MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 25: AYAH DAN ANAK (3)


__ADS_3

Menghabiskan waktu seharian, dengan senang hati dan perlahan hati si kembar terbuka. Dengan Arden yang awalnya ingin menggandeng tangan Leila, tapi malah berujung tangan Noah dan sering kali Atlas juga Noah tangkap jika anak itu tidak memperhatikan jalannya.


Akhirnya si kembar mengobrol santai dengan Noah, meskipun awalnya mereka cukup gugup, kecuali Adrian yang terus menempel pada Leila. Anak kecil yang menggemaskan ini membuat Leila tidak ingin jauh-jauh dari Adrian.


Insiden dimana Leila tidak sengaja tak memperhatikan jalan dan menabrak seorang pria yang marah karena tidak sengaja Leila membuat barang yang dia bawa sebuah vas bunga yang sudah dia buat susah payah retak. Tentu jelas pria itu kesal dan langsung memarahi Leila.


"Matamu dimana, hah?! Lihat ada orang jalan tak?!"


"M-maaf...." Lirih Leila yang tak bisa di dengar oleh pria pembawa vas bunga itu. Melihat sikap Leila yang termenung diam seperti tidak bersalah semakin membuat amarahnya semakin memuncak.


"Jangan diam saja! Cepat ganti rugi vasku!" Bentak pria itu membuat nyali Leila semakin ciut.


Adrian yang melihat sikap pria itu semakin membuatnya marah dan semakin erat dia menggenggam tangan Leila. Leila yang berpikir Adrian takut karena pria asing ini mengelus punggung tangan anak berkacamata itu.


Noah tengah bersama Arden dan Atlas melihat kejadian tidak terduga ini hendak menyuruh si kembar untuk berdiri dibelakangnya, tapi Noah hentikan karena sikap dingin mereka menatap tajam pria itu. Aura suram yang terasa cukup mencekam itu bisa Noah rasanya.


Aura ini tidak normal dimiliki anak kecil, batin Noah yang tertegun melihat perubahan si kembar yang cepat berubah drastis.


Leila yang terus menunduk minta maaf dan berkata jika dia akan ganti rugi disini karena dia merasa bersalah. Melihat Leila ingin mengeluarkan uangnya lekas Noah mencegahnya. Noah bisa melihat vas bunga tak seberapa harganya itu pria itu bawa dan bisa melihat letak retak vas bunga itu yang dari tatapan orang disekitarnya merasa seperti kasihan pada kami karena terjebak dengan pria ini.


Ada yang salah disini, batin Noah melihat bagaimana aura yang pria itu keluarkan sangatlah tidak ramah.


"Bisa saya lihat vas itu, tolong," minta Noah dengan sopan karena ingin melihat seberapa parah memangnya vas bunga itu.


Pria itu awalnya enggan memberikan vas bunganya dan malah menunjukkannya saja, tapi karena Noah tetap kekeuh ingin melihatnya dan tidak ingin tindakannya dilihat lebih jauh lagi. Pria itu akhirnya memberikannya.


Noah bisa melihat beberapa retakan di vas bunga itu terkhusus pada bagian depan.


Jika dipikir lagi, Leila hanya menyenggolnya pelan dan kenapa ada begitu banyak retakan di vas bunga ini?, pikir Noah yang mulai mengusap permukaan vas bunga yang awalnya retak langsung bagus seperti baru.


"Tidak ada yang retak." Noah melihat setiap sisi permukaan vas bunga yang terlihat baik-baik saja.


"Tapi, tadi—"


"Sekarang tidak ada, kan?" Senyum Noah yang terkesan memaksa pria itu agar tutup mulut saja.


Bisikin mulai terdengar dan pria itu lekas merebut vas bunganya kembali dan mengambil langkah seribu karena tidak berhasil menipu wanita itu. Padahal mereka terlihat pasangan yang sangat cocok untuk dia tipu tadi. Melihat mereka ada turis di desa ini membuat rencana yang dia pikirkan akan berjalan semakin lancar, tapi ternyata tidak.


Melihat kepergian pria itu dengan langkah yang terkesan gusar Leila menatap Noah, "Noah, apa kau melakukannya?"


"Lain kali jangan mudah tertipu."


"Tapi, aku tadi salahku jadi—"


"Ya, sekarang tidak. Kemana tujuan kita selanjutnya?" Tanya Noah mengalihkan pembicaraan karena ingin lekas memberitahu para kesatria yang bertugas di daerah ini. Berani sekali mereka malas-malasan membiarkan seorang penipu berkeliaran di wilayahnya.


"Kita akan ke—"

__ADS_1


Kruyukkk!!!!


Mendengar gemuruh perut yang tidak lain tidak bukan dari salah si kembar yang cukup membuat Noah dan Leila cukup terkejut. Arden menunduk malu mengusap perutnya yang tidak bisa diajak kerja sama sekali itu. Seperti yang Leila pikirkan, suara lainnya akan ikut terdengar juga. Si kembar sekali hanya bisa saling terdiam meruntuti perut mereka masing-masing berbunyi diwaktu yang sama sekali tidak tepat.


Melihat sebuah tempat makan yang tidak jauh dari tempat mereka. Leila mengajak mereka untuk kesana saja.


Mereka berlima duduk dengan posisi melingkari meja dan seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan apa yang akan mereka pesan. Pelayan di sana berkata jika mereka keluarga yang harmonis dan juga anak-anak mereka tampan seperti ayah dan menawan seperti ibu mereka.


Tentu saja mendengar perkataan pelayan pria yang bertubuh gempal itu berhasil membuat Leila salah tingkah dan sekaligus membuatnya sedih dengan ingatan masa lalunya yang tiba-tiba datang.


Leila mulai berpikir jika dia masih memiliki bayinya akankah dia juga menghabiskan waktu sama seperti kembar, dan juga jika Al mau bertanggung jawab akankah bersikap seperti Noah tadi membantunya.


Setelah memberitahu makanan apa yang akan mereka pesan pelayan yang sepertinya sekaligus pemilik tempat makan itu pergi dan tak lama berselang makanan mereka datang ditengah obrolan mereka yang sebenarnya yang banyak bicara di sini itu Leila, Arden, dan Atlas saja.


Menyadari perubahan suasana hati Leila sejak tadi, Noah mengatakan sesuatu yang berhasil membuat Leila merasa lebih baik.


"Kau sudah bekerja keras selama ini. Jadi, nikmati hari liburmu."


Leila tersenyum tipis mendengarnya dan mengangguk paham.


Melihat si kembar yang diam saja Noah berkata, "Tidak baik membiarkan makanan sampai dingin."


"A-aa, iya," gagap mereka yang lekas mengambil alat makannya.


Untuk Noah memesan teh termahal disini—teh Akasha, dan untuk Leila dia memesan teh melatih. Sedangkan Adrian yang bertingkah seperti orang dewasa juga ikutan memesan teh yg sama, tapi Leila memilih memesan jus buah untuk si kembar dan setelah dinasehati oleh Leila. Adrian menurut dan menikmati jus buah tanpa dia sadari.


"Noah, berhenti menjahili Adrian," ucap Leila melihat interaksi keduanya yang terdengar tidak akur sama sekali.


"Tidak salah, kan?" Cibir Noah sekali lagi dan meminum teh beraroma segar khas seperti aroma sehabis hujan.


"Ayolah, dia masih kecil," tegur Leila menikmati teh miliknya juga.


"Aku sudah dewasa Leila. Kenapa kau selalu menganggapku anak kecil, hmph!" Adrian menggembung kedua pipinya dengan kesal. Dengan garpu yang dia pegang mengambil pastanya dengan kesal.


"Ya, ya, profesor kecil sudah dewasa sekarang."


"Dengarkan itu," tatapan sinis dan seringai dari Adrian berhasil membuat Noah balas menatapnya.


Melihat Leila membela Adrian cukup berhasil membuat Noah sedikit kesal, tapi bagaimana bisa dia bertengkar dengan anak kecil juga. Noah kembali menikmati tehnya.


Sebelum makanan mereka datang. Sempat diawal Leila tidak ingin memesan makanan, tapi Noah langsung menyamakan pesanan untuk mereka berdua. Dua potong daging yang dipanggang dengan kentang tumbuk sedang untuk si kembar mereka memesan makanan yang sangat berbeda agar bisa saling mencicipi tentunya.


Sebelum Leila memotong dagingnya Noah menukarkan dengan miliknya yang sudah dia potong.


"Huh? Makasih, Noah." Leila dibuat terkejut dengan sikap Noah yang sudah membantunya bahkan dalam hal kecil seperti ini.


"Jangan makan seperti beruang."

__ADS_1


Noah melihat Atlas yang makan daging seperti binatang buas karena tidak bisa memotong dagingnya meskipun hanya sepotong kecil daging, tapi tetap saja Atlas tidak bisa makan semuanya sekaligus.


"Berikan padaku."


Awalnya Atlas melihat Leila dengan ragu-ragu, tapi mendapatkan anggukan untuk membiarkan Noah membantunya.


Arden yang tentu saja melihat sejak awal interaksi Leila dan Noah berkata, "Leila dan Duke ada apa-apa ya?" Tentu saja Arden berkata seperti itu dengan nada yang tidak tinggi agar tidak terdengar oleh orang-orang.


"Kami tidak ada apa-apa," jawab bersamaan mereka berdua meskipun wajah mereka terlihat tidak bisa diajak berbohong. Lihat saja reaksi Leila yang salah tingkah dan dengan semburan semu kemerahan yang tanpa dia sadari buat. Karena mengingat mereka saling menyimpan rahasia satu sama lain.


Jika saja Noah tidak mengancamnya malam itu dengan melaporkan dirinya ke dua tempat terkutuk itu. Mungkin Leila tidak akan berakhir di sini.


"Tapi, Leila memanggil Duke dengan nama. Berarti kami juga bisa panggil Duke dengan nama saja mulai sekarang," ucap Arden dengan polos lagi.


"Arden, sudah sering aku bilang bukan. Panggil Duke dengan sebutan ayah." Sudah berulang kali Leila mengingatkan si kembar, tapi tetap saja mereka juga butuh proses terlebih mereka jarang berinteraksi dengan Noah juga.


"Kenapa kami harus memanggil pria yang sudah menelantarkan ibu kami Ayah?" Ujar Adrian dengan santainya dan menyantap sesuap pasta. Atlas yang penasaran dengan rasa makanan Adrian menatapnya penuh binar yang membuat tanpa sadar air liur anak pecinta daging itu akan menetes. Tentu saja Adrian yang sadar itu lekas menyuapi Atlas dan mendapatkan gumaman terima kasih.


Mendapatkan atmosfer yang tidak mengenakkan Leila berusaha mencairkannya dan membuat jarak diantara mereka yang awalnya dekat menjadi berjarak sekarang.


"Aku bukan Ayah yang baik ya ternyata," gumam Noah setelah mereka kembali ke mansion dikala langit mulai berubah warna menjadi oranye keemasan.


"Baru sadar ya sekarang," ketus Leila melihat si kembar berlari ke kamar mereka untuk lekas berganti pakaian.


"Kau tidak membantu sama sekali." Noah menatap datar Leila yang memang sama sekali tidak membantu memperbaiki suasana hatinya.


"Tolong ya." Leila menoleh menatap Noah seakan tidak percaya, "Aku sudah membantumu dari awal. Kurang apa coba?"


.


.


.


Lihat mereka bareng adem banget (✿^‿^) kek keluarga lagi liburan


Noah liburan dari kencan dengan dokumen


Si kembar yang membolos


Leila yang lari dari tugas menumpuk yang bakal Harry berikan, hahaha


Ditanyain tuh Noah. Kurang apa coba Leila bela-belain bantu kamu biar deket sama si kembar ಠ∀ಠ


Noah be like: "Kurang—" (isi sendiri reader's, hehe)


Makasih ya udah mau singgah dan baca MILA ^^

__ADS_1


See you next chapter guy's 👋😽


__ADS_2