat diajak ngobrol, akhirnya Jully mengambil HP yang ditangan Emi.


"Udah dobg Em main hpnya, aku ada disini loh" ucap Jully mengambil hp Emi


"Apaan sih Jul, kembalikan hp ku sekarang juga, kalau tidak ku akan pergi dari sini" ucap Emi mengancam


"Kenapa kamu suka sekali marah-marah hem" tanya Jully menatap mata Emi


"Ya karena kesal sama kamu. Emang aku gila marah-marah gak jelas gitu" ucap Emi


"lu aja berumah tangga kayak gitu. kalau gue mah ogah" ucap Emi tersenyum


"Nah gitu dong senyum, jadi cantik kan" ucap Jully


"Apaan sih Jul" ucap Emi mengambil hpnya lagi.


Saat mereka mengobrol untuk menata masa depan bersama akhirnya pesanan mereka datang dan mereka makan sambil mengobrol banyak hal termasuk rencana punya anak. Jully yang hanya anak tunggal mau punya anak 10 sedangkan Emi hanya ingin anak 2 orang. termasuk memikirkan kontrakan rumah, karena Emi tidak mau tinggal dirumah orang tuanya ataupun tinggal dirumah mertua. Itu hal yang paling tidak masuk akal di fikiran Emi.


Jully telah membayar semua makanan yang mereka makan tadi dan kembali melajukan mobil kearah rumah Emi. Di rumah Emi sudah ada Fatimah dan juga Ferri sedang duduk di ruang kelurga.


"Selamat malam om, Tante" sapa Jully


"Malam Jully, kebetulan kamu ada disini ada yang mau tante bahas" ucap Fatimah serius


"Apa itu tan" tanya Jully sambil duduk disofa


"Jully, hari pernikahan kalian kan sebentar lagi, tapi tante mohon jangan dipersulit. kalau memang kalian saling suka dan saling setuju dengan pernikahan ini permudahkanlah jalannya" ucap Fatimah

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana tan, Jully belum mengerti" ucap Jully bingung


"Jadi begini, tadi mama mu menelpon tante minta kalau acara di gedung itu ada yang dipotong karena tidak sesuai dengan adat kalian, dan minta acaranya dirumah saja agar lebih afdol. Dan mama mu juga minta dibatalkan untuk memberikan uang belanja untuk Emi karena terlalu banyak, karena mama mu juga mau pesta besar-besaran dirumah kamu untuk ngunduh mantu" jelas Fatimah


"Jully baru dengar dari tante tan. Jully tidak ada dan tidak tau apa yang difikirkan oleh mama. nanti Jully akan tanyakan kembali di rumah tan. tapi untuk rencana awal itu tetap akan dilaksanakan karena sudah kesepakatan bersama tan" ucap Jully


"Ya Jul, jangan sampai nanti tidak enakan antara keluarga kita ya Jul. ngomong sama mama mu baik-baik ya Jul" pinta Fatimah


"Ya tan, mungkin mama mau bawak adat kampung halamannya tan jadi agak berubah fikiran, tante tau sendiri mama itu sangat kental dengan adat" ucap Jully


"Jully, kalau seandainya mama mu sangat sulit diajak kompromi dan akan membatalkan semuanya, aku dengan senang hati menerimanya" jawab Emi tiba-tiba sedikit dengan nada kesal


"Bukan Em, mungkin maksudnya mama bukan seperti itu tapi minta sedikit kelonggaran mungkin" ucap Jully


"Aku tidak suka terlalu bertele-tele Jully. Jangan sampai aku membenci orang tua mu nanti. cepat kamu selesaikan dan kamu kasih informasi kepada ku. Kalau tidak aku sendiri yang akan membatalkan semua ini. aku sudah capek dengan semua tang terjadi" ucap Emi menahan kesal dari tadi dan berlalu pergi kedalam kamar.


"Aduh Jully tante minta maaf ya. Bukan maksud tante ingin memperumit semua ini. tapibini harus dibicarakan agar tidak terjadi sesuatu hal nantinya" ucap Fatimah


"Ya tan, tolong jelaskan kepada Emi ya tan. Jully akan tanyakan lagi kepada mama tentang apa yang diucapkan mama kepada tante" ucap Jully


"Baiklah Jully. terima kasih ya" ucap Fatimah


"Sama-sama tan. Jully pulang dulu tan, om" ucap Jully


"Ya Jul, selesaikan masalah dengan baik dan benar ya Jul" pesan Ferri


"Ya om, terima kasih om" ucap Jully


*


*


*


Maaf teman-teman agak lambat updatenya karena audor lagi atitt ini.


semoga kalian tambah suka dengan cerita ini.


Selamat membaca

__ADS_1


💃💃💃🌹🌹🌹


__ADS_2