
Setelah masuk ke dalam mobil segera ku pakai sabuk pengaman,lalu menginjak pedal gas dengan kecepatan sedang.
Malam ini aku ingin bertemu dengan seorang rekan bisnis,yang akan membantu perusahaan yang hampir terancam bangkrut.
Sekertaris ku melly,yang mengenalkan ku pada orang itu! melly bilang bahwa orang itu akan menanam saham sebesar 30%.Angka saham itu sudah cukup untuk membantu perusahaan.
Jika aku berhasil mengajak orang itu bekerja sama dengan perusahaan,maka kedudukan ku sebagai manager baru di perusahaan itu akan aman aman saja.Dan jika tidak! maka aku harus hengkang dari sana dan kembali ke kota asal ku.Serta jabatan ku yang sekarang akan di ragukan oleh atasan ku di sana.
Bisa bisa aku akan di kembali kan ke posisi ku yang dulu,yaitu hanya sebagai karyawan biasa dan aku tidak mau itu terjadi!
Terus ku pacu mobil ini melewati jalanan kota yang di penuhi oleh banyak kendaraan,tapi syukur nya malam ini aku tak terjebak macet! Hal ini akan menguntungkan bagi ku agar aku lebih awal sampai di sana sebelum orang itu.
Saat sedang fokus menyetir tiba tiba saja ponsel ku berdering,karna tak mau terjadi kecelakaan akhirnya ku hentikan mobil ku di tepi jalan.
"Dret"
"Dret"
"Dret"
"Mayang?" Batin ku sambil tersenyum senang
"Ekhem! Hallo sayang?"
"Kenapa menelpon malam malam begini? kamu masih belum tidur?" sapa ku dengan lembut
"Papah!"
"Kevin? papah kirain mamah yang nelpon ternyata kamu" ucap ku terkekeh pelan namun terbesit sedikit rasa kecewa di hati ku! aku sungguh berharap bahwa mayang lah yang menelpon ku,karna aku sangat merindukan suara nya yang lembut itu.
"Papah!" Rengek nya kembali
"Kenapa sayang? kenapa suara nya begitu?" tanya ku mulai merasa gelisah
"Paaah! hiks hiks!"
"Papah di mana?"
"Papah sedang dalam perjalanan menuju kantor sayang! memang nya ada apa? ayo! cerita sama papah"
"Apa adek keenan mengganggu kevin lagi? atau mamah memarahi kevin?" tanya ku dengan tenang
"Ti-tidak pah! hiks hiks"
"Tolong jemput kita pah! mamah tidak bangun bangun,kevin takut"
Deg!
Seketika jantung ku berdetak dengan sangat cepat! hati ku sangat gelisah saat ini.Entah apa yang terjadi pada mereka! Apakah ketakutan ku beberapa hari ini benar benar terjadi?
"Kevin! dengerin papah ya! kamu tenang dulu"
"Coba,berikan ponsel yang kevin pegang ke om ardi! papah mau bicara sama om ardi sebentar boleh kan?" tanya ku hati hati namun anak sulung ku itu tak menjawab apa pun,yang terdengar hanya suara isak tangis nya saja.
"Kevin?" panggil ku lagi
"Bu-buruan pah! jemput kita" desak nya lagi pada ku
"Baik! papah akan jemput kalian tapi tidak bisa sekarang ya sayang! karna papah harus bertemu dengan rekan bisnis papah! tante daniar dan tante poppy akan segera sampai di sana kalian tidak usah khawatir"
"Tidak pah! jemput kita sekarang"
__ADS_1
"Om ardi ninggalin kevin sama keenan di sini!"
Ucapan nya kali ini membuat nafas ku memburu! bagaimana bisa ardi tega meninggalkan ke dua anak ku sendirian di rumah itu? apalagi keadaan istri ku yang saat ini tidak sadar kan diri!
Dengan cepat langsung ku putuskan sambungan telpon! tapi,sebelum itu aku berusaha meyakinkan kevin untuk tetap tenang!
"Hallo daniar!" sapa ku
"Iya ada apa?" jawab nya
"Kalian sudah dimana? kenapa masih belum sampai juga!
"Istri saya sedang tak sadar kan diri sekarang!"
"Apaaaa?" teriak nya yang sontak membuat ku menjauh kan ponsel ini dari telinga ku
"Iyaa!" jelas ku
"Saya tanya kalian sudah di mana?" tekan ku lagi
"Sebenarnya kita sudah hampir sampai,tapi kita gak lanjutin perjalan menuju rumah itu"
"Karna saat di tengah perjalanan,seorang wanita mencegah kami untuk tidak datang ke rumah itu malam ini! Karna sangat berbahaya"
"Astagfirullah" geram ku
"Sekarang saya minta,kalian segera lah pergi ke rumah itu! ke dua anak saya sendirian di sana"
"Ardi telah meninggal kan mereka" lanjut ku yang membuat daniar kembali berteriak dan mengatakan bahwa dia akan segera ke sana.
"Terimakasih! saya akan menyusul"
Saat ini pikiran ku sangat kacau,apa yang harus ku lakukan sekarang? jika aku menyusul mereka ke sana malam ini,itu akan percuma! karna perjalanan menuju ke sana sangat lah jauh.
Dengan hati yang tak tenang, kembali ku laju kan mobil ini menuju ke kantor dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat.
Aku akan kembali mengajukan surat izin untuk cuti beberapa hari,agar aku bisa menemui mereka besok pagi!
Tak hilang akal,aku terus berusaha menelpon ardi! tapi nomor nya tidak aktif.Entah di mana dia saat ini,sungguh aku tidak habis fikir dengan apa yang di lakukan nya pada mereka.
Padahal aku sudah berpesan agar terus menjaga dan melindungi mereka,selama aku masih bekerja di sini.
"Siaaal" gerutu ku kesal sambil memukul stir mobil
Beberapa menit kemudian ponsel ku kembali berdering,yang membuat ku lagi lagi harus menghentikan mobil ku di tepi jalan.
"Selamat malam pak nanda!" sapa melly sekertaris ku
"Ya! ada apa?" tanya ku sekedar nya
"Pak nanda sudah di mana?"
"Sebentar lagi saya akan sampai!"
"Baik pak! saya akan menunggu"
"Soalnya ada orang yang ingin bertemu dengan bapak malam ini" lanjut nya
"Oh ya? sudah berapa lama dia menunggu saya?" tanya ku
"Sudah sekitar 1 jam yang lalu pak"
__ADS_1
"Baik! saya akan sampai di kantor sekitar 5 menit lagi,sampai kan permintaan maaf saya pada beliau"
"Hati hati pak nanda"
Setelah telpon terputus segera ku pacu mobil ini dengan kecepatan penuh.
Sekitar 5 menitan aku sudah sampai di kantor,dan meminta pada security untuk memarkir kan mobil ku di basement.
"Terimakasih pak" ucap ku pada security kemarin malam yang juga mengambil kan mobil ku di parkiran.
Tak ingin berlama lama lagi,segera ku langkah kan kaki ini menuju loby .
"Malam pak nanda!" sapa gea pada ku
"Malam juga gea!" jawab ku yang kali ini menghampiri nya
"Di mana orang yang ingin bertemu dengan saya?" tanya ku
"Beliau sedang menunggu di ruangan bapak!"
"Oke! terimakasih!" jawab ku dan langsung berjalan menuju lift
"Ting"
Pintu lift terbuka,segera ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam lift lalu menekan tombol menuju ke lantai 3 dimana ruangan kerja ku berada.
"Pak nanda!" sapa seseorang pada ku
"Aduuh! maaf pak saya tidak melihat kalau bapak juga ada di lift ini" jawab ku canggung
"Tidak apa apa pak nanda!" jawab nya sambil menepuk bahu ku pelan
"Emmm,pak andi" panggil ku
"Iya pak nanda,ada apa?"
"Ah, tidak pak! saya akan datang ke ruangan bapak nanti" lanjut ku
"Baik! saya akan menunggu"
*****
Kini aku sudah berada tepat di depan pintu ruangan kerja ku.Dengan segera ku buka knop pintu untuk masuk ke dalam.
"Cklek"
Saat pintu ruangan ku sudah terbuka lebar,kini aku bisa melihat dengan jelas bahwa ada seorang pria yang sedang duduk di atas sofa sambil mengobrol dengan melly sekertaris ku.
"Selamat malam pak! maaf kalau saya terlambat" sapa ku yang saat ini masih berdiri di ambang pintu
"Ah iya pak tidak apa apa!" jawab nya sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ku.
Aku terus memperhatikan setiap inci wajah pria yang sedang duduk sana! dan sedetik kemudian
"Bayu" lirih ku
Bersamaan dengan itu terlihat ada sebuah notif pesan dari ponsel ku.
"Malam pak nanda! maaf kalau saya baru mengirim kan nya sekarang,karna ponsel saya sedang lowbat tadi"
"Bayu +628*-****-*****"
__ADS_1