Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 57.Kemarahan Nanda


__ADS_3

Nanda terus berusaha membuka pintu itu dengan paksa,mulai dari menendang nya serta menghantam pintu itu!


Namun,sayang! usaha nya hanya sia sia saja.Karna pintu itu tetap tak mau terbuka! semua orang yang berada di luar rumah terus mencoba menenangkan nanda, tetapi dia tetap tak mau mendengarkan setiap kata yang di lontarkan oleh mereka pada nya


"Tenang lah dulu pak nanda!"


"Suami saya tidak akan melakukan sesuatu hal yang buruk kepada anak bapak!"


Bu ismi terus berusaha meyakinkan nanda,tapi lagi lagi dia tidak menghiraukan semua itu.


Hingga beberapa saat kemudian,saat nanda bersiap siap hendak menendang pintu itu kembali.Detik itu juga terdengar suara knop pintu mulai terbuka


"Papah!" seru keenan dan berhambur ke pelukan nanda


"Kamu tidak apa apa kan sayang? apa ada yang luka?"


"Haaa?"


"Di mana yang sakit?"


Nanda terus saja melemparkan banyak sekali pertanyaan kepada anak bungsu nya itu


Keenan menggeleng pelan "Sakit nya sudah hilang papah"


Nanda kembali mendongakkan kepala untuk melihat wajah keenan untuk sekedar memastikan bahwa dia tidak berbohong.


"Saya tidak melakukan apa pun yang akan membahayakan putra putra bapak" sahut pak restu dari ambang pintu yang kini masih dengan posisi tangan menggenggam sebuah pisau


"Saya hanya melakukan hal yang sama, seperti yang saya lakukan kepada mas ardi"


"Bukan kah pak nanda juga menyaksikan nya tadi?" sambung pak restu mencoba setenang mungkin


Nanda membuang pandangan nya ke arah lain


"Tapi,setidak nya! mas harus meminta izin dulu kepada saya sebelum melakukan hal itu kepada kevin dan keenan" sahut nanda


Mendengar penuturan dari nanda barusan membuat pak restu menghembuskan nafas panjang,dan menundukkan kepala nya


"Maaf kan saya pak nanda!" ucap pak restu sambil mengangkat kepala nya kembali


"Saya hanya tidak ingin,apa yang terjadi kepada laras terjadi juga pada keluarga bapak" sambung nya,yang membuat nanda kembali beralih menatap wajah pak restu dengan nanar!


"Maksud mas apa?"


"Ini lah yang ingin saya jelaskan!"


"Jadi,mari lah masuk kembali ke dalam! kita akan membahas ini dengan seksama" sambung pak restu dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah


Yang kemudian di susul oleh bu ismi,pak bayu,daniar,dan ardi


Sementara nanda masih setia berdiri di sana


"Ayo pah!" ajak kevin sambil meraih tangan nanda untuk masuk ke dalam


Dengan berat hati,nanda akhir nya menurut saat kevin dan juga keenan menuntun diri nya untuk kembali masuk ke dalam

__ADS_1


"Kevin mau mandi kan?" tanya bu ismi yang membuat wajah kevin berseri seri


"Ayo!" ajak bu ismi


"Keenan juga mau mandi" sahut keenan


****


Sepeninggal mereka bertiga,nanda yang masih mematung kini duduk kembali di kursi nya atas permintaan dari pak bayu


"Huuuuft" pak restu kembali membuang nafas panjang sebelum kembali melanjutkan perkataan yang sempat terputus hanya karna perkara sebuah "GELANG"


"Apa yang ingin mas sampaikan tadi?"


Akhir nya pak bayu mulai buka suara dan membuat semua orang menatap wajah pak restu secara bersamaan


"Ini tentang laras" lirih nya


"Laras?" desis pak bayu


"Apakah mas akan membahas ini lagi?"


"Iya bay" Angguk pak restu


"Tapi mas!" potong pak bayu cepat "Kenapa harus di bahas lagi? Itu sama saja dengan hal,mas akan mengungkit kembali luka itu"


"Tapi kali ini berbeda bayu! karna mas sudah menemukan sebuah titik terang penyebab kematian laras!" lanjut pak restu yang membuat semua orang sangat merasa penasaran


"Apa itu mas?" desak pak bayu


"Masalah ini di mulai oleh anda sendiri pak nanda" tunjuk pak restu yang tepat mengarah pada wajah nanda


Lantas,nanda yang merasa tak tau apa apa langsung bangkit dari duduk nya


"Apa lagi kali mas?" seru nanda dengan nada yang mulai meninggi


seperti nya amarah yang sedang menyelimuti diri nya masih belum mereda!


"Kenapa mas malah menyalah kan saya,atas kematian laras?"


"Sementara saya tidak tau kapan laras menghembuskan nafas terakhir nya!"


"Sebab,akibat,kejadian! semua itu saya tidak tau mas!"


Ardi yang melihat itu tak hanya tinggal diam,dia mencoba bangkit dari duduk nya untuk menenangkan nanda


"Sabar pak nanda!"


"Biarkan pak restu melanjutkan perkataan nya" bujuk ardi


"Bapak tidak boleh langsung emosi seperti itu!"


"Duduk lah pak!"


Ardi terus memberikan pengertian kepada nanda,dan untung nya kali ini nanda mau mendengarkan diri nya

__ADS_1


"Baiklah!" jawab nya dan duduk kembali


Pak restu kembali hening, membuat semua orang yang sedang menanti kelanjutan dari ucapan nya perlahan lahan mulai merasa gelisah


"Lanjut kan lah mas!" desak pak bayu kembali


"Baiklah!"


"Kejadian ini memang lah berawal dari kedatangan pak nanda ke desa kami" sambung pak restu yang membuat nanda ingin kembali bangun dari duduk nya! tapi, untung nya ardi segera menahan nya


"Tenang dulu pak" bisik ardi


"Lanjutkan pak" pinta ardi pada pak restu


"Apa pak nanda masih ingat tentang awal mula bapak bertemu dengan mala adik saya untuk pertama kali nya?" tanya pak restu yang di balas anggukan oleh nanda


"Lalu?" sahut nanda yang terlihat mulai bersikap tenang


"Di saat itu lah mala mulai menaruh hati kepada pak nanda!" sambung nya


"Kembali saya bertanya! apakah pak nanda masih ingat dengan pertemuan pertama bapak dengan adik saya laras?"


"Iya! saya masih ingat dengan semua itu mas!" sahut nanda


"Di saat itu juga laras menaruh hati nya kepada pak nanda!" sambung pak restu lagi yang membuat semua orang merasa heran serta bertanya tanya! termasuk nanda itu sendiri


"Menaruh perasaan kepada saya gimana maksud mas?"


"Bukan kah saya sudah mengatakan kepada kalian semua,termasuk laras dan juga mala bahwa saya sudah memiliki tunangan" jawab nanda


"Lalu? kenapa mereka bisa memiliki perasaan dengan saya?"


Pak restu diam dan kembali menunduk kan kepala nya! yang membuat nanda semakin merasa gelisah karna masih belum mendapatkan jawaban dari pak restu atas pertanyaan yang dia berikan!


"Jawab mas!" desak nanda


"Saya juga tidak tau tentang hal itu pak! jujur,saya juga tidak pernah menyangka bahwa ke dua adik saya menaruh perasaan kepada seorang pria yang sama"


"Saya juga sudah berusaha untuk memberikan pengertian kepada mereka ber dua agar segera menghapus perasaan itu pada pak nanda!"


"Karna saya tau hal itu salah! dan mereka tak pantas memiliki perasaan lebih kepada pak nanda!"


"Awal nya mereka setuju! tapi,entah kenapa saya merasa ada yang aneh pada mala dan laras!"


"Mereka seperti terus ingin berlomba lomba untuk mendapatkan sebuah perhatian dari pak nanda!"


"Dan 1 lagi yang ingin saya tanyakan kepada pak nanda!"


"Apa itu?" sahut nanda


"Apa benar, bapak sempat memberikan sebuah kalung kepada laras?"


Nanda mengangguk"Iya mas! itu memang benar, saya memang memberikan sebuah kalung kepada laras sebelum saya kembali ke kota"


"Tapi sungguh,itu hanya sebagai ucapan terimakasih saya kepada laras atas semua bantuan yang telah ia berikan kepada saya selama proyek saya berjalan! itu saja,tidak lebih" jelas nanda

__ADS_1


"Tapi kalung itu membawa petaka untuk keluarga kami mas!" sahut pak restu dengan suara gemetar


__ADS_2