
Tanpa menunggu lama,aku langsung berlari menuju halaman rumah untuk melihat ke dua anak ku yang sedang bermain dengan mala! aku takut mala akan melakukan sesuatu pada mereka,itu bukan hal yang mustahil bukan? apa salah jika aku memikirkan hal demikian? maksud ku dia saja tega membunuh "Laras" adik kandung nya sendiri hanya karna hasrat dan keinginan nya yang tak dapat di penuhi.
Dengan langkah yang tergesa gesa ku langkah kan kaki ini menuju halaman rumah.Walaupun kaki ku masih terasa sedikit gemetar aku masih saja terus memaksakan kaki ini untuk melangkah.
Saat aku sampai di ambang pintu,akhirnya aku bisa bernapas lega.Saat aku melihat kalau ke dua anak ku dalam kondisi yang baik baik saja bermain dengan mala, bisa ku lihat dari sini wajah mereka tampak sangat bahagia! tapi setelah ku perhatikan lebih intens lagi wajah keenan tidak lah sebahagia kevin,tapi ya sudahlah biarkan saja! mungkin mood nya kurang bagus akhir akhir ini.Batin ku
Perhatian ku kini beralih pada ardi yang tengah duduk di sebuah bangku yang memang sudah di sediakan di depan teras ini saat kami pindah kemari.Ku lihat dia sedang asik bermain dengan ponsel nya, berselancar di sosial media dan sesekali ku lihat dia memberikan like pada foto foto wanita yang menurut ku lumayan cantik lah!
Setelah puas melihat nya memainkan ponsel miliknya, akhirnya aku memutuskan untuk duduk di bangku sebelahnya sambil terus mengawasi anak anak ku! lebih tepatnya mengawasi setiap gerak gerik mala.
"Eh bu Mayang? sejak kapan ibu di sini? kenapa tidak memberitahu saya?".tanya nya pada ku setelah menyadari kehadiran ku di sini.
"Baru saja!".jawab ku sekenanya
"Sudah,lanjutkan lagi bermain ponselnya di! tidak apa apa saya ingin sedikit bersantai sambil menikmati suasana sore hari ini".lanjut ku sambil menyenderkan punggung ku.
"Aah,tidak apa apa bu mayang,saya sudah selesai kok!".ucap nya buru buru,lalu meletakkan ponsel nya di atas meja.
Aku hanya bisa tersenyum kecil melihat reaksinya itu,jujur aku sangat mengagumi sikap ardi yang begitu sopan dalam sikap maupun tutur bahasa yang dia lontarkan padaku maupun kepada orang lain.
Entah bagaimana dan dari mana lah,mas nanda bisa menemukan seseorang seperti sosok ardi ini! sudah sopan,rajin,ramah, lembut,dan juga sosok pria yang sangat penyayang pada anak kecil.
"Bu mayang tadi sedang apa di dalam? saya minta maaf sebelumnya,bukan maksud saya untuk menguntit ibu"
"Saya hanya tidak sengaja melihat ibu yang terus berulang kali memasuki ruangan,mulai dari kamar saya lalu berlanjut masuk ke ruangan ruangan lain! memangnya apa yang sedang bu mayang cari?".lanjutnya yang membuat ku sedikit merasa bersalah! harusnya aku izin terlebih dahulu padanya sebelum masuk dan memeriksa semua sudut kamar tidurnya.
"Kalau ada apa apa itu harusnya bu Mayang bilang pada saya bu! saya akan membantu ibu dengan segera,jadi ibu tidak perlu repot repot melakukan sesuatu yang membuat ibu menjadi kelelahan".
"Bu mayang kan tau sendiri,tugas saya apa di sini bukan?". lanjut nya panjang lebar yang membuat ku menjadi tambah merasa bersalah terhadap dirinya.
"Maaf kan saya di,karna saya sudah lancang masuk ke dalam kamar tidur mu tanpa izin terlebih dahulu". ucap ku dengan nada bersalah
Terlihat ardi menghembuskan nafasnya panjang sebelum menjawab dan menerima permintaan maaf dari ku.
"Sudahlah bu mayang! Tidak usah bicara begitu,apa lagi meminta maaf pada saya hanya karna hal kecil!"
__ADS_1
"Kalau saya boleh jujur dengan bu mayang,saya ini sebenarnya paling tidak suka orang yang sudah saya anggap teman,saudara,bahkan keluarga seperti bu mayang serta pak nanda dan ke dua anak ibu yang sudah saya anggap sebagai keponakan sendiri"
"Saya tidak mau dengar kata maaf yang keluar dari mulut kalian pada saya,karna itu membuat saya menjadi merasa bersalah".lanjutnya
Aku yang mendengar ucapannya barusan hanya bisa terkekeh pelan.
"Astaga di,di! kamu ini loh bisa sampe segitunya?"
"Ini ya biar saya kasih tau,kalau orang minta maaf sama kamu itu bukan tanpa alasan.Jadi kamu tidak perlu merasa seperti itu! harusnya kamu merasa senang karna orang itu mau mengakui kesalahannya lalu meminta maaf pada mu". lanjut ku
Ardi menganggukkan kepalanya pelan."Yang di ucap kan oleh bu mayang barusan memang benar! tapi kan pendapat dan keinginan orang beda beda bu!".jawabnya yang lagi lagi membuatku kembali tertawa.
"Yah,baiklah terserah kamu aja di".jawab ku pasrah.
Setelah itu tak ada lagi percakapan di antara kami,kini pikiran ku terus mengarah pada pada mala! entah setan apa yang telah masuk kedalam tubuhnya yang membuatnya menjadi kalut serta kehilangan akal sampai tega menghabisi laras! Apakah aku harus mengatakan hal ini pada ardi sekarang,agar dia mau membantu ku untuk menemukan titik terang?
Ah, sebaiknya jangan dulu! ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberitahunya tentang sosok laras yang telah mendatangi ku ber ulang kali,serta menunjukkan pada ku tentang sebuah kejadian yang telah menimpanya sebelum ajal benar benar menjemputnya.
Tetapi aku tidak boleh bersikap gegabah,dan akan langsung memberikan 100% kepercayaan ku terhadap sosok bernama laras itu! mau bagaimana pun dia tetap lah sesosok jin yang telah menyerupai wujud laras!
"Di,coba kamu liat ini sudah jam berapa? saya baru sadar kalau saya masih belum menunaikan kewajiban saya"
"sebentar bu mayang!".ucapnya sambil meraih ponsel miliknya
"Ini sudah jam 3 sore bu! apa masih boleh melaksanakan solat dzuhur jam segini bu?"
"Sepertinya masih bisa di,kamu tidak solat?".tanya ku padanya
"Ibu di luan saja,karna sebentar lagi saya akan mendapat telpon penting dari kantor"
"Baiklah kalau begitu,saya akan coba bertanya pada mala apakah dia mau ikut solat bersama saya"
Setelah mengatakan itu pada ardi,aku langsung bergegas berjalan menuju halaman untuk menghampiri mala.
"Mala".panggil ku padanya yang masih terlihat asik bermain dengan ke dua anak ku.
__ADS_1
"Iya mbak? eeh kok mbak si? maksud saya bu Mayang!.ralat nya cepat
"Tidak apa apa mala! panggil saya mbak saja,karna saya lebih merasa nyaman".ucap ku sambil melemparkan senyum padanya.
"Ah iya,mbak! ada apa memanggil saya?
"Begini,maksud saya memanggil kamu itu ingin mengajak kamu untuk solat berjamaah dengan saya! bagaimana kamu mau tidak?".tanya ku padanya
Bukannya menjawab pertanyaan ku wajah mala yang tadinya terlihat begitu bahagia,tiba tiba saja berubah menjadi datar.
"Maaf mbak tapi saya tidak bisa!".jawabnya yang membuat ku heran.
"Kenapa? apa kamu sedang datang bulan?".tanya ku memastikan
"Ah,bukan mbak! bukan! saya tidak lagi datang bulan"
"Lalu?"
"Itu,gimana cara ngejelasinnya ya? duuuh! saya bingung takut mbak mayang jadi salah tangkap dan salah mengartikan nya!"
"Eeh...begini, jadi! sejak 5 tahun yang lalu kami seluruh penduduk desa tidak di perbolehkan solat saat malam bulan purnama tiba karna itu dapat mengundang sosok wanita itu kembali dan mengganggu kami"
"Itulah alasannya mbak Mayang"
"Malam bulan purnama? sosok wanita?". batin ku tak mengerti.
"Maksud kamu apa?". tanya ku lagi
"Sudahlah mbak,tidak usah di bahas! saya juga bingung gimana cara ngejelasinnya! karna itu juga akan mengangkat masalah kelam yang sempat terjadi pada hutan ini sekitar 5 tahun yang lalu"
"Masalah kelam? apa ini tentang seorang wanita yang kamu ceritakan pada saya saat di mobil?".Tanya ku yang mulai memancingnya
"Iya mbak!"
Aku hanya bisa mengangguk tanda mengerti seolah olah aku tidak mengetahui hal itu,aku terus menatap mata wanita ini sambil terus memberikan senyuman pada nya! bukan tanpa alasan aku melemparkan senyum pada nya, melainkan aku ingin melihat apakah senyuman yang di berikan nya padaku asli atau palsu! Karna itu bisa terlihat jelas dari kelopak mata miliknya yang apa bila kelopak mata itu berkerut tandanya senyum itu tulus dan jika tidak? maka sebaiknya.
__ADS_1