Miss Coollant Tuan Sangkutang

Miss Coollant Tuan Sangkutang
11. KEPUASAN YANG FANA


__ADS_3

Ardian memandang wajah Arsha yang berada tepat didepan wajahnya. Melihat mata wanita itu mengalirkan bulir bening dari kedua sudut matanya. Membuat Ardian merasa bersalah. Dikecupnya dengan lembut mata itu secara bergantian.


"Apa ini terasa sakit?"


Ardian bertanya setelah memberikan kecupan kepada Arsha.


"Sedikit," bisik Arsha.


"Bertahanlah, setelah ini tidak akan sakit lagi."


Ardian berucap dengan senyum menggoda, yang ditanggapi dengan sebuah anggukkan oleh Arsha.


"Kita lanjutkan lagi petualangannya. Bagaimana?"


Pertanyaan nakal yang Ardian lontarkan, membuat wajah Arsha bersemu merah.


"Lakukan saja, Ar. Jangan terus menggodaku seperti ini," bisik Arsha sambil memalingkan wajahnya.


Sungguh pertanyaan macam apa yang Ardian ucapkan. Benar-benar membuat Arsha malu bukan kepalang.


Ardian terkekeh kecil mendengar ucapan yang bernada protes dari Arsha. Setelah itu, ia memegang dagu wanita itu dan mengalihkan wajahnya untuk kembali menatapnya.


Ardian membingkai wajah yang lembab oleh keringat itu dengan seksama. Wajah Arsha nampak terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Terlihat lebih bercahaya karena kilau peluh yang membasahi pori-porinya.


Kembali Ardian mendaratkan kecupan lembut dib*b*r ***** itu. M*l*m*tnya dengan lembut. Mengeksplor seluruh ruang yang ada disana. Mencecap manisnya berbagi kenikmatan. H**r*t dan g**r*hnya kian membara. Selaras dengan desakan yang terus menuntut.


Ardian mulai menggerakkan tubuhnya. Seirama dengan rasa yang terus membuncah dalam dirinya. Diiringi dengan bisikan indah yang sarat dengan kenikmatan. Alunan irama pergerakannya menggema di udara. Nyanyian merdu terus meluncur dari bibir keduanya.


Lenguhan indah dan juga erangan kenikmatan terus terdengar bersahutan. Saling menyerukan kasih sayang yang terus menggema di seluruh penjuru ruangan.


Kamar dan seisinya menjadi saksi bisu. Dua insan yang memadu kasih dalam sebuah mahligai indah. Namun sayang, keindahannya hanya sebuah napsu sesat. Karena tanpa adanya ikatan suci yang menghalalkan.


Dua insan yang sedang dimabuk asmara. Mereka telah tersesat dalam napsu dunia fana. Meskipun begitu, keduanya terus melakukannya sampai pada puncak kepuasan nikmat. Nikmat yang mereka cari dan inginkan sebagai pemuas naps* b*r*h*.


Erangan keras untuk yang kesekian kalinya kembali terdengar. Ardian dan juga Arsha nampak terkulai lemas. Peluh bercucuran dari tubuh keduanya. Setelah melakukan serangkaian gerakan yang menguras tenaga.


Ardian membelai wajah kuyu Arsha penuh dengan sayang. Menyapu jejak keringat yang basah. Senyum keduanya terus mengembang.


"Terimakasih," bisik Ardian kepada Arsha.

__ADS_1


Arsha tersenyum lembut dan memeluk tubuh kekar Ardian dengan erat.


"Jangan tinggalkan aku setelah ini, Ar. Aku sangat mencintaimu. Sungguh! Aku tidak bisa hidup dengan baik tanpa dirimu."


Ardian membalas pelukan Arsha tak kalah erat.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sha. Ini janjiku padamu!"


Arsha mendongakkan wajahnya untuk menatap Ardian.


"Sungguh?" tanyanya.


Ardian menganggukkan kepalanya.


"Sungguh!" sahut Ardian.


"Apapun yang terjadi? Apa kamu akan terus membiarkanku di sisimu, Ar?"


Arsha menatap Ardian penuh harap.


"Aku berjanji padamu, Sha. Sampai kapanpun kita akan terus bersama."


Ardian berucap dengan sungguh-sungguh. Membuat Arsha merasa bahagia. Sangat bahagia.


Arsha yang telah disentuh olehnya, ternyata masih murni. Bahkan ini adalah pertama kalinya gadis itu bersentuhan dengan laki-laki. Dan itu adalah dirinya, Ardiansyah.


Sejak kejadian itulah, Ardian dan Arsha menjalin hubungan gelap dibelakang Zafia. Keduanya begitu pandai menyembunyikan rahasia. Selalu bersikap biasa ketika didepan Zafia.


Arsha pun tidak pernah keberatan ketika melihat Ardian memanjakan Zafia. Meskipun itu didepan matanya secara langsung. Karena Arsha menyadari posisinya seperti apa.


Sementara Ardian sendiri, pasti akan memanjakan Arsha ketika mereka bertemu. Supaya Arsha tidak cemburu, Ardian selalu memberikan hadiah. Ketika Ardian habis bertemu dengan Zafia.


Karena tak menutup kemungkinan saat itu, Arsha juga bersama dengan Zafia. Oleh karena itu, Ardian selalu menanyakan apa yang Arsha inginkan. Ardian akan selalu memberikannya.


Namun, tidak disangka oleh Ardian. Jika pada akhirnya, perselingkuhannya dengan Arsha terkuak juga. Ardian benar-benar tidak menyangka bisa kecolongan seperti ini.


Sampai disinilah Ardian berada, sebuah negara yang terkenal dengan sebutan 'Negeri Kanguru'. Negara dimana kekasihnya bernaung saat ini. Untuk menjauh dan menghindari dirinya.


Zafia, adalah alasan mengapa Ardian sampai ke negara ini. Demi mendapatkan kembali cinta dan juga kepercayaan Zafia. Kekasih yang sesungguhnya.

__ADS_1


Namun, apakah pencariannya akan berjalan lancar? Sementara Arsha juga bersama dengannya. Apakah ia bisa membujuk Zafia?


Hah! Helaan napas berat kembali Ardian hembuskan. Pandangan matanya masih setia menatap langit malam. Tanpa Ardian sadari seseorang sudah berdiri dibelakangnya.


"Ar ...."


Suara lembut Arsha memasuki indera pendengaran Ardian. Diikuti dengan sepasang tangan indah yang melingkari perutnya.


"Ada apa?" tanya Ardian sambil membalikkan tubuhnya.


Laki-laki itu membingkai wajah wanitanya dengan lembut.


"Kamu kenapa berdiri disini?"


Arsha bertanya dengan suara manjanya. Wanita cantik itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Ardian.


"Aku hanya ingin menghirup udara segar sejenak. Kenapa kamu bangun? Apa ada sesuatu yang mengusik mu, hem?"


Ardian mengelus surai yang tergerai indah itu dengan lembut. Arsha mendongak, melihat wajah tampan Ardian.


"Aku merindukanmu, Ar."


Mata indah milik Arsha terlihat sayu. Ardian mengembangkan senyumannya. Sejurus kemudian b*b*rnya bertemu dengan b*b*r Arsha. Ardian membenamkan b*b*rnya dalam-dalam.


Arsha menyambutnya dengan semangat. Tangannya bahkan sudah berpindah pada leher Ardian. Ardian mengeratkan tangannya pada pinggang ramping Arsha.


Keduanya terus berbagi l*m*t*n dan saling menc*c*p manisnya c**m*n mereka. Perlahan Ardian mengangkat tubuh Arsha. Tanpa berniat untuk melepaskan c**m*nnya. Ardian membawa Arsha masuk kedalam kamar.


Setibanya di dekat ranjang yang berukuran besar itu. Ardian menjatuhkan tubuh mereka. Pergulatan panas pun terjadi lagi. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Sama-sama ingin saling mendominasi.


Baik Arsha maupun Ardian, sama-sama ingin memberikan yang terbaik. Terus memberikan sentuhan dalam setiap gerakan. Tangan yang saling meraba dengan kelembutan. Melepaskan satu persatu helaian benang yang melekat.


Membuang seluruh penghalang yang menghalau pertemuan keduanya. Membiarkan mereka jatuh berserakan.


Kedua insan itu terus mencecap manisnya cinta. Terus berbagi kehangatan dalam heningnya suasana menjelang dini hari. Kehangatan yang memberikan kenikmatan dalam kobaran g**r*h yang membara.


Menyelam kedalam selat yang dalam. Mencari kenikmatan dalam keindahan yang tiada tara. Menguras keringat bersama dalam mencapai puncak kenikmatan.


Suara d*s*h*n kenikmatan saling bersahutan di ruangan itu. Tak menghiraukan waktu. Entah sampai berapa kali mereka melakukannya. Hingga puncaknya adalah tepat jam lima dini hari waktu setempat. Kedua insan itu menyudahi pergolakannya. Kemudian terlelap dengan saling memeluk dalam satu selimut yang sama.

__ADS_1


♡♡♡


Bersambung ....


__ADS_2