Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.51


__ADS_3

"Mas ardi belum tidur?" tanya pria itu yang datang menghampiri ku


"Belum pak! saya belum ngantuk"


"Saya mengerti betul apa yang di rasakan oleh mas ardi saat ini"


"Tapi setidak nya,jangan terlalu berlarut larut memikirkan kejadian yang menimpa kalian tadi mas" lanjut nya


Aku menganggukkan kepala tanda mengerti,bukan nya aku ingin terus berlarut memikirkan kejadian tadi! aku hanya masih merasa tidak menyangka saja.


Bu mayang kini sedang berbaring di depan ku,istri dari pria ini sudah memberikan obat herbal yang di buat dengan tanaman tanaman yang di tumbuk hingga halus,lalu menempelkan nya di setiap bagian luka cakaran.


Sedangkan kevin dan keenan sudah tertidur sejak tadi! mungkin mereka sangat merasa lelah akibat terus menangis sejak tadi.


"Di minum mas!" tawar istri pria itu pada ku


"Terimakasih buk" jawab ku sambil meraih gelas yang berisi kan teh hangat lalu meminum nya perlahan


"Mas ardi ini sebenarnya punya tujuan apa datang ke sini?"


"Seperti yang saya jelaskan tadi kepada suami ibuk! kedatangan saya ke sini tak lebih dan tak kurang hanya mengantarkan bu mayang beserta ke dua anak nya atas perintah dari bos saya" terang ku


"Sebenarnya saya juga tidak pernah menyangka hal ini terjadi pada kami!" lanjut ku sambil menundukkan kepala


"Sudah lah buk! bertanya nya di lanjut besok saja,kasian mas ardi kalau di tanyain terus sama kita" sahut pria itu


"Tidak apa apa pak!" sergah ku cepat


"Tidak ada salahnya jika istri bapak menanyakan hal itu pada saya" lanjut ku


"Maaf! kalau boleh saya tau nama bapak dan ibuk siapa ya?"


"Waduh! hehehe.... sepertinya sejak tadi saya masih belum sempat memperkenalkan diri pada mas ardi"


"Iya pak! saya juga sempat ingin menanyakan nya pada bapak dan ibuk"


"Tapi saya lupa"


"Iya! iya mas" sahut pria itu


"Nama saya restu dan ini istri saya ismi"

__ADS_1


"Kami sudah menikah sejak beberapa tahun yang lalu,tapi sampai sekarang masih belum memiliki momongan" lanjut pak restu dengan wajah yang lesu begitu pun dengan bu ismi


Aku yang melihat itu mencoba memberi nasehat pada mereka berdua!


"Tidak apa apa pak! tidak boleh putus asa seperti itu"


"Mungkin allah masih belum bisa memberikan kepercayaan itu pada kalian sekarang! tapi mungkin nanti"


"Tetaplah terus berfikir positif! mungkin allah sedang mempersiapkan sesuatu kepada kalian yang sampai saat ini masih belum di ketahui"


"Iya mas! saya mengerti akan hal itu"


"Saya dan istri saya juga selalu berdoa serta berharap agar segera di berikan momongan" lanjut pak restu yang di sambut senyuman hangat dari buk ismi


Setelah itu tak ada lagi percakapan di antara kami, mungkin mereka ber 2 sedang terhanyut ke dalam pikiran mereka masing masing.


aku pun juga begitu,saat ini aku masih berharap cemas akan kesembuhan serta keselamatan bu mayang


Karna hati ku sungguh merasa tak tega jika harus terus melihat kevin dan keenan kembali meneteskan air mata karna bu mayang tak kunjung sadar dari pingsan nya


Kini pikiran ku kembali teringat akan penjelasan dari pak restu tentang siapa sebenarnya sosok wanita bergaun merah tersebut


Tapi,saat orang tua pak restu menghembuskan nafas terakhir nya,sosok itu dengan spontan pindah lah atau di turun kan oleh orang tua nya kepada pak restu dengan tujuan yang sama yaitu "melindungi"


Menurut penuturan dari pak restu pada ku,sosok itu awal nya tidak lah bersikap agresif seperti itu! dia merupakan sosok yang selalu memberikan energi positif kepada siapa saja yang datang atau berkunjung ke rumah keluarga mereka.


Namun, seiring berjalannya waktu entah kenapa sosok itu berubah menjadi sosok yang sangat pembangkang serta selalu membahayakan orang orang di sekitar nya termasuk pak restu itu sendiri


akhirnya dengan berat hati,pak restu meminta dengan paksa kepada sosok itu untuk segera pergi meninggalkan keluarga nya.


Namun anehnya sosok itu malah menolak mentah mentah! dengan alasan salah satu saudara nya telah berbuat janji pada nya dan janji itu tidak boleh di langgar!


Dan jika janji itu di langgar maka dia bersumpah akan menghabisi seluruh keturunan pangestu.


Karna mendapatkan ancaman seperti itu,akhirnya dengan berat hati pak restu membiarkan sosok itu untuk tetap tinggal bersama dengan mereka.


Tapi itu hanya awalnya saja,saat sebuah peristiwa yang sangat menyayat hati menimpa keluarga nya! sejak saat itu pula pak restu memutuskan untuk pindah dari rumah itu dan membawa serta istri nya bersamanya di sini.


"Mas ardi" panggil pak restu sambil menepuk pelan bahu ku


"Iya pak?"

__ADS_1


"Kenapa bengong begitu? apa sudah mulai mengantuk?" lanjut nya


"Tidak pak! kalau bapak dan ibuk ingin tidur duluan tidak apa apa"


"Saya akan tetap terjaga sekaligus menemani bu mayang di sini"


"Baiklah kalau begitu,saya dan istri saya masuk ke dalam kamar ya mas!"


"Kalau ada apa apa jangan sungkan sungkan untuk memanggil saya atau pun istri saya"


"Iya pak! silahkan" sahut ku


Mereka berdua berjalan memasuki kamar mereka secara beriringan,yang kini hanya menyisakan aku yang masih tetap terjaga.


Ku beranikan diri untuk bangkit dan perlahan mendekat ke arah bu mayang,untuk sekedar memastikan bahwa dia baik baik saja sampai saat ini


"Bu mayang" panggil ku lirih sambil menatap wajah nya yang kini sudah di penuhi oleh obatan obatan herbal yang di buat sendiri oleh buk ismi


"Ting"


Terdengar ada sebuah notif pesan dari ponsel bu mayang,tak menunggu lama aku langsung menyambar ponsel itu lalu membuka isi pesan tersebut


"May? kamu baik baik aja kan? jujur aku khawatir banget sama keadaan kamu sekarang"


Setelah membaca pesan dari daniar aku pun berinisiatif untuk membalasnya,walau pun aku tau perbuatan ku kali ini sudah sangat lancang! tapi mau bagaimana lagi? aku harus segera membalasnya


"kondisi bu mayang saat ini masih sangat memprihatinkan mbak!"


"Tapi,saya harap mbak niar tidak menyampaikan tentang hal ini kepada pak nanda untuk sekarang ini"


"Ting"


"Ternyata kamu yang membalas pesan ku di!"


"Keadaan mayang seperti apa memangnya,apa boleh aku melihatnya?"


Dengan cepat aku langsung memotret wajah bu mayang lalu mengirimkan nya kepada mbak niar,dan tak lupa menyelipkan sebuah pesan agar tidak mengirimkan foto itu kepada pak nanda


Setelah itu, kembali ku tatap wajah bu mayang


"Maafkan saya bu mayang,karna sudah lancang membalas pesan serta memfoto wajah ibu tanpa izin" batin ku

__ADS_1


__ADS_2