Milyader Tersisih

Milyader Tersisih
Menolak Hak Sebagai Istri


__ADS_3

Kadang kita perlu berusaha untuk berjuang lebih keras lagi, agar bisa bertahan hidup. Bahkan ketika tidak ada yang memahami, tetap perlu memperjuangkan hidup sebaik-baiknya, karena diri sendiri dan kehidupan berharga sangat layak untuk dipertahankan sekuat mungkin.


Ada hobi, minat, kerja keras, atau bidang pekerjaan yang bisa kulakukan? Ada sesuatu yang bisa menghadirkan perasaan senang atau bahagia di hati ini? Maka diri sendiri harus berupaya kembali terhubung dengan itu, contohnya mengasuh Arvin dengan santai.


"Hhh, semua ada jalan alur cerita tentang kehidupan. Mungkin disini aku perlu berlapang dada lebih banyak lagi, menghadapi semua orang dirumah ini. Walau Anissa masih belum menganggapku sebagai suaminya, namun hati nurani yang ditumbuhi rasa cinta ini akan tetap kuperjuangkan."


"Kamu adalah wanita yang sudah kuikat dengan janji suci pernikahan, maka tak akan kubiarkan kamu lepas dari tangan ini begitu saja, walau sampai detik ini kau masih belum mencintaiku," guman hati tetap semangat menjalani hidup.


Ketika tidak ada orang yang bisa memahami dengan baik, maka saatnya diri sendiri yang berusaha untuk lebih memahami dengan baik. Cara ini pada dasarnya adalah membantu untuk bisa terhubung kembali dengan diriku sendiri, contohnya mencari hiburan kebahagian selalu didalam maupun luar rumah.


"Kamu pasti capek banget, setiap hari harus bekerja," Memijit betis istri.


Dia meminta tolong untuk merenggangkan otot, dia sebentar. Katanya badan lagi remuk redam, akibat terlalu kecapek'an kerja. Dengan senang hati tetap membantu, daripada menyewa tukang urut lebih mahal. Banyak kebutuhan yang harus dibeli, contohnya popok dan susu Arvin. Kalau benyak pengeluaran yang tidak bermanfaat, maka tidak akan bisa setor uang sesuai permintaan Ibu. Lagian bisa memijit sendiri, tidak perlu repot memamggil orang.


"Ya jelaslah. Tiap hari kerja, dan tidak ada libur sama sekali. Kamu tuh enak, cuma ngurus anak dan ngerjain pekerjaan rumah saja."


Padahal kalau dikira sama saja beratnya melakukan pekerjaan rumah. Bahkan kadang baru duduk saja, masih ada saja kerjaan yang harus dilakukan maupun belum beres. Boleh dikatakan tidak akan ada habisnya membersihkan rumah.


"Iya, Nis. Maaf, kalau bikin kamu kerepotan cari uang. Aku janji, kalau suatu saat nanti sudah banyak uang, pasti kamu tidak perlu kelelahan cari uang begini!"


"Halah, kamu hanya bisa bicara saja, Mas. Kalau mau buktikan sekarang, jangan kerjaannya cuma dirumah terus. Cari yang layak dan bisa menghasilkan uang banyak.


Anissa tidak tahu begitu repotnya kerja sambil membawa anak kecil, yang dia tahu hanya beres dapat upah dan semua rumah bersih.


"Iya, Maaf. Untuk sementara ini aku belum dapat kerjaan yang layak."


"Hmm, dimaafkan. Cepetan mijitnya, aku mulai ngantuk banget nih."

__ADS_1


"Iya, sebentar. Hampir selesai ini."


Kubaluri sedikit minyak, agar mudah mengendorkan otot kaku. Kalau mengandalkam jari saja, takut tidak kuat dan malah salah urut.


Sepelan mungkin mengerakkan jari jemari dan sedikit memberi tekanan sedikit, agar Anissa tidak merasa kesakitan yang luar biasa.


"Udah, Nis. Kayaknya ini cukup sampai sini saja."


"Hmm, aku mau tidur."


Merapikan botol minyak lalu menutupnya, dan sekarang mencoba mengambil selimut dan menutupi betisnya.


"Kenapa masih terbengong disitu? Masih ada yang ketinggalan?."


Ketika berbalik badan. Melihat kemolekan tubuhya yang sexy, entah mengapa menumbuhkan horm*n untuk mencicipinya.


"Terus-?"


"A-appa, ak-akku boleh meminta hakku malam ini?" Berbicara terbata-bata.


"Jangan harap dan mimpi. Apa Mas lupa, kalau kita menikah karena bukan cinta?" Dia menjawab kasar.


Wajahnya mulai cemberut dan acuh. Aku tahu dia pasti sangat kesal atas permintaanku barusan. Berbalik badan, tiduran miring sambil seluruh tubuh tertutupkan selimut.


"Iya, aku tahu. Tapi, aku sudah menjadi suami kamu, apa salah meminta hakku?"


"Ya salahlah, sebab kamu terlalu masuk ke dalam urusan kehidupanku. Jadi jangan terlalu banyak berangan kau bisa menikmati tubuhku. Lagian rasanya jijik saja kalau disentuh olehmu."

__ADS_1


"SUdah pergi sana. Tidur sama, Arvin. Jangan terlalu berkhayal tinggi. Bikin mood bete saja." Tidak menyangka kalau Anissa bisa berbicara begitu pedasnya begitu.


Aku yang tidak ingin berdebat, langsung saja meninggalkan dia sendirian. Dihati terus mengucap istighfar, saat tahu jawaban istri yang sangat mengecewakan itu. Sudah menolak mentah-mentah, ditambah pulak menghina. Aku tahu kalau aku ini orang miskin, tapi tidak semestinya terlalu menghina begitu. Aku juga punya perasaan yang bisa saja sakit hati.


"Astagfirullah, kenapa kau tega berkata begitu, wahai istriku? Dimana letak kesalahanku, sampai kau memandang saja tidak mau, apalagi ingin tersentuh olehku? Apa aku memang pria yang tidak kau inginkan, sehingga kata-katamu begitu menusuk relung hati yang paling terdalam," Dibalik pintu menitikkam air mata, ketika ucapan itu bikin tambah sedih.


*Tak dapat dipungkiri, bahwasannya tujuan utama dua orang yang saling mencintai ialah menuju ke jenjang pernikahan. Mengikat status menjadi suami istri, tentunya menjadi hal paling penting bagi mereka yang ingin berhub*ngan halal*.


Ketika telah berada di dalam sebuah pernikahan, tentunya rasa kasih sayang akan terus memperkuat hubungan suami istri. Bentuk rasa kasih sayang pun beragam dan salah satunya ialah tidur bersama seranjang.


Dalam Islam, menjadi hak suami untuk meminta untuk dilayani dalam bentuk apa pun itu, termasuk dalam hal berhub*ng*n badan. Jika pada saat meminta, ternyata istrinya menolak dengan berbagai alasan, maka haram baginya dan sangat berdosalah sang istri.


*Rasulullah SAW bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggamannya. Tidak ada seorang laki-laki yang mengajak istrinya ke ranj*ng lalu istri menolak, kecuali seluruh penghuni langit akan membencinya hingga suami merelakannya.” (HR Bukhori*)


Istri yang menolak berhub*ngan int*m dengan suaminya tidak akan mendapatkan ridho Allas SWT dalam segala urusannya baik dunia maupun akhirat. Maka dari itu, penuhilah hak suami jika inginkan ridho Allah SWT.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ”Bila seorang lelaki mengajak istrinya ke ranjang, tetapi istri tidak mau mendatanginya, lalu suami marah, maka dia akan dilaknat sampai pagi.”


Islam memang agama yang cukup tegas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan suatu peraturan. Namun, bukan berarti Islam tidak menoleransi keadaan yang sifatnya memang tidak bisa dipaksakan.


Begitupun dengan yang berlaku pada hub*ng*n suami dan istri. Hukum menolak ajakan tidak melayani suami dalam ranjang diperbolehkan juga, apabila sesuai dengan syarat-syarat berikut ini:


1. Istri sedang dalam keadaan datang bulan.


2. Istri sedang dalam keadaan mengandung.


3. Istri sedang dalam keadaan sakit.

__ADS_1


Semua sumber Dari Google. Lebih detail dan jelasnya boleh membaca disana.


__ADS_2