Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.28


__ADS_3

Beberapa saat kemudian kevin sudah kembali dengan membawa keenan dari arah belakang.Aku yang menyadari itu langsung meminta izin untuk segera pamit pada tari dan juga ayahnya,pak rahman.


"Hati hati ya mbak".ucapnya sambil melambaikan tangan pada kami


"Iya mbak! terimakasih"


Terlihat di depan sana ardi telah memutar arah mobil menuju arah pulang,saat kami perlahan mendekat tampak dia langsung keluar dari dalam mobil.


"Bu mayang kemarilah!".pintanya pada ku untuk mendekat.


"Ada apa?"


"Mala ingin ikut bersama kita pulang ke rumah!".bisik nya pelan yang membuat ku terbelalak.


"Yang benar kamu di?"


"Iya bu mayang saya tidak lagi berbohong! dia sendiri yang menawarkan diri pada saya"


"Bukannya tadi kevin bilang pada saya kalau mala berkata pada kevin, dia ingin pergi pergi ke desa sebelah sekarang? makanya kita juga harus pulang sekarang!"


"Tin tin!"


"Mamah ayo masuk! kasian kakak mala katanya dia sudah merasa kepanasan!".teriak kevin yang menekan klakson lalu berteriak dari dalam mobil,dengan mengeluarkan sebagian wajahnya.


"Iya sayang sebentar!".teriak ku


"Ayo bu mayang kita pergi sekarang! soal ini akan kita lanjutkan saat kita sudah sampai di rumah!".ucap ardi yang meminta ku untuk masuk ke dalam mobil.


"Cklek"


Ku buka pintu mobil lalu menutupnya kembali saat aku sudah duduk di kursi ku.


"Sudah bu?".tanya ardi yang menatap ku dari kaca spion.


"Sudah,jalan di!"


"Baik bu"


Mobil kami pun meluncur dengan kecepatan pelan membelah jalanan pedesaan yang sejuk nan asri namun sayangnya jalan di sini banyak di penuhi oleh lubang serta krikil krikil yang tajam.

__ADS_1


Pandangan ku sekarang tertuju pada seorang wanita bernama mala yang sedang duduk tepat di sebelah keenan.Tapi entah kenapa anak ku ini tidak mau dekat dekat dengannya! yang membuat tubuh keenan terlalu dekat dengan ku lebih tepat nya terlalu mepet yang membuat ku menegurnya.


"Keenan! geser dikit dong sayang di sebelah keenan kan masih luas"


"Tidak mah! keenan mau deket mamah saja".jawabnya yang membuat perhatian ardi teralihkan dan menatap keenan dari kaca spion


"Cieee....yang sudah baikan sama mamahnya".ejeknya pada keenan yang membuat wajahnya cemberut.


Sedang kan aku hanya tersenyum melihat reaksi anak bungsu ku ini,sedangkan kevin yang duduk di kursi depan terlihat asik memainkan ponsel milik ardi.


"Mala".panggil ku


"Iya mbak mayang?"


"Kamu kenapa lebih memilih ikut dengan kami? kenapa tidak ikut dengan kakek dan nenek mu ke desa sebelah?".tanya ku dengan hati hati agar tidak membuatnya merasa tersinggung.


"Ah,iya itu bu mayang! saya cuma ingin main ke rumah ibu saja tidak lebih".jawabnya dengan senyuman yang dipaksakan namun aku tak menghiraukan hal itu.


"Oh,begitu! memangnya kamu tidak takut?".tanya ku yang berhasil membuatnya melebarkan bola mata miliknya,namun dengan cepat ia langsung merubah ekspresi nya seperti semula.


"Ke-kenapa saya harus takut bu mayang?"


Awalnya aku memang tidak mempercayai hal itu selama hidupku,namun saat aku menginjakkan kaki di hutan itu barulah aku mempercayai bahwa hal hal gaib itu memang benar adanya! dan aku juga percaya bahwa di dunia ini bukan hanya ada dunia manusia saja.Melainkan ada dunia lain yaitu dunia gaib tempat makhluk makhluk halus tinggal.


"Tapi,bukannya kata penduduk desa hutan itu adalah tempat yang terkutuk! sehingga tidak ada yang berani menginjakkan kaki nya di sana?".sahut ardi yang mungkin mendengar kan percakapan kami namun tetap fokus menyetir.


Mendengar pertanyaan ardi yang di lemparkan pada mala,membuat ku melihat ke arahnya dan menanti jawaban yang keluar dari mulut wanita manis ini.


"Saya tidak percaya tentang semua itu mas ardi! bukannya saya sudah membicarakan soal ini pada mas ardi saat kita membahasnya bersama nenek dan kakek saya?".tanya nya yang membuat ku mengalihkan pandangan ke arah ardi.


"Iya,kamu memang sudah menjawab pertanyaan itu di depan saya! namun belum dengan bu mayang,saya ingin kamu mengulang Jawaban itu di hadapan bu mayang secara langsung!"


Aku yang mendengar jawaban dari ardi barusan,langsung merasa kikuk dan bingung.


"Hah? ke-kenapa harus di depan saya di? maksud saya mala kan sudah menjawab pertanyaan mu tadi! kenapa dia harus mengulangnya?".tanya ku tak mengerti


"Tidak apa apa bu mayang,saya akan mengulangnya".jawab mala sambil melemparkan senyum pada ku


"Jadi begini,seluruh warga desa percaya bahwa hutan itu adalah tempat yang terkutuk! namun itu bukanlah tanpa alasan"

__ADS_1


"Alasannya apa?".tanyaku penasaran


"Alasannya karna ada seorang gadis cantik yang dulunya tinggal di desa kami,namun suatu hari dia pergi memasuki kawasan hutan tersebut namun tidak kembali selama 3 hari lamanya!"


"Tetapi naas,saat dia di temukan sudah tidak dalam posisi bernyawa lagi! serta dengan wajah yang hancur serta tubuhnya yang sudah di cakar cakar oleh binatang buas!"


"Namun,seluruh penduduk desa tidak percaya bahwa luka yang ada di sekujur tubuhnya akibat cakaran dari bintang buas! melainkan dari makhluk gaib yang bersemayam di hutan itu"


"Makhluk gaib?"


"Iya bu mayang!"


"Apakah dia adalah sosok wanita dengan memakai gaun merah serta wajah yang hancur serta mengeluarkan banyak belatung?"Tanyaku yang membuat wajah mala berubah menjadi datar.


"Ba-bagaimana ibu bisa tau?".tanyanya terdengar gugup


"Karna saya sudah pernah bertemu dengannya"


"Apa?!".teriaknya tiba tiba yang membuat ardi langsung menghentikan mobil secara mendadak.Yang membuat kening kevin terbentur ke dashboard mobil.


"Aduuuh! om ardi gimana si? kening kevin sakit tauuuuu!".protesnya sambil mengusap ngusap keningnya yang terasa sakit.


"Iya maaf! om kaget karna kak mala tiba tiba teriak! maaf ya kevin yaaa". ucap ardi sambil menjewer kedua telinga miliknya dengan tangan nya sendiri.


"Ya deh kevin maafin! tapi awas ya kalau begitu lagi! kevin bakalan aduin langsung ke papah!".ancamnya


"Iya! iya! om janji"


"Yaudah kalau gitu jalan lagi!".perintahnya pada ardi.


Ardi pun langsung menuruti perkataan anak sulung ku itu,mobil kini melaju kembali dengan kecepatan sedang! karna jalanan ini sudah tidak banyak di penuhi lubang seperti jalan sebelumnya.


Ku tatap wajah mala sekilas,terlihat dia menundukkan kepalanya! mungkin dia merasa canggung sekarang.


"Tidak apa apa mala! tidak usah terlalu di pikirkan lupakan saja ya! lagian kita semua baik baik saja tidak perlu cemas"


"Sekarang,angkatlah kepala mu jangan menunduk seperti itu".lanjut ku


"I-iya bu mayang! maafkan saya karna tiba tiba berteriak,saya refleks!"

__ADS_1


__ADS_2