
"Bu mayang,boleh saya minta 1?" tanya ardi yang juga memperhatikan gelang ini sama seperti ku.
"Tidak di! saya tidak akan memberikan gelang ini pada mu"
"Lalu? mau ibu apakan gelang itu?" tanya nya tak mengerti
"Saya akan menyimpannya" ucap ku kemudian pergi meninggalkan nya begitu saja
"Bu mayang!"
Dia terus memanggil nama ku berulang kali tetapi aku tak menggubris panggilannya.
"Bu mayang tunggu" cegah nya yang kini sudah tepat di hadapan ku
"Ada apa?"
"Berikan gelang itu 1 pada saya bu mayang! bukan kah mala berkata bahwa gelang itu harus saya pakai? begitu pun dengan bu mayang serta kevin dan keenan"
"Lalu? apakah kamu benar benar ingin memakainya?"
"Tentu saja! kenapa tidak? bukan kah mala memberikan gelang ini dengan tujuan melindungi kita bu mayang? jadi,apa salah nya jika kita pakai saja?"
Aku hanya diam karna tak tau harus mengatakan apa pada ardi,aku hanya takut kalau gelang yang di berikan oleh mala ini bukan lah dengan tujuan melindungi melainkan mencelakakan kami.
Ardi terus saja menatap wajah ku,dan berharap aku memberikan gelang ini pada nya.Tapi hati ku berat sekali memberikan pada nya! Bagaimana saat kami mengenakan nya sesuatu yang buruk akan terjadi pada kami.
"Baiklah,kalau kamu tetap memaksa saya akan memberikan nya"
"Tapi ada syaratnya" lanjut ku
"Syarat? syarat apa bu mayang?"
"Saat saya memberikan gelang ini pada mu,saya minta kamu jangan langsung memakai nya!"
"Baiklah saya akan menuruti perkataan ibu! yasudah ayo berikan gelang itu pada saya" ucap nya sambil mengulurkan telapak tangan nya pada ku, walaupun dengan berat hati aku akhirnya memberikan itu pada nya.
"Baiklah mari kita bersiap siap sekarang,karna sebentar lagi waktu magrib tiba! saya tidak mau melewatkan nya hanya karena kita berdebat tentang gelang!" ucap ku yang membuat ardi tersenyum puas
"Kalau begitu saya masuk ke kamar dulu! kita akan melakukan solat dan dzikir di ruang tengah saja agar lebih luas!"
"Sembari menunggu saya bersiap siap,saya minta tolong pada mu agar menggeser sofa itu sedikit ke depan! agar tidak terlalu mengganggu" ucap ku panjang lebar dan di balas anggukan oleh nya.
Sekitar 5 menitan aku sudah selesai mengambil air wudhu dan memakai mukenah.
"Kevin,keenan! ayo kalian ber wudhu dulu sana! mamah akan menunggu di ruang tengah"
"Sajadah kalian juga akan mamah gelarkan di sana" lanjut ku
"Iya mah!" jawab keenan cepat dan berjalan menuju kamar mandi
Sedangkan kevin masih uring uringan di atas tempat tidur,masih dengan selimut yang membungkus tubuh nya.
"Kevin" panggil ku sambil menyibak selimut yang menutupi wajah nya
"Emmm"
"Ayo sayang! cepat lah,om ardi sudah menunggu di sana"
"Emmm"
"Cepat sayang,jangan cuma eem! emm! aja"
"Ayo kevin!"
"Iya mah! iyaaaa" jawab nya pasrah kemudian turun dari tempat tidur lalu berjalan dengan langkah malas menyusul keenan ke dalam.
Aku yang melihat itu pun langsung berjalan keluar menunju ruang tengah,saat aku berada di sana ku lihat ardi telah mengikuti semua permintaan ku dengan baik.
"Sudah bu mayang! sofa nya sudah saya geser" ucap nya sambil melemparkan senyum pada ku
Tak ingin menunggu lama aku langsung menggelarkan sajadah milik ku dan milik ke dua anak ku.setelah semua tergelar bersamaan dengan itu terlihat kevin dan keenan tampak keluar dari dalam kamar lalu berjalan ke arah kami.
__ADS_1
"Waah! kalian ber dua juga mau ikut solat juga? om kirain pada tidak mau,karna ngambek di suruh mamah masuk kamar" ucap ardi dengan nada mengejek membuat wajah kevin tambah terlihat murung.
"Keenan tidak ngambek kok om ardi!"
"Terus? siapa tadi yang ngambek?" tanya ardi sambil melirik ke arah kevin yang membuat ku tersenyum kecil
"Tuh...." tunjuk keenan ke arah kevin membuat nya semakin terpojok kan.
"Sudah sudah! tidak usah saling tuduh tuduhan!"
"Ayo ardi kamu mulai solat nya" lanjut ku
"Baik bu mayang"
*****
Pov Author
Sementara itu.....
"Niar?"
"Paan lagi si pop? ucap daniar yang terlihat kesal
"Kamu yakin ini beneran jalan nya niar? tapi kok gelap banget ya?
"Apa kita balik aja kali ya?" Desak poopy sambil terus menarik narik tangan daniar yang saat ini sedang fokus menyetir dan memperhatikan jalanan.
"Pop lepasin gak? entar kita nabrak"
"Iya! iya! maaf"
Saat ini daniar dan poppy sedang di dalam perjalanan menuju ke arah rumah mayang! mereka sudah berjalan melewati hutan ini sekitar 1 jam lama nya dari arah bengkel.
Tapi,kali ini mereka tidak memilih jalan dari arah barat seperti yang di ambil oleh ardi dan mayang.Mereka lebih memilih berjalan dari arah timur! karna jalanan dari arah timur tidak lah terlalu mencekam seperti jalanan dari arah barat.
Daniar mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, membelah jalanan hutan yang sangat gelap serta sangat minim pencahayaan.
"Bruuk"
"Aduuh! niar kamu kenapa tiba tiba ngerem mendadak si? kepala aku ke pentok kaca mobil ni" protes poppy sambil mengusap ngusap kepalanya yang terasa sakit.
Sementara itu,daniar tetap diam dan tak menanggapi ucapan poppy barusan.Perhatian nya kini tertuju pada sebuah papan yang tergantung di sana dengan tulisan. "KAWASAN HUTAN CANDRALARAS"
"E-eeh pop"
"Paan?"
"Coba kamu liat tulisan yang di sana itu!" tunjuk nya
Poppy yang mendengar itu langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh daniar pada nya.
"Aduuh! niar yang mana si? gak keliatan tau!"
"Kamu kan tau mata aku ini rabun! jadi gak bakalan keliatan!" sunggut nya kesal yang membuat daniar tersenyum masam
"Sorry! pop!"
"Lupa! hehe...suer deh!" ucap daniar sambil menyengir kuda
"Ah! diem lu!"
"Bilang aja kalau lu tuh sengaja! bukan lupa" ketus nya
"Aelah pop! gue beneran gak becanda sumpah dah! kalau gue boong rela dah gue ma*ti di mari sekarang juga"
Bersamaan dengan ucapan daniar barusan,tiba tiba kilat menyambar di langit membuat ke dua nya terlonjak.Dan terus memperhatikan ke sekitar.
"Tuh kan! ma*pus lu!"
"Makanya kalau sebelum ngomong tuh di pikir dulu" geram poppy sambil memukul lengan daniar yang membuat nya meringis.
__ADS_1
"Awww! sakit go*lok!" pekik nya
"Ya! makanya kalau ngomong tuh jangan sembarangan" jawab poppy kesal
"Yaudah! buruan jalan Entar gak nyampe nyampe ni kita!"
"Lu mau kita tidur di mobil terus di tengah hutan begini?"
"Idih! enggak lah!"
"Yaudah jalaaaan"
Kini daniar pun langsung melajukan mobil nya kembali memasuki kawasan hutan,tak lupa di setiap tikungan daniar menyalakan klakson mobil nya dan sesekali pandangannya melihat ke arah kanan kiri hutan.
"Iiih" ucap daniar bergidik ngeri sambil mengusap leher belakangnya lalu kembali fokus menatap ke depan.
Poppy yang menyadari hal itu,hanya menatap ke arah daniar dengan tatapan malas! setelah itu dia kembali menatap layar ponsel milik nya.
"Jam berapa pop?"
"19.05"
Daniar yang mendengar itu seketika wajahnya menjadi gusar,lalu dengan segera menambah kecepatan mobil nya agar cepat sampai di rumah mayang.
Mereka sudah menghabiskan waktu hampir 3 jam dari kota! tempat mereka tinggal! lalu membutuhkan waktu 1 jam dari arah bengkel menuju pintu awal memasuki hutan.Dan mereka masih membutuhkan waktu sekitar 1 jam lagi untuk sampai di rumah mayang.
"Huuft"
"Kamu kenapa si niar? dari tadi buang nafas terus! risih ni dengar nya!" protes poppy
"Gue pegel banget pop! gantian dong nyetirnya"
"Iiih! gak ah males"
"Jalanan nya gelap banget niar! aku gak berani." tolak nya yang lagi lagi membuat daniar menghembuskan nafas nya panjang.
Saat masih di tengah tengah perjalanan,tiba tiba daniar perlahan menghentikan laju mobil nya.Dan berhenti tepat di samping pohon besar.
"Kenapa lagi niar?" tanya poppy yang merasa heran
"Tuh orang apa bukan ya?"
"Mana?"
"Ituu! percuma juga gue tunjukin lu kan gak bisa liat pop" Jawab daniar kesal
Saat orang yang di lihat daniar mulai mendekati mobil miliknya,dengan segera daniar membuka kaca mobilnya secara perlahan.
"Mbak" panggil nya
"Mbak manusia kan? kalau iya coba kemari! kalau bukan pergi saja" teriak nya dari dalam mobil yang membuat poppy kebingungan
Setelah mengatakan itu, tampak seseorang yang di panggil daniar perlahan berjalan mendekat ke arah mobil nya.
"Oh! ternyata manusia pop" ucap nya girang pada poppy
"Iya? kamu manggil saya?
"Iya mbak! maaf saya mau nanya,apa mbak tau dimana letak rumah ini?" tanya niar sambil menyodorkan ponsel milik nya pada seorang wanita tersebut.
"Iya mbak saya tau! saya habis dari sana.Mbak mbak ini orang kota ya? pasti mau ketemu dengan mbak mayang kan? tebak nya
"Ah,iya mbak bener! bisa tolong antar kan kami ke rumah itu gak?
"Maaf mbak! bukannya saya tidak mau,tapi saya harus pulang sekarang!"
"Saran saya, sebaiknya mbak jangan dulu ke sana! karna akan sangat berbahaya"
"Berbahaya gimana ya maksud nya?" sahut poppy
"Saya akan menjelaskan nya nanti! gimana kalau kalian ikut dengan saya ke desa,besok pagi saya akan mengantar kalian ke sana.Bagaimana mbak?
__ADS_1