
Emi masih menangis dipelukan Ferri. Fatima segera mendekat kearah Emi, mengerti apa yang dirasakan Emi.
"Emi, apa kamu mendengar semua obrolan mama tadi nak" ucap Fatimah
"Obrolan apa ma" ucap Ferri
Mendengar suara papa nya meninggi Emi melepaskan pelukannya.
"Obrolan apa ma, bukan itu yang mau Emi bicarakan, tapi tentang Emi dan juga Jully" ucap Emi menenangkan papa Ferri
"Bicaralah nak, apapun keputusanmu akan papa terima, papa yakin keputusan mu adalah yang terbaik untuk mu sayang" ucap Ferri
"Pa, ma. Emi dan Jully itu belum lama saling kenal, dan perkenalan kami pun dilandasi dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak menyenangkan menurut Emi, kami juga mempunyai kehidupan yang sangat bertolak belakang" ucap Emi menghentikan penjelasannya melihat kearah Jully
"Maksud mu apa Emi" ucap Fatimah
"Ya maksud Emi, Emi siap menikah dengan Jully dan Emi juga akan berhenti bekerja. Emi akan mencoba membuka praktik dirumah saja, agar Emi bisa mengurus suami juga keluarga Emi" tegas Emi.
Semua orang yang mendengar itu sangat senang dan bahagia. Jully tersenyum kearah Emi sangat bangga dengan keputusan Emi. Tapi dia masih bingung kenapa tiba-tiba Emi malah berubah fikiran dalam waktu yang singkat. Tapi Jully tidak perduli dengan itu, ia hanya memperdulikan hubungannya dengan Emi.
"Terima kasih nak, sini duduk sama tante. Ada yang mau tante omongin" ajak Sulastri tersenyum bahagia kearah Emi
Emi melihat kearah papa dan mama nya untuk meminta persetujuan mereka. Fatimah juga Ferri mengangguk bergantian. Emi pun mendekat kearah Sulastri dan duduk disampingnya.
"Sayang, kamu harus dengar ini. Dulu waktu Jully masih kecil dan kamu masih bayi, mama mu dan juga tante pernah mengatakan akan berbesan. Tapi kami melupakan itu semua karena sudah sangat lama dan tidak pernah bertemu lagi. Sekarang tante sudah mendengar sendiri dari perkataanmu sayang, terima kasih sudah mau menjadi anak perempuan tante. Dan hari ini tante belum bawa apa-apa, tapi ini adalah tradisi dari keluarga om. Sekarang kalung yang selam ini tidak pernah tante lepas dari leher tante. Tante pasangkan ke leher mu sebagai tanda tante sangat menginginkanmu menjadi anak tante" jelas Sulastri meneteskan air matanya karena keinginannya terkabulkan dan ia juga sangat bahagia.
"Terima kasih tante" ucap Emi memeluk Sulastri dan menangis di pelukannya.
Yang melihat kejadian itu semuanya larut dalam kebahagiaan yang diciptakan oleh Emi dan Sulastri. Terlebih Jully yang sejak tadi memperhatikan kedua wanita yang sangat ia cintai itu membuat air matanya pun jatuh. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini dari Emi.
"Alhamdulillah ya allah. Aku akan berjanji tidak akan membuat orang yang aku cintai kecewa ataupun menangis. Aku tidak akan pernah menyakiti hatinya" doa Jully didalam hati.
__ADS_1
"Hei anak muda. Kedipkan matamu juga tutup mulutmu itu, jangan terlalu fokus melihat anak gadis ku" ucap Ferri
Jully yang tadinya melamun terkejut mendengar ucapan Ferri yang sedikit ditekankan.
"Ma… Maaf om, Jul… Jully bahagia om" ucap Jully gelagapan bingung mau menjawab apa
"Ha… Ha… kamu ini Jully" ucap Karun
"Emi, terima kasih sudah menerima ku. aku akan menyayangi dan mencintaimu sepenuh hati ku. Kamu tidak perlu berhenti kerja, tetaplah jadi Emi yang aku kenal selama ini. Jangan pernah berubah, aku tidak akan pernah memintamu untuk berubah sedikitpun, karena aku mencintai Emi yang dulu. Bukan Emi yang berubah karena aku" ucap Jully
"Emangnya kamu mau aku marahi tiap hari, dan aku memakimu tiap hari. Kamu mau membuatku cepat tua atau stroke atau yang lebih parahnya lagi serangan jantung karena marah-marah terus. Hah" goda Emi
"Tidak, bukan maksud ku begitu" ucap Jully salah tingkah.
Semua orang diruangan itu tertawa melihat kelakuan Jully yang menurut mereka lucu.
"Sudah-sudah, sekarang Jully ajak Emi pergi jalan-jalan. Mama dan papa juga om dan tante mau ngobrol tentang acara kalian" Fatimah menyuruh Jully mengajak Emi pergi.
"Baiklah ma. Ayo em" ajak Jully
Di jawab anggukan oleh Jully. Emi pergi kekamar untuk bersiap-siap pergi keluar. Ia mengganti baju santai tapi Emi sedikit berdandan yang tidak biasa nya berdandan hari ini ia merasakan harus terlihat cantik. Setelah 1 jam lamanya Emi bersiap-siap ia pun keluar kamar.
Semua orang yang ada diruangan itu termasuk bi Iyem yang baru akan masuk keruangan Keluarga ingin membawakan cemilan tambahan ternganga melihat kecantikan Emi yang selama ini tidak pernah dilihat oleh mereka.
"Wah. anak bibi sangat cantik dan sudah dewasa kamu ndok" ucap Iyem meneteskan air matanya melihat ke arah Emi.
"Ah bibi bisa aja. Aku hanya sedikit memakai bedak kok bi" ucap Emi merendah
"Tidak nak, kamu memang berbeda hari ini. Mama saja yang setiap hari melihatmu sangat terpana melihat penampilanmu sayang. Apalagi itu Jully yang tidak berkedip sama sekali" ucap Fatimah sambil menggoda Jully.
Jully menyadari perkataan Fatimah dan langsung memalingkan wajahnya. Semua orang diruangan itu kembali tertawa melihat tingkah laku Jully.
__ADS_1
"Hei bapak Jully. Apakah bisa kita berangkat sekarang, atau kamu mau duduk sama orang-orang tua ini seharian hah" ucap Emi sambil mebggoda Jully.
"Sejak kapan kamu jadi orang yang menjengkelkan hah. Ayo sini ikut aku" ucap Jully sambil berdiri dan merangkul Emi
Deg… Emi merasakan jantungnya sangat berdetak kencang melihat tingkah Jully seperti itu.
"Ih… apaan sih Jul. Belum muhrim tau" ucap Emi mau menghindar.
"Bentar lagi juga muhrim. Tidur sekamar saja kita sudah pernah. Sudah ah, ayo pergi" ajak Jully membimbing tangan Emi.
"Ma, pa, om, tante. Jully bawa Emi dulu ya jalan-jalan" Jully pamit
"Ya, hati-hati" jawab Fatimah
"Jagain menantu mama, jangan sampai lecet Jully" jawab Sulastri
"Siap dilaksanakan" jawab Jully sambil berjalan.
Jully mengajak Emi, pergi ketempat pertama ia melihat Emi. Di cafe XXX, mereka sampai didepan cafe xxx. Dan Jully segera memarkirkan mobilnya.
"Kenapa kesini, apa kamu lapar" tanya Emi
"Tidak, tapi kita harus makan dulu. Terus kita akan pergi kepuncak tempat pertama kali kita pergi bersama" ucap Jully
"Tapi kenapa" tanya Emi lagi
"Karena aku mau mengenang masa dulu dan memperbaiki pertemuan kita sayang. Sebelum kita menikah" ucap Jully.
"Apa termasuk menginap dipenginapan lagi" tanya Emi lagi.
"Yang itu kita skip dulu. Kita tunggu sampai kita berdua halal. apa kamu sudah tidak tahan lagi" goda Jully
__ADS_1
"Apaan sih Jully. ayo kita turun" ucap Emi membuka pintu mobil takut obrolan itu berlanjut.
Jully hanya tersenyum melihat Emi yang salah tingkah, dan mereka memilih tempat duduk dimana Jully melihat Emi dulu. Kalau dulu mereka duduknya berhadapan juga dimeja yang berbeda. Sekarang mereka duduk berdampingan dengan sangat mesra.