MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 22: RAHASIA KECIL KAMI BERDUA (4)


__ADS_3

Semenjak malam itu mereka bahkan terasa lebih dekat. Mulai terbuka satu sama lain dengan keadaan kecuali mengenai bagaimana Leila bisa datang ke dunia yang dia tulis secara nyata akan terjadi dimasa depan.


Bahkan Noah memberikan kebebasan kepada Leila jika dia panggil kembali ke Tanah Suci. Noah sangat jelas tahu bagaimana keadaan di sana, meskipun sudah berlalu ribuan tahun, tapi mengingat naga terdahulu yang dia buat janji telah tiada membuatnya merasa menyesal.


Setelah mendengar cerita dari Leila membuat Noah merasa semakin ingin cepat membalasnya dendamnya. Dia yakin tidak pernah menceritakan lokasi itu kepada siapa pun. Tidak pernah. Lalu, bagaimana mantan teman seperjuangannya itu tahu mengenai lokasi itu dan bahkan mengambil sebagian besar isi Tanah Suci.


"Teh Akasha, Duke."


Harry menyajikan teh yang sangat dia sukai diawal dia hari. Rasanya lebih nikmat hari ini, entah kenapa.


Melihat Noah tersenyum diawal hari tidak seperti biasanya, "Kalau boleh saya tahu, apa yang membuat Anda merasa sangat senang hari ini?" Tanya Harry dengan sopan berusaha tidak menyinggung perasaan Noah yang sangat memancarkan aura hangat pagi ini.


Noah menatap cangkirnya yang dimana setengah teh Akasha telah dia minum. Melihat bayangan di sana membuat Noah masih tidak percaya, "... Mimpi."


"Mimpi?"


"Benar, mimpi yang sangat indah. Yang mungkin tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup."


Noah berkeinginan mengobrol lagi lebih lama dengan Leila. Meskipun Leila yakin jika dirinya bukan 'Leila' yang selama ini dia cari, tapi Noah tetap akan mengamankan kedua orang itu. Mereka memiliki jiwa yang sama, aura yang mereka keluarkan sama. Meskipun milik Leila yang menjadi penjaga ini memiliki warna aura yang sedikit gelap. Mungkin itu karena apa yang sudah dia lalui selama ini.


Melihat Noah dengan aura hangat memulai harinya membuat Harry merasa sangat bahagia. Sangat jarang sekali Noah akan memulai harinya seperti ini.


Apa pun mimpi Duke, saya merasa bersyukur, batin Harry yang tidak tahu saja jika bukan mimpi yang Harry maksud adalah bunga tidur. Akan tetapi, waktu yang Noah dan Leila habiskan semalam membuat ikatan mereka berdua semakin kuat.


Jika Harry tahu tentang itu dapat dipastikan pria tua itu akan membuat masalah untuk Leila. Bahkan membuat pekerjaan utamanya sebagai pengasuh bisa dia buat nomor duakan.




Leila yang sedang dalam suasana hati yang baik tengah merangkai sebuah mahkota bunga, karena dia merasa bosan belum bisa kembali ke mansion. Syukurnya Leila sudah memberitahu si kembar tentang kepergiannya. Jika, tidak pasti dia akan dua kali bolak balik. Mual dan pusing yang sangat berat pasti akan dia dapatkan nantinya. Meskipun sudah terbiasa dengan perpindahan yang sering sekali membuatnya jantungan.



Ryuu yang tengah berbaring melihat Leila sibuk merangkai mahkota bunga dengan bersenandung riang membuat Ryuu sedikit terusik dan mencium bau yang membuatnya kebingungan. Ryuu mengendus hingga surai coklat Leila berantakan karena dengusan sang naga karena rambutnya masuk ke dalam rongga hidungnya.



"Ryuu, rambutku...." Rengek Leila karena sudah menata rambutnya pagi ini dan kembali berantakan karena Ryuu.



Lihat saja rambut Leila yang mengembangkan seperti surai singa itu. Ryuu yang merasa bersalah menjilat rambut Leila yang berakhir separuh tubuh wanita itu basah sekarang.



"Ryuu!" Rengek Leila yang tidak tahan.



Ryuu yang melihat sehelai daun gugur mengambilnya dan menaruhnya diatas kepala Leila.



⟨**BAGUS SEPERTI BARU**,⟩ ucap Ryuu bangga dengan hasil ulahnya.



"APANYA YANG 'BAGUS SEPERTI BARU' COBA?!"



Melihat Leila menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali merupakan hiburan tersendiri bagi Ryuu. Meskipun dia baru saja berusia ratusan tahun disini dan Leila telah merawatnya hingga bisa sebesar ini tetap saja dimata Ryuu sekarang. Leila tidak lebih dari seperti kakak perempuan yang sedang kesal kepadanya.

__ADS_1



⟨**BAUMU... APA KAU TIDUR DI BULUKU TADI**?⟩



"Tidak, kenapa?" Mencium bau tubuhnya sendiri dan merasa jika dirinya tadi sudah mandi sebelum kemari, "Tapi, sekarang aku harus mandi lagi, deh," gerutu Leila yang sangat enggan untuk mandi kembali.



⟨**KENAPA BAUMU SAMA SEPERTIKU**?⟩



Leila yang hendak untuk melangkah pergi ke pondok hanya untuk mandi berhenti ditempat karena ucapan Ryuu.



Bau?



Leila diam berpikir sejenak untuk mengingat apa yang sudah dia lakukan sampai bisa Ryuu berkata seperti itu.



"Ohh, aku tahu."



Leila menceritakan bagaimana kejadian malam tadi dan kemungkinan besar disaat Noah mengeluarkan aura sihirnya seperti langit aurora. Bahkan Leila juga menceritakan tentang bagaimana Noah bisa berakhir sampai menjadi Duke D'Arcy—hidung naga memang sangat sensitif ya. Dia bahkan sadar jika Leila melakukan sesuatu diluar kebiasaannya.




"Shhttt, Ryuu, bukan dia," tutur Leila mencoba menenangkan Ryuu di sini. Leila mengelus moncong naga putih itu.



"Dia sudah bersumpah bukan tidak akan memberitahu siapa pun tempat ini?" Tutur Leila sekali lagi yang membuat Ryuu termenung.



⟨**TAPI, LEILA, DIA... DIA SUDAH**—⟩



"Aku ada disini, apa pun yang terjadi aku akan selalu disisi, Ryuu."



⟨**SELAMANYA**?⟩



"... Selama yang kau mau. Aku akan tetap ada disisimu."



Sudah sangat lama Leila tidak melihat sisi Ryuu yang satu ini. Bahkan jika sudah hidup begitu lama Leila tidak akan menyadari tatapan mematikan yang sangat mengancam dimiliki Ryuu, yang dia tunjukkan kepada penghuni Tanah Suci jika berani macam-macam kepada Leila-nya.


__ADS_1


*Ding*!



\[**DEWA KEMATIAN SEDANG MENGAWASI ANDA**.\]



\[**DEWA KEMATIAN BERKATA PENASARAN, APA ADA SESUATU YANG DIA LEWATKAN**?\]



Dengan pemikiran Noah dan Leila yang mulai saling terbuka jauh di dalam mansion. Si pencuri hewan omnivora itu sedang mengendap-endap, mengawasi sekitarnya jika dia bertemu dengan itu.



Jika Rakun bisa berbicara dia pasti akan mengatakan, "Sangat susah hidup dengan tenang disini."



Karena mulai menyadari makanan yang akan segera disajikan berkurang. Para pengurus dapur mulai sangat waspada sekarang dan Rakun hanya bisa mencuri sedikit sekarang. Dengan ekspresi sedihnya dia berjalan sembari mengigit sebuah apel dan sepotong pancake yang berhasil dia dapatkan hari ini. Dengan lesu Rakun menutup matanya membatin, "Kenapa sangat sedikit? Aku sedang tidak dalam program diet."



Karena ingin makan dengan tenang dan hendak berjalan menuju atap mansion Rakun melanjutkan jalannya. Akan tetapi, kenapa dia tidak menginjak lantai marmer yang dingin ya?



Setelah membuka matanya setelah merenung tentang makanannya hari ini. Rakun sekarang paham.



"Sejak kapan hewan pengerat ini mencuri dari dapurku?"



Rakun yang awalnya mengigit sebuah apel kini jatuh karena mulutnya yang terbuka lebar karena keterkejutannya.



"ASTAGA! ENGGA KETEMU ANAKNYA, BAPAKNYA DONG!" Teriak Rakun yang meskipun yang terdengar adalah bahasa hewan berupa gerutuan tidak jelas.



Noah yang ingat jika hewan ini milik Leila mulai melihatnya secara teliti. Ekspresi kosong seperti sehabis melihat hantu membuat Noah bertanya-tanya.



"Ada apa dengan hewan ini? Apa dia sakit?" Batin Noah yang merasa aneh dengan Rakun satu ini karena seharusnya dia meronta-ronta minta turun, tapi malah lesu seperti ini.


.


.


.


**Rakun tuh penghibur disini ya, hahaha**



**Mana bayangin scene Leila sama Ryu diatas ngakak juga, hahaha**


__ADS_1


**See you next chapter guy's 👋😺**


__ADS_2