
Setelah kepergian bayu,nanda langsung pergi menemui atasan nya yang sempat ia temui di lift tadi.
"Permisi" sapa nya
"Masuk pak nanda" jawab sang atasan dari dalam
Dengan kondisi yang kurang baik nanda memberanikan diri untuk kembali melayangkan surat izin cuti kepada atasan nya itu.
"Surat cuti lagi pak nanda?" tanya pak andi sambil menghela nafas panjang saat mengetahui isi surat yang di berikan nanda oleh nya.
"Iya pak andi! tolong beri saya izin kali ini saja!" Ucap nanda dengan memohon
"Memang nya pak nanda ini ada keperluan apa sebenarnya? sampai sampai jadi seperti ini"
"Saya kan sudah menjelaskan soal ini pada pak nanda kemarin bukan?" lanjut pak andi yang membuat nanda tertunduk lesu
"Baik pak! jika memang bapak tetap tidak berkenan mengizinkan saya"
"Saya rela,jika harus hengkang dari perusahaan ini dan kembali menjabat sebagai karyawan biasa di perusahaan saya sebelumnya" lanjut nanda yang membuat pak andi terkejut bukan main mendengar keputusan dari nanda barusan
"Kalau begitu saya permisi pak!"
"Mari"
"Tunggu pak nanda!" cegah pak andi saat nanda sudah berdiri tepat di depan pintu dan hendak pergi meninggalkan ruangan nya.
"Saya akan memberikan izin pada nanda! tapi, dengan 1 syarat"
"Apa itu pak?" tanya nanda yang berjalan kembali menuju meja pak andi
"Pak nanda harus bisa membuat pengusaha sekaligus bos besar perusahaan karet itu,untuk bekerja sama dengan perusahaan kita"
"Bagaimana mana pak?"
Mendengar syarat yang begitu mudah,tanpa berlama lama nanda langsung menyanggupi nya! karna sebelum atasan nya meminta syarat itu,bayu memang sudah menyetujui kerja sama itu! dan bayu menanamkan saham sebesar 30% sesuai janji nya.
"Tapi ingat pak nanda! hanya 3 hari saja, setelah itu pak nanda harus segera kembali bekerja seperti biasa"
*****
Sementara itu
Kevin dan keenan masih terus menangis melihat kondisi mamah nya yang sangat lah memprihatinkan itu.
Kondisi tubuh mayang kini tengah terbaring lemah di aspal, dengan luka cakaran hampir di sekujur tubuh nya akibat cakaran dari sosok itu.
"Abang? apa mamah akan meninggalkan kita seperti nenek?" tanya keenan pada kevin yang terduduk tepat di samping tubuh mayang
"Tidak dek! mamah pasti baik baik saja!"
"Setelah tante niar dan tante pop pop datang kemari,mamah akan langsung sadar" jawab kevin yang tetap berusaha menenangkan keenan! adik semata wayang nya itu, padahal saat ini kevin juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan keenan saat ini.
Di sini lah mereka saat ini,terduduk si jalanan yang tanpa penerangan sedikit pun selain penerangan dari sebuah lampu flash yang di nyalakan oleh Kevin untuk menerangi mereka.
Sedangkan ardi pergi meninggalkan mereka begitu saja di sana,tapi apa yang di lakukan oleh ardi bukan lah tanpa alasan.
__ADS_1
Tujuan ardi sebenarnya baik,namun cara nya saja yang salah! hingga membuat kevin dan keenan berpikir hal buruk tentang ardi.
Mereka beranggapan bahwa ardi memang sengaja meninggal kan mereka ber 3 di sana dengan kondisi mamah mereka yang tak sadarkan diri sejak 1 jam yang lalu.
******
"Permisi pak! assalamualaikum" teriak ardi yang kini masih setia berdiri di ambang pintu rumah seseorang yang bahkan belum dia kenali
"Waalaikumsalam!" sahut seseorang akhirnya dari dalam sana yang membuat ardi kembali mendapatkan semangatnya yang hampir hilang.
"Malam pak! maaf mengganggu"
"Saya yang beberapa hari lalu datang ke bengkel bapak,untuk menambal ban mobil saya" lanjut ardi yang membuat pria yang kini berdiri tepat di depan ardi tersenyum setelah beberapa menit mencoba mengingat ngingat.
"Ah,iya! kamu saya ingat"
"Siapa mas?" sahut seorang wanita dari dalam sana yang merupakan istri dari pria itu
"Ini buk,kita kedatangan tamu yang kemarin sempat menambal ban mobil di bengkel mas"
"Oooh,kalau begitu silahkan masuk mas!" ajak sang istri pada ardi
"Tidak usah buk! saya ke sini ingin meminta tolong pada kalian berdua"
"Istri bos saya,bu mayang sedang dalam kondisi sekarat di jalan dekat hutan sana" lanjut ardi
"Astagfirullah" ucap mereka berbarengan
"Memang nya apa yang terjadi pada mbak mayang mas?" sahut sang istri
"Apaaaa?" teriak mereka berdua yang membuat ardi terlonjak
"Jadi,tujuan kalian kemarin itu ke hutan candralaras?"
"Benar pak!" jawab ardi
"Kenapa kalian tidak mengatakan pada kami lebih awal mas? hutan itu sangat berbahaya"
"Apalagi kalian telah melalui jalan dari arah barat,itu sama saja kalian telah membuka pintu gerbang itu"
"Setelah 4 tahun lama nya terbuka dan baru 1 tahun pintu itu berhasil di tutup"
******
Sementara itu
"Pop!"
"Poppy!"
"Bangun dong! buruan mayang sekarang lagi pingsan"
"Dan ardi meninggal kan mereka ber 3 sendiri di sana" ucap daniar yang sudah berusaha membangun kan poppy hampir 30 menit lama nya
"Biarin aja ah,lagian ini tuh udah malam banget tau niar"
__ADS_1
"Gue takut kalau harus ke sana malam ini! bukannya kata mala kita gak boleh ke sana dulu malam ini" ucap poppy masih dengan mata tertutup
"Banguuuuuuuuuun" teriak daniar tepat di telinga poppy
"Astaga niar! lo kenapa teriak teriak gitu si? kalau orang orang pada bangun kita bisa langsung di usir tanpa ampun entar"
"Yaudah makanya buruan! kita harus pergi nyusul mayang sekarang pop"
"Lo tuh kenapa si niar? kok tiba tiba ngotot banget gitu?" sewot Poppy
"Lo ngigo atau gimana? sok tau banget lo kalau si mayang itu lagi pingsan sekarang"
"Peletak"
Sedetik kemudian daniar langsung menyentil kening poppy dengan keras yang membuat nya kesakitan
"Sakit niar! go*lok banget lo emang ya"
"Kalau ini bukan rumah nya orang udah gue ke*ret juga lo" lanjut poppy
"Udah ah gue ngantuk banget nih!"
"Syuuuh!"
"Syuuuuh!"
"Awas"
"Minggir"
"Gue mau tidur! kalau lo mau pergi,pergi aja sono sendiri gue nyusul besok"
Setelah mendengar ucapan poppy daniar akhirnya memutuskan untuk benar benar pergi menyusul mayang.
Dengan langkah perlahan daniar keluar dari kamar nya dan ingin melangkah ke arah pintu untuk segera keluar.
Namun,langkah nya terhenti saat dia mencium aroma seperti sesajen yang sedang di bakar yang berasal dari sebuah ruangan.
Dengan hati hati daniar kembali menuju ke arah sebaliknya untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dalam sana.
"Mbak?" panggil mala yang tiba tiba saja muncul di belakang nya yang membuat daniar berteriak
"Aaaaaaa"
"Uuups!"
"Maaf mbak! saya kelepasan! habis nya mbak mala tiba tiba saja datang!" lanjut daniar dengan wajah kikuk
"Mbak mau kemana?"
"Saya mau pergi ke rumah mayang sekarang mbak! soal nya saya sangat khawatir" terang daniar
"Tidak mbak! saya tidak akan mengizinkan mbak pergi sekarang"
"Kembali lah ke dalam kamar sekarang" tegas mala yang membuat nyali daniar yang setinggi langit menciut
__ADS_1