Mereka Yang Menginginkan Tubuhku

Mereka Yang Menginginkan Tubuhku
Kabar Baik dan Kabar Buruk


__ADS_3

Dokter mulai meletakan alat USG di atas perutku, menggerakannya dengan perlahan ke kanan dan ke kiri.


"Kantung janinnya sudah kelihatan, hanya saja karena ini baru minggu ke enam janinnya belum terlihat. Tapi jangan khawatir, ini umum terjadi. Biasanya janin mulai terlihat di usia delapan minggu ke atas." Dokter menunjukan sebuah lingkaran yang tertera di layar komputer USG.


"Alhamdulillah. Penantian yang cukup lama, akhirnya Allah mengijinkan saya untuk hamil dok." Air mata yang sempat terbendung, kini mengalir tanpa terasa.


"Dan ini penyebab mbak Aishwa agak sulit untuk hamil sebelumnya." Dokter menunjukan lagi sebuah lingkaran yang lebih besar dari kantung janinku.


"Apa itu dok?" Aku mulai merasa khawatir.


"Di ovarium mbak ada kista. Kiri dan kanan. Ukurannya cukup besar. 3,4 cm untuk sebelah kiri, dan 3,15 cm untuk sebelah kanan."


"Astaghfirullah." Berita bahagiaku hari ini ternyata diiringi dengan berita yang menyesakkan dadaku.


Pasalnya, aku sering sekali merengek bahkan marah pada mas Anwar karena pola makannya yang tidak sehat. Nyatanya, yang membuat kita sulit untuk mempunyai keturunan adalah aku. Aku yang bermasalah.


'Maafkan aku mas Anwar.' Kata-kata itu tidak mampu aku ucapkan.


Air mataku mengalir lebih deras daripada sebelumnya, tenggorokan ku tercekat. Bahkan untuk menelan ludahpun rasanya susah.

__ADS_1


"Apa ini berbahaya dok?" Ucapanku terdengar lirih.


"Tergantung dari situasi dan kondisi mbak Aishwa sendiri. Bisa berbahaya, bisa juga tidak berbahaya. Kalau kondisi pasien tidak sedang hamil, saya akan menyarankan untuk mengangkat kista, untuk mencegah kistanya semakin membesar."


"Lalu apa yang harus saya lakukan dok? Sedangkan dokter sendiri tahu kalau kehamilan ini sangat-sangat saya inginkan."


"Ada beberapa jenis dari kista. Yaitu kista fungsional dan kista yang bersifat ganas atau bisa dikatakan tumor. Kista fungsional berisi cairan atau darah sedangkan tumor biasanya berisi gigi dan rambut yang tumbuh secara abnormal. Untuk kasus mbak sendiri, saya rasa ini adalah kista fungsional. Kista ini dapat mengecil karena kista ini tumbuh akibat ke tidak seimbangan hormon. Untuk saat ini yang perlu mbak lakukan adalah hidup dengan pola makan yang baik, istirahat cukup, jangan stress dan usahakan berolahraga yang ringan. Hal ini untuk membantu janin agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik."


Mendengar penjelasan dokter, perasaanku yang tadinya tidak karuan, perlahan mulai tenang. Setelah selesai melakukan pemeriksaan aku kembali ke ruang farmasi.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya Aish?" Kak Amy terdengar sangat penasaran.


"Alhamdulillah, selamat ya. Semoga sehat-sehat, kamu dan baby-nya." Pelukan kak Amy membuatku lebih tenang.


"Tapi..."


"Tapi apa Aish?" Bu Neneng ikut penasaran.


"Dokter memberitahuku, kalau di ovarium kiri dan kanan ada kista yang ukurannya cukup besar, bahkan lebih besar dari kantung janin." Aku menunduk lesu.

__ADS_1


Kak Amy, bu Neneng dan juga yang lainnya memberikanku semangat serta mendoakanku dan calon anakku.


Begitu selesai beres-beres pasca acara, beberapa staff pulang kecuali yang masuk shif malam.


Aku pulang lebih dulu daripada mas Anwar. Aku sengaja belum memberi tahu mas Anwar tentang kehamilanku. Aku ingin memeberikan kejutan padanya.


Deg. Aku berdiri mematung untuk sejenak.


'Paket itu datang lagi.' Gumamku dalam hati.


Ketika aku mengangkat paket itu, tidak seberat sebelumnya. Tidak, bahkan sepertinya kali ini isinya kosong.


Aku meletakan paket itu di atas meja. Aku tidak berani untuk membukanya sendirian.


Saat aku masuk ke kamar, ternyata mas Anwar tidak membawa laptopnya.


Aku memberanikan diri untuk membuka rekaman kamera pengawas. Aku terkejut saat melihat siapa orang yang terekam meletakkan paket itu di depan rumah.


"Jadi selama ini, dia orangnya? Lantas mas Anwar sudah tahu mengenai hal ini? Kenapa mas Anwar bohong kalau paket itu tidak pernah datang lagi, padahal ternyata paket itu ada di setiap hari?" Rasa khawatirku kembali membuat hatiku tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2