
Dirumah Jully, Sulastri dan juga Karun sedang nonton dikamarnya. Tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh Jully.
"Assalamualaikum pa, ma" ucap Jully
"Waalaikumsalam, sudah pulang nak" ucap Jully
"Sudah ma, pa. Ma Jully mau nanya boleh" ucap Jully
"Boleh sayang" ucap Sulastri
"Ma, kenapa mama mempersulit urusan pernikahan Jully. Kenapa harus dikurangi uang belanja Emi. Bukannya itu sudah kesepakatan bersama ma" tanya Jully lembut
"Iya Jul, Mama kefikiran untuk buat acara juga dikampung kita, biar semua tau anak Karun sudah menikah dengan seorang Bidan" ucap Sulastri
"Sudahlah ma, itu tidak perlu, mama kan bisa undang orang kampung kesini. Pokoknya Jully minta sama mama jangan ada yang dirubah apa yabg sudah jadi kesepakatan awal" pinta Jully
"Tapi itu adat kita nak, anak mama cuma 1 masa mama tidak menjalankan adat mama sedikitpun dan itu hanya permintaan kecil mama Jully" ucap Sulastri
"Bukan Begitu ma, kita menikah karena Allah bukan karena adat. Adat itu tidak perlu di jadikan untuk mempersulit yang sudah jadi mudah akan menjadi dosa nantinya m" ucap Jully
"Nenekmu yang minta Jully" bentak Sulastri
"Kita bisa gunakan uang kita pribadi dan jangan memperburuk suasana dengan adat yang tidak penting ma" ucap Jully kesal
"Sudah ma, yang akan menikah itu anak kita. Biarkan ia menentukan jalan yang ia pilih jangan ikut campur" ucap Karun
"Tapi pa, mama punya anak 1 mama cuma mau menjalankan adat itu saja" ucap Sulastri
"Iya papa tau, kita bisa pakai uang kita pribadi tanpa harus membebani keluarga Ferri kan" ucap Karun
"Terserah papa aja. Kalian semua sama saja tidak mengerti mama" ucap Sulastri berlari kekamar mandi.
Jully meninggalkan kamar mamanya dengan perasaan yang sangat bercampur aduk, merasa kasihan melihat mamanya tapi ada juga merasa mamanya sangat berlebihan masalah adat istiadat yang menurutnya semua itu akan memperumit masalah pernikahannya.
***
Tiga hari dari kejadian itu Jully dan Emi berencana untuk membeli souvenir di pusat souvenir dikota jakarta. mereka membeli souvenir sesuai undangan yang mereka buat dan semuanya sama.
Untuk semua perlengkapan pernikahan Jully juga Emi sudah terpenuhi. Tring… Tring… Bunyi handphone Jully berbunyi
"Assalamualaikum" sapa Jully
"Waalaikumsalam, dengan pak Jully" sapa orang diseberang telepon
__ADS_1
"Iya saya sendiri" ucap Jully
"Iya pak, sekretaris direktur perusahaan XXX, ingin menyampaikan Direktur memanggil anda sekarang pak" ucap sekretaris itu
"Baiklah, setengah jam lagi saya menuju kesana" ucap Jully
Setelah sambungan Telepon itu mati, Jully langsung mengantar Emi pulang dan menuju keperusahaan.
"Selamat siang pak, apa bapak memanggil saya" sapa Jully
"Iya pak Jully, silahkan duduk" sambut Direktur
"Ada apa ya pak" tanya Jully
"Begini pak, masalah pengunduran diri bapak sudah saya ACC, tapi apa anda tidak ingin memikirkannya lagi pak" ucap Direktur
"Terima kasih banyak pak, tapi itu sudah jadi keputusan saya dan keluarga pak" ucap Jully
"Baiklah pak, ini suratnya dan ini pesangon bapak, mulai minggu depan bapak bisa mulai berhenti bekerja. Tapi kalau suatu saat bapak ada kendala dan ingin kembali kesini lagi saya akan dengan senang hati menyambut bapak" ucap Direktur
"Terima kasih banyak pak. Saya permisi rulu" ucap Jully berjabat tangan dengan direktur
Jully segera meninggalkan ruangan direktur dan menuju ruangannya. Ia melanjutkan pekerjaannya. Tapi fikirannya selalu tertuju oleh Emi yang di cintainya.
Jully terduduk diruangannya dan tidak sengaja iya tertidur dimeja kerjanya. Jully bermimpi sedang berlarian dengan Emi ditaman yang indah dan disana juga tidak ada orang. Emi sangat cantik tapi setiap Jully ingin memeluk Emi, Emi selalu menjauh dan terus menjauh. Sampai akhirnya Jully terjatuh dari meja kerjanya dan terbangun.
"Aduuhhh… Cuma mimpi, kenapa tidak nyata sih" gumam Jully kesal
author said:
(Hehehe… maaf ya Jully besok author kasih yang manis-manis buat kamu)
Akhirnya Jully keluar ruangan kerjanya untuk pulang kerumah, ia melajukan mobilnya kearah rumahnya tapi fikirannya selalu kepada Emi.
Setibanya di rumah Jully langsung menghubungi Emi. lewat teleponnya
"Assalamualaikum Sayang" Sapa Jully
"Waalaikumsalam Jully" jawab Fatimah
"Maaf tante. he…he… Emi nya ada tan" ucap Jully
"Ada Jul, tapi lagi mandi. Tunggu sebentar ya" ucap Fatimah
__ADS_1
Beberapa menit Jully menunggu akhirnya telepon diangkat Emi.
"Assalamualaikum Jully" Sapa Emi
"Waalaikumsalam Emi, maaf aku ganggu ya" ucap Jully
"Tidak, cuma aku tadi lagi mandi. Ada apa" tanya Emi
"Tidak ada apa-apa sih, cuma mau nelepon saja. Aku rindu kamu" ucap Jully
"Sudah pintar kamu gombalnya ya. Oya Jul, persiapan untuk ngunduh mantu sudah siap? ucap Emi
"Sudah diurus sama WO nya sayang. yang kamu sudah belum ada yang mau kita tambah lagi tidak" ucap Jully
"Aku rasa sudah cukup Jul. Tinggal Nunggu hari aja lagi" ucap Emi
"Oya Em, tadi aku sudah dapat surat persetujuan resign. Jadi besok aku sudah mulai bekerja diperusahaan papa. mulai Besok kami sudah dipingit kan ya" tanya Jully
"Iya Jul, apapun keputusan kamu akan aku ikuti dan aku suport. Iya besok kita sudah tidak boleh bertemu lagi. Aku mulai dipingit nya 3 hari lagi baru bisa Cuti" ucap Jully
"Baiklah hati-hati kalau berangkat kerja ya. jaga kesehatan dan ingat jaga mata dan hati" ucap Jully
"Iya. Kamu bakalan ngapain aja besok kalau sudah tidak bisa ketemu aku, biasanya kan kamu gangguin aku terus" ucap Emi
"Aku juga galau. Tapi aku akan cari kesibukan yang lain. biar tidak terlalu suntuk. aku sudah terbiasa sama kamu Em" ucap Jully
"Cuma hitungan hari lagi kan. Besok kamu bisa gangguin aku sepuasnya" ucap Emi menggoda Jully
"Beneran ini. Oke lah kalau gitu aku tutup dulu telepon nya ya" ucap Jully
"Iya. Assalamualaikum" ucap Emi
"Waalaikumsalam. Miss U my wife" ucap Jully sok nginggris
"Iya Jully" jawab Emi singkat dan memutuskan sambungan Telepon.
Jully berbaring diatas tempat tidurnya dan menatap kelangit-langit kamarnya. Ia memikirkan semua keindahan berkeluarga dengan Emi nanti, dan mempunyai banyak anak.
*
*
*
__ADS_1
Cukup dulu ya teman-teman, besok kita sambung lagi. mohon dukungan nya ya teman-teman. terima kasih sebelumnya.