MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
S2 - BAB 16: HARI PERBURUAN (5)


__ADS_3

Setelah Noah pergi dan meninggalkan Leila dalam kamar yang berbalut perlindungan sihir, sebuah ledakan besar bisa Leila dengar sangat jelas. Keributan itu membuat semua orang yang tengah beristirahat terpaksa bangun.


Kekacauan yang tidak bisa Noah tutupi bisa Leila lihat dari balik jendela. Bahkan dalam keheningan yang aneh ini Leila sadar. Noah membuat pelindung sihir disekitar kamar untuknya.


Ya, setelah bermain cukup lama dengan Dewa Kematian yang entah menghabiskan berapa tahun ditempatnya. Leila bisa melihat sekilas bayangan saudaranya itu.


Leila berdiri tepat di depan jendela dengan pantulan bayangan saudaranya yang telah tiada itu, membuatnya ingin sekali berbalik dan memukul wajahnya agar tidak muncul tiba-tiba.


- Lihat wajah sok tenangmu itu. Kali apa yang kau rencanakan, Kak?


- Permainan apa kali ini yang membuatku semakin mengagumimu?


Leila hanya menyinggung senyuman tipis. Setelah kepergian Ibu mereka dan hidup dengan berkecukupan dengan penghasilan dari bar hingga terbitan buku. Leila memiliki kekayaan yang cukup hingga masa tuanya.


Hidup dengan sederhana dan menjauh dari manusia-manusia yang menyebalkan. Dia juga manusia, tapi manusia yang dia maksud adalah manusia seperti mantan kekasihnya yang berhasil menghamilinya itu.


"Percobaan menjadi orang baik selalu gagal." Leila terlihat menikmati kekacauan yang ada.


- Hahaha Kakak memang yang terbaik.


"Aku memang yang terbaik."


Fakta yang tidak dunia ketahui adalah dia yang membunuh ayahnya. Menukar kehidupan saudara kembarnya dengan dirinya dengan rela membekam dalam penjara.


Leila berencana untuk hidup dengan tenang dan nyaman selama di mansion D'Arcy. Dengan hubungannya dengan Noah dan si kembar yang bergantung padanya tanpa sadar membuat Leila memiliki masa depan hingga hari tua yang sangat menjanjikan.


Bahkan jika Leila tidak menua setidaknya dia memiliki keturunan D'Arcy yang akan selalu memberinya dukungan. Bahkan jika Noah meninggal. Pria itu akan mencarinya dan memintanya mencari Leila yang dia mau. Pria gagal move on itu memang menyebalkan dan membuat perasaan nyaman itu muncul. Tapi, ini lah dirinya. Wanita penuh perhitungan dan yang telah mengotori tangannya.


Apapun kondisinya. Kita harus berpikir secara logis.


"Yahh, setidaknya aku aman disini tak perlu repot berteriak seperti domba yang akan disembelih."


- Mati tidak terasa buruk. Kau harus mencobanya.


"Hei, aku sudah mati sekali. Bukankah itu sudah cukup."


- Ayolah, temani aku.


"Tidak, terima kasih atas tawaran yang menggiurkan itu. Aku masih harus mengurus bayi-bayiku."


- Dan bayi mana yang kau maksud? Kau punya bayi yang sangat banyak.


"Tentu saja Ryuu."


- Aku bertaruh naga itu sangat menyukaimu.


"Oh, tentu saja dia harus. Aku yang merawatnya selama ini."


- Hahaha, Kakak-ku memang pantas mati.


"Sebagai tambahan aku sudah pernah mati.


Tidak ada salahnya berbicara dengan imajinasinya. Bahkan jika imajinasinya itu adalah saudaranya sendiri yang rela masuk ke dalam penjara demi dirinya. Leila akan mengajak mengobrol bahkan jika saudaranya itu menginginkan kematiannya. Leila akan diam mendengarkan semua keinginan saudaranya itu.


Brakk!!!


Crashhhh!!!!


Leila menonton dengan santai keributan diluar. Keuntungan bersama Noah adalah kau akan diberi sihir pelindung yang dimana Noah memiliki kekuatan seperti dimasa lalunya, meskipun tidak dipuncak masa jayanya.


"Seperti melihat kiamat zombie."


Karena melihat semua orang berteriak ketakutan dan lari seperti semut yang tercerai berai. Bahkan bisa Leila lihat para kesatria mencoba mencari sumber masalahnya hingga sesuatu yang besar baru saja mendobrak pintu kamar Noah.


"Yang benar saja."

__ADS_1


Leila menoleh bersiap memarahi si kembar yang main masuk ke dalam sarang aman nyamannya ini. Akan tetapi, apa yang dia dapatkan adalah tidak ada seorang pun disana. Asap perlahan masuk dan Leila tidak bisa bertingkah bodoh tetap diam disini setelah semua kepulan asap hitam itu.


Bisa-bisa dia mati karena sesak napas nantinya.


Leila mengambil taplak meja yang membuat vas dan semua barang-barang yang Noah taruh diatas jatuh dan pergi ke kamar mandi untuk membasahinya. Leila menyelimuti sebagian tubuh atasnya dan wajahnya dengan taplak meja itu dan pergi mencari jalan keluar.


Masa bodoh jika Noah kembali mencarinya nanti. Nyawanya lebih penting dari apa pun.


"-Long, tolong, siapa pun...."


Seketika langkah berhenti dan mendengarkan lebih seksama suara lirih itu.


Leila tidak bisa dikendalikan oleh perasaan yang sudah dia tumbuhkan selama tiga ribu tahun terakhir. Ini bukan saatnya bertingkah seperti pahlawan dengan heroiknya mencari sumber suara itu dan menolongnya.


Bahkan setelah semua permainan konyol dengan si stalker itu. Leila bisa mengambil setengah skors kemenangan dengan menggunakan semua logika yang dia punya. Perasaan itu bodoh dan menyedihkan, tapi untuk hari ini Leila bertingkah bodoh yang bisa dia tebak pasti saudaranya akan terbahak-bahak melihat tingkahnya.


"Kau dimana?!!"


Leila terus berteriak dan memikirkan kemungkinan dimana suara yang meminta pertolongan itu.


"Uhuk! Huk! Si*l, asapnya semakin banyak."


Bahkan pandangannya mulai kabur ditengah api yang mulai menjalar. Leila bisa mendengar suara kayu yang meledak karena panasnya api dan beberapa atap juga mulai roboh.


"Si*l! Jika seperti ini aku yang akan mati." Leila mulai berpikir seperti itu karena suara yang meminta pertolongan itu tidak terdengar lagi.


Leila telah memutuskan mencari jalan keluar, tapi saat dia hendak berbalik suara yang dia kenal itu datang.


"T-tolong...."


Aria?!!


Leila berbalik dan mencari sumber suara yang terasa cukup dekat dengannya saat ini. "ARIA!!! KAU DIMANA?!!!"


"ARIA!!!!"


Leila mulai mencari disetiap kamar hingga dia menemukan Aria yang tergeletak lemas dengan pakaian piyamanya yang seperti dia terpaksa bangun dari mimpi indahnya.


Leila lekas menghampiri gadis itu dan melihat disekitar kamar Aria mencari sumber air terdekat dan melihat vas bunga berisikan air. Mengambilnya dan membiarkan selendang yang Aria pakai basah untuk membiarkan wanita itu bernapas dengan normal dengan kain yang sudah basah.


Si*l! Ini sama sekali tidak membantu!


Leila menyadari dari napasnya yang perlahan melemah diikuti detak jantungnya juga membuat Leila semakin kalut. Leila yang tidak berpikir dua kali memberikan napas buatan sembari mensugesti dirinya jika mereka pasti aman setelah ini. Mereka pasti akan selamat.


Ketika Leila hendak menggendong Aria tiba-tiba terasa sangat berat.


Leila lupa akan hukuman yang dia dapatkan.


Disaat genting seperti kenapa hukuman itu harus dia dapatkan.


Leila menggendong Aria ke punggungnya dan perlahan mencari jalan keluar ketika satu-satunya jalan yang tidak terbakar adalah balkon berlantai tiga ini. Leila hanya bisa berharap Noah lekas kembali dan menemukannya.


Aria yang mulai sadar melihat siapa yang menggendongnya. Ingatan tentang dimana dia digendong oleh Winter setelah bertarung membuatnya ingin sekali berteriak, tapi Aria mulai sadar jika Winter tidak memiliki tubuh sekecil ini dan rambut secoklat ini juga. Perlahan Aria mulai sadar jika orang yang menggendongnya adalah sasaran yang harus dia bunuh.


Aria melihat jika kekacauan ini berjalan seperti yang dia inginkan dan dirinya harus menjadi korban dengan berperan menjadi gadis bangsawan yang lemah dan terluka tidak tahu apa-apa. Tapi, siapa sangka jika Leila menyelamatkannya dan membawa mereka terjebak di balkon lantai tiga.


"Apa ini sudah semuanya?"


"Putriku! Putriku Aria masih di dalam sana!!"


Leila dan Aria bisa mendengar keributan dibawah sana dan pemilik suara yang baru saja menyebutkan nama Aria adalah Robert Grey. Leila mencoba mencari tirai yang tidak terbakar, tapi sia-sia. Leila berbalik dan berteriak dengan pakaian pelayan khas hitam putihnya yang kotor.


"Aria Grey bersamaku! Kesatria lebarkan kain dibawah dan para penyihir menyihir kain itu untuk bisa mematul!!!" Teriak Leila yang terdengar sangat memerintahkan. Disituasi seperti ini Leila hanya memikirkan keselamatan Aria dan dirinya.


"Berani sekali kau-"

__ADS_1


"CEPAT LAKUKAN SEBELUM TEMPAT INI RUNTUH BANGS*T!!!!"


"Kau tidak dengar apa yang pelayan itu katakan! Cepat lakukan!" Pekik Robert yang tidak tahan dan mulai memukul kesatria yang bengong itu.


Letusan demi letusan bisa Leila dengar sangat jelas. Leila melirik gadis di belakangnya.


"Bertahanlah Aria."


Leila melihat jika persiapan sudah selesai. Tapi, letusan tepat dibelakang mereka memuncak dan api yang menyala itu menari-nari ingin menarik mereka untuk dipeluk.


"Mati...."


Leila yang hendak melompat memutuskan berbalik dan melihat sumber suara itu. Sosok beraura hitam legam seakan seperti kumpulan asap dengan mata merah menyala itu berjalan dengan kedua kakinya dan lengannya yang hampir sepanjang kakinya itu terseret dan tak termakan oleh api sama sekali.


"A-apa itu?"


Aria yang mulai sadar dan mempunyai kekuatan setelah menghirup asap yang banyak. Leila yang tanpa sadar menurunkan Aria perlahan membuat gadis itu tidak bisa menahan senyumnya.


Jika aku tidak bisa menyakiti itu secara fisik, maka-


Aria menarik tangan Leila dan seakan mendorongnya jatuh.


-biarkan mereka merasakan arti kehilangan orang yang berharga, maka itu akan berhasil.


"ARIAAA!!!!" Teriak Leila yang hendak melompat mengikutinya, akan tetapi bayangan hitam itu lebih cepat dari yang dia kira. Sosok itu menarik, mengulurkan tangannya yang panjang, dan melingkar dipinggang Leila. Menghentikan wanita itu untuk menyusul Aria.


Leila yang masih bisa melihat Aria jatuh tanpa sadar membelalakkan kedua matanya melihat senyuman kemenangan yang gadis itu berikan dan menggerakkan bibirnya yang bisa Leila baca.


"Kau harus mati, ."


Aria bisa melihat keterkejutan wanita itu. Empat puluh lima pertandingan Aria menontonnya sampai selesai secara paksa. Aria melihat bagaimana Leila berpotensi sebagai seorang penjahat yang lebih besar dari itu.


Leila mungkin hanya seorang diri tapi, daya tarik yang dia ciptakan membuat semua orang akan menuruti kemauannya. Bahkan dengan kemauan yang lebih besar dari miliknya, membuat Aria bertanya-tanya apakah dia masih bisa menyandang gelar sebagai pahlawan.


Aria yang jatuh dengan cepat dan ledakan dari arah balkon lantai tiga membuat semua orang menunduk untuk berlindung. Aria bisa merasakan empuknya kain dan ayahnya yang datang memeluk dirinya.


"Aria, ohh Aria. Kau selamat nak, syukurlah."


Aria mulai membuat matanya berair dan menangis dalam pelukan Robert. "Ayah, hiks... Itu sangat menakutkan. Tolong jangan tinggalkan aku lagi." Seru Aria pecah dalam tangisan ketakutannya yang baru saja selamat dari ledakan itu.


Si kembar yang dari kejauhan melihat itu semua ingin sekali membunuh Aria saat ini juga. Arden yang siap meluapkan kemarahannya berhasil dicegah Noah yang datang tepat waktu.


Bukan hanya si kembar yang syok, tapi dirinya juga. Padahal dirinya yakin jika Leila akan aman berada di kamarnya dan dari mana api itu berasal.


"Dia akan baik-baik saja. Pasti!"


Adrian ingin otaknya memikirkan kemungkinan tentang Leila akan secara tiba-tiba muncul dibelakang dan mengagetkan mereka. Tapi, semakin lama mansion tempat semua tamu undangan menginap mulai runtuh.


Api yang menyala itu seakan mengajak menari dan memeluk mereka untuk menjadi sumber nyala mereka.


"Si*l! Kalian bertiga tunggu disini!" Seru Noah tidak tahan karena faktanya hanya dirinya yang tau kondisi Leila sebenarnya.


Si kembar yang ingin menolak tapi langkah Noah lebih cepat darinya. Awan perlahan berkumpul disatu titik secara cepat diatas kebakaran dan mulai membuat hujan deras. Si kembar tahu ini ulah siapa itu.


Noah semakin meningkat deras hujan yang membuat semua orang disekitar berlari untuk berteduh kecuali keluarga D'Arcy. Mansion benar-benar akan runtuh dan tepat ketika runtuh Noah bisa melihat Leila yang berada diatas sana masih dalam keadaan utuh. Kecuali deru napas yang tidak beraturan, penampilannya yang kotor, dan berantakan jatuh perlahan. Memunggungi yang tengah menatap penuh kebencian sosok yang tidak bisa Noah lihat dengan mata telanjang.


.


.


.


Hehehehe


See you next chapter guy's 👋😺

__ADS_1


__ADS_2