
"Tidak mas! saya tetap akan membawa istri saya ke kota sekarang!" tegas pak nanda kembali
Kini,aku tak bisa berbuat apa apa lagi! aku bingung, bagaimana cara menjelaskan tentang ini pada nya.
Aku sangat tau betul, bagaimana sikap pak nanda! beliau ini termasuk orang yang sangat keras kepala dan juga memiliki pendirian yang sangat kuat! bahkan tidak bisa di goyah kan dengan apa pun
"Baiklah! jika itu sudah menjadi keputusan pak nanda" ucap ku mulai merasa putus asa
"Maka pergi lah sekarang" sambung ku
Terlihat pak nanda melihat ku sebentar sebelum menunduk kan kepala nya.
Ku tatap wajah mereka satu persatu tak terkecuali "bayu" adik kandung ku! kembali ku hembuskan nafas berat saat bayu mengizinkan pak nanda untuk kembali ke kota.
Entah apa yang sedang di pikir kan oleh bayu saat ini,jika dia memberikan izin pada pak nanda maka itu akan sangat membahayakan nyawa mbak mayang!
"Ikut dengan mas sebentar!" pinta ku pada bayu
"Tunggu sebentar pak nanda! tetap lah di sini"
Dengan cepat langsung ku balik kan tubuh ini menuju ke dalam kamar yang di ikuti oleh bayu.Tampak istri ku baru keluar dari arah dapur saat aku hendak membuka pintu kamar
"Ada apa mas?" tanya nya sambil ******* ***** pakaian milik nya.Mungkin istri ku ini baru selesai berkutik dengan piring! Batin ku
Aku menggeleng pelan "Tetap lah temani mbak mayang buk! mas mau,ibuk berusaha untuk tetap membuat mereka tinggal di sini untuk beberapa hari ke depan" pesan ku
"Memang nya kenapa pak?" tanya istri ku ingin tau
Ku hembuskan nafas berat dan melanjutkan langkah masuk ke dalam kamar! tanpa menjawab pertanyaan nya lebih dulu.
"Ada apa mas?" tanya bayu sambil mendaratkan bokong di atas kasur ku
Sedang kan aku hanya berdiam diri dalam posisi berdiri memunggungi nya.Cukup lama aku terdiam untuk sekedar menetralkan suasana hati ini! sebelum benar benar bicara dengan nya
"Mas?"
Bayu terus memanggil ku berulang kali,bukan nya aku tidak dengar! tetapi aku belum berhasil memenangkan hati ini.
"Bayu" panggil ku pada nya saat hati ini mulai merasa tenang,namun posisi ku masih seperti tadi! yaitu berdiri membelakangi nya
"Ada apa mas? apa yang ingin mas bicarakan pada bayu?"
"Apakah ini tentang kepulangan nanda?" tanya nya lagi
"Tentu" angguk ku sambil membalik kan tubuh ini menghadap nya
"Tidak bisa kah kau memberikan pengertian pada pak nanda agar tetap berada di sini bay?" ucap ku yang membuat nya mengerut kan dahi
"Memang nya kenapa mas?"
"Keadaan bu mayang semakin buruk,bukan kah mas sudah melihat nya?"
"Bayu cuma tidak mau kalau ter.....
"Mas tau!" potong ku cepat
"Tapi,luka luka yang ada di sekujur tubuh mbak mayang bukan lah luka biasa bayu!" tegas ku
"Luka gaib maksud mas?" tanya nya bingung yang membuat ku menggeleng
__ADS_1
"Bukan luka gaib bay! kamu sudah salah mengartikan apa yang sudah mas ucap kan tadi kepada pak nanda!" jawab ku
"Lalu?"
"Haaaaa" kembali ku buang nafas panjang
"Luka mbak mayang ada hubungan nya dengan makhluk gaib!"
"Dan ini ada hubungan nya dengan"DARARA"!"
"Darara?" tanya nya bingung
"Bagaimana bisa mas bisa menuduh darara yang melakukan itu kepada bu mayang!"
"Bayu tidak bisa mempercayai nya mas! itu konyol"
"Mustahil mas!"
"Mustahil!"
"Tapi memang itu lah kebenaran nya bay" ucap ku lirih
"Sudah lah mas! bayu capek liat mas begini terus! Bayu capek mas!" seru nya lagi pada ku dan hendak pergi begitu saja meninggalkan ku sendiri di dalam kamar!
"Tunggu bayu" panggil ku yang membuat langkah nya terhenti
"Apa lagi mas?" tanya nya
"Kau telah mengambil keputusan yang salah,karna menjual rumah itu kepada pak nanda!" ucap ku
"Maksud mas apa? bayu hanya ingin membantu mas untuk segera memecahkan misteri kematian laras mas!"
"Tujuan mu untuk membantu mas itu tidak salah bay! tapi cara mu yang salah" jawab ku sambil menatap dalam mata milik nya
"Sudah lah mas!" ujar nya dan langsung keluar dari kamar ku
Pandangan ku beralih pada sebuah bingkai foto yang terletak di atas nakas! yang membuat air mata ini mengalir begitu saja tanpa ku sadari
Dengan langkah gontai perlahan aku berjalan menuju nakas untuk meraih bingkai foto itu
"Laras" lirih ku sambil menatap wajah nya yang lembut serta senyuman nya yang sangat manis!yang selalu membuat wanita dan pria akan terus memuji kecantikan nya
Aku mulai tergugu dan sedetik kemudian langsung ku benamkan bingkai ini di dada ku lalu mendaratkan bokong ku di atas kasur
"Bagaimana cara mas agar bisa mengungkap alasan kematian mu ras?"
"Bahkan,bayu saja tidak bisa percaya dengan mas!"
"Kau tau?" ucap ku kembali menatap wajah nya
"Sampai saat ini,detik ini! mas sangat merindukan mu ras! mas sangat menyesal karna tidak bisa melindungi mu sepenuh nya!
"Mas sudah gagal dalam menjalan kan amanah yang di berikan oleh bapak dan ibuk untuk terus menjaga serta melindungi mu"
"Maaf kan mas ras!"
"Maaf kan mas!"
Setelah merasa lega,perlahan ku letak kan kembali bingkai itu ke tempat nya,dan memutuskan untuk kembali berkumpul dengan mereka
__ADS_1
Aku takut,mereka akan pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan ku!
"Mas! keluar lah!" panggil istri ku
Dengan cepat ku hapus air mata ini, sebelum datang menghampiri mereka
Mata ku membulat sempurna saat melihat mbak mayang telah sadar kan diri,bahkan sudah bisa bangkit dan duduk di atas kasur dengan tatapan yang kosong!
Terlihat kevin,keenan,dan pak nanda terus memanggil manggil mbak mayang! namun dia tak merespon sama sekali panggilan itu
Aku memilih untuk tetap berdiri di sini,dan pandangan ku tak terlepas dari mbak mayang yang tengah duduk di sana saat ini
"Mamah!"
"Mamah kenapa diam saja?" tanya kevin
Dengan perlahan bu mayang memalingkan wajah nya untuk menatap wajah kevin dan mengelus kepala nya lembut
"Mamah tidak apa apa" jawab bu mayang dengan suara lirih namun terdengar sedikit serak
Setelah mengatakan itu pada kevin, pandangan bu mayang kembali menatap lurus ke arah luar rumah! dan masih dengan tatapan yang kosong
Terlihat juga mbak daniar dan mbak poppy terus mendesak pak nanda untuk segera menyingkir dari sana! karna mereka juga ingin duduk di samping mbak mayang
"Baiklah" ujar pak nanda yang masih berlinang air mata dan bangkit dari duduk nya
"Silahkan" lanjut nya
Tak menunggu lama mbak daniar dan mbak poppy langsung duduk di samping mbak mayang,lalu memeluk tubuh nya sangat erat!
Mendapat pelukan dari mbak daniar dan mbak poppy.Mbak mayang masih tidak memberikan respon apa pun! dia hanya diam masih dengan pandangan yang menatap lurus ke depan
"Mayang? lo kok diem aja sih?" protes mbak daniar
"Ini gue daniar!"
"Iya may! ini kita, sahabat lo!" tambah mbak poppy
"Mas?" Panggil istri ku yang mungkin baru menyadari kehadiran ku
"Lihat lah! mbak mayang sudah sadar mas!" lanjut istri ku dengan wajah yang sangat berseri seri serta dengan mata yang berkaca kaca! yang menandakan bahwa itu air mata kebahagiaan
Aku hanya mengangguk dan memberikan kode bahwa aku akan datang ke sana sebentar lagi! Karna aku masih ingin melihat mbak mayang dari sini
"Haus!" ucap bu mayang masih dengan suara yang sama
"Haus" ucap nya lagi
Pak nanda yang mendengar itu langsung meminta pada mas ardi untuk segera mengambil segelas air di dapur
"Tunggu mas!" cegah ku saat mas ardi berdiri tepat di samping ku
"Ada apa pak?" tanya nya
"Lihat itu" tunjuk ku yang mengarah pada sebuah gumpalan rambut yang seperti menempel di rambut bu mayang
Belum lagi mas ardi melihat gumpalan rambut itu,tiba tiba saja mbak mayang beralih menatap wajah ku dengan tatapan yang sangat sulit ku artikan
Samar ku lihat dia memberikan sebuah senyuman menyeringai pada ku! namun itu tidak lama dan hanya beberapa detik saja
__ADS_1
"Itu bukan mbak mayang!" lirih ku