Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.53


__ADS_3

Aku yang melihat itu seketika langsung beringsut mundur masih dengan posisi menggendong tubuh kevin


"Mas mundur lah" pinta buk ismi pada pak restu


"Cepat bawa ke dua anak mbak mayang masuk ke dalam kamar buk" jawab pak restu


Tanpa menunggu lagi,bu ismi langsung meminta pada ku untuk menurun kan kevin karna dia akan membawa kevin masuk ke dalam kamar! serta meminta ku untuk menggendong keenan yang masih tertidur pulas di samping bu mayang,dengan hati hati ku angkat tubuh keenan agar dia tidak terbangun.


"Bawa ke dalam mas!"


"Iya buk" angguk ku


Setelah sampai di kamar bu ismi,dengan perlahan kembali ku baring kan tubuh keenan ke atas kasur serta menutup tubuh nya dengan selimut agar dia tidak terbangun karena kedinginan.


"Mas ardi keluar lah! biar saya saja yang menjaga mereka di sini" ucap bu ismi


Sebentar ku tatap wajah keenan untuk memastikan bahwa dia tidak terbangun lalu berganti menatap wajah kevin yang sudah sangat pucat akibat kemunculan sosok itu secara tiba tiba


"Om" rengek nya saat kaki ini hendak melangkah keluar


Ku sambut tubuh nya dengan pelukan hangat serta memberikan sedikit pengertian pada nya kalau kami semua akan baik baik saja


"Kevin tetap lah di sini! om harus keluar sekarang"


"Kasian mamah" lanjut ku yang di balas anggukan oleh nya


Sebelum benar benar keluar dari sini, kembali ku peluk tubuh nya!


"Saya titip mereka berdua ya buk! jika terjadi sesuatu di luar sana,apa pun itu saya minta ibuk jangan keluar dari kamar ini" pesan ku


"Baik lah mas!"


Setelah itu aku kembali lagi ke ruang tamu di mana bu mayang sedang berbaring saat ini,aku masih melihat sosok wanita itu yang masih setia berdiri di sana serta tak henti henti nya meracau pada pak restu


tetapi pak restu tampak tak merespon sedikit pun apa yang di ucap kan oleh sosok itu pada nya.Dan sedetik kemudian pak restu mulai berjalan mendekati sosok itu


"Pak!" seru ku


"A-apa yang sedang bapak lakukan?"


"Menjauh lah dari sosok itu,kenapa bapak malah mendekati nya?" lanjut ku

__ADS_1


Bukan nya menjawab,pak restu malah mengangkat sebelah tangan nya,untuk memberi kode pada ku agar tetap tenang


Nafas ku mulai memburu hebat saat pak restu dengan penuh keberanian menatap wajah sosok itu dan melemparkan pertanyaan pada nya yang lebih tepat terdengar seperti sebuah negosiasi


"Tidaak!" geram sosok itu


"Sebaiknya kau jangan ikut campur dengan urusan ku"


"Dia adalah milik ku" tunjuk nya ke arah bu mayang yang membuat ku kaget bukan main,dan dengan segera mendekap tubuh bu mayang


Tapi,dekapan itu tak berlangsung lama! saat setelah aku menyadari bahwa perbuatan ku barusan itu salah dan akan menyebabkan masalah baru.


Dengan cepat langsung ku lepaskan dekapan itu dan memilih untuk melihat nya saja tanpa melakukan kontak fisik apa pun.


Kecuali, jika sosok itu tiba tiba datang maka aku akan langsung menggotong tubuh bu mayang dan memasukkan nya ke dalam kamar bersama bu ismi serta kevin dan keenan


"Pergi lah" pinta pak restu lagi dengan suara lirih namun,aku masih bisa mendengar nya


"Tidaaaaak!" teriak sosok itu lagi dengan penuh amarah,hingga membuat robekan di mulut nya semakin terlihat jelas


Serta membuat air liur milik nya kembali menetes dan sedetik kemudian aroma bau busuk itu kembali menusuk ke dalam rongga penciuman ku


"Seperti nya kau memang ingin aku pulang kan ke tempat asal mu" ucap pak restu sambil membuka tutup toples yang berisi kan garam


"Kau tidak usah macam macam dengan ku,karena kau tidak ada urusannya dengan ku" teriak nya sambil mengerang


"Apa kau juga ingin mati di tangan ku?" lanjut nya


Pak restu yang mendengar itu langsung murka dan langsung memasukkan tangan nya ke dalam toples lalu melemparkan segenggam garam tepat ke wajah sosok itu yang membuat nya menjerit kesakitan


"Aaaaaaargh"


"Aaaaaaaaa"


"Hentikaaaan" teriak nya kembali


Tapi pak restu tak mau menghentikan nya dan tetap terus melempar kan percikan garam itu ke seluruh tubuh sosok itu


"Pergi! atau kau akan menyesal nanti" teriak pak restu memperingati sosok itu


Aku yang melihat itu hanya bisa diam dengan kaki yang gemetar hebat!

__ADS_1


"Pak mundur lah!" teriak ku


"Tidak mas ardi! saya tidak akan mundur sebelum dia pergi dari sini"


"Saya tidak mau kejadian di masa lalu kembali terulang yang akan menambah luka di hati saya" lanjut nya


"Aaaaarhg"


"Hentikaaaaaaan" ucap nya dengan suara melengking


Bersamaan dengan itu pak restu langsung berhenti melemparkan garam itu lalu membungkuk untuk meraih sapu lidi yang tergeletak di lantai


"Kau lihat ini?" tunjuk pak restu kembali


"Pergi atau kau akan hancur"


Bukannya pergi sosok itu malah ingin berbalik menyerang pak restu yang lantas membuat ku memejamkan mata! karna aku tak sanggup melihat bagian ini


Dada ku bergemuruh hebat,kaki ini semakin gemetar hingga membuat tubuh ku hampir jatuh ke lantai.


saat ku coba membuka mata ku kembali,aku tidak lagi mendapati keberadaan pak restu dan sosok itu di sana..! kemana sosok itu membawa pak restu?apakah kejadian yang menimpa bu mayang tadi juga terjadi kepada pak restu? batin ku.


dengan langkah gontai ku beranikan diri ini untuk berjalan ke luar rumah,untuk sekedar memastikan keberadaan pak restu saat ini.


mata ku membulat sempurna saat sosok itu melayang dengan cepat ke arah pak restu seperti ingin menerjang tubuh nya


"awas paaaaaak"teriak ku dengan keras


namun naas,sebelum pak restu benar benar menghindar,sosok itu lebih dulu mencakar bagian wajah pak restu yang membuatnya mengerang kesakitan,tak puas sampai di situ sosok itu kembali ingin mencakar tubuh pak restu namun untungnya kali ini pak restu berhasil menghindar.


ku lihat pak restu langsung melayangkan sebuah pukulan tepat di bagian wajah sosok itu dengan menggunakan sapu lidi yang di pegang nya sejak tadi


"Buuugh"


"Aaaaahhg" erang sosok itu sambil memegang wajahnya serta berjalan mundur


saat aku ingin berjalan mendekati pak restu untuk membantunya,dia malah melarang ku untuk mendekatinya.


"jangan mendekat,tetap lah di situ biar saya saja yang mengurus sosok ini"ucapnya


tak hanya sampai di situ,pak restu kembali memukulkan sapu lidi itu ke tanah dan sedetik kemudian sosok itu menghilang dan hanya meninggalkan banyak sekali belatung serta bau busuk yang sangat menyengat.

__ADS_1


"dia sudah pergi mas,ayo kita masuk kedalam" ajak pak restu pada ku.


__ADS_2