Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.54


__ADS_3

Pagi telah tiba,mata ku rasa nya panas sekali! kepala ku juga sangat pusing,ini semua mungkin akibat dari aku tidak tidur sepanjang malam


"Di minum dulu teh nya mas" tawar bu ismi untuk ke sekian kalinya


"Iya buk! nanti akan saya minum,biarkan saja dulu di sana"


Sebentar bu ismi menatap ku "Baik lah mas! kalau begitu saya akan kembali ke dapur" pamit nya


Kini aku sedang duduk di luar rumah hanya untuk sekedar menghirup udara segar! pagi ini cuaca nya sangat cerah sekali yang membuat siapa saja akan merasa betah berlama lama di sini.


"Om ardi" rengek kevin dan datang ke pangkuan ku


Aku tersenyum menyambut ke datangan nya! entah kenapa aku merasa akhir akhir ini kevin mulai dekat dengan ku.


"Ya?" Jawab ku lembut


"Apa mamah masih lama bangun nya om?" tanya nya yang membuat ku semakin merasa sesak


"Entahlah! om juga tidak tau" jawab ku sambil mengalihkan pandangan ke arah lain


Sebelum aku sadar bahwa kevin saat ini semakin bertambah murung! sejak saat kejadian tadi malam aku dan kevin tidak lagi tidur! kami memutuskan untuk terus terjaga.Aku sempat melarang dan menyuruh nya untuk kembali tidur bersama keenan di kamar bu ismi dan pak restu.Tetapi kevin berulang kali menolak dan terus bersih keras untuk tetap terjaga.


Karna sudah sangat lelah terus membujuk nya dengan segala cara namun gagal! jadi, terpaksa aku membiarkan nya untuk malam itu saja!


Jika bu mayang mengetahui hal ini pasti dia akan marah besar pada ku karna membiarkan anak nya tidak tidur semalaman.


"Kembali lah ke dalam,ajak keenan bermain"


"Tidak" tolak nya sambil menggeleng


"Kasian keenan sendiri di sana" bujuk ku


"Biarin aja om! lagian keenan tidur lagi" lanjut nya yang membuat ku langsung melihat ke jendela untuk memastikan


Dan benar saja,keenan kembali melanjut kan tidur nya! padahal pukul 7.30 pagi tadi dia sudah bangun dan sempat sarapan bersama.


"Om!" rengek nya kembali


"Eeem?"


"Kevin mau mandi" ucap nya dengan nada lesu


Aku menghela nafas lagi mendengar permintaannya kali ini,bukan maksud melarang nya mandi,tapi saat ini semua pakaian,sabun,serta barang barang kami masih ada di rumah itu.


"Ada apa mas?" tanya pak restu yang baru keluar dari bengkel nya

__ADS_1


"Tidak pak! kevin bilang pada saya kalau dia ingin mandi"


"Tapi,saya bingung pak!"


"Bingung kenapa mas? biar istri saya yang memandikan mereka" jawab pak restu


"Bukan itu masalah nya" jawab ku cepat


"Lalu?"


"Semua pakaian kami tertinggal di rumah itu! kami tidak sempat membawa nya" lanjut ku yang di balas anggukan oleh pak restu


"Ini mas! pergi lah" ucap nya sambil menyerah kan kunci mobil pada ku


"Tapi pak....." jawab ku ragu dan masih belum meraih kunci itu


"Pergi lah! mas tidak perlu takut,sosok itu tidak akan menggangu"


"Ini masih terlalu pagi untuk nya" lanjut pak restu yang membuat ku terkekeh pelan


"Baik lah pak! saya akan pergi ke sana sebentar" jawab ku setuju dan meraih kunci itu


Aku pun meminta pada kevin untuk tetap di sini sampai aku kembali dari rumah itu! tapi lagi lagi dia menolak dan terus memaksa untuk ikut dengan ku,meskipun pak restu juga ikut membujuk nya tapi tetap saja dia menolak!


"Om sebentar saja!"


"Bukan kah kevin bilang papah akan menjemput kita pagi ini?"


Dia mengangguk tanda mengerti tapi masih dengan wajah yang cemberut "Iya om"


"Pinter!" puji ku sambil mengelus kepala nya lembut


Sebelum pergi aku sempat berpamitan kepada bu ismi dan meminta nya untuk menjaga mereka sampai aku kembali! jika terjadi sesuatu pada bu mayang aku meminta mereka untuk segera menelpon ku! lebih tepat nya menelpon ke nomor bu mayang,karna sampai saat ini baterai ponsel masih belum terisi.


Tak ingin berlama lama lagi,segera ku langkah kan kaki ini menuju ke samping rumah! yang di mana mobil pick up itu di parkir kan oleh pak restu tepat di depan bengkel nya


"Tin"


"Hati hati mas!" Teriak pas restu sambil melambaikan tangan pada ku dengan Kevin yang berada di dalam gendongan nya


"jangan lama lama om" tambah kevin


Segera ku injak pedal gas dan melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan yang sama.


Hati sangat gelisah saat ini,tubuh ku juga terasa sangat lemas saat ini! padahal aku sudah sarapan meskipun hanya sedikit

__ADS_1


Pandangan ku kali ini tidak ku edarkan kemana pun,aku hanya tetap fokus ke depan agar lebih cepat sampai di sana


Sekitar 20 menitan aku mengemudi,dari kejauhan kini aku dapat melihat dengan jelas mobil yang kami gunakan untuk sampai ke sini sudah dalam keadaan yang hancur.


Aku memutuskan untuk menghentikan mobil ini sebentar dan mengecek kembali apakah mesin mobil itu masih bisa menyala atau tidak


"Bruuk" ku tutup pintu mobil pick ini lalu berlari kecil ke arah mobil kami


aku mencoba untuk masuk ke dalam mobil dan menyalakannya tetapi usaha ku hanya lah sia sia,karena mobil ini tetap tak mau menyala.


ku buka penutup mesin bagian depan mobil serta mengecek kerusakan apa yang membuat mobil ini tak mau menyala sama sekali.


aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan ku yang kini menunjuk kan pukul 09.50


tetapi aku tetap tidak bisa menghidupkan mobil ini kembali,jadi aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah untuk mengambil semua barang barang kami


*****


tak butuh waktu yang lama kini semua barang barang sudah aku keluarkan dan ku letakkan semuanya di belakang mobil,aku hanya tinggal mengunci pintu rumah ini dan kembali ke rumah pak restu.


saat semua pintu sudah ku pastikan terkunci,aku langsung melangkahkan kaki menuju mobil tapi saat aku hendak membuka pintu mobil,aku melihat ada sebuah mobil yang mengarah ke rumah ini.


terus ku perhatikan mobil itu sampai keluar tiga orang wanita dari dalam sana...


"Daniar,Mala,Poppy" ucap ku sambil berjalan mendekati mereka.


"ardi di mana mayang dan anak anaknya? mayang gak kenapa kenapa kan? kenapa kamu membawa semua barang barang ini? kalian mau kemana?" tanya mbak poppy


"yaelah pop satu satu kali nanya nya jangan sekaligus gitu" ucap mbak daniar


"oh iya maap di,soalnya aku khawatir banget sama mayang sekarang"


"Khawatir! khawatir!" jawab mbak daniar dengan nada mengejek


"Gak usah di percaya di! si poppy bohong,kalau dia beneran khawatir sama mayang harus nya dia mau gue ajak nemuin mayang tadi malam" lanjut mbak daniar yang membuat wajah mbak poppy cengar cengir


"Bukannya gitu! gue cuma takut kalau pergi malam malam begitu"


"Pake alesan lagi! mau gue tampol lagi tuh mulut" tekan mbak biar yang membuat ku tertawa kecil


kini pandangan ku beralih kepada mala


"Wajah kamu kenapa?" tanya ku dan ingin mendekat


"Tidak mas!" jawab nya cepat dan langsung berjalan mundur

__ADS_1


"Ini bukan apa apa kok" lanjut nya sambil berusaha menutupi luka itu menggunakan rambut nya


__ADS_2