MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan

MIMPI LEILA: Tiga Kemungkinan
BAB 29: AJAKAN (1)


__ADS_3

Leila berharap sistem yang murah hati dan penuh kasih sayang itu datang memberikannya bantuan tapi, sepertinya takdir berkata lain untuknya.


Ding!


[SISTEM INI TIDAK AKAN MEMBANTU MEMBERESKAN MASALAH ANDA.]


Mungkin ini yang namanya karma ya, batin Leila yang sudah menangis mengingat barusan dia mempermainkan dan mengejek Dewa Kematian.


"Apa tugas yang ku berikan sudah kau kerjakan?" tanya Harry yang masih mempertahankan senyuman membunuh itu. Leila yang tentu saja takut kepada pria yang sudah berumur itu menggenggam celemek yang dia pakai yang dalam satu set baju seorang pelayan.


"Saya sudah memberinya ke kepala koki Edy."


"Bagus, sekarang kenapa kau tidak pergi dan siapkan air untuk Tuan Muda?"


"I-itu... ." Leila melirik Noah berharap mendapatkan bantuan disini. Tapi, kenapa pria itu malah asik menontonnya saja.


Aku butuh pertolongan disini, halo?


Percuma saja berharap mendapatkan bantuan ke bapak tsundere kepada anaknya sendiri.


Leila mengambil napas dan membuangnya, "Saya akan segera menyiapkannya. Saya merasa sangat menyesal telah mengganggu waktu Anda. Duke dan Harry, permisi."


Leila yang sudah membungkuk cukup lama akhirnya bangun dan hendak berbalik pergi sebelum suara Noah berhasil membuatnya membeku diam.


"Setelah makan malam datang ke kamarku."


Kenapa pria ini malah ikut-ikutan memberinya tugas juga, sih?!


"Ini perintah."


Boleh ga sih pukul kepala Noah sekarang juga, tapi masih ada Harry sekarang. Nanti saja saat dia sudah dikamar pria itu. Aku akan menghajarnya habis-habisan, batinnya dengan sangat berat hati menjawab, "Baik."


Leila yang sudah pergi beralih Harry menatap Noah yang sibuk dengan laporannya, "Duke, saya paham Anda sangat kelelahan dan ingin sebuah hiburan."


Noah mengangguk setuju dengan perkataan Harry. Lagi pula dia butuh hiburan dan dia baru saja mendapatkannya.


"Bagaimana jika saya memanggil seorang pemain biola? Atau jika Anda ingin yang lain saya juga bisa menghubungi seorang penari."


"Kenapa aku harus memanggil mereka jika Leila bisa melakukan itu semua?"


"M-maksud Anda apa, Duke?"

__ADS_1


Noah berhenti memeriksa laporan bulanannya hari ini. Melirik Harry yang terlihat gugup di sebelahnya. Meskipun Noah tak pernah sekalipun mengundang seorang atau pun sekelompok penghibur ke mansionnya, tapi dibeberapa kehidupan sebelumnya dia sudah pernah melihatnya melakukan pekerjaan utamanya memang bagus. Pekerjaan kotor sampingan yang menggoda para bangsawan atau pekerjaan pemerintahan membuat Noah sudah puas melihatnya.


"Lagi pula apa mereka bisa melakukan pijatan seenak Leila?" Noah yang tak menghiraukan  ekspresi Harry terus berkata, "Lagi pula, besok harinya aku langsung merasa sangat segar. Tidak lelah sama sekali. Ini membuat pagi hariku semakin baik."


Noah akhirnya bangun dan melangkah keluar dari ruangan yang sama sekali tidak melihat ekspresi penuh keterkejutan yang Harry berikan dan juga mulutnya yang menganggapnya dengan semburat merah padam memenuhi wajahnya.


"T-tidak mungkin, Duke... Duke tidak mungkin melakukan itu dengan wanita tidak tahu diri itu, kan?"


Noah dalam perjalanan kembali ke kamarnya. Tidak bisa menahan senandung yang dimana dia tidak bisa menahan kebahagiaannya.


"Malam ini akan sedikit lebih panjang dari biasanya," gumam Noah disela senandungnya yang mendayu tak sengaja Jean dengar dan sedang bersembunyi disisi lain lorong.


Jean yang hendak kembali ke dapur bersiap membantu menyiapkan makan malam tidak sengaja mendengar seseorang bersenandung dan melihat Duke mereka sedang dalam keadaan suasana yang bahagia.


"Demi sungai emas Everuz, kenapa Duke terlihat sangat tampan? Apa karena Leila tadi?" Gumam Jean mendengar pembicaraan mereka di kantor Noah. Lagi pula siapa yang tidak bisa mendengar obrolan mereka. Mungkin hanya berlaku bagi Jean yang selalu secara kebetulan selalu ada berada disetiap momen Duke dan Leila.


Jean mulai membayangkan bagaimana Noah mengungkung Leila yang malu-malu. Membayangkan seperti momen mereka dimalam hari, di lorong waktu itu membuat Jean ingin berteriak.


"D-Duke... Ini salah. Anda tidak bisa melakukan ini," cicit Leila yang bisa Jean bayangan memiliki wajah yang bersemu kemerahan.


Sedang Noah semakin mendekati wajahnya kepada wanita yang tingginya lebih rendah darinya, "Kenapa?" Suara berat seakan membisik itu bisa Jean bayangan membuat Leila merinding.


"Kenapa, hm? Kita hanya akan bersenang-senang. Tidak lebih." Noah menjepitkan beberapa helai surai kecoklatan itu ke belakang daun telinga. Noah merasa tenggelam dalam mengagumi paras wanita di depannya itu.


"Si kembar bisa kita pikirkan besok. Malam ini kita hanya akan bersenang-senang."


"Tapi,..."


"Panggil aku Noah, Leila."


"... N-Noah."


Wajah mereka semakin mendekati dengan tatapan mabuk ingin menghabiskan malam ini bersama.


Jean tidak bisa melanjutkan bayangan mereka berdua untuk menghabiskan satu malam bersama. Dia masih terlalu mudah untuk momen seromantis ini. 


Kenapa juga dia membaca karya Tuan Felix yang bertemakan romantis. Yang dimana tokoh utamanya adalah seorang pemain kecapi dari benua lain bisa memikat seorang pria bangsawan sekelas Count.


"Tuan Felix, kenapa karya Anda selalu menghantui saya," cicit Jean yang frustasi dan berhasil terlena setiap kata yang penulis favoritnya itu.


"Tuan Felix, jika kita berdua bertemu. Saya ingin mengajak Anda melihat momen ini secara langsung. Melihat apa yang Anda tulis benar-benar akan menjadi kenyataan."

__ADS_1


...~~~...


Leila yang tidak mengikuti perjamuan makan malam si kembar bersama Noah karena harus membereskan tugas yang Harry berikan.


Kenapa juga hari ini dia sangat tidak beruntung?


Mungkin jika Leila tahu jika si kembar memberikan tatapan tajam terkesan ingin membunuh Harry dengan tatapan mereka. Sedangkan Noah, pria itu menikmati tontonan sepanjang makan. Dengan sengaja dan halus tanpa semua orang sadari. Adrian tidak sengaja menjatuhkan sendoknya.


"Ups, maaf. Aku tidak sengaja menjatuhkannya."


Seorang pelayan datang dan menggantinya sendok yang baru untuk Adrian.


"Ini sangat tidak enak. Ada apa dengan makan malam ini?" Ujar Arden yang terkesan sangat tidak suka dengan makanan malam ini.


"Kami akan menggantikannya, Tuan Muda."


Beberapa pelayan datang dan menggantikan makanan Arden. Akan tetapi, yang membuat mereka terkejut adalah Atlas yang ingin memotong sebuah daging tidak sengaja dagingnya terlempar ke mata Harry yang berada diseberang mereka makan.


Adrian dalam diam memberikan acungan jempol untuk Atlas yang sepertinya mereka sangat sehati dengannya malam ini.


"Ahh, kenapa dagingnya sangat keras? Tidak biasanya. Ada apa dengan makan malam hari ini?" Gerutu Atlas yang terdengar sangat tidak puas dengan malam ini yang membuat semua pelayan berkeringat dingin. Sedangkan Harry yang sepertinya mengerti selera anak-anak memakluminya. Akan ada hari dimana mereka akan bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja.


Para pelayan melirik Noah yang mendapat tatapan sebelah mata. Noah tengah meminum segelas air putihnya, yang pertanda Noah membersihkan sesuap makanannya di mulut. Para pelayan berteriak dalam batin melihat tatapan dingin yang Duke mereka berikan. Malam ini mereka berempat terlihat sangat tidak puas.


"KAMI AKAN SEGERA MEMBAWAKAN MAKANAN YANG BARU, DUKE! TUAN MUDA!"


Para pelayan berbondong-bondong keluar sembari membawa semua makanan yang tersaji dimeja makan. Leila yang tengah berada jauh dari dapur tidak jauh keributan apa yang diberikan oleh si kembar dan Noah. Lagi pula dia masih sibuk mencari sapu tangan yang katanya terbang kemari. Ditengah lahan penuh dengan pohon dan semak tentunya.


"Ini tukang kebun males kerja atau apa, sih?! Mana makin malam juga. Aku harus segera kembali membacakan dongeng untuk si kembar juga," gerutu Leila yang sudah kesal mencari ke sana kemari dengan bantuan lentera yang dia pegang.


Leila melihat ekor belang berwarna hitam dan abu-abu tak jauh dari tempatnya berdiri. Akan tetapi, sebuah tangan asing tiba-tiba menepuk bahunya dan tentu saja Leila refleks berteriak dengan segala sumpah serapah yang masih dia ingat.


.


.


.


Siapa yang pen gibah bareng Jean ngaku, hahaha...


Mana salah paham juga 😭 ini Leila sama Noah juga ga peka apa kalau mereka itu digibahin satu mansion kalau punya hubungan lebih, hahaha

__ADS_1


Makasih ya udah mau singgah dan baca MILA ^^


See you next chapter guys 👋😽


__ADS_2