
Saat aku ingin melangkah menuju ke dalam kamar untuk bersiap bersiap menunaikan solat magrib.Tiba tiba saja langkah ku terhenti saat mendengar suara pintu di ketuk.
"Siapa yang datang? apakah daniar dan poppy?".tebak ku
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Iyaa sebentar" teriakku
Saat pintu sudah terbuka betapa terkejutnya aku,saat mendapati seorang wanita yang tengah berdiri di depan pintu adalah wanita yang sama.
"Malaa?"
"Maaf mbak! tapi saya tidak berani untuk pulang sendirian! bisakah antar kan saya pulang sebentar?" tanya nya yang membuat ku keheranan.
Bagaimana bisa dia kembali lagi kesini dan minta tolong agar di antar pulang? bukan kah tadi wanita ini telah menolak mentah mentah penawaran ku dan ardi.
"Mbak??" panggil nya
"Ah,iya! masuk lah dulu ke dalam" ucap ku mempersilahkan nya untuk masuk
"Duduk lah! saya akan memanggil ardi sebentar!"
"Iya mbak"
Setelah itu aku pun segera berjalan menuju kamar ardi untuk memberitahu pada nya, bahwa mala kembali lagi ke sini dan meminta untuk di antar kan pulang.
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Masuk saja bu mayang! pintu nya tidak saya kunci" jawab nya dari dalam
Dengan segera ku buka pintu kamar ardi dan masuk ke dalam,tapi sebelum itu aku sempat melihat ke arah mala sebentar sebelum benar benar masuk ke dalam hanya untuk sekedar memastikan saja.
"Di" panggil ku sambil berjalan mendekat ke arah nya yang kini sedang duduk di sebuah kursi yang terletak di sudut kamar nya.
"Ada apa bu mayang?"
"Mala kembali lagi ke sini,dan dia minta tolong agar kamu mau mengantarkan nya pulang sekarang" ucap ku yang berhasil membuat ardi bangkit dari duduknya
__ADS_1
"Apa? yang bener bu mayang?"
"iyaa! bener! buat apa saya bohongi kamu? yasudah sana antar kan dia pulang! saya akan menunggu mu disini"
"Tapi ingat,jangan lama lama!"
"Lalu? bagaimana dengan bu mayang? saya tidak bisa meninggal kan kalian begitu saja seperti tempo hari"
"Saya takut terjadi hal yang buruk pada kalian" lanjut nya yang terlihat cemas.
Aku hanya diam tak menjawab pertanyaan ardi,apa yang di ucap kan nya barusan memang ada benarnya juga! Aku tidak mau kejadian kemarin kembali menimpa kami.
Jujur aku juga masih sangat takut jika mengingat kejadian malam itu,tetapi untung nya kejadian itu tidak lah berlangsung lama dan makhluk itu tidak melukai ke dua anak ku sedikit pun.
Tapi berbeda dengan malam ini, entah kenapa firasat ku sangat tidak enak! dan hati ku juga mengatakan hal yang sama.Bahwa akan terjadi sesuatu pada kami! tapi aku tidak tau apa itu! tapi yang pasti aku tidak akan diam kali ini,aku akan melawan semua itu dengan sekuat tenaga ku serta meminta pertolongan pada sang maha kuasa.
"Bu mayang? kenapa bengong begitu? awas! entar Kesambet lo,bisa berabe urusannya nanti" ucap ardi
"Ah,maaf saya hanya sedang memikirkan sesuatu"
"Lalu bagaimana? apakah kita akan membiarkan mala untuk menginap malam ini di sini?" tanya ku
"Saya tidak yakin tentang hal itu bu mayang! tapi apa salahnya jika di coba? baiklah! saya akan coba bicara padanya"
"Mari bu! kita kembali ke depan"
Saat kami sudah berada di ruang tamu,aku dan ardi tidak mendapati keberadaan mala di sini,entah kemana dia pergi.
"Mala kemana bu Mayang?"
"Saya juga tidak tau di,tadi dia sedang duduk di sini" ucap ku
Tak mau diam saja,aku dan ardi mencari mala ke seluruh bagian rumah tetapi kami tidak menemukan nya di mana mana.
"Kevin? keenan? apa kakak mala ada masuk ke dalam kamar kalian tadi?" tanya ku pada kevin dan keenan yang kini sedang berbaring di atas tempat tidur sambil bermain ponsel milik ku.
"Tidak mah!" jawab mereka tanpa beralih menatap ke arah ku
"Baiklah kalau begitu" ucap ku dan ingin menutup pintu kamar tapi langkah terhenti saat baru menyadari bahwa mereka sedari tadi terus bermain ponsel tanpa henti.
"Kevin keenan! sudah dong main game nya lanjut besok ya sayang"
"Iya deh mah".jawab kevin lesu lalu dengan segera meletakkan ponsel ku di atas nakas setelah itu langsung membungkus seluruh tubuh nya dengan selimut.
Aku hanya bisa membuang nafas panjang melihat perilaku anak sulung ku itu,aku yakin saat ini dia pasti sedang ngambek pada ku.
__ADS_1
"Keenan? kamu tetap di dalam ya! jangan keluar kalau keenan lapar di koper masih ada snack! kamu boleh makan itu dan berbagi dengan abang kevin" ucap ku yang berhasil membuat wajah keenan terlihat berseri seri,aku hanya tersenyum pada nya lalu kembali menutup pintu kamar.
"Gimana di? apa kamu sudah menemukan mala?"
"Belum bu Mayang!" ucapnya
"Apa ibu yakin kalau mala tadi kembali ke sini?"
"Saya yakin ardi! saya sendiri yang membukakan pintu untuk nya dan memintanya agar tetap duduk di sana, sembari menunggu saya kembali" jelas ku
"Mbak! mas! apa kalian sedang mencari saya?" tanya mala yang tiba tiba datang menghampiri kami
"Kamu dari mana saja mala? kami sudah hampir panik saat tidak mendapati kamu di sini!" ucap ku mulai kesal
"Maaf mbak,mas! tadi saya sedang di kamar mandi"
"Baiklah,kalau begitu! ardi tidak bisa mengantarkan kamu sekarang karna dia tidak bisa meninggal kami sendiri di rumah ini"
"Kamu menginap saja ya malam ini,besok pagi pagi sekali ardi akan mengantar mu pulang".tawar ku
"Ah,tidak usah mbak saya pulang sendiri saja!"
"Apa? kamu ini gimana si mala? bukan kah tujuan mu kembali ke sini untuk minta di antar kan pulang karna kamu tidak berani pulang sendirian?".tanya tak mengerti apa yang sedang di pikirkan nya, apakah dia sedang mempermainkan aku dan ardi.
"Menginap lah di sini mala! kamu tidak usah keras kepala" sahut ardi
"Saya janji,akan mengantar mu besok"
Mala kembali menggeleng kan kepala nya pelan dan tetap kekeh dengan ke inginannya.Bersamaan dengan itu tampak dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana nya.
"Ini mbak mayang".ucap nya sambil menyodorkan 4 pasang gelang pada ku.
"Apa ini? kenapa kamu memberikan gelang ini pada saya?"
"Ambil saja mbak mayang! saya harap mbak mau memakai nya,pakaikan juga gelang ini pada kevin dan juga keenan"
"Kamu juga ya mas! pakai lah gelang itu"
"Saya harus pergi sekarang,karna kakek dan nenek saya pasti sudah menunggu kepulangan saya di rumah" pamit nya lalu langsung pergi begitu saja seperti tadi.
"Mala" teriak ku
"Ini gelang apa?"
"Pakai saja mbak Mayang! itu akan melindungi kalian percaya lah dengan saya" Jawab nya sambil membalikkan tubuh nya ke arah kami lalu tersenyum.Setelah itu dia kembali melangkah dan keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
Setelah kepergian mala segera ku perhatikan gelang yang di berikan oleh nya pada ku,gelang ini terbuat dari benang 7 warna.Kalau kepercayaan suku jawa,benang ini biasa di gunakan sebagai jimat atau penangkal.
Apakah mala benar benar ingin melindungi kami?.batin ku