
Sudah Seminggu dari hari tunangan Emi dan Jully, hari ini Emi yang sedang libur bekerja sudah ada janji dengan Jully untuk mencari bawak an pernikahan. Dari pagi Emi sudah mengatakan kepada mamanya dia akan pergi bersama Jully siang nanti.
"Ma, Nanti siang habis dzuhur Emi pergi mencari perlengkapan nikah ya sama Jully" Emi pamit
"Boleh sayang. hati-hati ya. Nanti siang mama pergi arisan juga sama teman-teman mama" ucap Fatimah
"Mama jam berapa perginya ma" tanya Emi
"Paling Jam 10 sudah pergi" ucap Fatimah
"Baiklah ma, mama juga hati-hati ya. Emi mau ke kamar dulu" ucap Emi
"Ya sayang" ucap Fatimah
Emi kembali ke kamar dan melihat ada panggilan telepon tak terjawab dari Jully sudah 5 kali. Emi berniat untuk menelpon balik. Tring… Tring… HP Emi sudah berbunyi lagi tanda panggilan masuk dari Jully.
"Halo sayang" ucap Emi
"Kemana aja sih Em, di telepon dari tadi gak diangkat" ketus Jully
"O… tadi dari luar ngobrol sama mama" jawab Emi gak kalh ketusnya
"Emang tidak bisa dibawak tu HP walaupun ngobrol" ucap Jully
"Tidak bisa. mau ngapain nelepon. kalau gak penting gak usah nelepon" jawab Emi
"kalau gak penting, gak bakalan nelepon juga. Jam berapa mau pergi nanti" tanya Jully dengan ketus
"Tidak jadi. Gue males, gue ngantuk" jawab marah dan menutup telepon dari Jully.
Emi kesal karena menurutnya Jully nelepon marah-marah tidak jelas dan tanpa sebab.
"kenapa juga dia nelepon harus marah-marah gitu. Kalau tidak suka ya langsung di bicarakan saja kan" Emi ngomel-ngomel sambil tiduran dikasur.
***
Di tempat Jully setelah Emi menutup telepon, Jully yang masih kesal karena teleponnya lambat di angkat oleh Emi tambah marah dengan kelakuan Emi seperti itu.
"Aggghhh. Dasar cewek egois" ucap Jully menghempaskan HP nya diatas sofa ruangannya.
Jully menatap keluar gedung itu dengan tangan masih mengepal di atas meja nya. Ia sangat marah sama Emi, Rasanya dia mau menghampiri Emi sekarang juga dan memarahi Emi sejadi-jadinya sekarang juga.
"Tunggu kamu nanti Emi, kali ini gue akan habisin kamu" ucap Jully sangat marah karena sifat Emi yang sangat Egois menurutnya.
__ADS_1
Setelah jam istirahat siang Jully menuju ruang direktur utama untuk meminta izin pulang duluan. Karena mau mengurus pernikahan.
"permisi pak" ucap Jully menghmpiri direktur Utama perusahaan XXX"
"Pak Jully, silahkan masuk pak" ucap Direktur utama itu ramah
"Pak, saya mau minta izin pulang lebih awal hari ini, karena mau mengurus keperluan pernikahan pak" ucap Jully
"Baiklah pak Jully tidak masalah. Kalau kerjaan kamu sudah selesai boleh pergi saja" jawab Dirut itu
"Iya pak, sudah selesai pak. 1 lagi pak, masalah surat resign saya bagaimana pak" tanya Jully
"Itu masih harus di bicarakan dulu pak Jully. Karena kami masih sangat membutuhkan anda diperusahaan ini" ucap Dirut
"Baiklah pak. Tapi setelah menikah saya sudah harus resign pak" jawab Jully
"Akan saya berikan keputusan dalam 3 hari kedepan ya pak Jully" ucap Dirut
"Ya pak, saya mohon izin dulu pak. Terima kasih banyak untuk waktunya pak" ucap Jully
"Sama-sama pak Jully" jawab Dirut
Jully keluar kantor, menuju rumah Emi. Setibanya dirumah Emi, Jully yang tidak sing lagi langsung mengetuk pintu rumah. Tok… Tok…
"Terima kasih bik, Emi ada" tanya Jully lembut
"Ada den, tunggu sebentar bibi panggil dulu" ucap Bi Iyem.
Emi berjalan menuju ruang tamu tempat Jully menunggu. Emi yang kesal hanya diam saja tidak menyapa atau mengucapkan selamat datang. Ia duduk sambil melipat tangan di dada, juga dengan memasang muka masam.
"Ayo kita pergi" ajak Jully langsung
Emi hanya diam dan tidak bersuara sama sekali. Ia muak dengan tingkah Jully yang kekanakan.
"Apa Telinga mu ada masalah sampai tidak mendengar ucapanku" ucap Jully dengan nada sedikit meninggi.
"Kalau kamu mau pergi ya pergi saja. Tidak perlu memaksa ku untuk ikut dengan mu. Belum jadi suami saja sudah seenaknya apalagi sudah menikah nanti" jawab Emi kesal
"Makanya sudah tau aku sibuk, HP tu di bawak kemana-mana, biar kalau aku ngubungin terdengar" ucap Jully marah
"Emang gue harus nungguin telepon dari lo aja. gue juga banyak kerjaan yang lain. bukan hanya meladeni telepon dari lo doang" ucap Emi akan pergi ke kamar
Melihat Emi bergerak mau berjalan. Jully langsung menangkap tangan Emi. dangan genggaman yang cukup kuat. Hal itu membuat Emi kaget dan meringis karena kesakitan.
__ADS_1
"Apa-apaan lo, lepasin tangan gue kalau gak gue akan teriak" ancam Emi
"Tidak akan pernah aku lepaskan Emi. Ayo ikut dengan ku, bukannya kamu sudah janji hari ini bersama ku. hah" ucap Jully lalu menarik tangn Emi.
Tenaga Jully cukup kuat dan tidak akan bisa di hentikan oleh Emi. Emi hanya menangis mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jully. Dan ia berniat untuk menyudahi hubungan ini. Jully segera mendorong Emi kedalam mobil dan melajukan mobil itu kepusat perbelanjaan. Saat sampai di parkir terjadi lagi keributan antara Emi dan Jully di dalam mobil.
"Ayo kita turun" ucap Jully lembut tapi tidak melihat kearah Emi.
"Gue mau pulang sekarang juga. Lo mau antar atau gue pulang sendiri itu tidak jadi masalah buat gue" ucap Emi
"Kenapa kamu keras kepala sekali Emi" keluh Jully
"Lo tanya sendiri sama diri lo. Gue mau kita putus sekarang dan batalkan semua rencan pernikahan kita. Dan ini cincin yang lo kasih ke gue lo bawak pulang" ucap Emi penuh kebencian.
"Kamu benar-benar membuatku kesal Emi" ucap Jully langsung menarik tubuh Emi dan men**** Bibir Emi dengan sangat keras, sampai-sampai membuat Emi susah bernafas.
Emi yang kaget mendapat serangan tiba-tiba dari Jully berusaha melepaskan diri. tapi karena bibirnya di gigit oleh Jully akhirnya Emi pasrah. Setelah selesai Jully langsung melepaskan Emi. Emi menangis sejadi-jadinya didalam mobil Jully. Emi turun dari mobil itu dan berlari kearah luar parkiran. Emi meninggalkan Jully dengan kata terakhir "Kita Putus" ucap Emi.
Jully hanya terdiam dan menyesali perbuatannya, kenapa ia se emosi itu hari ini kepada Emi, dan kenapa selalu dia yang disalahkan. Jully tersadar dan menyusul taksi yang di tumpangi Emi tadi, dan segera mengejar taksi tersebut. Setelah taksi itu berhenti, Jully menarik Emi di dalam taksi dan membayar tarif taksi itu.
"Emi, aku minta maaf. Aku akui aku salah, aku terbawa Emosi yabg sangat mendalam tadi Em" ucap Jully bersujud sambil menggenggam tangan Emi berharap pengampunan dari Emi.
"Tidak ada gunanya lagi Jully. Aku tetap mau kita putus dan tidak akan ada kesempatan lagi untuk kita Jully" ucap Emi lembut tapi dengan pandangan kosong
"Emi jangan seperti ini. Aku janji tidak akan mengulangi ini semua Emi" Jully menangis dihadapan Emi sambil bersujud
"Apa kmu tidak malu dilihat orang-orang Jully. sudah banyak orang yang melihat kearah mu sekarang Jully" ucap Emi
"Aku tidak perduli Emi, yang aku pedulikan hanya hubungan kita. Aku tidak mau kamu tinggalkan Emi" ucap Jully masih memohon.
"Kamu sudah kasar terhadap ku Jully, dan kamu sudah seenaknya kepadaku hari ini Jully" ucap Emi kembali menangis mengibgat kejadian tadi
"Maafkan aku Emi, aku benar-benar khilaf Emi. Aku tidak akan mengulangi nya" ucap Jully
"Apa ucapanmu bisa dipegang Jully" tanya Emi
"Aku janji Emi" Jully berjanji
"Baiklah, aku akan memaafkan mu. Tapi suatu saat nanti kalau kamu mengulangi ini lagi. maka aku akan benar-benar meninggalkanmu" ucap Emi tegas
"Ya Emi aku janji. Aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Jully
Akhirnya Jully dan Emi berbaikan, Jully mengantar Emi pulang untuk berganti pakaian, lalu mereka lanjut untuk mencari keperluan pernikahan yang sempat tertunda, sebenarnya hati Emi masih sedikit kesal tapi dia mencoba mencairkan dan menghilangkan kekesalannya saat itu juga.
__ADS_1