Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab. 29


__ADS_3

"Dret dret"


"Hallo niar! ada apa?".tanya ku


"Mayang kamu dari mana aja si? aku dari tadi nelpon kamu dan sekarang baru kamu angkat".jawabnya kesal dari sebrang sana


"Iya maaf aku tidak tau kalau kamu nelpon sejak tadi".ucap ku berbohong


Sebenarnya aku tau kalau daniar sudah berulang kali menelpon ku dan juga mengirimkan pesan ke berbagai media sosial.Tapi aku memang sengaja tak meresponnya karna aku sudah tau apa tujuannya untuk menelpon ku!


"Yaudah iya".jawabnya terdengar putus asa


"Yaudah buruan kirim alamatnya! aku udah siap siap ni,udah packing juga semuanya udah beres! oh ya may,aku juga ajakin poppy ni buat main ke rumah kamu! gak apa apa kan?"


"Aiih...niaaar! kan udah aku bilang jangan datang sekarang! lain kali aja".geram ku


"Ini malah ngajakin poppy lagi!"


"Ya allah mayang! kok gitu banget si? gak suka banget ya kalau kita dateng ke rumah kamu?"


"Bukannya gitu...


"Sssst...sudah,sudah! kalau kamu tetap gak mau ngasih alamatnya ke aku,gak masalah"


"Sekarang aku akan lakuin rencana B"


"Rencanya B? rencana B apaan maksud kamu?".tanya ku penasaran


"Kamu gak perlu tau! itu biar jadi urusan ku dan itu adalah rencana ku! jadi pastikan kamu menyambut kedatangan kami dengan baik ingat itu"


"Tut tut tut".telpon terputus


Aku hanya bisa menarik dan menghembuskan nafas gusar,entah apa lagi yang akan di lakukannya kali ini.Sudah di peringatkan untuk tidak datang dulu sekarang, tapi dia tetap ngeyel dan bersih keras untuk tetap datang ke rumah ku.


"Siapa mah".tanya Keenan


"Tante niar sayang,katanya dia mau datang ke rumah kita!".jelas ku


"Beneran tante niar mau datang mah? rumah kita bakalan jadi rame dong! jadi kevin dan keenan ada temennya".sahut kevin


Aku hanya diam tak menanggapi ucapan kevin barusan,entah apa yang harus ku lakukan sekarang! sungguh aku sangat mencemaskan keselamatan anak anak ku dan sekarang di tambah lagi dengan kedatangan niar dan poppy yang akan ikut bersamanya.


****


Kini kami sudah sampai di rumah,aku mempersilahkan mala lebih dulu untuk masuk bersama anak anak,karna aku dan ardi ingin melanjut kan pembicaraan kami yang sempat terputus tadi.


"Lanjut kan lah apa yang mau kamu bicarakan pada saya tadi!"


"Begini bu mayang,saya sudah mendapat jawaban dari pertanyaan saya!"


Aku menaikkan sebelah alis ku "Pertanyaan? pertanyaan apa di?"

__ADS_1


"Ini tentang ucapan mala kemarin pada saya,kenapa seluruh warga bersikap begitu kepada saya kemarin"


"Jadi begini bu mayang,jawaban yang di berikan oleh mala pada bu mayang tadi saat di mobil itu adalah jawaban dari pertanyaan saya!"


"Lalu?".tanya ku masih tidak mengerti.


"Ibu masih belum mengerti dengan ucapan saya?"


"Belum! memangnya apa yang ingin kamu sampaikan pada saya?"


Ardi menghembuskan napas panjang,lalu menatap ke arah luar jendela mobil sebentar sebelum menjawab pertanyaan dari ku.


"Apa ibu tidak ingat dengan kejadian yang ibu alami tadi malam?"


"Maksud saya,coba ibu ingat ingat apa yang ibu liat kemarin malam lalu bandingkan dengan ucapan mala tadi!"


"Pasti ada kemiripan".lanjut ardi yang membuat ku baru tersadar akan hal itu.


"Iya,kamu benar di! cerita yang di ucapkan mala tentang hutan ini memanglah mirip dengan apa yang saya liat! tapi saya belum terlalu yakin di! tapi jika di bandingkan memang ada kemiripan namun ada juga perbedaan nya!"


"Apa itu bu mayang?"


"Entah lah saya juga tidak tau! tapi saya yakin cerita yang di ucapkan mala tadi pasti ada perbedaan dengan apa yang saya liat! tapi saya tidak bisa langsung menyimpulkannya sekarang"


"Karna apa yang saya liat tidak terlalu jelas! melainkan samar samar".lanjut ku


"Samar samar?".tanya Ardi memastikan


"Tapi 1 yang sangat saya yakini,saya melihat ada makhluk menyeramkan itu di sana!"


"Berarti makhluk itu ada hubungannya dengan kematian wanita yang ibu liat kemarin malam?"


"Mungkin saja di,karna dia lah yang telah mencabik serta mencakar cakar tubuh wanita itu hingga di tewas! lalu dia menyeret mayat wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang saya tidak tau,itu ruangan apa!"


"Lalu setelah makhluk itu menyeret tubuh wanita itu,apa lagi yang ibu liat?


"Saya tidak ingat apa pun lagi setelah itu!"


"Baiklah bu mayang,kita akan mencari cara agar mengungkap misteri ini nanti! sekarang ibu masuklah dulu ke dalam rumah"


"Saya akan menyusul nanti". lanjutnya


Aku pun dengan cepat mengiyakan ucapannya dan langsung ke luar dari dalam mobil lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


Saat aku sampai di ambang pintu aku tidak melihat mala serta kevin di sini,aku hanya melihat keenan yang tengah meringkuk di atas sofa,sekilas ku lihat badannya sedikit gemetar.


"Ada apa sayang? keenan kenapa sendirian di sini? dimana abang kevin dan kak mala?".tanya ku lembut lalu duduk di sampingnya.


Mendengar pertanyaan ku barusan,dia langsung mengangkat kepalanya lalu dengan cepat menghambur ke pelukanku.Kini aku yakin bahwa tubuhnya memang sedang gemetar! aku bisa merasakan itu saat aku memeluk tubuhnya yang mungil.


"Keenan".panggil ku lagi

__ADS_1


"Mamah sedang bertanya pada keenan! abang kevin dan kak mala dimana? kenapa keenan sendirian di sini?".tanya ku lagi


"Di sana mah!".dia mengarahkan jari telunjuknya menuju sebuah ruangan yang pintunya sudah terbuka lebar.


"Astaga ruangan itu kalian tidak boleh memasukinya".batin ku


Tanpa menunggu lama lagi,aku langsung bangkit dari duduk ku namun sebelum itu aku meminta pada keenan untuk tetap berada di sana.


"Kevin mala! keluarlah sekarang dari sana".teriak ku namun tak ada jawaban


"Kevin! sayang! dengar mamah tidak? cepat keluar dari sana".teriak ku kembali tetapi tetap tak ada jawaban.


Dengan langkah yang gemetar perlahan aku melangkah kan kaki ini menuju ruangan yang sempat aku kunci kemarin,namun ruangan itu kini sudah tidak lagi terkunci entah mala atau kevin yang sudah membukanya tapi yang pasti aku harus segera meminta mereka untuk keluar dari dalam sana.


Saat kaki ini sudah sampai di ambang pintu dan tinggal 1 langkah lagi untuk membuat ku masuk ke dalam tiba tiba.


"Braaak"


pintu tiba tiba saja tertutup dengan keras yang membuat ku panik bukan main,terus ku gedor gedor pintu itu dan terus berusaha memutar knop pintu berulang kali namun sia sia! pintu ini tetap saja tidak mau terbuka.


"Bukaaaaa!".teriak ku


"Kenapa di kunci! buka saya bilang!"


"Heeeei! bukaaa! jangan ganggu anak saya!"


"Bu mayang! ada apa?". tanya ardi yang tiba tiba datang menghampiri ku.


"Ayo cepat! dobrak pintunya! kevin dan mala ada di dalam mereka sedang terkunci di"


"Cepat buka pintunya! kenapa kamu diam saja?".ucap ku sambil menggoncang goncangkan tubuhnya tapi di luar dugaan dia masih saja tetap bergeming dan tak melakukan yang ku perintahkan padanya.


"Mamah!"


Aku mendengar suara kevin yang memanggil ku namun suara itu tidak berasal dari dalam ruangan ini melainkan dari arah kamar.Bersamaan dengan itu tampak kevin,keenan,dan mala keluar dari dalam kamar.


"Ba-bagaimana bisa?".ucap ku pelan


"Istighfar bu mayang! mereka semua ada di dalam kamar!"


"Tidak mungkin! tadi saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau keenan sedang duduk di atas sofa sambil meringkuk"


"Saya sempat bertanya padanya dimana kevin dan mala! lalu dia mengarahkan saya menuju ruangan ini di! ruangan ini tadi terbuka saya tidak berbohong".ucap ku berusaha meyakinkan ardi untuk percaya padaku.


"Lalu?". tanya ardi yang membuat ku kesal


"Lalu,lalu apa? kenapa kamu bertanya seperti itu? saya sudah menjelaskannya kenapa kamu tidak percaya pada saya?".ucap ku dengan nada yang mulai meninggi.


"Saya bukannya tidak percaya bu mayang! sekarang coba ibu liat baik baik,mereka semua ada di sana! coba liat"


"Ta-tapi di saya......

__ADS_1


Ardi menggeleng pelan "Sudah,lupakan saja! anggap saja itu hanya halusinasi bu Mayang saja karna bu mayang kelelahan akibat perjalanan yang lumayan jauh".ucap ardi yang berusaha menenang kan ku.


__ADS_2