
Pagi hari Jully sudah bersiap untuk berangkat kekantor, sebelumnya Jully akan menjemput Emi terlebih dahulu. Ketika Jully akan berjalan keluar rumah, ia melihat mama dan papa sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Ma, pa. Jully pergi dulu ya. Sekalian nanti siang mau ajak Emi cari cincin tunangan" pamit Jully
"Baiklah Jully, hati-hati ya. Dan ingat jangan maksain kehendak, semuanya harus dibicarakan baik-baik ya nak" pesan Sulastri
"Sip ma. Jully akan ingat pesan mama. assalamualaikum Jully pamit ma, pa" ucap Jully
"Waalaikumsalam" ucap Sulastri dan Karun serempak.
Jully pergi melajukan mobilnya kearah rumah Emi, dia sengaja tidak sarapan dirumah, ia sudah janjian dengan Emi untuk sarapan di luar pagi ini. Ketika sampai di rumah Emi, Jully segera masuk kedalam karena pintu sudah terbuka lebar.
"Assalamualaikum" ucap Jully
"Waalaikumsalam nak Jully. Kalian mau kemana sepagi ini, ayo sarapan dulu" ajak Fatimah
"Maaf ma, kita tidak sarapan dirumah ya, kita mau sarapan diluar sebelum berangkat kekantor" ucap Emi yang sudah berdiri dari tempat duduknya
"Ya udah kalian berdua hati-hati ya, jangan ribut lagi, yang akur ya" goda Fatimah
"Apaan sih ma, ya sudah kmi pergi dulu. Assalamualaikum" pamit Emi sambil menyalami Fatimah
"Ha…ha… waalaikumsalam" jawab Fatimah sambil tertawa
"Tan, Jully ajak Emi pergi dulu ya. Salam buat Om ya Tan. Assalamualaikum" pamit Jully sambil salaman dengan Fatimah
"Ya Jully, waalaikumsalam" jawab Fatimah terkekeh melihat tingkah mereka
Emi dan Jully berjalan bersama menuju mobil. Jully segera melajukan mobilnya menuju kedai sarapan pagi terdekat agar tidak terlambat.
Mereka sudah sampai di kedai sarapan pagi. Jully segera memesan nasi goreng spesial untuk 2 orang juga Teh panas 1 gelas, 2 botol air mineral. Mereka mencari tempat duduk dibawah tenda dibagian luar pondokan itu.
"Emi, nanti siang pulangnya aku jemput ya. Kita ketoko emas dulu mau cari cincin tunangan" ajak Jully
"Boleh Jul, tapi aku belum tau pulangnya jam berapa, kalau aku kabari saja bisa tidak" ucap Emi
__ADS_1
"Bukannya jam 14.00 sudah keluar bukan" tanya Jully bingung
"Tidak Jully, kadang kalau ada tindakan bisa jadi lebih dari jam 14.00 WIB. Kadang juga sampai jam 16.00 WIB" ucap Emi
"Baiklah Emi, tidak masalah.Aaku akan menunggu" ucap Jully
Saat mereka sedang mengobrol makanan datang, mereka langsung makan tanpa suara. karena sudah kebiasaan atau itu suatu keharusan mereka saat makan selalu tidak bersuara dan fokus ke makanan masing-masing, sampai makanan itu habis. Selesai sarapan mereka langsung berangkat untuk bekerja. Emi sudah di antar ke rumah sakit tempat ia bekerja sekarang giliran Jully berangkat keperusahaan tempat ia bekerja.
Hari ini Jully ada jadwal rapat bulanan dengan CEO perusahaan juga direktur diperusahaan tempat ia bekerja. Jully langsung menuju ruang rapat karena sebagian orang sudah menunggu disana.
Rapat pun berjalan dengan lancar sampai semua orang bubar Jully mendekat kearah direktur perusahaan yang sedang mengobrol dengan CEO.
"Permisi pak" ucap Jully
"Oya Jully, ada apa" tanya direktur
"Saya ada yang harus dibicarakan, kebetulan disini ada Pak CEO juga. Apakah kalian ada waktu Pak" tanya Jully
"Boleh, silahkan Jully. Saya masih ada waktu sedikit" ucap CEO
"Kenapa seperti itu Jully, bukankah kinerja mu sangat bagus selama ini, dan apakah kamu mau naik gaji atau bagaimana Jully. Saya baru saja berfikir untuk merekomendasikan mu menjadi direktur diperusahaan cabang di Bandung Jully" ucap Direktur sambil membuka amplop coklat itu
"Apa alasanmu ingin keluar dari perusahaan ku" tanya CEO itu masih bingung, karena dia selalu mendapatkan laporan tentang kinerja manager Jully sangat bagus apalagi kalau di utus untuk rapat atau bertemu klien penting Jully selalu presentasi semaksimal mungkin sampai klien itu menyetujui dan langsung tanda tangan persetujuan kerja sama.
"Maaf sebelumnya pak, saya berhenti karena sebentar lagi saya mau menikahi seorang Bidan pak, dan usaha orang tua say tidak ada yang meneruskan pak jadi saya akan meneruskan usaha orang tua saya pak." ucap Jully
"Apa hubungannya kami bekerja dengan menikahi seorang Bidan Jully
"Sebenarnya tidak ada pak, tapi calon istri saya juga memiliki jam kerja yang sangat tinggi, ia menjadi kepercayaan direktur rumah sakit tempat ia bekerja, sehingga waktu ya sering tersita dengan pekerjaan nya pak. Sehingga saya memikirkan untuk resign dan meneruskan usaha ayah saya pak agar saya bisa menafkahi istri saya kalau dia tidak bekerja lagi suatu saat nanti pak" alasan Jully, karena ia tau akan sulit untuk mendapatkan persetujuan resign dari perusahaannya.
"Apa gaji mu disini kurang untuk menghidupi istrimu nanti" tanya direktur
"Tidak pak, tapi ayah saya sudah tua juga pak. tidak ada yang meneruskan usahanya selain saya pak" ucap Jully memberi alasan yang lebih rasional
"Apa kamu sudah memikirkannya lagi Jully. saya akan mengangkat mu jadi direktur utama diperusahaan baru saya, karena saya percaya padamu Jully" tawar CEO
__ADS_1
"Saya sudah memikirkan ini dari jauh hari pak, sebenarnya saya masih sangat ingin bekerja disini pak. Tapi usaha ayah saya akan terbengkalai pak karena tidak ada yang meneruskannya pak" ucap Jully merendah
"Ayah mu usaha apa Jully" tanya CEO itu
"Papa memiliki Usaha jual beli properti, meubel dan juga sudah mendirikan 3 hotel kecil di Bandung dan Bekasi pak" ucap Jully menjelaskan
"Itu bagus. Semoga suatu saat bisa lebih berkembang lagi di tanganmu ya Jully. Kalau itu sudah keputusan yang sangat akhir bagi mu, saya akan menyetujuinya. Karena orang tua dan keluarga itu sudah jadi prioritas pertama buat saya" ucap CEO
"Terima kasih pak" ucap Jully menyalami CEO
"Baiklah Jully saya akan pelajari dulu surat ini. nanti keputusannya saya akan memanggil mu lagi" ucap direktur
"Terima kasih pak" ucap Jully
CEO dan Direktur itu sudah meninggalkan ruangan tersebut dan Jully hanya berdiri diruangan rapat itu, ia melihat kearah jam dinding ternyata masih jam 11.00 WIB. Jully kembali keruangan nya dan mempelajari semua berkas-berkas laporan yang sudah diberikan oleh sekretarisnya tadi.
"Kira-kira Emi sedang apa sekarang ya, aku telepon saja sebentar" ucap Jully mengambin Hp nya di dalam saku celana.
Tut… tut… tut… suara telepon tersambung.
"Assalamualaikum sayang" ucap Emi yang seakan ceria
"Wa… Wa… Waalaikumsalam sayang, ada angin apa ini kenapa bahagia sekali" tanya Jully
"Tidak ada apa-apa sayang ku, lagi bahagia saja" ucap Emi
"Aku juga lagi bahagia sekarang Emi, aku sangat mencintaimu sayang" ucap Jully lirih setelah mendengar Emi memanggilnya sayang
"Apa salah aku memanggilmu dengan sebutan sayang" tanya Emi
"Tidak salah, itu sudah sangat benar Em, tapi aku sedikit kaget saja. Pulang jam berapa nanti, biar aku tidak telat jemputnya" ucap Jully
"Jemput jam 15.00 saja sayang" ucap Emi
"Baiklah, kalau begitu kerja yang rajin ya juga jangan lupa makan siang ya sayang ku, cinta ku" ucap Jully
__ADS_1
"Baiklah, kamu juga ya" ucap Emi mematikan telepon