Meski Tak Sempurna

Meski Tak Sempurna
Bertemu Idola


__ADS_3

"Ya udah, kalian nggak usah makan. Aku sanggup kok habisin semua ini sendiri aja.."


"Beneran bisa habis Mel? Jangan-jangan kamu udah isi, kita periksa ke dokter yuk.."kata mama Nina.


Aku dan mas Reza saling tatap. Astaga .. anak lagi..anak lagi!!


...----------------...


Seperti biasa , hari itu aku masih magang disini dan menikmati kesibukan sebagai staf divisi Humas. Tak terasa, tinggal beberapa hari lagi aku menyelesaikan program magang, dan semua bahan sudah terkumpul untuk menyusun skripsiku.


"Mel..."panggil Aliya di sebelahku.


"Udah tau hot gossip belum?"celetuknya.


"Hmmm?"aku masih belum tertarik dan masih saja fokus dengan komputer di depanku.


"Katanya kemarin mantan ipar bos besar, datang lo, apa mungkin dia bermaksud menggantikan kakaknya?"


"Apa!!!? Yang benar?"sontak aku menoleh ke Aliya.


Aliya mengangguk pasti.


"Tau dari mana kamu?" seruku tertahan.


"Ehem...cepet juga gossip menyebar..." tiba-tiba suara bu Rini menyambung obrolan kami.


"Nah iya kan? kamu aja yang kudet kurang up date!!"kata Aliya.


"Tapi udah biasa kok , cewek-cewek cakep wira-wiri di depan si bos, namanya juga duren, duda keren..he..he…termasuk bos kecil kita, mbak Vida " ucap bu Rini lagi dengan suara pelan.


Bu Rini mulai berbisik.


"Benarkah??"sahutku mulai geram.


"Tapi itu dulu..gara-gara terus dicuekin dia nyerah deh...sekarang dia udah punya tunangan, bulan depan nikah. Mending gitu kan, daripada nungguin bos besar nggak respon malah jadi perawan tua”


"Hmmm iya betul..."aku pun mengangguk-anggukkan kepala.


"Eh tunggu, trus adek ipar bos besar tadi gimana lanjutannya?"tanya Aliya.


"Paling juga dicuekin, apalagi mukanya judes gitu, beda jauh ma kakaknya dulu..."ujar bu Rini sambil menerawang.


"Tapi kenapa sih, si bos besar kok nggak buruan nikah? Biar nggak diharapkan ma cewek-cewek jablay..."Aliya mulai dengan pendapat diplomatis nya.


Sementara aku hanya menjadi pendengar yang baik karena tak tahu bagaimana menanggapinya.


"Sepertinya dia masih cinta mati dengan mbak Vina, jadi sulit move on.."jawab Bu Rini.


"Lhah trus... biasanya cowok kalo udah pernah ngerasain kawin, kan nggak bisa nahan hasratnya..."Aliya masih saja sok tau tentang dunia pernikahan.


Pasti ulah pacarnya yang udah dewasa tuh, ngasih tau info yang anti mainstream kayak gituan.


"Ahh...orang kaya mah gampang, jajan kan bisa.."sahut Bu Rini.


"Nggak mungkin!!"seruku dengan spontan.


“Ya mungkin dong Mel, jangan bayangin yang pinggir jalan ! Bos besar kelasnya udah artis, apalagi cakep kayak gitu, bisa-bisa ada artis yang ngasih gratisan loh..."Aliya yang semakin sok tahu itu mulai membuatku gusar.


"Ih...kamu nih, pinter ngarang!!"sahutku masih protes karena tak percaya.

__ADS_1


"Kalo nggak gitu, apa dia suntik impoten kali ya, kan nggak mau mengkhianati istrinya, trus jadi ngejomblo deh sampai tua..."Aliya masih dengan imajinasinya yang tingkat tinggi.


"Hhh kamu tuh jauh amat halunasinya sih!"!kepalaku semakin pusing membayangkan bila semua itu benar adanya.


"Dari tadi kamu belain terus, sekarang kamu juga ngefans ya..." ledek Aliya kemudian.


"Kalo iya kenapa?"ucapku sewot


"Aissh Zayn Malik dah tergeser nih... eh jangan-jangan kamu dah putus dari pacarmu lalu ngarep si duren juga ya?"


"Enak aja..aku nggak akan putus kok”


Kepalaku masih saja pening, terngiang-ngiang obrolan kami tadi.


Benarkah mas Reza pernah jajan diluar? Ish..kalo benar, aku nggak mau ah bergiliran dengan banyak cewek sembarangan.


Sore itu diparkiran aku lemas melihat ban motorku kempes sepertinya bocor deh apa harus ku tinggal aja ya? trus aku naik taxi.


"Kenapa Mel?"


Suara mas Reno mengalihkan perhatianku pada motor ku.


"Bannya kayaknya bocor mas..."keluhku.


"Tinggal aja, aku anter yuk..."


Waduh gimana nih, dibonceng motor kayak gitu pasti bikin salah paham kan…


"Eee...nggak usah deh mas..."


Apa telfon mas Reza aja ya, tapi kalo ketahuan orang kantor gimana, waduh jadi bingung.


"Drrtttttt.drrttttt ..." Mas Reza CALLING


" Waalaikum salam, Mel...Bawa helm, cepat ke gerbang depan..." suara pria itu sedikit menuntut.


Tut..tutt..


Eh kok langsung dimatiin sih...


"E ...aku udah dijemput nih, terima kasih ya mas..."ucapku sambil tersenyum pada mas Reno lalu kuraih helm dan bergegas menuju gerbang.


Aku celingak-celinguk mencari mobil mas Reza.


Thinn..thinn...suara dari motor tak jauh dari tempatku berdiri.


Seseorang dengan motor sport hitam, jaket hitam dan helm tertutup rapat sedang menoleh ke arahku.


Heleh dasar sok cakep, ganggu orang aja.


Si cantik ini lagi nunggu suami tau, tak ku hiraukan orang itu, lalu menjauh dari sana.


Tiba-tiba tanganku ditarik orang berjaket itu.


"Aduuuh lepasin!!!"aku mulai meronta.


"Hey ini aku, ayo.."dia membuka kaca helm dan menatapku.


Hhhh...mata itu, tentu saja aku kenal. Dasar, nakutin aja sih..

__ADS_1


Akupun naik diboncengan belakang, untung aku selalu pake celana panjang jadi nggak rempong. Dan motor itupun melaju secepat kilat membuatku harus memeluknya dengan erat.


Sekitar dua puluh menit kemudian kami berhenti di sebuah café. Cukup ramai pembeli, meski tempatnya agak jauh dari pusat kota.


Mas Reza membuka helm dan jaketnya lalu tersenyum padaku.


“Erat banget meluknya, takut ya...?"ucapnya sambil membuka helm dan merapikan rambutku yang terkena angin.


Udah tau nanya lagi bibirku manyun.


Dia hanya terkekeh.


"Ayo ku kenalin seseorang..."


Mas Reza menggandeng tanganku masuk kedalam tempat itu, lalu duduk setelah mencari tempat yang kosong.


Selang beberapa saat kemudian seseorang datang. Saat aku menoleh....


Waawwww subhanallah mataku berbinar melihatnya.


Seorang bule cakep dengan brewok tipisnya itu datang tersenyum padaku..


Tipeku banget nih, meski kulitnya kurang eksotis, tetep aja dia charming..aku mengerjapkan mata seolah ketemu mantan pacar, astagfirullah...


"Hallo...mrs. Abimana.."


Eh kok kenal aku sih?aku jadi mengernyit dan menoleh ke mas Reza yang tersenyum simpul.


"Saya Richard, Reza's best friend..." sahutnya.


"Dia chef disini.. "tambah mas Reza, lalu menyerahkan kunci motor padanya.


"Makasih pinjamannya bro..."


Ya ampuuun...chef lagi, bener-bener idola deh..


"Mau makan apa?"tanyanya dengan logat bule nya.


"Apa aja deh.."sahutku masih tersipu melihatnya.


"Saya akan sajikan yang paling special untuk mrs Abimana..." sahutnya sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan kami.


Aku hanya mengganguk dan mengerjapkan mataku berulang kali.


Setelah kepergian Richard, tangan mas Reza langsung mengusap wajahku yang terpesona pada bule tadi.


"Ada suami didepannya, berani sekali main mata dengan pria lain hmmm?"ucapnya santai.


"Ish kamu kan yang ngenalin juga kan... cemburu ya?"ledekku.


"Dari dulu aku ingin mengajakmu kesini, namun karena aku tau tipemu tuh seperti dia, aku jadi belum siap melihatmu terpesona dengannya.."sahutnya terkekeh.


"Jadi sekarang udah siap, gitu?"


"Siap dong, karena aku yakin akan membuatmu jatuh hati padaku..." kalimat itu penuh percaya diri


"Pede banget..."aku mencibir, tapi sebenarnya tersanjung juga..he..he..


"Dia tuh udah punya anak dua lo, di negaranya sana..." ucap mas Reza kemudian.

__ADS_1


"Nggak masalah...aku tetap ngefans" sahutku nyengir.



__ADS_2