Mereka Yang Menginginkan Tubuhku

Mereka Yang Menginginkan Tubuhku
Mimpi Setelah Istikhoroh 2


__ADS_3

Mas Anwar sudah selesai di tangani oleh dokter. Bersyukur Allah masih melindunginya. Menurut dokter, senjata yang digunakan olehnya tidak sampai menusuk organ. Namun lukanya membutuhkan beberapa jahitan. Mas Anwar juga bersikukuh agar aku juga ikut di periksa oleh dokter.


"Alhamdulillah, ibu Aishwa dan janin yang ada di dalam kandungannya tidak apa-apa. Tapi hal ini jangan sampai terjadi lagi, karena benturan dari luar dapat membahayakan janin. Untuk vitaminnya diminum rutin ya bu."


"Baik dokter. Terima kasih banyak."


Belum selesai sampai disitu. Aku dan mas Anwar baru saja sampai di rumah, dua orang petugas kepolisian sudah menunggu di depan rumah. Polisi meminta agar aku dan mas Anwar menjadi saksi dalam kasus ini, di tambah lagi laki-laki itu berhasil kabur sebelum polisi datang.


"Sebelumnya saya memang berniat untuk melaporkannya pada pihak yang berwenang, namun terjadi kejadian yang tidak menyenangkan ini." Jelas mas Anwar.


Selain memberikan keterangan kepada petugas kepolisian, mas Anwar juga menyerahkan bukti berupa video hasil dari kamera pengawas dan beberapa kardus paket yang berisi ancaman.


"Baiklah terima kasih banyak atas keterangan dan buktinya. Semoga pelaku segera dapat kami tangkap serta semoga pak Anwar lekas membaik."


Sebenarnya pada saat aku membawa mas Anwar ke rumah sakit, perutku terasa kram. Namun berangsur membaik begitu sampai di rumah sakit. Aku tidak memberitahu mas Anwar karena takut mas Anwar menjadi khawatir yang berlebihan.


Tidak lama setelah meminum obatnya, mas Anwar tertidur. Aku tidak tahu apakah ini bawaan hamil, atau memang dasarnya aku mengantuk. Aku ikut tertidur di samping mas Anwar.

__ADS_1


***


Perlahan aku membuka mata, saat itu aku berada di sebuah ruangan yang sangat gelap. Ruangan itu penuh dengan kain yang menjuntai dari atas hingga menyentuh lantai, di terbangkan angin hingga sekilas terlihat cahaya bulan purnama.


Terlihat jelas bayangan hitam seorang perempuan dengan rambut pendek di balik kain. Bayangannya tidak bergerak sama sekali bahkan aku tidak mendengar suara apapun, jika memang dia manusia.


Brugh.


Aku tersungkur ke lantai, karena di tabrak oleh bayangan hitam seorang laki-laki, yang datang dari arah belakangku.


Kedua bayangan itu saling melempar tawa, seolah-olah hidup mereka tanpa beban menyisakan aku dengan hati yang luka.


Aku terbangun karena air mata yang membasahi wajahku, rasa sakit dalam mimpiku terasa begitu nyata. Aku tertidur setelah menunaikan sholat istikhoroh. Ini adalah mimpi kedua setelah aku menunaikan sholat istikhoroh.


Bayang-bayang dari mimpi semalam, terus saja berputar di kepalaku. Saat dosen sedang menerangkan materipun, aku tidak bisa berkonsentrasi. Kepalaku berdenyut, tubuhku juga demam.


***

__ADS_1


Semenjak saat itu, setiap kali bermimpi bertemu dengannya aku selalu demam dan sakit kepala. Aku pikir itu terjadi hanya saat aku bermimpi saja, berbeda dengan hari ini, aku bertemu langsung dengannya setelah sekian tahun. Bahkan dia juga melukai mas Anwar.


"Aish... Aish bangun."


"Ada apa mas. Mas perlu sesuatu, atau mas mau ke kamar mandi?" Aku bertanya dengan lemah.


"Tidak Aish. Dari tadi kamu mengigau terus. Badan kamu juga panas sekali."


"Kepalaku sakit mas, rasanya berdenyut-denyut nggak karuan."


"Mas ambilkan obat ya."


"Nggak usah mas, biar aku saja. Mas jangan terlalu banyak bergerak."


"Nggak apa-apa. Mas akan hati-hati."


Begitu mas Anwar keluar dari kamar untuk mengambil obat, suara bel rumah berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2