
Di kamar hotel yang mereka sewa sudah tersedia semua kebutuhan mereka untuk menginap, Emi yang sudah tidak tahan untuk melepaskan gaunnya minta bantuan sama Jully untuk membuka resletingnya dibagian belakang.
"Yang, tolong buka resleting ini dong tanganku tidak sampai" ucap Emi sambil mencoba meraih resleting itu.
"Ya sayang. Sini aku bantuin, bantu memandikan pun aku siap kok. mau" ucap Jully menggoda Emi
"Apa sih yang, udah aku mandi dulu jangan ngintip ya" ucap Emi berjalan kedalam kamar mandi
"Tidak sayang, ngapain ngintip nanti aku juga bakalan lihat kan" ucap Jully mengedipkan sebelah matanya
"Ih… Genit" ucap Emi masuk kekamar mandi
Satu jam Jully menunggu Emi mandi didalam kamar mandi, sampai iya hampir saja ketiduran.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka yang sukses mengagetkan Jully sedang berbaring diatas tempat tidur.
"Kamu mandi atau bertapa sih sayang. Lama sekali" ucap Jully mengucek matanya
"Tidak lama, sebentar kok" ucap Emi mengerucutkan bibirnya
Tiba-tiba Jully akan memeluk Emi dari belakang tapi disadari oleh Emi langsung melarikan diri.
"Mandi dulu sayang. Badan mu lengket bekas keringat" ucap Emi
"Pelit amat jadi istri" ucap Jully berjalan kearah kamar mandi
"Ha…ha… kamu tu ya. Kayak anak kecil" ucap Emi
Sekarang Emi sudah selesai mengganti baju dan memakai lotion khusus untuk malam. Ketika Emi sedang menunduk mengoleskan lotion ketelapak kakinya tiba-tiba Jully memeluk Emi dari belakang dan menggendong Emi keatas tempat tidur.
"Sayang…" teriak Emi
"Aduh… suaranya pelankan dong sayang. nanti kita dikira pasangan Tarsan sama orang yang mendengar" ucap Jully setelah diatas tempat tidur dengan rambut yang masih basah dan menggunakan handuk saja.
"Kamu sih main gendong saja aku kan kaget. ganti dulu bajumu sayang, ini bisa basah semua karena rambutmu yang basah itu" ucap Emi mengingatkan
"Tidak sayang, biarkan seperti ini. Sayang, bolehkah aku meminta hak ku malam ini" ucap Jully
"Apa kamu tidak capek sayang" tanya Emu mencari alasan
"Tidak sayang, malah aku tambah semangat didekatmu ini sayang" ucap Jully yang sudah mendusel-dusel diatas perut Emi
"Tapi aku capek sayang" ucap Emi
"Ya sudah kalau begitu tidur saja" ucap Jully kecewa, Ia akan berdiri untuk mengganti bajunya
__ADS_1
"Sayang, apa kamu marah" tanya Emi menarik tangan Jully yang akan berdiri
"Tidak sayang, sekarang kamu tidur saja" ucap Jully dengan wajah kecewanya
"Baiklah sayang, aku minta maaf sudah menolakmu dan membuatmu kecewa. Ayo kita lakukan" ucap Emi
"Tapi kamu capek sayang, sudah yah. sebaiknya kamu tidur" ucap Jully
"Kamu marah. Aku jadi hilang ngantuknya. Ayo sayang jangan buat aku jadi istri yang durhaka" ucap Emi menarik tubuh Jully sehingga membuat Jully terjatuh kembali ditempat tidur.
Sekarang Emi yang ada di atas Jully untuk menyenangkan hati Jully kembali. Jully hanya diam melihat Emi.
"Sayang, aku tidak tau memulainya dari mana" ucap Emi memasang wajah bingung
"Hahaha… Berarti yang naik keatas aku ini apa sayang" tanya Jully tertawa
"Jangan menertawakanku, aku berusaha biar kamu tidak membuatku jadi istri durhaka sayang" rengek Emi
Jully membalikkan tubuh Emi menjadi dibawah. Jully langsung melu*** Bi*** Emi dengan lembut, tangan Jully sudah menggerayangi semua tubuh Emi dan memulai pertarungan sengan sangat romantis berdua dengan Emi. Sampai akhirnya seksrang Jully mencoba mencetak gol kelobang gawang yang sangat indah punya Emi, dengan susah payah Jully memasukkan Bola Jully ke gawang dan akhirnya gooollll… masuk. Emi menahan rasa sakit yang teramat diarea gawangnya sampai Emi meneteskan buliran air mata.
Jully langsung menjilat air mata Emi yang keluar dan berucap.
"Sayang, terima kasih sudah menjaga pertahanan gawang ini selama ini. Aku mencintaimu sayang. Aku akan selalu membahagiakanmu sayang" ucap Jully berbisik ditelinga Emi
Di jawab senyuman oleh Emi, sekarang Jully memaju mundurkan badannya sampai mereka mencapai kepuasan bersama dan melenguh bersama "aaaauuuhhhhccchh…" itu yabg terdengar dari mereka berdua.
"Terima kasih sayang" ucap Jully
"Iya sayang" ucap Emi masih ngos-ngosan
Jully berjalan kekamar mandi untuk membesihkan bekas cairan bercampur sedikit darah di selangkangannya. Setelah selesai Jully mengambil handuk kecil dan air panas kuku untuk mengelap di daerah kewanitaan Emi.
"Sayang, aku bantu membersihkannya ya" ucap Jully
"Aku kekamar mandi saja sayang. Aku masih malu" ucap Emi
"Tidak usah sayang, kenapa malu, aku kan suamimu sayang" ucap Jully
"Terima kasih sayang" ucap Emi menutup wajahnya yang memerah
Perut ramping Emi berbunyi kruk… kruk… seperti meminta di isi yang terdengr oleh Jully.
"Kamu lapar sayang" tanya Jully
"He… Iya sayang" ucap Emi polos
__ADS_1
"Aku pesankan makanan ya. mau makan apa" ucap Jully
"mau makan nasi pakai rendang dan tahu goreng" ucap Emi
"Tanya di restoran hotel dulu ya. masih ada atau tidak disana menu yang kamu minta" ucap Jully
"Terima kasih sayang" ucap Emi lagi
Jully segera memesan makanan yang diminta Emi untuk 2 orang, karena sejujurnya dia pun lagi lapar. Emi dan Jully memang tidak sempat makan selama resepsi tadi karena mereka sibuk dengan para tamu undangan. Setelah sekitar 30 menit menunggu makanan yang dipesan pun datang.
"Sayang, ayo kita makan dulu" ucap Jully
"Ya sayang" Jawab Emi singkat.
Emi mau berdiri berjalan kearah makanannya menggunakan handuk yang dipakai Jully tadi. Tapi betapa kagetnya Emi merasakan perih yang teramat perih di **** *************.
"Auu" teriak Emi
"Kenapa Sayang, apakah itu sakit" tanya Jully
"Sedikit sayang" ucap Emi sambil menggigit bibir bawahnya
"Sini aku gendong sayang" ucap Jully menggendong Emi
"Ini sangat berlebihan sayang. Aku sebenarnya bisa sendiri" ucap Emi sambil melihat kearah Jully
"Aku tau sayang, tapi aku tidak tega melihatmu kesakitan seperti itu" ucap Jully
"Ayo kita makan dulu" ucap Emi yang sudah kelaparan.
Mereka makan sambil mengobrol banyak hal, termasuk cita-cita mempunyai anak 5 orang. sedangkan Emi hanya ingin mempunyai anak 2 orang. Emi dan Jully tertawa mengkhayalkan betapa bahagianya mereka memiliki anak yang kecil-kecil nanti berada dirumahnya.
"Sayang, setelah ini kita akan nginap dirumah mama Sulastri 2 hari dan 2 hari dirumah mu lalu kita pindah ke apartemen ya" ucap Jully
"Benar kah seperti tu sayang" ucap Emi bahagia
"Iya sayang. Setelah menikah lebih baik kita mandiri bukan" ucap Jully
"Apakah Mama dan papa sudah tau dengan rencana kamu sayang" ucap Emi
"Sudah sayang, aku sudah bicara sama papa dan mama 3 hari yang lalu. Mereka setuju dengan keputusan ku" ucap Jully
"Mana yang terbaik saja sayang. Asal jangan terjadi salah paham antara keluarga kita" ucap Emi
"Tidak akan sayang" ucap Jully
__ADS_1
Seelah selesai makan Jully dan Emi sudah kembali ke kasur dan memutuskan untuk tidur karena mereka sudah sangat kelelahan.