Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 21.Kemunculan sosok gaun putih 2


__ADS_3

Tiba tiba saja aku melihat cahaya putih yang begitu terang menyapu seluruh tubuh ku yang membuat mata ku menjadi silau.


Perlahan ku buka kembali mata ini saat aku merasakan bahwa cahaya putih tadi perlahan meredup.Betapa terkejutnya aku tepat di depan ku berdiri saat ini ada sebuah mobil pik up berhenti di hadapan ku.


Dan bersamaan dengan itu samar ku lihat sesosok pria tua keluar dari dalam pik up tersebut lalu berlari kencang memasuki sebuah rumah dengan dinding papan yang ukurannya tidak begitu besar,tetapi memiliki halaman yang sangat luas! namun aku tidak bisa begitu jelas melihat wajahnya.


Saat pria tua itu sampai tepat di depan pintu terdengar suara teriakan seorang wanita dari dalam sana.Yang membuat ku langsung berlari ke arah rumah tersebut.


"Ada apa ini?".tanya ku pada seorang pria tua di samping ku namun dia tidak merespon ucapan ku.


"Hentikaaaaaaan".teriak nya dengan sangat keras hingga membuat ku menutup telinga dengan kedua tangan ku.


"Hentikan lah....kakek mohon hentikan!! sudah cukup".Ucapnya sambil berlinang air mata


"Tidak kek! sebaiknya kakek pergilah dari sini atau kakek juga akan aku habisi bersama dengan perempuan biadab ini".Sahut seorang wanita dari dalam sana,namun aku tidak bisa melihat bagaimana rupanya dan hanya bisa mendengar suaranya saja.


Dan bersamaan dengan itu angin bertiup dengan sangat kencang dan kilat di langit terlihat menyambar nyambar.


"Duaaar"


Pintu yang tadi nya terbuka kini tiba tiba tertutup dengan sendirinya,pria yang juga tak jelas rupanya itu terus berlari mengelilingi rumah sambil mengetuk ngetuk semua jendela yang berada di depan rumah,samping rumah,serta belakang rumah ini.


Terlihat dia terus menangis dan berteriak histeris pada seseorang di dalam sana seperti orang yang kehilangan akal.


Aku yang tidak tau apa apa merasa sangat ketakutan sekaligus merasa iba pada pria tua itu,bagaimana bisa aku yang tadinya berada di dalam kamar mandi tiba tiba saja berpindah tempat kedepan sebuah rumah yang tidak aku kenali.


Dengan langkah pelan aku berusaha menggapai bahu pria tua itu yang kini sudah terduduk lemas di tanah dan masih dalam keadaan menangis.Tetapi saat tangan ini ingin menyentuh nya betapa terkejutnya aku tangan kanan ku menembus di bahu nya.

__ADS_1


"Apa ini? tidak mungkin".ucap ku tidak percaya sambil terus menatap dan menggerakkan kedua tangan ku


"Baiklah,akan ku coba lagi".ucap ku meyakinkan diri ku


Tapi tetap saja tangan ku terus menembus bahunya,tetapi aku tak mau menyerah begitu saja! terus ku ulangi hal yang sama berulang kali hingga membuat tangan ku pegal.


"Praaaang"


Tiba tiba saja aku mendengar sesuatu barang pecah dari dalam rumah tersebut,entah mendapat keberanian dari mana kini aku langsung berlari dan berusaha masuk kedalam.Saat aku ingin menggapai knop pintu tiba tiba saja aku merasa seperti ada sebuah dorongan yang sangat kuat menghantam bagian belakang tubuh ku.Yang membuat tubuh ini menembus pintu tersebut dan sedetik kemudian membuat tubuh ku tersungkur di lantai.


"Awwwww...".ucap ku meringis kesakitan


Kini aku sudah berada di dalam rumah dan dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam sini dengan jelas.


"Lepas kan aku kak! aku mohon".Teriak seorang perempuan mengenakan gaun putih yang sedang terkulai lemah di lantai dengan luka luka parah di wajah nya,yang terus mengeluarkan banyak darah


"Apa kau bilang? lepaskan? kau pikir aku akan melepaskan mu semudah itu wanita sialan".Teriak seorang wanita yang ku tebak adalah wanita yang sama yang meminta agar pria tua itu segera pergi dari sini dan juga mengancam akan membunuhnya.


"Ckckck....sungguh malang nasib mu wahai adik ku tercinta! tapi percaya lah padaku setelah ini kau tidak akan merasa kesakitan lagi"


"Maka dari itu aku minta padamu agar tetap diam di sana! jangan banyak bicara dan memberontak! karna semua itu akan sia sia sayang"


"Kau akan tetap mati di tangan sosok itu"


"Hahahhahahhaha"


"Tidak kak,ku mohon lepaskan lah aku!"

__ADS_1


"A-aku janji padamu..a-akan membicarakan hal ini pada pria itu dan memintanya agar segera berpacaran dengan mu"


"Apa kau bilang?".tanya wanita tersebut lalu menjambak rambut wanita yang sudah tak berdaya itu dengan sangat keras hingga membuat nya tak mampu lagi meringis dan sedetik kemudian menghantamnya ke lantai.


"Hey lepaskan diaaaa!".teriak ku yang berusaha menghentikan perbuatannya pada wanita tersebut.Tapi lagi lagi ucapan ku tak di gubris oleh nya


"Bagaimana ini? bagaimana bisa mereka tidak bisa mendengar teriakan ku?".ucap ku mulai frustasi


Bersamaan dengan itu wanita tersebut memasukkan sebelah tangannya kedalam plastik hitam lalu mengeluarkan segenggam bunga dan melemparnya ke seluruh bagian tubuh wanita yang tergeletak di lantai.


"Tidaak! jangan kak! sakiiiiiit".teriaknya merintih kesakitan yang membuat ku meneteskan air mata


"Mati lah kaaaaaau!"


Bersama dengan teriakannya terlihat sesosok makhluk menyeramkan memakai gaun merah dengan wajah yang menyeramkan dan di penuhi oleh belatung yang keluar dari sebuah ruangan dan dengan cepat menyeret dan mencabik cabik seluruh tubuh milik wanita yang tergeletak di lantai itu.


Aku yang melihat itu langsung berteriak histeris dan luruh ke lantai.


"Lepaskan dia! aku mohon lepaskan diaa"


"Lepaskaaaaaaaan"


"Aaaaaaaaa".sontak saja aku langsung terbangun masih dengan nafas yang memburu serta air mata yang terus mengalir dengan sangat deras.


"Bu mayang? ibu kenapa?.tanya ardi yang kini sudah berada di dalam kamar ku


"Mamah kenapa mah? ayo mah jawab".Ucap kevin dan keenan sambil terisak

__ADS_1


Aku yang masih shock dengan kejadian barusan hanya terdiam dan berusaha mencoba untuk mencerna semua itu di dalam otak ku.Saat pandangan ku menatap ke arah jendela yang kebetulan belum terpasang horden aku melihat ada sosok perempuan yang mengenakan gaun putih berada di luar rumah,dan terus memperhatikan ku sambil tersenyum.Dan beberapa saat kemudian sosok itu langsung menghilang lalu dengan samar aku mendengar bisikan yang begitu pelan namun jelas tepat di telinga kanan ku.


"Maaf kan aku!"


__ADS_2