
Detik itu juga suasana yang tadi nya cukup riuh tiba tiba saja berubah menjadi hening
Beberapa di antara mereka saling berpandangan satu sama lain! sedang kan pak nanda hanya terfokus kepada pak restu saja.
"Ck! bagaimana bisa sebuah kalung bisa membawa sebuah petaka mas!" elak pak nanda sambil memalingkan wajah nya ke arah lain
"Mas tolong jangan mengada ngada!" lanjut nya
Pak nanda kembali menatap wajah pak restu dengan tatapan tak suka "Siapa yang telah mengajari mas untuk merangkai serta mengarang cerita seperti ini mas?"
"Apa kamu yang mengajari nya bay?" tuding pak nanda dengan tatapan sepele yang membuat pak bayu langsung menepis apa yang di ucap kan pak nanda barusan kepada nya.
"Apa maksud kamu nan? kenapa kamu malah menuduh saya seperti itu!" tegas pak bayu
"Lalu?" sahut pak nanda sambil menaikkan alis nya
"Jika bukan kamu, siapa orang itu?" lanjut pak nanda yang kembali menatap wajah pak restu
"Cukup nan! kamu sudah melewati batas!" tegas pak bayu kembali
Aku,daniar,serta poppy hanya bisa diam menyaksikan perdebatan mereka yang semakin lama semakin sengit saja!
"Kenapa? apa kamu tidak terima jika saya mengatakan hal itu kepada mas restu?"
"Lalu, bagaimana dengan saya? mas kamu juga mengatakan bahwa kalung pemberian saya mengakibatkan malapetaka untuk keluarga kalian!"
"Apa salah! jika saya tersulut emosi seperti ini?" lanjut pak nanda yang membuat pak bayu senyap dan tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
"Dan satu hal lagi,mas kamu juga mengatakan bahwa saya lah penyebab utama atas kematian laras!"
"Adik kamu!" lanjut pak nanda yang kini sudah kembali bangun dari duduk nya serta dengan tatapan yang penuh amarah!
"Bagaimana bisa saya adalah penyebab kematian nya? sementara saya tidak tau menau tentang apa yang sebenar nya terjadi kepada laras!" terang nya
"Bukan kah kamu mengatakan pada saya,bahwa laras di temukan di tengah hutan sudah dalam posisi tidak bernyawa lagi?! serta dengan wajah juga tubuh yang sudah tercabik cabik?"
"Dan dari situ saya sudah bisa dengan mudah menyimpulkan! "LARAS MATI AKIBAT DARI SERANGAN HEWAN BUAS" bahkan bukan saya saja,semua orang juga akan mudah menyimpulkan apa yang terjadi pada laras meski hanya mendengar tanpa melihat kejadian nya secara langsung!"
Pak nanda terus saja bicara tanpa memberikan sebuah kesempatan kepada pak bayu atau pun pak restu untuk menjawab semua pertanyaan serta perkataan nya
Kini, aku kembali teringat tentang apa yang pernah di ceritakan mala pada ku dan juga bu mayang siang itu!
__ADS_1
Dan mencoba mencocokkan kembali perkataan mala,bu mayang,serta pak nanda!
Setelah ku pikirkan lebih keras, seperti nya apa yang di ceritakan mala serta pak nanda itu sama! tapi, masalah nya aku masih belum punya bukti yang kuat untuk mengatakan hal ini kepada mereka
Karna mala tidak mengatakan lebih rinci tentang kejadian yang menimpa seorang wanita beberapa tahun silam di hutan itu!
Dia hanya mengatakan pada kami.Bahwa dulu ada seorang wanita yang memasuki hutan itu selama beberapa hari tetapi tak juga kunjung kembali dan memang berasal dari desa nya.
Saat semua orang berusaha untuk mencari keberadaan wanita itu,sayang nya dia sudah di temukan dalam kondisi yang sangat memprihatikan serta mengenaskan dan juga sudah tidak bernyawa lagi!
Sedangkan bu mayang mengatakan pada ku tepat di malam saat bu mayang kerasukan,dia melihat sebuah kejadian yang menimpa seorang wanita di suatu tempat! tapi sayang nya bu mayang tidak bisa melihat semua itu dengan jelas
Bu mayang hanya menyimpulkan "Wanita itu di bunuh oleh kakak nya sendiri"
Apakah ini ada hubungan nya dengan kematian laras? apakah wanita yang di lihat bu mayang adalah orang yang sama?
Kepala ini serasa ingin pecah memikirkan serta mendengar perdebatan mereka yang tak ada habis nya!
Sedangkan pak restu sedari tadi hanya diam dan tak merespon apa pun!
Mata ku kini beralih menatap ke arah bu mayang kembali! aku berharap bu mayang bisa segera sadar kan diri,karna hanya dia lah satu satu nya harapan untuk memecahkan misteri ini!
Pagi sudah berganti siang,siang sudah berganti sore,sore berganti malam,dan malam kembali berganti pagi! tetapi keadaan bu mayang masih saja sama seperti kemarin malam.
Semua orang kini semakin mencemaskan keadaaan bu mayang saat ini! begitu juga dengan ku
Setiap beberapa jam sekali kevin dan keenan menangis secara bergantian! yang membuat semua orang menjadi sangat kewalahan menghadapi mereka!
Perdebatan sengit antara pak nanda dan pak restu sampai pagi ini masih belum mereda! mereka berdua kini menjadi acuh sama lain, pak nanda sama sekali tak mau menatap wajah pak restu apalagi bicara kepada nya! Dan begitu juga sebalik nya
Tetapi,beda nya raut wajah pak restu sejak kemarin siang sangat lesu sekali seperti orang yang tak memiliki semangat hidup!
Aku yang menyadari hal itu,selalu mencoba untuk mengajak nya mengobrol! serta sedikit memberi pengertian pada nya seperti sekarang ini.
"Tidak usah terlalu di ambil hati apa yang di ucapkan pak nanda kepada bapak kemarin pagi!"
"Mungkin kemarin pagi serta sampai pagi ini,amarah masih menyelimuti hati dan pikiran pak nanda!" sambung ku
"Haaaaa" pak restu menghembuskan nafas gusar sambil menyeruput kopi milik nya
"Saya sangat tau akan hal itu mas!"
__ADS_1
"Tapi sungguh,saya tidak bermaksud untuk menyudutkan pak nanda seperti itu!"
"Saya hanya menyampaikan apa yang sudah saya ketahui selama bertahun tahun lama nya" terang nya
Aku mengerutkan dahi "Memang nya apa saja yang sudah bapak ketahui?" tanya ku
"Tidak ada yang lain mas! saya baru bisa menyimpulkan hal itu dan saya yakin bahwa ini lah awal masalah nya!" sambung pak restu yang kembali menyeruput kopi nya
Aku kembali diam dan meminum teh yang di suguhkan oleh bu ismi tadi!
"Di!" panggil mbak daniar pada ku
"Ada apa mbak?"
"Aku boleh pinjam charger kamu gak? soal nya charger aku ketinggalan"
"Boleh mbak! pakai saja" jawab ku
"Terimakasih" ucap mbak daniar dan kembali masuk ke dalam rumah
Kini suasana menjadi hening kembali,saat pak restu lebih memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar nya untuk menangkan diri dan hanya menyisakan ku seorang diri di luar rumah
"Sendiri aja mas?" sapa pak bayu pada ku
"Iya pak!" sahut ku sekedar nya
Tak berselang lama, setelah kedatangan pak bayu.Pak nanda juga keluar dari dalam rumah dan bergabung dengan kami.
"Saya kesal sekali sama mas mu bay!" sunggut pak nanda yang membuat pak bayu kembali tersulut emosi dan kembali terjadi perdebatan di antara mereka
Aku yang sudah tidak tahan melihat perdebatan itu kini memberanikan diri untuk membuka suara
"Sudah pak nanda! pak bayu! hentikan!"
"Apa kalian tidak merasa lelah terus berdebat sepanjang hari?" tanya ku
"Kasian bu mayang!"
"Jika kalian ingin memecahkan dan menyelesaikan masalah ini maka bersabarlah sampai bu mayang siuman"
"Saya yakin,bu mayang pasti mengetahui sesuatu tentang laras!" sambung ku,yang kemudian bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah
__ADS_1