MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 28: INGIN BERMAIN LEILA?


__ADS_3

Leila yang sekarang tengah berada di dalam kamarnya. Lebih tepatnya masih terjebak di mansion si bapak tsundere ke anaknya sendiri. Leila pikir dia akan mati kelelahan sekarang karena tugas yang Harry berikan padanya jika bukan karena fisik yang dia punya sekarang.


"Mentang-mentang kepala pelayan bisa nyuruh aku ngelap, nyuci, bawa karung buat pakan kuda, pergi ke kebun ambil persediaan teh Noah. Aaakkhhhhh!!! Mana kebunnya jauh banget lagi!"


Definisi kerja bagaikan kuda sih ini.


"Oi, Sistem."


Ding!


"Kemana si stalker itu seka—!"


[DEWA KEMATIAN MENGATAKAN JIKA ANDA TERLALU BANYAK MENGELUH DAN MENGGANGGU KONSENTRASINYA DALAM BEKERJA.]


"Apaan, sih! Tinggal sortir mana yang banyak dosa sama pahala aja. Apa susahnya, sih?!" Ketus Leila tidak terima dianggap sebagai pengganggu yang dimana dia sama sekali tidak mengusik si stalker itu.


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENYURUH ANDA UNTUK DIAM SEJENAK DAN AKAN MENGURUS ANDA TIDAK LAMA LAGI.]


Melihat tulisan itu membuat emosi Leila semakin tinggi, "Cih! Aku bukan anak kecil ya!"


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENGATAKAN JIKA ANDA SEORANG ANAK KECIL.]


"OI! AKU GA TERIMA YA DIKATAIN ANAK KECIL! AKU BUKAN SI KEMBAR! KAU DENGAR DEWA S**L*N!"


Ding!


[DEWA KEMATIAN AKAN MEMBERIKAN ANDA PERMEN JIKA ANDA BISA DIAM SEJENAK.]


"S"*L*N KAU!" ingin sekali rasanya Leila meninjau wajah tidak tahu diri itu.


Ding!


[‼PEMBERITAHUAN!!]


[DEWA KEMATIAN MERASA TERHIBUR DENGAN UCAPAN ANDA YANG MENURUT PENDAPATNYA SEAKAN ANDA MEMILIKI NYAWA YANG BEGITU BANYAK.]


Oke Leila, seperti kau sudah melangkah terlalu jauh.


[DEWA KEMATIAN BERKATA 'INGIN BERMAIN, LEILA?'.]


K-kan?!


Kenapa nasibku sangat sial hari ini?!


Dan berakhir bagaimana Dewa Kematian menang telak dari semua permainan yang dia ajukan. Sedangkan Leila, keadaan wanita itu terlihat lesu akan fakta yang tidak bisa dia ubah.


"Ugh! Bukankah ini tidak adil! Kan, kau Dewa sedangkan aku orang biasa! Bagaimana bisa aku menang dari Dewa coba?! Akhhhhh!!! Frustasi saya!" Leila menjambak rambutnya sendiri dengan penuh frustasi.


Jika seperti ini aku bisa botak lebih cepat!


Ding!


[DEWA KEMATIAN MERASA SANGAT TERHIBUR AKAN KEADAAN ANDA.]


"MATAM*! KAU SENANG, AKU SENGSARA!"


[DEWA KEMATIAN MENGAJUKAN PERMAINAN LAIN, YANG KALI INI BISA ANDA KUASAI.]


Leila yang sudah putus asa melihat papan biru muda melayang itu memberikan sedikit harapan.


"Benarkah?" cicit Leila yang sudah lelah dan lihat papan skor itu. Bagaimana bisa perbandingan sangat jauh sekali.


[ DEWA KEMATIAN - LEILA FELIXIA]


[53 - 0]


Sepertinya aku memang payah saja dalam bermain permainannya saja, tapi permainan yang si stalker ajukan itu terlalu barbar kau tahu.


Bagaimana diawal permainan saja Dewa Kematian sudah mengajukan permintaan yang terdengar sangat asing ditelinganya dan berakhir menjadi komandan pasukan perang atau menebak makhluk mana yang akan berhasil melewati jembatan sebelum masuk surga.


Bisa-bisanya, orang biasa sepertinya diberikan permainan tingkat dewa coba.


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENGASIHANI MAKHLUK MALANG INI DAN MEMBIARKANNYA MEMILIH KALI INI.]


Leila melihat pesan baru itu membuatnya tanpa sadar mengernyitkan dahinya dan membatin, kok kesel ya dikasihani gini. Tapi, kapan lagi bisa ngakalin Dewa ye ga, hehehe.


Ding!


[DEWA KEMATIAN BISA MELIHAT SENYUMAN MENYEBALKAN ANDA DARI SINI. DISARANKAN ANDA UNTUK TIDAK CURANG.]


"He, siapa juga ya mau curang?" Menatap layar transparan itu yang bisa dia bayangkan jika dia dan Dewa Kematian itu saling berhadapan.


Ding!


[DEWA KEMATIAN MERASA TIDAK YAKIN DENGAN PERKATAAN ANDA.]


"Ayolah ini mudah. Kita hanya melakukan suit, itu saja. Kau pernah melakukannya, kan?"

__ADS_1


Melihat tidak ada respon yang berarti si stalker ini tidak tahu yang membuat Leila menjelaskan mulai dari awal bagaimana cara bermain dan bagian mana yang membuatmu menang dan kalah.


"Oke, karena kau sudah mengerti. Aku akan membuat sedikit pengecualian disini. Aku akan hanya menggunakan kertas saja."


Ding!


[DEWA KEMATIAN MERASAKAN ADA KEJANGGALAN DISINI.]


"Hei, hei, tenang saja aku tidak akan curang tahu. Aku hanya memberikanmu sedikit kemudahan untukmu. Untuk kemenanganmu yang ke-54," melihat kembali tidak ada respon Leila kembali berkata, "Aku hanya akan menggunakan kertas dan kau bisa menggunakan gunting, ingat."


Mendengar pernyataan Leila membuat Dewa Kematian semakin yakin dengan firasatnya. Akan tetapi, bagaimana bisa dia menuruti perkataan Leila juga. Mengingat kembali peraturan yang sudah Leila sebutkan dan tidak terdeteksi juga kebohongan dari semua ucapannya.


Mungkin lebih baik tidak mempercayai ucapan wanita ini.


"Baik! Batu, gunting, keeerrrtas!"


Leila benar-benar mengeluarkan kertas dari tangannya dan sedangkan Dewa Kematian mengeluarkan gambar tangan digenggam yang diartikan sebagai batu dari papan sistem.


"YEAHHHHH!!! AKU MENANG!" teriak Leila tak tertahankan.


Dewa Kematian yang berada jauh tempat Leila melihat wanita itu melompat kesenangan tanpa sadar menyinggung sebuah senyuman. Melihat wanita yang awalnya memaksakan diri untuk masuk ke dalam neraka itu kini sedang menikmati kehidupannya.


Ding!


Leila berhenti berteriak merayakan kemenangan pertamanya. Menoleh melihat pesan baru yang ditunjukkan sistem.


[DEWA KEMATIAN MERASA TIDAK MENGERTI APA YANG SEDANG TERJADI DISINI. APA SESUATU TELAH DIA LEWATKAN?]


Leila menggelengkan kepalanya sebagai jawaban non-verbalnya, "Itu karena kau bodoh saja."


Ding!


Leila tidak perlu repot-repot untuk mengetahui isi pesan itu dan membuang wajahnya dengan menjulurkan lidahnya mengejek Dewa Kematian yang bisa Leila yakini sekarang sedang kesal.


Ding!


Ding!


Ding!


Kan, apa yang baru saja Leila pikirkan benar.


"Hahh... Ini hanya permainan dan kau sebegitu marahnya." Leila menghapus air mata buayanya, "Kau kan sudah menang lima puluh tiga kali. Sedangkan aku? Ini kemenanganku yang pertama. Kenapa kau sangat marah hanya karena kalah dariku? Lagi pula kalah dariku bukan berarti akhir dunia. Kenapa kau sangat kesal? Oh? Apa kau merasa kesal karena aku lebih pinter?" matanya menyipit dengan tatapan merendahkan yang semakin membuat Dewa Kematian merasa marah.


Ding!


Ding!


Ding!


[DEWA KEMATIAN TIDAK MENERIMA KEKALAHAN INI!]


[DEWA KEMATIAN MERASA ANDA CURANG DALAM BERMAIN!]


[DEWA KEMATIAN MEMINTA PENJELASAN SEKARANG JUGA!]


"Iya iya, aku jelasin. Cih! Gini aja ga paham," gumam Leila yang tanpa sadar didengar sangat oleh Dewa Kematian.


Ding!


[DEWA KEMATIAN BISA MENDENGAR SANGAT JELAS GUMAMAN ANDA BARUSAN.]


"Ini hanya soal kepercayaan. Kan, aku sudah bilang aku hanya akan menggunakan kertas dan menyuruhmu menggunakan gunting. Kenapa juga kau menggunakan batu? Artinya kau sama sekali tidak percaya padaku." Leila melirik papan biru muda melayang itu dan memikirkan ide gila yang dimana dia bisa saja mati saat ini juga.


"Hee... Ternyata Dewa Kematian itu bodoh ya. Begini saja tidak paham," Leila menutupi seringannya dengan punggung tangan tak bisa menahan lengkungan matanya karena senang.


Ding!


Ding!


Ding!


"Aww, lihat betapa lucunya Dewa Kematian ini tengah marah karena tidak terima akan kekalahannya. Makhluk lemah bukan apa-apa ini merasa jika Dewa Kematian tidak perlu sebegitu marahnya atas kekalahan pertamanya."


Ding!


Ding!


Ding!


Pesan menumpuk penuh kebencian dan kekesalan bisa Leila lihat sepintas karena pesan itu tertimbun sangat cepat.


Kapan lagi dia bisa membuat sosok setingkat Dewa kesal, kan?


"Jadi, dimana hadiahku?" tanya Leila dengan wajah polosnya kepada orang yang sudah dia buat kesal.


Leila tidak merasa takut sedikitpun. Dewa Kematian bisa saja mengambil nyawanya saat ini juga.


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENATAP ANDA DENGAN TAJAM DAN MENGATAKAN JIKA ANDA TIDAK MEMILIKI RASA MALU SAMA SEKALI SETELAH APA YANG TELAH ANDA KATAKAN BARUSAN.]


"Kan, yang berlalu biarlah berlalu. Lagi pula ini hanya permainan. Kau bukan seperti si kembar, ingat! Jangan terlalu menganggapnya ini serius. Ingat, kau menang lima puluh tiga kali dariku."

__ADS_1


Bisa Leila lihat jika sepertinya Dewa Kematian ini sedang merenung.


Ding!


[!!PEMBERITAHUAN!!]


[DEWA KEMATIAN AKAN MEMBERIKAN ANDA HADIAH.]


Melihat pesan baru itu berhasil membuat Leila bangun. Yang awalnya dia merebahkan diri sekarang bangun dengan penuh keterkejutan.


"HADIAH?! SERIUS?!"


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENGATAKAN JIKA ANDA SUDAH BERHASIL MENGISI WAKTU LUANGNYA. DEWA KEMATIAN MERASA TERHIBUR.]


[DEWA KEMATIAN AWALAN BERPIKIR JIKA ANDA TIDAK BERHASIL MENGHIBURNYA DIA AKAN MENGAMBIL NYAWA ANDA SAAT INI JUGA.]


Maksudmu, kalau aku membosankan kau akan mengambil nyawaku dan melemparku ke neraka? Begitu?!


[HADIAH AKAN DIBERIKAN SETELAH PESAN-PESAN BERIKUT INI.]


"KOK ADA IKLAN?!" Leila menatap tajam sistem yang benar-benar memberikan iklan yang dimana momen Leila terlihat sangat frustasi dan tertekan selama permainan yang bisa Leila tebak Dewa Kematian menikmati penderitaannya.


[DEWA KEMATIAN MENYUNGGINGKAN SENYUMAN MELIHAT EKSPRESI ANDA.]


"Diam kau!" bentak Leila tidak peduli dan tak tahan melihat video yang berdurasi beberapa menit itu.


"Aib ku tolong," cicit Leila yang merasa sangat malu sekarang. Lagi pula masih sempatnya juga si stalker itu mengabadikannya juga.


Melihat wajah memerah yang Leila tutupi dengan kedua telapak tangannya. Tanpa Leila sadar video yang berdurasi beberapa menit yang seakan berdurasi sejam itu akhirnya berakhir dan mendapatkan suara notifikasi akhirnya.


Ding!


[‼️ SELAMAT !!]


[KARENA KEGIGIHAN ANDA DALAM BERMAIN. DEWA KEMATIAN MEMBERIKAN ANDA KEBEBASAN DALAM KURUNG WAKTU 720 JAM.]


"Bentar? BENTAR?! INI BENERAN?! Eh?! tapi, 720 jam itu berapa hari ini?"


Ding!


[DEWA KEMATIAN MENATAP TIDAK PERCAYA DENGAN APA YANG BARU SAJA ANDA KATAKAN.]


"Apa? Kan aku emang ga tau!" Sinis Leila tidak terima karena perkataannya yang merasa Leila sangat aneh bisa membuat seorang Dewa kesal, tapi payah dalam hal perhitungan.


"720/2 berapa, sih? tiga, coret jadi... Bentar salah, yang betul itu 720/24 itu...." Perlu waktu cukup lama memang untuk Leila menghitung dan berakhir mendapatkan jawaban yang sangat mengejutkan, "S-satu, satu bulan! Kau yakin?!"


Leila menatap tidak percaya kepada panel sistem itu. Sepertinya bisa Leila bayangan, meskipun tidak ada respon bagaimana bangganya Dewa Kematian itu melihat eskpresinya seperti anak kecil.


"Oke, lupakan apa yang baru saja aku pikirkan. Sekarang akhirnya aku bisa mengisi daftar keinginanku sepenuhnya, hehe." Leila menggosok kedua tangannya dan tertawa membayangkan semua hal yang bisa Leila lakukan selama satu bulan penuh.


Dewa Kematian yang tidak ingin melanjutkan menonton Leila memilih melanjutkan pekerjaannya. Dengan Dewa Kematian yang kembali ke rutinitas dan Leila yang berlari ke ruangan Noah.


Brak!


"NOAH!" pekik Leila tidak tahan dan ingin mengatakan pada dunia dia adalah orang yang paling bahagia dia dunia ini.


"Kau?!"


"Eh? H-Harry...."


Sepertinya Leila datang diwaktu yang tidak tepat.


Lihat saja Harry yang berdiri di depan meja Noah dengan memegang beberapa kertas yang sepertinya itu adalah laporan bulanan mansion. Jangan lupakan aura suram dengan tatapan tajam yang begitu menusuk itu.


Ugh! Pen pulang.


"Ada apa, Leila?"


Sekarang lihat pria itu memanggilnya dengan senyum ramah yang mengartikan dia menikmati tontonan ini.


Leila yang masih diambang pintu yang beruntung hari ini tidak ada Alex si kesatria yang menjaga.


"I-itu... Tidak jadi. Maaf sudah mengganggu waktu Anda, Duke. Kalau begitu per—"


"LEI.LA!" Tubuh Leila mendadak merinding. Suara Harry yang mengeja namanya dengan sangat baik itu membuat Leila tanpa sadar menelan ludahnya sendiri.


Ya ampun, siapa pun, tolong!


Leila tidak ingin berurusan dengan Harry.


Harry memberikan senyuman ramah khas seorang kakek-kakek yang menyeramkan seakan ingin membunuhnya dengan tatapan yang sudah sayu itu.


"Y-ya, Harry?" suara Leila yang terputus-putus itu bisa Noah dengar dan semakin menikmati tontonan sore hari ini.


.


.


.


Jujur ya.. Noah adalah aku 😭🤚 suka nonton ga mau nolong temen apa lagi rasanya lihat Leila kek telat masuk gerbang sekolah dan Noah dari tangga ga masuk-masuk kelas cuma mau lihat Leila sengsara, hahaha

__ADS_1


Makasih ya udah mau singgah dan baca MILA ^^


see you next chapter guys 👋😽


__ADS_2