MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 32: AJAKAN (4)


__ADS_3

Leila kira dia akan menghabiskan malam ini bersama Alex, tapi siapa yang kira dia akan bersama pria yang ada disampingnya ini.


"Mau ini?"


"Ya!"


Calix bisa melihat kedua pipi Leila menggembung dan terlihat seperti anak kecil. Lagi pula wanita yang pandai berdansa ini sudah membuatnya enam kali datang ke festival ini hanya untuk berdansa sekali lagi dengannya.


"Kalau boleh tahu, kau kerja apa sekarang?" Tanya Calix yang memegang daging tusuk yang mereka beli barusan.


Leila menelan dagingnya dan menjawab, "Kerja sampinganku jadi pengasuh. Kalau kau?"


"Aku? Hmm, katakanlah aku mengurus banyak sekali kertas dalam satu waktu."


"Ohh, aku tahu!"


"Apa?"


"Kau bekerja di kantor pos, ya."


Calix hanya bisa tersenyum mendengar tebakan Leila yang tidak salah juga dalam mengartikan pekerjaannya.


"Kenapa ketawa? Kan bener? Kan enak kerja di kantor pos. Gajinya lumayan."


"Tidak salah, hanya kurang tepat saja."


"Ohh, kau manager disana ya."


"Anggap saja seperti itu."


Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka hingga hari mulai semakin malam. Desa ini tak jauh dari Hutan Berkabut dan entah kenapa semua orang merasa merinding malam ini. Angin malam mulai membawa kabut dari Hutan Berkabut menuju desa. Semua orang merasa ada sesuatu yang tidak beres di sini.


"Apa Penjaga Hutan Berkabut sedang marah?" bisik seseorang ke orang disampingnya.


"Tapi, kita melakukan acara seperti biasanya? Apa mungkin... ."


"Mungkin apa? Jangan menakutiku!"


"Apa seseorang baru saja melanggar larangan itu?"


"Tidak mungkin, semua orang pasti tau larangan itu. Tidak mungkin mereka tidak tahu."


Leila dan Calix bisa mendengar bisikan yang perlahan menjadi obrolan ringan yang penuh ketegangan.


⟨LEILA... .⟩


Leila melupakan sesuatu di sini. Sepertinya Ryuu melewati pelindung yang dia buat dan membawa kabut yang selalu menyamarkan gerbang menuju Tanah Suci.


Itu sebabnya suara berisik itu datang, batin Leila melirik pesan pemberitahuan yang terus dia abaikan sejak tadi.


Ding! Ding!


[!!PERINGATAN!!]


[NAGA PUTIH RYUU BERHASIL MELEWATI DINDING PELINDUNG DAN MULAI BERJALAN MENDEKATI ANDA.]


[2400 METER DARI TEMPAT ANDA.]

__ADS_1


Tidak ada seorang pun yang bisa mengerti bahasa naga. Sepertinya Ryuu baru saja membuat festival semakin meriah.


"PENJAGA HUTAN BERKABUT SEDANG MARAH!"


"APA YANG HARUS KITA LAKUKAN!!"


"MANAKU TAHU! TANYA TETUA DESA, CEPAT!"


Semua orang terlihat seperti seekor semut yang bercerai berai. Leila yang hendak bangkit mendekati sumber suara itu ditahan oleh Calix.


"Mau kenapa kau?! Ayo kita cari tempat pengungsian!" seru Calix yang melihat tindakan bodoh Leila.


"Ada sesuatu yang aku lupakan. Calix,—!"


Seseorang baru saja menabrak bahu Calix yang membuat genggam pada tangan Leila melonggar dan membuat Leila lekas mengambil kesempatan itu.


"AKU AKAN KEMBALI AKU JANJI. AYO KITA BERTEMU LAGI DILAIN WAKTU!"


"LEILA!"


Dalam kabut yang semakin menebal Calix mencoba memanggil nama wanita itu. Puluhan kali, tapi tak ada satu pun suara yang dia kenal membalasnya. Malahan geraman hewan buas mengudara membuat semua orang semakin ketakutan.


Ucapan yang tidak dimengerti sama sekali membuat Calix mengernyit keheranan. Ini bukan dari bahasa kuno dulu. Akan tetapi, ini bahasa lain yang sama sekali tidak dia mengerti.


Sebagai seorang Raja setidaknya dia menguasai beberapa bahasa. Setidaknya bahasa asing itu akan terdengar familiar bukan. Tapi, dalam kasus ini


berbeda.


Leila yang terus berlari dan berkata, "Aku datang, Ryuu."


⟨LEILA... .⟩


Ding!


Hampir sampai.


Hanya tinggal sedikit lagi Leila sampai hingga seseorang menahannya lagi.


"Apa yang kau lakukan, bodoh?!"


Seorang pria yang memakai tudung tengah menarik lengannya untuk menghentikan langkahnya. Pria yang terlihat sangat asing, akan tetapi beruntungnya Leila bisa melihat siapa sebenarnya dia.


Leila lekas menepis tangan Noah. Dia tidak punya banyak waktu lagi. Lagi pula ini salahnya juga karena tidak berkunjung terlebih dahulu ke Ryuu dan membuat naga itu kesal karnanya. Semua kekacauan ini salahnya.


"Jangan halangi aku, Noah." Leila mencoba tegas dan berharap Noah tak menghentikannya.


"Aku tahu monster itu memanggilmu, Leila!" seru Noah yang benar-benar tidak ingin Leila pergi, "Mungkin saja itu panggilan palsu! Kau tidak bisa langsung percaya dan lari begitu saja!"


"Dan membuat semua kekacauan ini begitu saja? Tidak."


"Apa yang mau kau lakukan?"


Noah tentu saja pernah berada diposisi Leila dan membuat hasil akhirnya tentu saja tidak begitu baik.


"Dia tidak akan melukai siapa pun. Karna aku," Leila menatap Noah dengan kilat netra biru azure-nya yang menyala dengan penuh keyakinan, "."


Setelah mendengar itu tentu saja membuat Noah hanya bisa tertegun melihatnya. Melihat Noah hanya diam Leila lekas berbalik dan berlari meninggalkan Noah yang hanya diam terus menatap punggungnya hingga menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Sepertinya Noah melupakan sesuatu disini. Kekuatannya mungkin tidak dipuncak masa kejayaannya setelah ribuan reinkarnasi. Akan tetapi, setidaknya dia masih di atas rata-rata para penyihir dan paladin.


Tentu saja mengetahui fakta yang Leila jelaskan lagi padanya membuat Noah hanya bisa diam seribu bahasa. Satu fakta yang tidak mungkin bisa diubah adalah Leila lebih kuat darinya.


Ding!


[NAGA PUTIH, RYUU ADA DI DEPAN ANDA.]


Leila yang masih dalam keadaan berlari menuju Hutan Berkabut mengambil ancang-ancang untuk mengambil lompatan besar. Dalam hitungan ketiga Leila melompat yang menciptakan jejak retak dipermukaan tanah.


"RYUU!" pekik Leila melebarkan kedua tangannya hendak memeluk leher makhluk yang sudah menemaninya selama ini.


Ryuu yang tentu saja menyadari itu pupilnya yang memiliki celah seperti reptil menajam dan melihat Leila seakan terbang kepadanya.


Ryuu yang hanya berjalan beberapa langkah dan mencari sosok yang dalam radius penginderaan tidak datang padanya tentu saja membuat Ryuu kesal. Terlebih terlihat jelas dalam penglihatan Ryuu jika Leila tengah bersenang-senang tanpa dirinya. Melihat itu tentu saja Ryuu kesal dan mengambil keputusan mendatangi wanita itu.


Membutuhkan usaha ekstra untuk keluar dari dinding pelindung yang mengelilingi Hutan Berkabut. Karena Ryuu ingat jika jamur biru yang mengelilingi itu lekas Ryuu rusak dan dengan hidung yang dia angkat dengan bangga dia berjalan dengan santai keluar dan kini melihat Leila sudah berada di depan matanya.


Ryuu yang hendak menangkap Leila berhenti seketika. Meskipun disini berkabut tebal dia bisa melihat eskpresi Leila yang sedang menahan kekesalan.


"KAU!"


Menyadari itu tentu saja Ryuu lekas berbalik. Akan tetapi, kecepatan Leila lebih cepat. Melihat Ryuu hendak melarikan diri Leila lekas memukul dagu naga setinggi gedung lima lantai itu dengan kepalanya dengan kesal.


"APA KAU SUDAH MUAK HIDUP, HAH?!"


Mendapat pukulan dari Leila yang memiliki kekuatan setara seekor naga itu membuat Ryuu terpental mundur dan kembali masuk ke dalam Hutan Berkabut. Dengan keberadaan Ryuu yang terbongkar ke dunia luar tentu saja perburuan besar-besaran akan ada dan membuat hidup naga yang masih di usia remaja itu akan terancam. Siapa yang akan menggantikan Leila menjaga Tanah Suci nantinya.


Diikuti mundurnya Ryuu dan terkapar di sana. Leila lekas membetulkan kubah pelindung sembari menggerutu tidak jelas dan kesal karena malamnya hancur karena naga mengesalkan ini.


⟨UGH! SAKIT,⟩ cicit Ryuu dibelakang sana yang malah mendapat tatapan tajam dari Leila.


"Kau pantas mendapatkannya. Dasar naga nakal."


Leila tak mempedulikan rintihan kesakitan Ryuu dibelakang sana dan memilih memfokuskan dirinya memperbaiki kubah pelindung. Melihat kabut perlahan ditarik ke dalam ke dalam hutan dan tak jauh dari tempatnya berdiri. Leila bisa melihat seseorang tengah berlari mendekat.


Beruntungnya Leila yang lebih cepat memperbaiki kubah pelindung membuat orang itu yang hendak masuk terpental keluar. Melihat itu Leila mendesah lega. Bisa berbahaya jika orang itu berhasil masuk.


Dari tempatnya berdiri Leila bisa melihat semua kegiatan diluar hutan. Tapi, berbanding terbalik dengan yang ada diluar hutan. Mereka tak bisa melihat Leila atau pun apapun yang ada di dalam hutan.


Sepertinya kali ini Leila sangat beruntung dan menyadari semua masalah utamanya terselesaikan. Leila berlutut tak percaya dengan melihat seseorang memaksa masuk ke dalam hutan.


Orang gila yang sepertinya adalah seorang pemburu bayaran atau mungkin informasi.


Leila lekas menarik ekor Ryuu dan memaksa naga putih itu untuk masuk lebih dalam hutan.


⟨LEILA, SERANGGA BODOH ITU MEMAKSA MASUK.⟩ tatapan Ryuu tak bisa lepas dari manusia yang terus berusaha masuk dan berteriak seperti orang gila.


"Abaikan, namanya juga bodoh. Tidak mungkin dia bisa memaksa masuk dengan hati sebusuk itu." Leila yang masih bisa melihat orang bodoh dan berteriak seperti kera gila masih memaksa masuk. Leila berbalik menatap tajam Ryuu, "Dan kau anak nakal. Jangan pikir setelah ini kau bisa lari dariku!"


.


.


.


Ryuu tuh perusak suasana 😂

__ADS_1


see you next chapter guy's 👋😽


__ADS_2