Milyader Tersisih

Milyader Tersisih
Meminta Izin Ingin Kerja


__ADS_3

Membina rumah tangga tidaklah mudah. Ada banyak tanggung jawab besar yang harus dipikul. Masing-masing, suami dan istri punya kewajiban dan haknya. Jika salah satu saja dilanggar, hal itu dapat menggoyahkan biduk rumah tangga.


Ada kalanya berbagai ujian dan cobaan datang menghadang. Seperti rasa lelah, bosan bertemu setiap hari, faktor ekonomi, perbedaan prinsip, dan masih banyak lagi lainnya. Saat menjalin hubungan, saling memberi dukungan, menguatkan, dan saling menghibur tentunya diperlukan. Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, tentunya ada yang bisa dilakukan oleh pasangan suami-istri.


Meski seorang suami berlaku sebagai kepala keluarga, tidak selayaknya aku mengambil jarak dari istri sendiri. Berkomunikasi dengan lembut dan santun juga akan membuat hubungan suami istri lebih harmonis, namun kenapa diri ini susah sekali untuk mendekati Anissa.


Tok ... tok, pintu kamarnya kuketuk pelan, takut kalau sudah istirahat, akibat dia lelah kerja malah akan membuat marah.


"Masuk saja, tidak dikunci," suruhnya dari dalam.


Menyembulkan kepala sedikit, kemudian membuka pintu itu agak lebar. Berjalan mendekati dia yang lagi santai sambil rebahan.


"Maaf, jika aku menganggu istirahat kamu."


"Hmm. Cepat katakan, ada apa mau ke sini? Aku sangat ... sangat lelah, dan ingin cepat istirahat," ketusnya sambil berbaring terlentang.


"Ada hal yang ingin kubicarakan sama kamu, dan mungkin ini sangat penting bagiku," Sepelan mungkin berbicara.


Mungkin aku adalah pria bodoh yang takut sama istri. Tidak kuhiraukan juga cemooh'an para orang-orang, yang penting Anissa bisa bahagia menjalani hari-harinya. Selain lemah lembut dalam bertutur kata, kewajiban suami terhadap istri menurut Islam lainnya adalah dengan selalu menunjukkan kasih sayang pada istri.


Meski sedang merasa marah, seorang suami tetap dituntut untuk berlaku baik dan menunjukan kasih sayangnya. Rasulullah SAW 'pun melakukan hal yang sama pada istrinya.

__ADS_1


Wanita adalah pusat kebaikan dalam rumah tangga dan makhluk yang sangat emosional. Keberadaannya bergantung pada kasih sayang yang didapatkan.


Rahasia pernikahan yang bahagia terletak pada ekspresi kasih sayang suami kepada istri. Mungkin dengan cara ini, aku bisa menaklukkan hati Anissa dan memperkuat ikatan pernikahan, dengan selalu menunjukkan kasih sayang.


"Ya iya, bicaralah cepat. Jangan lembek kayak perempuan dan bertele-tele tidak jelas begitu."


"Maaf, Nis. Jika membuat kamu kesal."


"Hmm, bicaralah. Sebelum mataku terpejam," suruhnya acuh tak acuh.


Kelihatannya dia sudah tidak tahan lagi untuk tidur, yang terlihat dari cara dia menutup mulut dengan tangan akibat menguap terus.


"Ss-sseb-enarnya aku ingin kerja."


"Aku ingin kerja. Apa boleh?" gugup mengatakan keinginan.


Takut sekali tidak diizinkan, tapi kalau tidak diutarakan sangat menganggu pikiran.


"Hilih, pengalaman dan keahlian saja tidak ada. Memang mau kerja apa? Lagian kalau kerja, Arvin siapa yang akan mengurusnya? Aku ogah meninggalkan pekerjaan yang sekarang ini, sebab gajinya gede. Kalau jadi ibu rumah tangga hanya molor dan malas-malasan saja, mau makan apa kita?" jawabnya ketus.


"Tadi ketemu sama teman. Kebetulan dia punya warung bakso dan yang lainnya. Tadi dia menawari. Katanya rame, jadi aku mau coba kerja disana. "

__ADS_1


"Terus Arvin gimana?"


"Nanti aku ajak kerja sambil mengasuhnya. Lagian siapa tahu kalau sudah kerja bisa bantu keuangan kamu dan bisa diserahkan sama Ibu."


Sebenarnya sudah tidak tahan lagi selalu dihina, karena tidak becus cari uang. Mana ada orang yang akan tahan, kalau setiap hari makan cacian.


"Ya, terserah sama kamulah, Mas. Yang penting anakku dan urusan kebersihan rumah harus tetap kamu jalankan. Jangan sampai lalai kamu mengerjakannya, takut malah kena marah ibu."


"Iya, Nis. Pasti akan tetap kukerjakan, kok. Lagian pulangnya tidak sampai sore, mungkin jam tiga sudah selesai bantu jualan teman, jadi masih banyak waktu untuk mengurus rumah."


"Hmm, terserah kamu. Yang penting jangan lupa tanggung jawabmu sebagai pelayan kebersihan dirumah ini."


"Iya, Nis."


"Kalau begitu pergi sono, kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi. Mataku sudah ngak tahan ingin tidur."


"Baik, Nis. Maaf ganggu."


Melangkah pergi dengan hati gembira. Berkali-jali mengucap syukur, ketika ada jalan buat mencari penghasilan. Dengan begitu, pasti ibu mertua akan senang dan tidak ada hinaan lagi dari keluarga mereka.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa dapat uang nanti. Semoga kamu nanti tidak rewel, Nak. Ketika ayah bekerja. Kita harus menghasilkan uang yang banyak agar nenek kamu tidak menghina ayah lagi," bathin hati yang terlalu gembira.

__ADS_1


Harus bisa memutar otak agar tidak diremehkan. Pria harus kuat hati dan imannya. Kalau tidak, pasti sudah lama berpisah dengan Anissa. Mungkin sedikit dengan bekerja keras mencari nafkah sendiri, bisa merubah segala kejelekan dimata mereka.


__ADS_2