Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 5


__ADS_3

"Apa benar ini rumahnya di?".tanyaku sedikit ragu pada ardi yang sedang mengeluarkan barang barang dari dalam bagasi.


"Aaah iya bu mayang,memang benar inilah rumahnya".jawabnya sambil mengeluarkan koper terakhir milik ku lalu menutup kembali pintu bagasi.


Aku hanya mangut mangut tanda mengerti.Ku edarkan pandangan ke sekitar tempat ini,tapi anehnya tak ku lihat satu pun rumah penduduk di sini.


Saat ardi ingin melangkah memasuki kawasan rumah mewah itu sambil menenteng dua buah tas ransel Milik anak anak serta menarik koper milikku.Dengan cepat langsung ku hentikan langkahnya


"Emmm ardi".panggilku ragu


"Iya bu mayang?"


"Begini....".sengaja ku jeda ucapan ku sambil celingukan sebelum ku sadari bahwa ardi menunggu kelanjutan dari ucapan ku


"Apa di sekitar sini memang tidak ada orang atau rumah rumah penduduk selain kita?"


"Maksud saya selain rumah ini".ralat ku


Bukannya menjawab ardi malah menurunkan ransel yang ada di pundaknya lalu meletakkannya di bawah,kemudian melipat kedua tangannya di depan dada


"saya belum terlalu yakin bu mayang,tapi pak nanda sempat memberitahu pada saya kalau ada sebuah desa yang lumayan besar di sekitar sini,namun penduduknya bisa di bilang cukup ramai".jelasnya

__ADS_1


"Dimana itu?".tanyaku penasaran


"Kalau itu saya tidak tau bu,saya akan pergi mencari desa itu besok pagi.bu mayang tenang saja"


"Yaah,baiklah.Semoga saja letak desa itu tak terlalu jauh dari sini,kamu boleh tolong masukkan semua barang barang kedalam? saya akan menyusul bersama kevin dan juga keenan"


"Baik bu,kalau begitu saya masuk lebih dulu".pamitnya berlalu meninggalkan ku


"Kevin? sini sayang".Panggil ku sambil meraih tangannya


"Ajak keenan untuk keluar dari dalam mobil sayang".Pintaku namun si sulung malah menggelengkan kepalanya pelan


"Tidak perlu takut sayang,kevin punya allah bukan? ayo sayang panggil adek keenan kita akan segera masuk ke dalam karna di luar sini sangat dingin"


Namun kevin kembali menggelengkan kepalanya,tampak kali ini matanya mulai berembun."Tidak mah,kevin benar benar takut".ucapnya sambil terisak


"Baiklah biar mamah saja,kevin tetap di sini ya"


Akhirnya harus aku yang langsung turun tangan menghampiri keenan,terlihat di dalam sana putra bungsu ku sudah terlelap dalam tidurnya.Aku bahkan tidak tau kapan ia mulai tertidur karna terlalu fokus menyetir agar segera sampai di sini.Perlahan ku angkat tubuhnya dengan hati hati supaya tak terbangun.


Lalu kami bertiga dengan keenan yang berada dalam gendonganku melangkah memasuki rumah,sedangkan kevin terus saja memegangi baju ku.

__ADS_1


Ketika tepat berdiri di depan pintu utama sosok ardi muncul ia mengatakan bahwa semua barang barang sudah ia masukkan ke dalam kamar ku.Aku mengucapkan terimakasih padanya sambil melemparkan senyum kecil dan ardi membalasnya.


"Baiklah kalau begitu saya masuk kedalam ya,kasian keenan sudah tidur"


"Iya bu mayang,kamarnya ada di sebelah kanan"


"Iyah,terimakasih sekali lagi ardi karna kamu sudah banyak membantu kami hari ini,segeralah masuk ke kamar mu dan beristirahat".Ucap ku padanya


"Ayo kevin masuk ke kamar".panggil ku pada kevin yang sedari tadi menatap ardi dengan tatapan takut


Segera ku letakkan tubuh kenan di atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya,begitu pun dengan kevin yang telah merebahkan tubuhnya di samping keenan


"Tidurlah sayang".Ucap ku sambil mengecup keningnya


"Mamah kemarilah".ucap kevin memintaku untuk mendekat


"Itu bukan om ardi mah".bisiknya di telingaku lalu dengan cepat menutup matanya


jujur aku tak mengerti apa yang barusan di ucapkan kevin,namun buru buru ku tepis pikiran negatif dari otak ku dan memilih untuk segera tidur.Saat mata ini baru saja menutup aku merasakan ada hawa dingin menyapu telinga kanan ku dengan samar aku mendengar


"Segera lah pulang mayang"

__ADS_1


__ADS_2