Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.50


__ADS_3

Selama dalam perjalanan menuju kembali ke rumah pria itu,aku terus mengitari pandangan ku ke seluruh tempat ini.


Kini aku bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana tempat ini,aku juga sempat menangkap beberapa sosok gaib yang mungkin saja penghuni tempat ini.


Terlihat mereka secara bergantian muncul dan keluar dari dalam pohon pohon tinggi di Setiap sisi jalan.Tetapi,aku tak terlalu memperdulikan hal itu!


Menurut ku,selagi mereka tidak menggangu atau mengusik kami itu tidak masalah! Dan jika sebalik nya mungkin aku akan segera meminta pria itu untuk menghentikan mobil nya dan membawa kevin serta keenan untuk berpindah ke kursi depan.


Aku terus ber doa agar sang maha kuasa memberi kekuatan pada bu mayang,agar bu mayang tetap bertahan sampai dia mendapat pengobatan dan setelah itu kembali sembuh seperti sedia kala.


Aku masih tak menyangka sampai sekarang,entah apa yang di ingin kan makhluk itu terhadap bu mayang! jika ku lihat lihat seperti nya makhluk itu memiliki dendam pribadi pada bu mayang,tetapi bu mayang juga tidak tahu kesalahan apa yang pernah di buat nya sehingga makhluk itu terlalu terobsesi untuk melukai nya.


"Huuuuuft" ku hembuskan nafas ini secara perlahan,untuk sekedar menghilangkan sedikit rasa penat yang terus bersarang di dalam tubuh ku.


Perlahan ku lurus kan kaki ku,entah kenapa kaki ini rasa nya sakit sekali,mungkin karna efek aku terus memaksa berlari sangat kencang sampai ke bengkel pria itu! untuk sekedar meminta bantuan.


Andai saja aku tidak menabrak pohon itu,mungkin saja hal ini tak akan menimpa kami dan membuat bu mayang jadi seperti itu.


Sungguh,aku merasa sangat menyesal saat ini! jika terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan kepada bu mayang.Maka semua orang akan mengutuk ku tanpa henti! Dan aku tidak mau itu terjadi.


"Om ardi" panggil keenan sambil menarik baju ku


"Ada apa keenan?" tanya ku lembut


"Itu....." tunjuk nya pada ku yang mengarah ke depan sana


"Apa?" tanya ku


"Kunang kunang" sahut Kevin


"Keenan melihat kunang kunang om!" lanjut kevin lagi yang membuat ku ber o o ria saja menanggapi ucapan nya barusan


Bersamaan dengan itu,kini aku dapat melihat kunang kunang yang di tunjuk oleh keenan tadi pada ku.


Bibir ku perlahan merekah sempurna saat melihat kunang kunang itu perlahan mendekat ke arah kami bersama kawan kawan nya yang membentuk sebuah gerombolan.


"Waaaah!" ucap kevin dan keenan dengan wajah yang sangat gembira di sertai tawa kecil


"Apa kalian baru pertama kali melihat kunang kunang?" tanya ku pada mereka


"Iya om!" jawab keenan antusias yang membuat ku merasa gemas lalu mengacak ngacak rambut nya perlahan


Aku sempat berfikir,andai saja bu mayang sadar mungkin dia dapat melihat kunang kunang ini bersama dengan kami.


"Kevin" panggil ku


"Iya om?" jawab nya


"Di mana ponsel yang sempat om berikan pada kamu tadi?"


"Ini" ucap nya sambil menyodorkan ponsel itu pada ku


"Tadi kevin nelpon papah" lanjut nya saat ponsel itu telah berpindah ke tangan ku

__ADS_1


"Oh ya?" tanya ku memastikan


"Iya om! papah akan menjemput kita di sini besok pagi" lanjut nya sambil tersenyum puas


Aku hanya mengangguk tanda mengerti,dan sangat berharap apa yang di katakan oleh pak nanda pada kevin untuk segera menjemput kami besok pagi memang benar ada nya!


Jika tidak,maka kami harus tetap berada di sini sampai pak nanda menjemput kami! Karna saat ini kami tidak memiliki kendaraan apa pun untuk kembali ke kota.


Jika pun ada orang yang bisa di mintai tolong untuk mengantarkan kami untuk kembali ke kota,mungkin bu mayang akan menolak nya! dan akan bersih keras untuk tetap menunggu pak nanda menjemput kami.


"Om ardi! cahaya kunang kunang nya kok berubah jadi merah ya?" tanya kevin pada ku dengan raut wajah yang bingung


Seketika aku langsung melihat ke arah segerombolan kunang kunang yang masih setia mengikuti arah mobil kami,dan benar saja saat ku perhatikan lebih lekat! cahaya yang di pancarkan segerombolan kunang kunang itu perlahan berubah menjadi merah.


Bersamaan dengan itu angin tiba tiba saja berhembus dengan sangat kencang yang membuat tubuh ku sedikit terhuyung dan membuat ku hampir saja jatuh dari mobil pick up ini.


"Pak!" panggil ku sambil mengetuk ngetuk bagian belakang mobil


"Ada apa mas?" sahut nya dari depan sana


"Tolong hentikan mobil ini sebentar" teriak ku


"Maaf mas! tapi sebentar lagi kita akan sampai!"


"Tolong bersabar lah sebentar" lanjut nya lagi dengan suara yang cukup keras


******


"Pop!"


"Poppy!"


"Apa lagi si niar? lo ganggu banget deh dari tadi!" sunggut nya kesal pada ku


"Maaf" jawab ku ketus


"By the way lo nyium bau sesuatu gitu gak?" Tanya ku


"Bau? bau paan?"


"Kalau menurut penciuman gue sih,kayak bau bau sesajen gitu pop"


"Sebenar nya bau ini udah gue cium dari tadi sih" lanjut ku


"Terus?" tanya poppy masih dengan mata tertutup yang membuat ku mulai merasa kesal.


"Buka dong mata lo pop! masa gue ngomong lo tidur si?"


"Aelah niar! gue gak tidur"


"Cuma nutup mata doang! mata gue panas banget nih" lanjut nya


Bersamaan dengan itu,tiba tiba saja aku ingin buang air kecil dan aku meminta pada poopy untuk menemani ku sebentar

__ADS_1


"Pop! temenin gue ke kamar mandi sebentar yuk" ajak ku


"Males ah!" sahut nya


"Ayo lah pop! sebentar aja!" ucap ku lagi sambil memohon lalu segera bangkit dari duduk ku


"Gak mau niar! lo aja sendiri sana!" sahut nya kembali yang membuat amarah ku sudah hampir naik ke ubun ubun


"Yaudah okeee!"


"Awas aja ya! kalau lo tiba tiba kebelet buang air kecil,gue gak mau nemenin lo" tegas ku dan segera berlari kecil ke arah pintu


"Kreeeeeet"


Kembali terdengar suara pintu berderit yang membuat ku sangat merasa tidak nyaman! bagaimana bisa mereka tetap membiarkan pintu tua ini tetap berada di kamar ini.batin ku


"Duuuuh!!"


"Kebelet banget gue sumpah dah!" ucap ku lalu berlari secepat kilat menuju kamar mandi yang berada di dapur


Saat aku berdiri tepat di depan pintu kamar mandi,aku mendengar ada suara gemericik air di dalam sana.


"Tok"


"Tok"


"Yang di dalam boleh tolong cepetan dikit gak? gue udah kebelet banget nih" ucap ku


"Sebentar mbak" sahut seseorang dari dalam sana yang ku yakini adalah mala


"Buruan mbak! saya udah gak kuat nih" desak ku kembali


Sekitar 2 menitan akhir nya si mala keluar juga dari dalam kamar mandi


"Sudah mbak! masuk lah" pinta nya pada ku dengan wajah yang datar dengan segenggam bunga melati di tangan nya


"Bunga nya buat apa mbak? tanya ku penasaran


Bukan nya menjawab pertanyaan ku wanita itu malah langsung pergi meninggalkan ku begitu saja! aku yang melihat itu tak ingin ambil pusing dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian aku sudah selesai membuang air kecil lalu kembali berjalan menuju kamar ku.


Namun,langkah ku terhenti saat aku tak sengaja melihat kalau kamar mala terbuka sedikit.


Aku yang merasa kepo langsung berjalan mendekati pintu kamar nya dan mengintip nya dari sini.


Tiba tiba saja aku merasakan ada seseorang yang menepuk bahu ku,yang sontak membuat ku langsung melihat ke belakang


"Kamu sedang apa di sini?" tanya kek salman pada ku sambil mencuri curi pandang ke arah pintu kamar mala yang terbuka sedikit


"Tidak kek! maaf! tadi saya habis dari kamar mandi! kalau begitu saya akan kembali lagi ke kamar saya"


"Permisi" lanjut ku

__ADS_1


__ADS_2