
Mendapatkan pekerjaan yang diinginkan memang tak mudah. Selain berusaha penuh, perlu diimbangi dengan permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya dengan mengamalkan doa agar cepat mendapatkan pekerjaan.
Menganggur dalam jangka waktu lama tentu tidak mengenakkan, terutama bagi orang yang baru lulus. Mempunyai pekerjaan yang nyaman dengan gaji tinggi menjadi dambaan setiap orang.
Dengan bekerja, kita jadi punya penghasilan sendiri dan aktivitas yang produktif. Namun, bukan perkara mudah bisa dapat pekerjaan sesuai keinginan.
Jika pekerjaan tak kunjung datang, jangan pernah untuk patah semangat. Tetaplah yakin bisa mendapat apa yang diinginkan.
Kemudian, tetap optimistis. Semua kegagalan akan membuatmu lebih baik dalam jangka panjang.
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)
Ada kalanya kita merasakan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Baik itu secara sadar ataupun tidak sadar.
Hanya mereka yang berani gagal dapat mencapai sukses besar. Cara terbaik dalam mendapatkan pekerjaan yang hebat adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan saat ini, apabila belum menemukannya, teruslah mencari dan tidak mudah menyerah.
Untuk itu, mari panjatkan doa kepada Allah SWT untuk meminta kemudahan dan dijauhkan dari segala kesulitan.
Memiliki pekerjaan yang diinginkan tentunya ada proses panjang yang perlu dilalui. Untuk itu, mari amalkan doa ini untuk diberikan kemudahan atas hajat yang diberikan:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku sangat berhajat kepada rezeki pemberian yang Engkau berikan.” (Al-Qashash: 24).
Setiap permohonan doa tentu dibarengi dengan usaha penuh, atau ikhtiar dari kita masing-masing.
Setelah semua usaha telah diupayakan, serahkan semuanya dengan Allah SWT atau kita kenal sebagai tawakal. Nah, mulai sekarang terapkan dan amalkan doa agar cepat mendapatkan pekerjaan.
Sumber Dari Google
"Apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan uang yang banyak?"
"Berilah jalan dan petunjukMu, ya Allah. Aku hanya ingin membahagiakan istri dan anakku, maka berikanlah pekerjaan yang layak," Kesedihan hati.
__ADS_1
Kerjaan semua beres. Sekarang hanya menatap pilu sang buah hati, yang tergolek santai dikasur milik dia sendiri. Rasanya jadi ayah tidak becus, ketika hanya memberikan kesedihan dan kesengsaraan saja baginya. Hanya kasih sayang yang bisa tercurahkan saat ini. Tiada hari tanpa kesedihan, cobaan ini sudah terasa berat namun sebisa mungkin terus tawakal.
Tok ... tok, suara pintu rumah diketuk seseorang.
"Assalamualaikum," Suara seorang pria.
Ingin melihat siapa gerangan tamu, yang tengah datang menganggu keadaan santai kami di siang bolong begini .
"Kamu disini dulu ya, Nak. Ayah mau lihat tamu itu sebentar saja. Jangan nakal-nakal, ya sayang."
Mengangkat untuk ditaruh dibox pembaringan. Ditempatkan disitu agar lebih aman, karena dia mulai lincah mengerakkan badan dan takutnya nanti jatuh. Berlalu pergi meninggalkan.
"Waalaikumsalam. Eh, Pak Tajo. Ada apa nih? Tumben mampir ke sini," Menyambut sambil menyalami beliau.
"Ada hal penting yang ingin dibicarakan sama kamu."
"Oh, mari. Silahkan masuk."
"Iya, Faisal. Terima kasih."
"Duduk, Pak. Sebentar, akan saya buatkan minuman dulu."
"Ngak pa-pa, Pak. Cuma air saja, kok."
Walau beliau sempat menolak, tapi sebagai tamu harus tetap dihormati.
"Ya sudah, kalau begitu."
Tidak butuh lama menyiapkan teh, yang masih mengepulkan asapnya.
"Memangnya ada apa, Pak? Kok repot berkunjung ke sini dan kayaknya sangat penting banget."
"Iya, nih. Saya dengar dari warga kamu ini orangnya rajin bekerja, apa itu benar?" puji beliau.
"Aah, mereka hanya berlebihan membicarakan saya. Kalau terlalu rajin sih enggak juga, tapi rasa tanggung jawab akan pekerjaan selalu saya tunaikan dengan baik."
__ADS_1
"Wah, bagus itu. Aku suka sama sikap kamu itu. Memang dalam segala hal, kita harus bertangung jawab penuh atas apa yang sudah kita ambil. Jangan, sudah bekerja tapi malas-malasan dan ujungnya hanya ingin gaji saja."
"Iya, Pak. Saya selalu menjalankan itu dengan santai, asalkan halal."
"Bagus. Gini, maksud kedatangan saya ke sini ingin mengajak kamu bekerja. Gimana?"
"Alhamdullillah. Akhirnya doa saya dikabulkan. Terima kasih atas bantuannya. Tapi, ngomong-ngomong pekerjaan apa itu, Pak?" tanya sambil menengadah tangan sebagai rasa syukur.
"Sebagai tukang kebun dirumah bos saya. Kamu tidak usah khawatir masalah gaji, sebab majikan orangnya sangat baik, jadi upah yang diberikan setara apa yang kita kerjakan. Saya juga kerja disana tapi sebagai sopir," jelas beliau.
"Saya sangat berminat sekali, tapi-?"
"Tapi apa, Faisal? Apakah kamu tidak mampu bekerja sebagai tukang kebun?" tanya yang kebigungan.
"Eeh, bukan ... bukan gitu, Pak. Sebenarmya saya sekarang punya tangung jawab mengasuh anak. Apakah boleh bekerja membawanya? Sedangkan kalau ditinggal tidak akan ada yang mengurus, apalagi istri saya sedang bekerja juga."
Beliau menatap keheranan, mungkin tahu silsilah keluarga kami, termasuk ada yang nganggur dirumah yaitu kakak ipar dan ibu mertua, namun bagiku jika ditinggalkan pada mereka tidak ada gunanya, malahan Alvin akan ditelantarkan dan bisa-bisa tidak akan bisa diberikan makanan yang layak. Keluarga Anissa kaya namun semuanya pelit.
"Wah, kalau itu saya kurang tahu. Nanti akan kutanyakan pada majikan. Kalau diperolehkan akan segera mengabari kamu, tapi kamu berminat 'kan sama pekerjaan ini?" Menatap penuh keraguan.
"Oh saya sangat ... sangat beminat sekali. Pekerjaan apapun itu akan kuterima dengan baik."
"Baguslah kalau begitu. Urusan kita hanya menunggu kabar membawa bayi kamu atau tidak, 'kan? Kalau begitu saya mau undur diri sebab sedang ada urusan lain, maaf ya. Nanti saya akan kasih tahu kamu secepatnya."
"Iya, Pak. Terima kasih atas bantuannya. Saya tidak bisa berkata-kata apalagi, karena anda orang baik telah memberikan jalan pekerjaan pada saya."
"Sama-sama, Faisal. Mungkin kamu patut mendapatkannya. Hanya tinggal sabar menunggu kabar saja. Semoga kita menjadi rekan kerja dengan baik jika diperbolehkan," Beliau menepuk pelan bahuku.
"Iya, Pak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kerjaan."
"Tidak apa-apa, mungkin ini rezeki kamu menuju kesuksesan."
"Amin. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain terima kasih kepada anda."
"Iya, sama-sama. Kalau begitu saya pergi dulu."
__ADS_1
"Baik, Pak. Hati-hati dijalan."
Pak Tajo dikenal ramah. Berpuluh tahun kerja dikota. Hanya beberapa bulan atau hari khusus saja baru pulang contohnya hari raya. Beliau ada istri dan anak satu kampung denganku. Anaknya sekarang sudah kerja dan mapan semua. Walau kerja jadi supir saja, tapi kesuksesan nampak mengagumkan dikeluarga mereka.