
"Ck..aku nggak mau telat ya, rumahku paling jauh dibanding teman-temanku yang ngekos dekat sana.."aku masih ngomel-ngomel sambil mengoleskan selai nanas di lembaran roti tawar lalu memberikan padanya.
...----------------
...
"Lha mau aku antar, kamu juga nggak mau sih..." sahutnya saat menerima roti dariku.
"Udah ya aku duluan... assalamualaikum!!" ucapku tak menghiraukan kalimatnya tadi sambil tergesa-gesa aku mencium tangannya dengan cepat.
"Waalaikumsalam..." kudengar sahutannya saat aku berjalan menjauh darinya.
Persiapan jaket, masker, sarung tangan sudah siap. Aku segera meluncur membelah jalanan.
Untung aku pakai motor jadi macet pun tetap bisa ku lalui.
Entah hanya perasaanku saja ataukah tidak, sepertinya ada orang yang mengikuti ku. Beruntung jalan yang ku lalui selalu ramai, jadi aku merasa aman bila ada orang yang berniat jahat padaku.
Akhirnya jam delapan kurang dua puluh menit aku sudah sampai diparkiran. Setelah itu aku pun berjalan menuju lobby, kulihat hanya ada satpam di sana.
Kuambil ponsel dan menelfon temanku. Sayang sekali Tasya tidak magang disini, jadi tak bisa barengan seperti biasanya.
"Halo assalamualaikum Aliya...aku udah sampe nih! Kok kalian belum datang..." ucapku sambil mengedarkan pandangan, kalau mungkin bertemu dengan temanku yang lain.
" Waalaikum salam Mel, bentar ya kami masih OTW..."sahutnya dari seberang telefon.
Sebenarnya kami berlima yang berasal dari kampus sama berhasil magang di perusahaan ini, aku dan Aliya, lalu Deni, Yusuf dan Gio.
Bulan lalu, setelah lolos prosedur kami berlima sudah pernah perkenalan menemui HRD. Dan akhirnya aku dan Aliya ditempatkan di Divisi Humas sedangkan pria bertiga di Divisi Program.
Beberapa saat kemudian, kulihat Aliya berlari masuk ke arahku. Lalu kami berdua melapor ke pak Satpam bahwa kami mahasiswa magang yang ditempatkan di Divisi Humas.
Setelah menunjukkan jalannya pak Satpam yang ramah itu kembali ke tempatnya.
Lima menit sebelum jam delapan bu Vida kepala divisi Humas pun datang.
"Selamat pagi, bu..."sapa kami berdua bersamaan.
"Pagi juga ... Eh jangan panggil ibu ya girls, umurku bulan depan baru 30 tahun loh, panggil mbak ajah yess..." sahutnya ramah dan sedikit centil.
"I..iya mbak..." sahut kami berdua masih tergagap.
__ADS_1
Mbak vida orangnya terkesan manja, bisa dibilang tingkah lakunya foto copian dari Syahrini. Dan masih single.
Dalam divisi ini ada bu Rini yang umurnya sekitar 40 tahun, sudah senior namun karena pendidikan mbak Vida yang lebih tinggi jadi bu Rini menjadi wakilnya.
Ada 3 staf pria yang masih 30 tahunan , mas Reno yang masih single sedangkan mas David dan mas Rudi sudah mempunyai keluarga. Dan yang mereka tau aku dan Aliya mahasiswa magang yang masih single seperti perkenalan kami bulan lalu.
Mereka sangat ramah sehingga membuat kami nyaman. Hanya mas Reno yang kelihatannya sering mencari perhatian kepadaku.
Walah gimana nih, masa aku bilang udah nikah, bahkan Aliya aja belum tau...
Pintu ruang kepala terbuka, ketika aku dan Aliya masih berkutat memilah pada surat masuk dan keluar.
"Bu Rini .. Presdir mengajukan rapat bulanan yang harusnya minggu depan diganti hari ini ya, setengah jam lagi kita harus sampai di aula.." ucap mbak Vida sambil membaca WA grup antar kepala Divisi.
"Iya mbak, saya akan bersiap..." sahut bu Rini
"O iya, nanti Aliya dan Amel ikut ya, biar tau susunan dewan direksi perusahaan..."ucap mbak Vida kemudian.
"Iya mbak..."sahut kami patuh.
Ketika waktu rapat hampir dimulai, kamipun mengekor dibelakang mbak Vida dan bu Rini menuju aula rapat dilantai delapan.
Kulihat dari belakang penampilan mbak Vida sangat modis dengan blazer lengan panjang dan rok selutut warna hitam menunjukkan wanita berkelas.
Barisan depan tentu saja untuk para kepala Divisi dan struktural diatasnya, kemudian dibelakangnya untuk staf yang berkepentingan datang.
Mbak Vida duduk dibarisan depan, sedangkan bu Rini mengajak kami duduk di barisan kelima, bagian tengah.
Beberapa menit kemudian ruangan sudah penuh. Asisten Presdir pun maju ke panggung kecil.
"Berhubung Bapak Presdir masih menemui tamu, mari kita mulai acara ini.." ucap pria dengan penampilan tegas itu.
Beberapa laporan dipresentasikan dari perwakilan masing-masing divisi.
"Bu Rini biasanya berapa lama meeting seperti ini?" tanyaku berbisik.
"Kenapa, kamu bosan ya? Biasanya dua sampai tiga jam, tergantung ada masalah atau nggak..."bu Rini terkekeh.
" Oooh..." aku hanya nyengir gara-gara ketahuan sedang bosan.
"Bu Rini ... yang katanya bos galak dan suka mecat orang tuh yang mana?"tanya Aliya dengan antusias.
"Mmm...mungkin maksudmu pak Budi, dia Direktur Keuangan itu yang duduk sebelah kursi yang kosong. Dia yang paling suka marah-marah kalo ada kesalahan, tapi soal memecat sebenarnya sebelum dipecat banyak yang nggak betah dan mengundurkan diri..."
__ADS_1
"Ohh…Kalo Pak Presdir gimana orangnya?” tanyaku ikut penasaran.
"Kalo Presdir yang sekarang, aku sih belum pernah bertatap muka langsung, yang ku tahu orangnya tak banyak bicara, tapi pekerja keras dan pintar, maklumlah lulusan ANU (Australian National University) . Namun yang paling terkenal, karena dia tampan, semua karyawati memujanya ... "sahut bu Rini panjang lebar.
"Bos besar gitu kan pasti banyak yang suka , meski tua namun masih tampan dan yang paling penting banyak uang he..he.."!Aliya berbisik lagi padaku.
"Jadi siapa yang kau bayangkan?" tanyaku pada cewek halu itu.
"Chris Hemsworth, Tom Cruise, Keanu Reevees...makin tua makin tampan kan..." sahut Aliya mengedipkan matanya dengan alis matanya yang lentik itu.
"Haa..haa.., setuju banget dah, emang cowok bule tuh bikin halusinasi berjamaah, eh ..kamu ngiler tuh!!"sahutku sambil cekikikan.
Saat aku lagi asyik bergosip dengan Aliya, tiba-tiba hadirin diminta berdiri.
"Ada apa bu?"tanyaku.
“Presdir sudah datang..."bisiknya.
Kamipun kepo melongok-longok ke depan, mau mencocokkan dengan imajinasi kami tadi. Namun tak bisa terlihat karena orang didepan kami lebih tinggi.
Setelah Presdir duduk, kamipun kembali duduk.
Tak lama kemudian, presentasi seluruh divisi akhirnya selesai.
"Waktu dan tempat kami persilahkan kepada Bapak Presdir ..." ucap asistennya
Kemudian Presiden Direktur maju ke panggung di iringi tepuk tangan para hadirin.
"Terima kasih atas waktunya, saya mohon maaf telah memajukan rapat bulanan yang seharusnya minggu depan, karena lusa saya harus berada di Batam selama satu minggu..."
Aliya berbisik padaku.
“Wooow...ternyata masih muda sis...kereeen..." seru Aliya dengan suara tertahan.
Aku masih tak bergeming, tubuhku serasa membatu ketika mataku menatap sosok Presiden Direktur di depan kami.
"Hei..Amel!! Kamu kenapa bengong, kamu lagi bayangin siapa hayo...Siwon, Gong Yoo, atau si imut D.O?" bisik Aliya lagi.
Aliya menyenggol lenganku seakan menyadarkan lamunanku.
"Zayn Malik..."gumanku sekenanya.
"Haiss...nggak nyambung banget deh..."Aliya langsung tepok jidat
__ADS_1