Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
minggu pertama di apartemen


__ADS_3

Emi dan Jully pergi kembali ke apartemen tempat dimana mereka akan memulai kehidupan baru. Di dalam perjalanan Emi selalu murung karena harus berpisah dari keluarganya, tapi Jully selalu mengerti apa yang Emi rasakan saat ini.


sesampainya di apartemen tidak ada yang spesial terjadi kepada pasangan yang baru menikah ini, mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Jully sudah memejamkan matanya karena hari esok dia harus beraktifitas kembali.


Keesokan harinya Emi bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan dan pakaian suaminya untuk berangkat kerja.


"Sayang" panggil Jully


"Iya, ada apa sayang" jawab Emi sambil berlari kecil dari dapur


"kenapa baju yang ini, terlalu bagus. baju kemeja yang biasa aja. kan mau kerja. ini baju yang harus dipakai kalau ada acar formal" panjang lebar Jully menjelaskan


"oo ya udah kalau begitu pilih aja sendiri ya sayang. Emi masih masak di dapur" jawab Emi agak kesal. karena memang dia belum tau bagaimana kebiasaan Jully


Setelah bersiap Jully langsung menyantap sarapan yang di siapkan oleh Emi, setelah sarapan Jully pun berpamitan dengan Emi untuk berangkat ke kantor.


Hari-hari mereka lalui seperti itu setelah menikah. sampai akhirnya Emi masuk kerja kembali di Rumah Sakit swasta di kota tempat mereka tinggal.


Hari ini hari pertama Emi bekerja. Bertemu dengan teman-teman yang selalu penasaran tentang pengalaman malam pertama Emi.


"Em, bagaimana rasanya. ayo dong cerita kan sedikit sama kami" tanya Serli


"Ya seperti malam pertama yang dilakukan kebanyakan orang" jawab Emi santai


"Gak ada asik-asiknya ngomong sama ni anak" jawab Devi teman Emi yang lain


"hahaaa" Emi cuma tertawa


"ayolah Emi, ceritakan sama kami yang masih gadis ini mau tau juga" tanya Serli yabg semakin penasaran

__ADS_1


"udah gak usah. nanti kalian kebelet kawin lagi" jawab Emi sambil berjalan keluar ruangan.


"Dasar nenek sihir pelit" jawab devi dan serli serempak


Emi kerja seperti biasanya. setelah jam menunjukkan waktu pukul 13.30 wib, telpon ruangan tempat Emi berdinas berdering


"siang, dengan Emi ada yang bisa dibantu" jawab Emi yang kebetulan mengangkat telpon


"siang Emi, saya dr. andre dokter jaga IGD. ada pasien kebidanan yang mengeluhkan keluar lendir bercampur darah, kehamilan lewat bulan. sekaranga da di IGD. mohon bantuan dari bidan untuk periksa ulang" jawab orang diseberang telpon


"baik dok, saya akan kesana" jawab Emi sambil melihat jam dinding.


"bqik terimakasih" jawab dokter andre dan telpon ditutup. Emi langsung berjalan menuju ruang IGD.


Diruabg IGD ternyata sudah rame dengan keluarga pasien yang menanti kedatangan Emi. pasien juga sudah tidak tahan rasa ingin mengedan.


"Hai ibu, saya bidan Emi. maaf saya periksa terlebih dahulu ya bu" kata Emi dengan tenang, sambil melakukan pemeriksaan untuk ibu melahirkan.


"maaf dok, izin lapor. pembukaan persalinan sekarang sudah 7-8 cm, kepala sudah di hodge 2-3, jantung bayi normal, kontraksi ibu baik" lapor Emi kepada dr. jaga


"terimakasih Emi, kita lanjutkan observasi ke ruangan bersalin saja ya" perintah dokter IGD


pasien dibawah keruang bersalin dan langsung diobservasi kembali disana. setelah beberapa lama Emi menyiapkan laporan dan memeriksa pasien, sampai Emi lupa jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. setelah sadar Emi memeriksa handphonenya


"astaga 17 panggilan tak terjawab" teriak Emi


"kenapa Emi" tanya serli


"Ser, gue harus pulang sekarang. gue gak bisa lanjut lagi, silahkan overan ke yang dinas sore. semuanya sudah gue siapkan" ucap Emi

__ADS_1


tanpa mendengar jawaban dari Serli, Emi langsung bergegas mengambil tas dan berlalu keluar ruangan.


"Hai sayang, sudah lama menunggu, ma" sapa Emi kepada Jully


"Sudah berapa kali gue nelpon lu, gak lu angkat anjing" jawab Jully sambil melotot


"iya maaf, tadi ada pasien yang baru datang" jawab Emi sedih


"elu kalau kerja pulangnya jam berapa, telpon sampai gak diangkat seperti itu, gue udh panas-panas nunggu lu diluar." kata Jully sambil teriak


"Ya emang harus marah-marah seperti ini, inilah kerjaan gue. emang lu gak tau selama uni kerjaan gue kayak gimana" jawab Emi yang sudah tersulut emosi


"gue juga kerja anjing, tapi gue gak kayak elu. bodoh sekali kerjaan kayak gitu. gaji gak seberapa, yang waktu sudah habis. kalau memang gak mau pulang. gak usah pulang sekalian" jawab Jully lebih kasar lagi


"Ya udah turunin gue disini, biar gue gak ush pulang. capek kalau ngomong sama tembok" jawab Emi


tapi Jully tetap melajukan motornya sampai kerumah.


tiba dirumah, Jully langsung menarik Emi ke dalam kamar. dan membanting tubuh Emi ditempat tidur.


Jully sangat kesal dengan Emi sehingga iya berlaku kasar sama Emi.


"mau apa lu, Jully" teriak Emi


"Gue akan kasih pelajara. buat lu karena sudah membuat gue menunggu lama" jawab jully sambil membuka semua bajunya


"gue gak mau. gue gak ikhlas" teriak Emi sambil mendorong tubuh Jully.


Jully terpental kebelakang tapi tidaj terlalu jauh.

__ADS_1


akhirnya Jully mengikat Emi ditempat tidur. Jully sudah seperti orang kerasukan karena dilawan oleh istrinya. entah berapa kali Jully melakukan itu sama Emy dihari itu. Emi pun tidak henti-hentinya menangis. Karena dia juga sudah terlanjur marah diperlakukan tidak layak dengan suaminya sendiri.


__ADS_2