MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
S2 - BAB 7: ARIA GREY (4)


__ADS_3

Waktu kembali tepat ketika surat Aria datang dan dimana Leila sedang bersama Noah. Leila langsung menyimpan surat itu dan terus mengobrol dengan Noah.


"Surat dari siapa?" Tanya Noah tidak bisa mengalihkan pandangannya dari surat yang Leila simpan disampingnya begitu saja.


"Seorang teman, kau ingat putri Count Grey?"


"Oh, gadis dengan aura itu."


"Apa kau melihat jiwanya?"


Karena mungkin hanya Leila yang sadar dengan tindakan Noah. Noah menyandarkan punggungnya menatap Leila yang duduk disampingnya.


"Jangan terlalu dekat dengannya." Perkataan Noah yang tiba-tiba membuat Leila bingung.


"Kenapa?"


"Inilah kenapa aku malas menjelaskan, tapi jika kau sudah bertanya ya sudah." Noah mengambil napas dan mengingat bagaimana aura yang Aria pancarkan. Terlihat sangat suram. "Kau akan bernasib sial jika di dekatnya."


Leila menatap surat dari Aria dan memikirkan apa yang sudah dia lakukan barusan. Disaat Leila membawa kembali si kembar ke waktu seminggu sebelum kejadian. Karena di waktu itu Leila berharap tidak membalas surat dari Aria dan datang.


"Sepertinya aku harus percaya firasatmu kali ini." Leila menatap Noah yang duduk disampingnya dengan sebelah tangannya yang merentang dibelakangnya. "Apa dia menarik dimatamu?"


"... Ya." Leila tersenyum mendengarnya. Meskipun Noah butuh dua detik untuk menjawab. Tapi jawaban terakhirlah yang akan jadi penentu.


Berarti aura protagonis yang Aria bawa masih dia punya. Leila mulai berpikir jika aura yang Aria pancarkan pasti hangat dan tak kalah bersinar seperti milik Leila-nya Noah.


Noah bisa melihat bagaimana senyuman Leila terlihat sedih. Kenapa?


"Bagaimana jika Aria itu Leila yang selama ini kau cari Noah?" Dengan suaranya yang lirih itu Noah bisa mendengarnya.


"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Noah menatap Leila penuh tanda tanya. Bahkan auranya saja tidak sedap dipandang. Bagaimana bisa gadis itu Leila-nya? Sedangkan, Leila yang selama ini dia cari sudah ada disampingnya dan Noah hanya perlu berusaha bagaimana Leila bisa bersamanya.


Bahkan Noah sudah pernah mencoba melamar Leila, tapi wanita itu malah menganggapnya sedang berlatih. Hingga saat ini, Leila selalu menganggap Noah tengah berlatih jika sudah bertemu dengan Leila.


Kau itu Leila yang selama ini aku cari. Kenapa kau tidak sadar-sadar?


"Hanya... Kau tau, kemungkinan."


Karena Leila yakin jika Aria itu Leila yang Noah cari selama ini.


Dia protagonisnya.


Dia punya aura yang hangat dan mudah membuat semua yakin. Bahkan ketika Aria dalam ekspedisi reruntuhan kuno saja berkata jika Aria memiliki aura yang sama seperti para Dewa Dewi.


"Dan aku tidak suka kemungkinan itu. Kenapa kau berpikir sejauh itu?"


"Bukankah aku sudah berjanji padamu. Bahwa aku akan membantumu membawakan Leila-mu itu. Tenang saja aku tidak akan pergi dalam waktu dekat."


"Ya, kau tidak akan bisa pergi begitu saja Leila." Noah tiba-tiba memeluk pundak Leila dari belakang. "Kau sudah janji."


Leila tersenyum tipis melihat tindakan dan ucapan Noah. Bahkan jika dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mencintai pria manapun lagi. Sepertinya jika Noah tidak terobsesi akan Leila-nya itu mungkin masih bisa dia beri tempat lagi dihatinya.


Hubungan selama sepuluh tahun bukan waktu yang lama bagi seorang manusia, tapi untuk keduanya itu hanya setara beberapa menit saja. Bahkan jika Noah dan Leila tak saling mengatakan perasaannya. Mereka menikmati semua waktu yang mereka habiskan bersama. Bahkan jika tidak ada ikatan sebagai seorang kekasih ini sudah cukup dengan kehadiran masing-masing.


Mereka hanya ingin menikmati waktu mereka sebelum kiamat datang. Bahkan jika Noah meninggalkan Leila. Leila tak akan keberatan untuk menunggu kelahirannya kembali.


Leila percaya jika mereka akan terus terhubung.


"Ya, aku janji. Bahkan ketika aku bukan lagi seorang Penjaga. Aku akan selalu membantumu."


Noah mengelus lengan Leila yang tertutup. "Kau sudah janji, ingat itu baik-baik."


Leila terkekeh pelan, "Ya, Noah. Ini janjiku dan ketika kau sudah menemukan Leila-mu itu jangan lupa perkenalkan padaku." Bahkan ketika Leila sudah sering mengatakannya rasanya masih sama pedihnya.


Noah menatap Leila lebih dalam dari biasanya kali ini dan pernyataannya membuat Leila merasa tidak percaya. Noah Eugene D'Arcy, mantan dari pahlawan dimasa lalu berjanji padanya. "Ketika kau pergi, aku juga akan menunggu kelahiranmu, Leila. Ini janjiku sebagai Noah yang kau kenal."


Leila tidak bisa menahan senyuman. Dia bahagia. Dia sangat bahagia ketika Noah mengatakannya. Betapa beruntungnya dia bertemu dengan pria seperti Noah dikehidupan kedua ini.


Tanpa sadar Leila menyandarkan kepala ke sisi Noah dan mulai memejamkan mata, menahan matanya yang terasa sangat panas.

__ADS_1


"... Terima kasih, Noah. Terima kasih."


Di kehidupan kedua ini Leila merasa sangat bahagia. Bahkan jika dia harus menanti selama tiga ribu tahun untuk bertemu Noah atau bahkan lebih. Leila rela menunggu.


Noah bisa merasa deru napas Leila mulai memburu dan hembusan napasnya yang terasa panas. Noah mengecup lama puncak kepala Leila dan membiarkan Leila menangis dalam pelukannya.




⟨LEILA?⟩



Naga putih itu mengulurkan kepalanya mendekati nama wanita yang baru saja dia sebutkan sedang termenung diam di depan danau.



Kabut perlahan pergi. Menyisahkan bagaimana tempat yang terkenal hanya mitos itu perlahan terlihat. Leila sudah hidup disini lebih dari tiga ribu tahun. Tempat ini penuh dengan kenangan.



"... Apa kau pikir aku bisa mencintai seseorang lagi?" Gumam Leila tanpa sadar termenung dalam diam dengan posisi duduk memeluk kedua lututnya.



⟨JADI, SELAMA INI KAU TIDAK MENYAYANGIKU? BEGITU?!⟩



"T-tidak, tidak, bukan begitu. Sepertinya aku terlalu banyak berpikir."



Ryuu yang masih tidak terima terus menyudutkan Leila dan mengatakan selama ratusan tahun terakhir lalu apa yang telah Leila lakukan padanya.




Ryuu masih dengan sifat yang sama, membenci manusia. Leila juga tidak bisa menyalahkannya. Mengingat jika Penjaga terdahulu mati ditangan mereka dan rela berkorban untuk melindungi Ryuu yang masih berupa telur.



"Ayolah, Noah adalah orang diberkati Penjaga terdahulu. Dia bukan seperti itu dan juga si kembar."



Ryuu hanya melirik Leila dan menatap para peri berterbangan disekitaran danau. Bahkan Ryuu rasa Leila mungkin mulai tidak menyukai tempat ini dan selalu menghabiskan sebagai waktunya di luar.



"Hei, maafkan aku. Anggap saja kita tak pernah membahasnya." Ucap Leila mengelus sisi leher Ryu yang terasa sangat lembut. Tentu saja sangat lembut karena Leila merawat Ryuu begitupun seluruh penghuni Tanah Suci. Penampilan yang memikat hati dan juga sisi hitam Tanah Suci juga Leila tak luput dari perhatiannya.



Ryuu mendengus kesal dan mengabaikan Leila. Jika Ryuu bersikap seperti ini satu-satunya cara yang paling ampuh adalah mengelusnya.



Seperti kebanyakan seorang anak pada umumnya. Pasti ada masa pemberontakannya dan itu disaat Ryuu ingin melihat dunia luar dan pernah sekali Leila mengajaknya keluar, tapi pada saat malam hari saja. Itu pun hanya singkat karena disaat Ryuu melangkah seisi penghuni hutan pasti lari terbirit-birit.



Leila masih setia mengelus Ryuu dan mulai berpikir bagaimana jika dia mati nanti.



Apa Ryuu bisa menjaga dirinya?

__ADS_1



Apa Ryuu bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang Penjaga?



Semua kecamuk itu terus Leila pikirkan hingga Leila sendiri juga harus yakin jika masa depan Ryuu pasti tidak bisa berjalan mulus begitu saja.



Pasti dimasa depan entah lima puluh, Seratus Atau bahkan seribu tahun kemudian masalah akan datang padanya.



"Kau harus kuat."



⟨AKU MEMANG KUAT. AKU KAN NAGA PUTIH YANG PERKASA.⟩



Suaranya yang arogan, tapi terdengar kekanak-kanakan membuatnya terkekeh.



"Iya, Ryuu itu yang naga perkasa."



Ryuu yang senang mendapat pujian dari Leila mengangkat dagunya dengan bangga dan bisa Leila lihat ekor naga itu bergoyang-goyang.



Lihat betapa senangnya bocah itu mendapatkan pujian darinya.



.



.



.



Scenario author kalau ga ngikutin alur (・⁠・⁠)⁠σ



1. Culik Leila sama Noah (pakek barang seadanya yaa adanya karung, gas karung)



2. Bawa mereka kabur sejauh-jauhnya dari si kembar \+ Ryuu



3. Buka karung



4. "Apakah Anda, Noah Eugene D'Arcy atau sebagai Penyihir Putih bersedia menikah wanita disamping Anda dalam suka mau pun duka." Membacakan janji suci dengan latar belakang burung merpati berterbangan dan lonceng gereja.


__ADS_1


Lawak author 😂


__ADS_2