MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 27: PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA (2)


__ADS_3

Berbanding dengan Leila yang sedang menikmati harinya lari dari tugas yang akan Harry berikan. Noah baru saja selesai rapat. Membahas tentang wabah penyakit dari wilayah timur yang akan segera terselesaikan.


Membandingkan dengan zamannya dulu yang menjadi fokus utamanya berjuang. Membuat Noah semakin merasa tua saja. Lihat saja bagaimana semuanya berjalan semakin baik. Meskipun pada bagian sifat para bangsawan yang mau menang sendiri tidak bisa dipungkiri.


Setelah kembali dari istana, Noah tak sengaja melihat toko buku Rion yang tengah buka hari ini. Noah berpikir tak ada salahnya datang berkunjung dan melihat apa ada buku baru yang bisa membuatnya tertarik.


"Kita berhenti di sini."


Setelah mengatakan itu. Noah yang berada di dalam kereta kuda turun.


"Anda ingin kemana, Duke?" Tanya sang kusir yang mendapati Noah turun.


Noah menepuk kereta kudanya dan berkata, "Ada toko yang menarik perhatianku. Kau tunggu saja di sini. Aku tak akan lama." Setelah mengatakan itu Noah berjalan pergi dengan kereta kuda yang terparkir rapi diseberang jalan.


Kring~!


Noah membuka pintu yang terdapat bel yang tergantung diatasnya. Sebagai tanda jika ada seseorang masuk.


"Tumben sekali kau buka. Tak biasanya."


Hal mengejutkan ada di depan matanya sekarang. Rion dan Leila yang tengah duduk bersama dengan buku yang ada ditangan Leila yang menunjuk entah apa itu.


"E-eh?! NOAH?!"


Noah menyipitkan matanya dan mengusap matanya, berpikir jika Leila di depan matanya ini adalah halusinasi semata.


"... Leila?"


"Kenapa kau disini?!" Tanya Leila yang tak bisa mengecilkan volume suaranya yang berakhir Rion yang berada disampingnya terus menutup telinganya.

__ADS_1


Rion masih sayang dengan telinganya. Lagi pula tidak di rumah istrinya yang terkadang berteriak karuan dan di sini Leila yang biasanya terlihat anggun langsung runtuh karena Duke D'Arcy yang tiba-tiba datang. Bahkan dari nada bicara mereka yang akrab bisa Rion tebak ini bukan pertemuan pertama mereka.


Noah yang masih diambang pintu menyilangkan kedua tangannya dan menatap tajam Leila.


"Ini tempat umum. Terserah aku mau kemana juga? Dan juga bagaimana kau bisa berada di sini?"


"I-itu...." Tidak mungkin dia berkata jika sedang membolos bekerja disini, kan. Lagi pula orang bodoh mana yang mau melewatkan waktu yang hanya bisa dia hitung puluhan kali setelah hidup begitu lama dan terjebak dua tempat itu.


Karena Leila sudah menduga jika Noah akan lebih lama di sini. Leila memutuskan bangun dari tempat duduknya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. Padahal tadi dia sedang asik menceritakan sebuah kisah untuk Rion. Meskipun bocah itu sudah menikah dan berkepala dua. Tetap saja sikapnya tidak jauh beda dengan waktu kecil dulu.


Melihat Leila yang main pergi begitu saja. Noah tidak ada niatan untuk mengejarnya. Bahkan Noah sudah mengira jika wanita di depannya itu barusan membolos dan menjanjikan sesuatu untuk si kembar untuk bekerja sama lari dari Harry.


"Kenapa dia ada disini?" Tanya Noah karena dia berpikir bagaimana bisa Leila datang ke toko buku yang dimana dia tengah bercengkrama dengan Rion dan terlihat mereka sangat akrab sekali.


"A-ah, itu. Nona itu tadi hanya mampir sebentar ke toko ini," jawab Rion menghindari tatapan Noah yang penuh selidik dan dengan jelas meminta penjelasan di sini.


"Begitukah?" Pasti ada sesuatu diantara mereka berdua. Dilihat dari cara duduk mereka yang begitu dekat. Dalam diam, Noah mengangguk dengan yakin apa yang baru saja dia pikirkan dengan Rion yang terus mencoba mengalihkan pikirannya.


"Sudahlah masih ada hari lain."


Ding!


[TIDAK ADA HARI LAIN UNTUK ANDA.]


"APA?! INI TIDAK ADIL WOI!"


Leila yang tidak terima mencoba meninju hologram berwarna biru itu yang selalu membuatnya naik pitam.


Ding!

__ADS_1


[‼️PERINGATAN!!]


[ANDA AKAN DIPINDAHKAN SECARA PAKSA DALAM SEPULUH DETIK DARI SEKARANG.]


"AKU BELUM SELESAI DENGANMU, SISTEM SI*L*N!"


Benar saja setelah hitungan terakhir. Leila langsung menghilang menjadi ribuan bentuk data dan muncul kembali ditempat di mana sistem memberitahukannya barusan. Akan tetapi, sebuah kejutan yang tidak terduga tiba-tiba ada di depannya setelah perpindahannya.


"ASTAGA! YA TUHAN! KOK GOSONG GINI MUKA KALIAN BERTIGA!" Teriak Leila yang menggelar membuat semua penghuni seisi hutan diam sejenak dan mulai penasaran apa yang cemaskan hingga sampai berteriak seperti itu.


Kalian mau tahu apa yang sebenarnya terjadi?


Leila membawa si kembar ke Tanah Suci karena mereka merengek ingin ikut. Karena Leila lemah akan sesuatu yang menggemaskan jadilah si kembar sekarang berada disini sedang beradu tatapan dengan Ryuu.


Leila pikir mereka akan akur. Benar, mereka akhirnya bisa akur setidaknya dan berakhir dengan permainan konyol yang dimana yang kalah wajahnya akan dilumuri abu arang. Bisa Leila lihat aura bangga dan sombong si merpati itu. Sedangkan untuk si kembar termenung dengan aura suram yang menguar disekitar mereka.


Leila lekas menarik si kembar ke danau.


"Mana sulit lagi bersihinnya. Ini kalian pakek arang apa sih? Kok sulit kali!" Gerutu Leila tak tahan sedangkan si kembar hanya bisa menyesali permainan yang mereka sendiri ajukan.


Ryuu berusaha menahan senyum kemenangan, dengan perlahan menyisihkan arang dari pohon yang dimana itu menghasilkan warna hitam tergelap di dunia.


.


.


.


Ryuu kalau dilihat kek sosok kakak yang sering jahil + ngakalin adiknya ga sih 😭

__ADS_1


Makasih ya udah mau singgah dan baca MILA ^^


see you next chapter guy's 👋😽


__ADS_2