Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.11


__ADS_3

"Tidak,ku mohon jangan mendekat".ucapku dengan tenggorokan tercekat


Tetapi sosok itu tak menghiraukan perkataan ku sama sekali,ia malah terus menunjukkan bentuk tubuhnya,aku yang melihat itu langsung jatuh luruh ke lantai dengan posisi terduduk.Sebab lutut ini tak mampu lagi menopang tubuh ku.


"Apa kau takut?". tanyanya lagi dengan suara parau dan semakin memperlihatkan seluruh tubuhnya pada ku.Jantungku berdegup sangat kencang dengan susah payah aku mencoba untuk bangkit dan berlari dari sini namun kaki ini sungguh benar benar lemas.


"Ku mohon ja-jangan mendekat!! to-tolong ja-jangan sakiti aku,ku mohon".Ucapku ketakutan sambil terus berusaha merangkak menjauhinya


"Hahahahahahaaaaa"


Bukanya menjauh sosok itu malah tertawa keras membuat robekan di mulutnya semakin lebar dan terlihat jelas


"Aaaaa.....ku mohon jangan,ya allah bantulah aku".teriak ku senggugukan sambil terus meraung ketakutan


Dan lagi lagi sosok itu malah kembali menertawakan ku tapi kali ini tawanya semakin keras


"Hahahahahaa......


"Apa kau takut padaku?"Terus saja ia mengulang pertanyaan yang sama padaku dengan suara yang sangat menyeramkan hingga membuat air liur miliknya jatuh dan menetes di lantai.

__ADS_1


Aku langsung menggelengkan kepalaku berulang kali


"Tidak,aku tidak takut padamu!! aku tidak akan pernah takut Karna kau hanyalah sesosok jin jahat,drajat mu jauh lebih rendah dari ku".ucap ku lantang dan berhasil membuatnya terdiam.


"Apa kau bilang?".tanyanya penuh penekanan serta dengan ekspresi wajah datar,aku sangat jijik melihat wajahnya yang di penuhi oleh belatung.Kenapa wajah sosok ini harus di penuhi oleh belatung? bukannya darah atau apa?


"Apa kau tidak mendengarnya?".tanyaku dengan suara gemetar sambil memegangi kedua lutut ku berusaha untuk bangkit kembali.


"Aku bilang aku tak takut padamu,drajat mu jauh dibawah ku!! kau makhluk yang paling rendah di muka bumi ini"


"Jadi enyah lah kau dari hadapan ku". teriak ku yang kini sudah berdiri tegak, entah mendapat keberanian dari mana aku bisa menjawab pertanyaan dengan begitu lantang.


Aku merasakan kedua bahuku seperti di cengkram olehnya, bersamaan dengan itu bau busuk dan bau anyir masuk kedalam indra penciuman ku yang membuat perutku mual.


"kau sungguh berani padaku rupanya,tapi ingat ini kau tak akan pernah lolos dari ku".ucapnya tepat di telingaku.Lalu kurasakan angin dingin yang tiba tiba saja berhembus menyapu wajahku, bersamaan dengan itu tak lagi kurasakan sesuatu mencengkram kedua bahuku.Dengan berbekal keberanian yang masih tersisa perlahan ku buka mata ini.


"Syukurlah".ucapku bernafas lega sebelum menyadari kalau anak anak ku sedang berada di luar


Segera aku berlari keluar rumah dengan kaki yang masih lemas.

__ADS_1


"Kevin,keenan".Teriakku memanggil mereka


saat aku tiba di ambang pintu,aku tak melihat keberadaan mereka di sana


"Kevin!!! keenan!!!!!".seru ku memanggil mereka namun tak ada yang menyahut


Jujur aku sangat panik, bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi pada mereka saat aku sedang berada di dalam rumah.


Tetapi aku tak mau menyerah begitu saja,aku terus berlari mengitari halaman serta belakang rumah ini dan tak kecuali mencari ke semua sudut,tapi aku tetap tak menemukan mereka di sini.


"Keenan kevin kalian dimana sayang".teriakku mulai frustasi dan tanpa sadar air mataku turun dengan derasnya.


Aku terdiam sebentar "Sosok itu? dimana dia? Bagaimana jika dia yang telah menyembunyikan mereka?


segera ku hapus air mataku dengan kasar."Tidak,tidak mungkin sosok itu membawa mereka! aku yakin mereka pasti sedang bermain di sekitar sini".ucapku berusaha berfikir positif dan meyakinkan diriku.Namun itu tak bertahan lama kaki ku sudah lelah mencari mereka ke sana kemari tetapi aku tetap tak bisa menemukan mereka.


Dengan sekuat tenaga aku berteriak "Kembalikan anak ku sekarang,siapa pun kau jangan ganggu mereka.Kalau berani ayo langsung temui aku!!"


"Aku tak takut padamu"

__ADS_1


__ADS_2