
"Gimana di? apa sudah menyala?" tanya ku pada ardi yang kini tengah berdiri tepat di hadapan ku
"Belum bu mayang!" jawabnya gelisah
"Baiklah, sebaiknya kita keluar saja dari rumah ini! setidak nya ada cahaya bulan yang akan menerangi kita di sana" ajak ku dan dengan cepat di setujui oleh ardi.
Dengan langkah hati hati kami berdua berjalan menuju ke arah ruang tengah,yang di mana tempat anak anak ku sedang menunggu kami di sana.
"Kevin! keenan!" panggil ku
"Iya mah! kami di sini" jawab mereka berbarengan yang membuat ku berhasil mengetahui dimana tempat mereka duduk saat ini.
"Ardi" panggil ku
"Iya bu mayang?"
"Kamu cobalah untuk berjalan lurus ke arah pintu utama! dan setelah itu bukalah pintu itu agar lebih memudahkan saya serta anak anak untuk berjalan ke luar" ujar ku
"Baiklah lah bu mayang! saya akan mencobanya" jawabnya yang langsung berjalan ke arah sebaliknya
Setelah kepergian nya aku melanjutkan langkah menuju ke arah kevin dan keenan.
"Ayo sayang" ajak ku pada mereka sambil melepaskan mukenah yang ku pakai saat ini.
"Kemana mah?" tanya kevin bingung
"Kita akan keluar sayang! karna di sini sangat gelap"
"Ayo cepat lah!" ajak ku lagi sambil membantu mereka bangun dari duduknya,setelah itu ku raih tangan mereka dengan kevin di sebelah kanan sedang kan keenan di sebelah kiri ku.
"Pelan pelan saja sayang" ucap ku pada mereka
"Sudah bu mayang! cepat lah kemari" teriak ardi yang tengah berdiri di depan pintu.Tapi tunggu kenapa lampu teras masih menyala? batin ku
Bersama dengan teriakan ardi aku merasakan seperti ada sebuah bayangan yang melesat dengan sangat cepat tepat di belakang kami.
"Apa itu mah?" tanya kevin yang mungkin saja merasakan hal yang sama
"Tidak bukan apa apa! tetap lah liat ke depan jangan liat ke belakang" jawab ku
Perlahan tapi pasti kini kami sudah berada di luar rumah, sementara ardi masih setia berdiri di ambang pintu sambil terus memperhatikan kami yang sedang berjalan menuju ke arah nya.
"Kalian duduk lah dulu di sini" ujar ku pada mereka yang pada saat kami sudah berada di luar rumah.
Saat ini perhatian ku terfokus pada sekeliling, suasana hutan ini sangat lah gelap di tambah lagi kilat di langit yang terus saja menyambar nyambar di sertai dengan hembusan angin yang sangat kencang yang membuat ku menggidikkan bahu.
Setelah puas menatap ke sekitar,kini pandangan ku beralih pada ardi yang masih dalam posisi yang sama,yaitu menyenderkan tubuhnya di pintu sambil tetap menatap ke dalam rumah! entah apa yang di lihat nya saat ini aku tak tau! tapi,yang pasti dia terlihat sangat serius.
"Ardi" panggil ku namun dia tak bergeming
"Ardi" panggil ku lagi dan kali ini datang menghampiri nya
"Apa Ibu lihat itu" tunjuk nya pada ku yang mengarah ke dalam rumah,tetapi aku tak dapat melihat apapun di sana! karna suasana rumah saat ini sangatlah gelap gulita.
"Tidak!" jawab ku sekenanya
"Apa makhluk itu yang ibu maksud?" tanya nya lagi yang membuat ku bingung dan berulang kali menggeleng kan kepala pelan.
"Tidak ardi! saya tidak melihat apapun di sana!"
__ADS_1
"Memangnya apa yang kamu liat? katakan saja pada saya" lanjut ku
"Dia mendekat!"
"Dia mendekat bu mayang!!" ucap lagi yang kini sudah terlihat mulai keringat dingin.
Aku yang melihat gelagatnya yang aneh hanya bisa diam dan tak bergeming sambil terus berusaha melihat ke dalam untuk memastikan sekali lagi, siapa tau kali ini aku bisa melihat nya dengan jelas.Tapi sayangnya tidak! aku tetap tak bisa melihat apapun.
"Dia mendekat bu mayaaang" ucap nya dengan nada tinggi
"Siapa yang mendekat ardi? saya tidak tau apa yang sedang kamu liat!" jawab ku sedikit kesal
"Tidaaaak!"
"Menyingkir lah bu mayang"
"Cepat!"
"Kamu kenapa ardi? saya tidak mengerti" ucap ku mulai panik
"Cepatlah bu mayang! bawa anak anak menjauh dari sini" teriaknya
"A-apa maksud kamu saya tidak.....
"Cepat bu mayang!" teriak nya lagi sambil menatap ku dengan mata yang merah
Aku yang melihat itu sontak terkejut dan langsung berjalan mundur lalu membawa ke dua anak ku berlari untuk menjauh dari rumah ini sesuai permintaan ardi.
"Mah! om ardi!" ucap kevin yang membuat ku menghentikan langkah lalu dengan cepat berbalik ke arah nya.
"Masuk lah ke dalam mobil bu mayang! saya akan menyusul"
"Ayo sayang! masuk!" ajak ku pada mereka
"Pintu mobil nya terkunci mah" ucap kevin sambil terus berusaha membuka pintu mobil namun tetap tak bisa terbuka.Pertanda bahwa mobil ini benar benar terkunci!
"Ardi! pintunya terkunci!" seru ku dari sini
Ardi yang mendengar teriakan ku barusan, langsung berusaha mencari kunci mobil,tampak dia memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana milik nya lalu mengeluarkan sesuatu dari sana,yang ku yakini itu adalah kunci mobil.
"Saya akan mengambil nya" teriak ku dan ingin berjalan kembali ke arah rumah
"Tidak bu mayang! tetap lah di sana,saya akan melemparkan kunci ini" jawab nya dan langsung melempar kan kunci itu ke arah ku.
Saat aku baru saja membungkukkan badan ku untuk meraih kunci mobil yang tergeletak di tanah,tiba saja aku mendengar ada suara teriakan seorang wanita yang begitu melengking berasal dari dalam rumah.Lantas membuat ku langsung melihat ke arah ardi yang kini sedang berusaha menutup pintu itu lalu dengan segera menguncinya.
"Brak!"
"Brak!"
"Ayo bu mayang kita harus pergi dari rumah ini sekarang" ucap ardi dengan nafas yang tersengal sengal sambil berlari ke arah ku
"Ayo bu mayang tunggu apa lagi? cepat lah" desak nya
"Apa itu di?" tanya ku sambil terus menatap ke arah pintu yang terlihat seperti di dobrak oleh seseorang dari dalam sana.
"Bruk!"
"Bruuk!"
__ADS_1
"Bukaaaaaaaaaaa"
"Astagfirullah suara itu" ucap ku pelan sambil menutup mulut ku
"Iya bu Mayang! itu sosok yang ibu liat kemarin"
"Seperti nya dia ingin mencelakakan kita"
"Sebaiknya kita harus pergi dari sini sekarang" ajak ardi sambil menarik tangan ku ke arah mobil
"Ayo kevin,keenan! masuklah om Sudah membuka pintunya"
Mendengar ucapan ardi,anak anak ku langsung menurut dan masuk ke dalam mobil lalu dengan segera kembali menutup pintu mobil.
"Bu mayang? cepat lah! kita tidak punya waktu" desak nya pada ku
"I-iya di! ayo!"
aku langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil,ku lihat ke arah belakang tempat di mana keenan dan kevin duduk,tampak wajah mereka seperti orang yang sangat ketakutan.
"Pakai lah sabuk pengamannya bu,saya akan tancap gas agar kita cepat keluar dari hutan ini"
Dengan cepat ardi langsung menginjak gas mobil meninggalkan tempat ini,semua lubang dan tikungan tikungan tajam seperti tak di hiraukannya dia tetap melajukan mobil ini dengan cepat
"Kita akan pergi kemana di?"tanyaku
"Tidak ada pilihan lagi bu kita akan pergi ke desa sekarang"jawabnya dengan cepat
"Ke desa??bagaimana jika nanti mereka tidak menerima kedatangan kita di?
"Cuma itu satu satu nya tempat yang aman di sini bu"
"Ternyata benar apa yang di ucapkan oleh mala tadi bahwa akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada kita bu mayang, seharusnya kita mendengarkan ucapannya itu bu"lanjutnya.
Aku hanya diam mendengar ucapannya,sedikit ada penyesalan di dalam hatiku andai saja aku mengikuti perkataan mala pasti semua ini tidak akan terjadi.
"Oh ya,ibu masih memakai gelang itu kan?"tanya nya
"Astaga saya lupa memakai nya sepertinya gelang itu tertinggal di rumah,bagaimana ini di"ucap ku sedikit panik.
Ardi yang mendengar ucapan ku barusan hanya membuang napas nya kasar! bersamaan dengan itu kami mendengar suara lengkingan seorang wanita dari arah belakang mobil.
"Aaaaaaaaa"
"Mamah itu suara apa?" tanya kevin yang ketakutan
"Tidak sayang, itu mungkin suara hewan!" jawab ku yang berusaha menenangkan nya.Sebenarnya aku tau bahwa suara teriakan itu berasal dari sosok wanita itu.
Terus ku perhatikan sosok itu dari kaca spion,terlihat dia mulai melayang perlahan mengikuti laju mobil kami.
"ya Allah lindungilah kami"batin ku.
saat mobil ini hampir sampai di persimpangan jalan ku lihat sosok itu dengan cepat melayang kearah depan mobil yang membuat terlonjak kaget!
"aaaaa belok kanan di"ucapku panik
mendengar ucapan ku barusan seketika ardi langsung membanting setir mobil arah kanan.
"Ciiiiit"
__ADS_1