
Aku yang melihat itu langsung bangkit serta menarik tubuh keenan yang masih tersungkur di aspal lalu dengan cepat membawanya ke dalam gendongan ku.
Sedetik kemudian sosok itu berhenti tepat di samping ku berdiri saat ini yang hanya berjarak 1 meter saja.
"Aaaaargh" erangnya
"Kemarilah! kau adalah milik ku.....
Bersamaan dengan ucapan nya barusan aku kembali melihat bayangan putih terbang lalu dengan cepat menerjang sosok gaun merah itu sebelum dia benar benar menyentuh tubuh ku.
Sebentar ku perhatikan sosok gaun putih itu dari belakang! dia terus mencengkram leher milik sosok gaun merah tersebut hingga membuat sosok itu mengerang serta melengking kesakitan.
"Lepaaaas!"
"Aaaaaaaaaaaa" lengkingan itu kembali keluar dari mulutnya yang membuat gendang telingaku hampir pecah mendengar nya.Bagaimana tidak? suara lengkingan itu lebih keras dari sebelumnya.
Sosok gaun putih itu kembali membanting tubuh sosok gaun merah dengan kasar di aspal,hingga membuatnya meronta ronta menahan sakit.
Belatung serta darah bercampur nanah semuanya berjatuhan di aspal,membuat ku sangat mual melihatnya.
Tak hanya sampai di situ,sosok gaun putih itu kembali datang menghampirinya lalu duduk di atas tubuh sosok gaun merah.Dan sedetik kemudian dengan sadis dia mencabik cabik serta mencakar seluruh tubuh sosok gaun merah tersebut.
Namun,anehnya sosok gaun merah itu tak merespon apapun! dia hanya tertawa dan sesekali mengerang membuat siapa saja akan merinding melihatnya.
"Mamah!" panggil kevin yang kini berlari ke arah ku
Dan dengan cepat langsung ku turun kan tubuh keenan dari gendongan ku,lalu membungkuk dan memberikan pelukan hangat pada putra sulung ku itu.
Di dalam pelukan ku,dia terus saja menangis hingga tergugu membuat ku kembali menangis dengan tersendu sendu.Rasanya hati ku sangat hancur saat ini! aku sungguh benar benar merasa gagal menjadi mamah untuk mereka berdua! andai saja aku mengikuti perkataan mala sebelum nya,mungkin nasib kami tidak akan begini.
Tidak! bukan! bukan hanya itu saja! harusnya dari awal aku sudah pergi meninggalkan tempat ini.Tapi aku ini terlalu bodoh selalu memakai logika dan selalu meyakinkan diri ku bahwa kami akan baik baik saja!
Tapi apa? semua itu hanya lah ego! ego! ego! aku sangat egois pada diri ku sendiri maupun pada kedua anak anak ku.
Aku lah yang harus bertanggung jawab dengan semua yang terjadi pada diri ku,kevin,keenan,dan juga ardi!
Andai saja waktu bisa di ulang kembali,aku tidak akan menerima rumah itu sebagai hadiah untukku! aku akan memintanya untuk kembali menjualnya dan membelikan hadiah lain! apa pun itu,aku akan menerimanya! asal kan Jangan rumah itu.
"Menyingkirlah" teriaknya yang membuat sosok gaun putih itu terpental hingga ke batang pohon lalu lenyap begitu saja!
Aku yang melihat itu langsung bangkit serta meminta kevin dan keenan untuk berlindung di belakang tubuh ku.
__ADS_1
"Kemarilah" ajak nya pada ku sambil mengulurkan tangannya
"Tidak!" jawab ku lantang
"Aku tidak akan mendekat pada mu! pergi lah jangan ganggu aku dan anak anak ku"
"Aku tidak akan menggangu anak anak mu, manusia sombong"
"Aku hanya menginginkan diri mu saja" lanjut nya yang kini mulai melayang perlahan ke arah ku yang membuat ku memejamkan mata.
"Hei....Wanita iblis" teriak ardi yang membuat ku seketika membuka mata ku.
"Hei wanita iblis! apakah kau tidak mendengar ku?" Panggil ardi kembali yang membuat sosok itu memalingkan wajah nya ke arah ardi.
"Apakah kau melihat gelang yang ku kenakan ini?" ucap ardi sambil menunjukkan tangannya yang terlilit oleh gelang yang di berikan mala tadi pada sosok itu.
"Ardi? apa yang kamu lakukan? pergi lah dari sana!" teriak ku
"Tidak bu mayang! saya ingin menguji apakah gelang ini berfungsi atau tidak"
"Bukankah bu mayang meragukan gelang ini" lanjut nya yang membuat ku geleng geleng kepala.
"Ti-tidak ardi! pergi lah" teriak ku lagi namun ardi tetap tak menghiraukan ucapan ku.
"Kemana dia?" tanya ku bingung
"Hahahaha......
"Bu Mayang sudah liat kan? gelang ini berfungsi bukan?
"Hahahaha"
"Dasar makhluk lemah! cuma karna gelang ini saja nyali nya langsung ciut" ledek ardi sambil tertawa keras
Aku yang melihat tingkahnya hanya bisa menghela napas panjang
"Sudah lah di! cukup!"
"Sebaiknya kita harus pergi dari sini! sebelum dia kembali" pinta ku sambil menuntun ke dua tangan anak ku menuju mobil.Aku harap mobil ini masih mau menyala dan membawa kami sampai ke desa.
"Masuklah sayang" pintaku pada kevin dan keenan untuk masuk kembali ke dalam mobil.
__ADS_1
"Iya mah"
"Ardi ayolah cepat" seru ku
"Sebentar bu mayang" jawabnya
Aku yang mendengar Jawaban nya barusan hanya mengangguk dan tetap terus memperhatikannya yang sedang berjalan terseok Seok.
"Ardi" panggil ku
"Kenapa cara jalan mu begitu? cepat lah"
"Tidak tau bu mayang! kaki saya rasanya berat sekali!" jawab nya sambil memukul mukul lutut nya.
"Apa perlu saya bantu?" tawar ku
"Tidak usah bu mayang! saya bisa sendiri! bu mayang masuk lah lebih dulu,saya akan segera menyusul" pintanya dan aku segera menyetujui nya
Saat tangan ku ingin meraih knop pintu,tiba tiba saja aku mencium bau busuk itu kembali serta mendengar samar samar suara erangannya.
Aku kembali melihat ke arah ardi yang sedang berusaha melangkah menuju kemari,ingin rasanya hati ini untuk datang menghampiri nya dan membantu nya berjalan.
Namun apa boleh buat? ardi sudah menolak tawaran ku tadi! jadi,aku tidak bisa berbuat apa apa sekarang selain tetap menunggu nya sampai di mobil.
Saat aku sedang fokus memperhatikan ardi,tiba tiba saja aku melihat dari kejauhan sebuah bayangan bewarna merah perlahan melayang mendekat ke arah ardi.
Aku yang melihat itu tak tinggal diam,dan langsung berlari ke arah ardi dan membantu nya sebelum sosok itu benar benar sampai ke pada nya.
"Ada apa bu mayang? saya bisa sendiri" tolak nya
"Ayo ardi! cepat lah"
"Tidak bu mayang! masuk lah lebih dulu ke dalam mobil saya akan menyusul" pinta nya
"Cepat laaaah" desak ku sambil terus mencuri curi pandang ke arah belakang.
Bukannya terus berjalan,ardi malah menghentikan langkah nya lalu melihat ke arah belakang dan kembali menatap wajah ku.
"Tidak apa bu Mayang!"
"Pergilah"
__ADS_1
"Tidak ardi! ayo cepat lah kita harus pergi dari sini sekarang" ucap ku mulai frustasi melihat penolakan nya itu.